
"Boommmmm!
Tebasan Pedang Xiuhuan menghancurkan tanah dibelakang Lin Yun dan anggotanya.
Xiuhuan sengaja menebasnya meleset, karena ia mengikuti permintaan Lin Jingmi tadi, walaupun tak diiyakan olehnya. Karena Xiuhuan tak bisa menjamin keselamatan mereka jika terjadi duel lansung dengan anggota Paviliun Shadow.
Namun, Tang Xian, yang merupakan anggota Paviliun Shadow malah melarikan diri lebih dulu, meninggalkan Lin Yun dan anggotanya sebagai tameng menghadang Xiuhuan.
"Cih, dasar anjing tak berguna, mereka tak menahannya ... padahal sebentar lagi Ketua Bai Qiusheng akan tiba ke sini," gerutu Tang Xian melihat Xiuhuan terus mengejarnya tanpa menyentuh Lin Yun dan anggotanya.
"Eh, kita selamat Sesepuh!" teriak anggota Clan Lin itu senang.
"Betulkah?" sahut Lin Yun membuka pejaman matanya. "Benar, kita selamat ... mungkin Assasin itu lebih mementingkan Pendekar Pedang yang lebih kuat, daripada pion seperti kita ini," katanya lagi.
"Sekarang bagaimana Sesepuh?" tanya anggotanya, karena Xiuhuan sedang mengejar Tang Xian.
"Kita kembali ke kota, melaporkan kejadian ini. Assassin tadi adalah Pendekar Pedang tahap 100, butuh banyak Pendekar Pedang level tinggi untuk melawannya!" seru Lin Yun melesat ke dalam kota Yangtze.
"Hehehe ... mau kabur ke mana dia ini?" guman Xiuhuan, karena Tang Xian justru menjauh dari kota Yangtze. Jarak keduanya makin sedikit, karena Xiuhuan menggunakan jurus Langkah Kilat.
"Tebasan Halilintar!"
Xiuhuan menebas ke depan, Tang Xian menyadari sebuah bayangan Sidat Listrik menerjang ke arahnya.
"Auman Serigala!" seru Tang Xian bertahan. Sebuah tembok tanah lansung muncul menghadang tebasan Halilintar Xiuhuan. "Tebasan Cakar Serigala!" Lanjutnya, karena tak cukup hanya memblok tebasan itu dengan tembok tanah, Tang Xian harus membloknya sekali lagi.
"Hahaha ... tak kusangka ada serigala yang bergerak sendiri, padahal biasanya mereka selalu bergerombol!" ejek Xiuhuan.
"Kau!" Tang Xian geram diejek, "Aku harus menahannya ... tak lama lagi Ketua Bai Qiusheng akan datang," guman Tang Xian bersiap bertarung, tangannya memegang Pedang berukuran besar yang mengeluarkan asap hitam dibilahnya.
***
"Ketua Bai ... bukannya itu Sesepuh Clan Lin?" tanya seorang anggota Paviliun Shadow yang berada di sebelahnya, mereka baru keluar dari kota Yangtze.
__ADS_1
"Hmm, di mana Tang Xian, apakah ia bertarung dengan Assasin itu?"
"Bisa jadi Ketua Bai," sahutnya lagi.
"Tu-tuan Bai Qiusheng!" sapa Lin Yun terbata-bata saat mendekatinya.
"Di mana Tang Xian?" sahut Bai Qiusheng.
"Di-dia sedang dikejar oleh Assasin dengan level Pendekar Pedang tahap 100. Dan juga, tuan Tang Xian kabur ke sana!" Lin Yun menunjuk arah ke luar Kota Yangtze. "Ka-kami ditinggal begitu saja oleh Assasin itu dan bergegas melapor kemari," katanya lagi takut disalahkan oleh Bai Qiusheng.
Bai Qiusheng melirik ke sebelahnya dan mengedipkan mata. Dia kemudian pergi tanpa sepatah katapun, melesat ke arah yang ditunjuk oleh Lin Yun.
Lin Yun kini ketakutan karena, seorang anggota Paviliun Shadow tetap berdiri di tempatnya. Anggota Paviliun Shadow itu kemudian melayang di udara, sepasang sayap muncul di punggungnya.
Anggota Paviliun Shadow itu melakukan penggabungan dengan Roh Pedang Elang Putih miliknya, kemudian sebuah pedang melengkung muncul di tangannya.
"Tu-tuan tolong ampuni kami ... kalau kau ingin memberikan hukuman, salahkan aku saja. Anggotaku tolong maafkan mereka, biarkan mereka hidup!" Lin Yun memohon ampunan sembari bersujud di tanah.
Anggotanya panik, mereka kemudian berlari ke arah kota Yangtze. Meninggalkan Lin Yun yang bersujud di tanah.
"Jangan pergi--" belum selesai Lin Yun berkata, anggota Paviliun Shadow telah melesat dengan cepat, menebas satu persatu anggota Clan Lin itu. "Tidakkkkkkkk!" Lin Yun menangis histeris melihat anggota Clannya dihabisi.
"Itulah hukuman bagi anjing yang tak patuh pada tuannya. Aku akan membiarkanmu hidup! Sekarang kau perintahkan seluruh anggota Clanmu menyusul kami menaklukkan Assasin itu!" Perintahnya sambil meninggalkan Lin Yun yang duduk terkulai lemas.
***
"Tebasan Pembelah Ombak!"
Xiuhuan maju menyerang menggunakan unsur air, karena unsur tanah dapat menahan listriknya, walaupun sebenarnya tetap mudah bagi Xiuhuan mengalahkannya. Karena perbedaan level mereka sangat jauh. Namun, Xiuhuan ingin mengakhiri pertarungan ini dengan cepat, karena Xiuhuan tak mau bertarung nanti dikeroyok oleh anggota Paviliun Shadow yang sedang menyusul kemari.
"Auman Serigala!" seru Tang Xian kemudian melompat ke arah lain menggunakan jurus Langkah Serigala, menghindari tebasan Putaran Gelombang Air.
Xiuhuan menerjang ke hadapan Tang Yin menggunakan Langkah kilat, kini keduanya berhadapan langsung.
__ADS_1
"Trang-trang-trang!"
Keduanya saling beradu tebasan, namun Tang Xian terus mundur dibuatnya. Dia tak mampu menahannya, Xiuhuan terlalu kuat untuk menjadi lawannya dalam duel satu lawan satu.
"Makan ini! Tebasan Pembelah Ombak!" seru Xiuhuan, sebuah bayangan belut raksasa muncul dalam gelombang air yang siap melahap Tang Xian.
"Auman Serigala!" teriak Tang Xian, tembok tanah dengan bayangan Serigala hitam juga muncul siap beradu dengan tebasan Xiuhuan.
Tampak air berbentuk belut itu melahap bayangan serigala dari tembok tanah milik Tang Xian, kemudian tebasan Xiuhuan menghantam pedang Tang Xian hingga terpotong, tak sampai di situ, tebasan itu juga membuat Tang Xian terbelah menjadi dua bagian.
"Aish, Aku terlalu banyak memasukkan qi kedalam jurus tadi, sehingga kekuatannya terlalu besar," guman Xiuhuan sambil tersenyum lebar.
Xiuhuan menghampiri mayat Tang Xian, memeriksa kantong celananya dan ia cuma menemukan sebuah kantong kecil berisi emas. "Ah, lumayanlah buat beli cilok," gerutu Xiuhuan. "Aku harus kabur dulu sementara." Lanjutnya lagi menjauh dari tempat pertarungan itu.
"Sepertinya kita terlambat Ketua Bai!" seru salah satu anggota Paviliun Shadow, ia tak merasakan lagi aura besar seperti saat Xiuhuan bertarung melawan Tang Xian.
Bai Qiusheng mengepal tangannya, "Ah, sial! Tang Xian mati sia-sia gara-gara keputusan cerobohku." Sesal Bai Qiusheng.
Tak lama kemudian mereka tiba di bekas pertarungan mereka dan melihat tubuh Tang Xian telah terbelah dua. Bai Qiusheng tak kuasa menahan air matanya.
"Brengsek kauuuuuuuu!" teriak Bai Qiusheng sembari mengeluarkan aura Pembunuh yang terasa hingga satu mil jauhnya.
"Hahahaha ... ada yang marah! Makanya jangan main-main dengan belut. Ia itu licin susah ditangkap!" Xiuhuan berkata dalam hatinya.
Setelah Bai Qiusheng meluapkan amarahnya, ia kemudian memerintahkan pada anggotanya untuk melaksanakan penyerangan terhadap Sekte Gunung Pedang dilakukan saat ini juga.
Bagaimana selanjutnya? Apa yang akan terjadi pada Sekte Gunung Pedang yang hanya mempunyai Pendekar Pedang tahap 70 saja paling kuat. Sementara Xiuhuan telah menjauh dari kota Yangtze.
Bersambung 🗡️🗡️🗡️
Terimakasih buat Abang-abang, Kakak-kakak atau Adik-adik yang telah memberikan Vote, hadiah dan Likenya. Semoga dilimpahkan kesuksesan dan mudah rejeki, aamiin 🙏🙏😁
__ADS_1