Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Penghakiman


__ADS_3

Satu persatu anggota Kelompok Kelelawar menyerahkan Poin Paviliun Shilin dan Pil Neraka mereka pada Xiuhuan. Setelah itu mereka diperbolehkan pergi meninggalkan bar milik Chu Mogui itu.


Akan tetapi, saat mereka mencapai lembah, Kloning Manusia Air telah menunggu mereka dan menjadi malaikat pencabut nyawa. Beberapa anggota Kelompok Kelelawar mencoba melawan, namun tetap bernasib tragis. Banyak juga yang pasrah seperti Fan Wunchen, membiarkan Kloning Manusia Air membunuh mereka.


“Hahaha Aku kaya! Huh, sudah 11-12 saja aku dengan mereka,” kata Xiuhuan tertawa cekikikan sambil memperhatikan Plakat khusus Paviliun Shilin miliknya.


Xiuhuan total mendapatkan 200.021 Poin dari Kelompok Kelelawar ini.


“Woi! Kalian yang ada di lantai dua! Cepat turun!” teriak Xiuhuan.


Chu Mogui bersama anak buahnya dan juga istrinya ikut turun ke lantai bawah. Dengan langkah kaki gemetaran, ia langsung menghampiri Xiuhuan.


“Tu-tuan, Apakah Anda membutuhkan sesuatu?” tanya Chu Mogui terbata-bata.


Xiuhuan memperhatikan wajah-wajah yang telah menyiksa dan memperbudak Zhang Xue itu. Ia kini tak tahu, hukuman apa yang setimpal dengan perbuatan mereka lakukan pada Zhang Xue.


Chu Mogui menyadari, Xiuhuan tak menyukai mereka. Sehingga ia juga memutuskan akan menawarkan semua Poin Khusus Paviliun Shilin miliknya pada Xiuhuan, seperti yang dilakukan oleh Kelompok Kelelawar.


“Tu-tuan murid Sekte Pedang Taiyang yang terhormat dan agung. Bolehkah kami meninggalkan tempat ini dan kami akan menyerahkan bar ini untuk tuan, bersama dengan Zhang Xue juga. Sekalian aku tambah dengan semua Poin Khusus Paviliun Shilin milikku dan anak buahku,” ucap Chu Mogui mencoba bernegosiasi dengan Xiuhuan.


Xiuhuan tersenyum menyeringai mendengarnya. “Ternyata kau cukup pintar, sekarang kau boleh pergi setelah kalian semua menyerahkan Poin kalian,” sahut Xiuhuan.


Dengan senyum lebar Chu Mogui langsung mentransfer Poin dari Plakat khusus Paviliun Shilin miliknya ke milik Xiuhuan. Total 76.543 Poin miliknya telah terkirim ke Plakat khusus Paviliun Shilin milik Xiuhuan.


Chu Mogui langsung bergegas keluar untuk segera meninggalkan bar miliknya itu. Namun Xiuhuan menggenggam tangannya.


“Kenapa kau buru-buru? Kalian harus pergi bersama. Bagaimana dengan istrimu apa kau tak peduli dengannya?” tanya Xiuhuan.


Lei Yu menatap tajam Chu Mogui, karena akan pergi meninggalkannya.


“Hmm kau hitam manis, bagaimana kalau tetap di sini saja? Kalau kalian pergi, siapa yang akan memasak makanan enak buatku?” Dengan senyum tipis Xiuhuan langsung memegang pipi Lei Yu.


Lei Yu langsung ketakutan, jantungnya berdegup kencang sembari menatap iba pada Chu Mogui, agar suaminya itu berusaha menyelamatkannya. Namun yang terjadi, Chu Mogui malah membuang muka ke arah lain.

__ADS_1


“Sialan kau Mogui! Ini semua gara-garamu! Kau membunuh adikmu sendiri, yang merupakan suami Zhang Xue. Tuan!” Lei Yu menunjuk Chu Mogui. “Selama ini mereka telah menyiksa dan memperkosa Zhang Xue. Dia bukanlah wanita penghibur, tetapi diperbudak olehnya.” Lei Yu membongkar bobrok Chu Mogui.


Dengan geram Chu Mogui menampar Lei Yu. Namun, Xiuhuan lansung menangkap tangan Chu Mogui saat akan mendarat di wajah wanita berkulit hitam itu.


“Apa yang kau lakukan? Apa kau akan merusak Pelayanku,” kata Xiuhuan yang langsung mematahkan lengan Chu Mogui, hingga ia berteriak histeris.


“Ta-tapi Lei Yu juga ikut menyiksa Zhang Xue. Justru ia yang mengusulkan agar Zhang Xue dijual ke pria hidung belang, daripada dinikmati sendiri,” kata Chu Mogui ikut mengadukan perbuatan buruk istrinya itu.


Chu Mogui berpikir jika ia mati, maka istrinya itu harus ikut mati juga. Supaya mereka sama-sama masuk neraka.


“Kau!” Lei Yu sangat geram Chu Mogui akan mengadukannya juga. Wajahnya yang hitam itu tampak memerah, ia sangat geram ingin membunuh suaminya itu.


Xiuhuan yang melihat pertengkaran mereka, menemukan metode baru untuk menyiksa mereka.


“Aku akan membebaskan kalian, jika kalian saling bunuh. Satu orang terkahir akan berhadapan dengan Lei Yu. Dan ... yang terakhir hidup, akan aku bebaskan. Bagaimana?”


Xiuhuan lansung menutup lantai satu bar milik Chu Mogui itu dengan perisai air. Agar saat mereka bertarung tak merusak bangunan bar.


Chu Mogui memiliki Roh Pedang Beruang. Ia lansung mengaung, membuat anak buahnya lansung menutup telinga.


“Ternyata Jurus Auman! Hebat juga, beberapa anakbuahnya telah mengeluarkan darah di telinga,” gumam Xiuhuan menonton mereka dari luar bar bersama Lei Yu yang diikatnya dengan pusaran air.


Yun Chi tak mau ketinggalan, ia yang sudah melakukan tehnik Penggabungan dengan Roh Pedang Ular Cobra itu, lansung menyemburkan racun dari Pedang Rohnya.


Beberapa anak buah Chu Mogui yang paling lemah, lansung tewas seketika.


Lu Xing yang berkamuflase tak terlihat di belakang Chu Mogui, segera menusuk punggungnya dengan Pedang Roh Bunglon.


Chu Mogui berteriak histeris dan lansung menebas ke arah belakang. Namun, Lu Xing kembali menghilang.


Chu Mogui mundur ke dekat perisai Air, agar Lu Xing tak muncul di belakangnya tiba-tiba lagi. “Sialan Lu Xing itu, dia berani melawanku! Padahal aku yang telah memungutnya dari jalanan dulu,” gerutu Chu Mogui berusaha menghentikan pendarahannya dengan mengalirkan tenaga dalam ke luka itu.


Saat ini hanya tinggal Lu Xing, Yun Chi dan Chu Mogui saja.

__ADS_1


Yun Chi tak berani maju menyerang Chu Mogui. Bukan berarti, ia tak sanggup mengalahkannya, namun ia yakin Lu Xing akan menyerangnya tiba-tiba, karena Chu Mogui telah terluka parah.


“Lu Xing! Kenapa kau tak menyerangku? Apa kau takut? Apa kau tak ingat, sepuluh tahun yang lalu, ibu dan kakak perempuanmu mati mengenaskan.” Yun Chi memprovokasi Lu Xing. Ia dengan sengaja memberitahu kejadian yang ia rahasiakan selama ini. “Akulah pelakunya itu hahahaha ... asal kau tahu saja. Kakak perempuanmu begitu cantik dan masih suci. Kami menggilirnya hingga ia pingsan berkali-kali.”


“Cukupppppppp!” teriak Lu Xing menusuk perut Yun Chi.


Ia merayap pelan-pelan dari depan, agar langkah kakinya tak terdeteksi oleh Yun Chi, yang berpikir Lu Xing akan datang dari belakang, seperti yang ia lakukan kepada Chu Mogui.


“K-kau—”


Belum sempat Yun Chi menyelesaikan kata-katanya, Lu Xing yang telah emosi itu langsung menggerakkan Pedang Rohnya hingga isi perut Yun Chi berceceran di lantai.


Chu Mogui tak menyia-nyiakan kesempatan itu, ia langsung melesat cepat dan menghantam Lu Xing dengan siluet Beruang.


Lu Xing berhasil menahan tebasan Pedang Chu Mogui, namun tak berhasil menahan hantaman Siluet Beruang yang meninju kepala Lu Xing hingga hancur seketika.


***


“Wah, pertunjukan yang hebat!” Xiuhuan bertepuk tangan. Dengan senyum lebar, Xiuhuan melirik Lei Yu. “Sekarang tinggal pertarungan antar suami istri. Bagaimana Yu‘er? Apakah kau yakin bisa membunuh suamimu atau kuberikan pilihan lain, menjadi budakku hingga Aku selesai berkultivasi di sini?”


Lei Yu serba salah, kalau melawan Chu Mogui, sudah pasti ia takkan sanggup. Satu-satunya cara untuk bertahan hidup adalah dengan menjadi budak Xiuhuan.


“Aku akan melayani tuan dengan sepenuh hati. Tubuh ini sepenuhnya milik tuan dan terserah tuan mau apakan,” sahut Lei Yu menerima tawaran Xiuhuan.


Chu Mogui sangat geram, ia sudah mati-matian bertarung. Namun, hasil akhirnya, malah harus menghadapi Xiuhuan lagi.


“Aku akan membawamu Yu‘er mati bersamaku!” teriak Chu Mogui melesat menyerang Lei Yu yang lansung ketakutan.


Dengan senyum lebar Xiuhuan mengeluarkan satu Kloning Manusia Air. “Semoga di kehidupan berikutnya, kau tak bertemu denganku lagi hahahaha ....” Xiuhuan tertawa terbahak-bahak.


Hanya dengan sekali tebas saja. Kloning Manusia Air telah menewaskan Chu Mogui yang sudah terluka parah sejak tadi.


...⚔️Bersambung⚔️...

__ADS_1


__ADS_2