Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Desa Shanjiao


__ADS_3

“Kenapa kalian kabur bodoh!” bentak bos bandit gunung Lugu pada anak buahnya yang datang kearahnya dengan lari tunggang-langgang.


“B-bos ada murid Clan Lou menggila di sana. Dia Immortal Awal dan juga cantik!” sahut salah satu dari mereka.


“Cantik dan agresif, yeahahaha ... itu adalah tipe wanita idamanku.” Bos bandit gunung Lugu itu lansung senang mendengarnya, ia tak peduli dengan nasib anak buahnya yang mati. Saat ini ia hanya ingin wanita itu.


Bos bandit gunung Lugu itu menatap para anak buahnya itu. Tak ada satupun yang membawa hasil jarahan di desa Shanjiao ini.


“Siapa yang menyuruh kalian kembali dengan tangan kosong.” Dia mencekik anak buahnya yang mengadu tadi. “Sejak kapan aku memiliki pion yang tak berguna begini.” Amarahnya memuncak, tangannya mengeluarkan api hitam.


“B-bos! Jangan Bos, Aku akan kembali membawa barang bagus,” kata anak buahnya itu memohon ampunan, tetapi itu percuma saja. Karena, bila ia sudah berkata; kata-kata itu tak bisa ditarik kembali.


Anak buahnya itu menjerit kesakitan saat api hitam membakar tubuhnya. Anak buahnya yang lain lansung berlari kembali ke arah dalam desa Shanjiao, bertemu dengan wanita psikopat lainnya. Mereka serba salah saat ini, karena tak ada pilihan lain.


“Gadis cantik dan agresif yeahahaha ....” Bos bandit gunung Lugu menggoda Lou Mei yang telah membunuh dua pertiga anak buahnya. “Gadisku hebat sekali, membunuh lawan dengan dingin. Aura pembunuhmu telah terbentuk, ayo datang ke pelukan Paman ganteng ini yeahahaha ....”


Lou Mei menoleh ke arah sumber suara yang menjijikkan itu.


“Ranah Chaos Ancient God!” Lou Mei sangat terkejut, ia tak menyangka bos bandit gunung ternyata selangkah lagi akan mencapai Ranah tertinggi dalam dunia Kultivasi.


Lou Mei mendengus dingin, ini tak sesuai dengan informasi dari tetua Lou Zui yang mengatakan bandit-bandit itu hanya ranah Penempaan Tubuh Xuan saja. Tetua Lou Zui juga memprediksi bos bandit gunung itu hanya ranah Penempaan Tubuh Tian; selangkah lagi menuju Immortal Awal.


Namun, yang ada dihadapannya itu dua tingkat diatasnya. Maka wajar mereka berani membuat kekacauan di wilayah cabang Clan Lou ini.


“Sial, kalau begini yang datang seharusnya sekelas tetua Ranah Absolute God. Apa yang harus kulakukan dan Xiuhuan ke mana lagi?”

__ADS_1


Wajah Lou Mei tampak ketakutan dan kakinya gemetaran.


“Kakak!” seru gadis kecil yang berada di belakangnya. “Hanfu milikmu basah, apa kau sakit?” Gadis kecil itu bingung melihatnya.


“Sial!—Saking takutnya aku malah ngompol dan tubuhku tak bisa kugerakkan. Apa ini karena tekanan darinya,” gumam Lou Mei menatap tajam pada bos bandit gunung Lugu yang menyeringai menatapnya.


“Gadis cantik. Siapa namamu? yeahahaha ....” Bos bandit gunung Lugu mendekati Lou Mei, tetapi tiba-tiba sang Pahlawan kesiangan muncul menghentikan langkahnya.


“Hei, kau jelek! Kau apakan gadisku, sehingga ia terkencing-kencing begitu. Aromanya menggoda lagi.” Xiuhuan tersenyum mengejek menatap Lou Mei.


“Xiuhuan bodoh! Kenapa kau tak kembali ke kota Nancheng—laporkan kejadian ini pada tetua Lou Zui. Kau tak lihat dia Ranah Chaos Ancient God!” Lou Mei berkata dengan suara melengking, sehingga Xiuhuan menutup kedua telinganya.


“Yeahahaha ... Kau memiliki teman yang lucu gadisku,” sahut bos bandit gunung Lugu merasa Xiuhuan begitu bodoh. Padahal ia memiliki kesempatan untuk kabur, tetapi malah menampakkan batang hidungnya. Ya, sama saja itu cari mati.


Xiuhuan hanya senyum-senyum menanggapi ucapan Lou Mei dan ia menampar bokong Lou Mei, sehingga tekanan yang membuatnya tak bisa bergerak menghilang.


“Serahkan pria jelek ini pada babang tampan, kau hanya perlu menangani bandit-bandit kelas teri saja dan jangan lupa bawa gadis kecil itu ke luar desa. Tadi aku telah mengungsikan beberapa penduduk ke sana,” sahut Xiuhuan.


Palu Godam Banteng Merah muncul di tangan Xiuhuan. Dia berjalan santai mendekati bos bandit gunung Lugu.


“Kenapa ia tak terpengaruh dengan aura pembunuhku? Padahal cuma Immortal Awal yang sedikit lagi memasuki Immortal Menengah. Namun, itu seharusnya masih tak ada apa-apanya di hadapan Ranah Chaos Ancient God sepertiku,” gumam bos bandit gunung Lugu merasa aneh.


Dia curiga Xiuhuan memiliki jurus yang dapat menyembunyikan kekuatannya yang sebenarnya. Karena ia pernah bertemu dengan Kultivator yang seperti itu, saat berada di Benua Resifel; untung saja saat itu ia membawa banyak budak wanita, sehingga ia menyerahkan budak-budaknya itu dengan sukarela agar tak dibunuh oleh Kultivator yang ternyata adalah Ranah Absolute God.


Itu adalah pengalaman terburuk dalam hidupnya, sehingga ia sangat waspada terhadap Xiuhuan. Tak ada lagi tawa yeahahaha ... Rantai Diyu kembali muncul di tangannya.

__ADS_1


“Yeahahaha ... Aku tertarik dengan senjata pusaka milikmu. Namun, sayangnya aku bukan pengguna elemen Api. Mungkin itu cocok untuk Mei‘er, karena ia belum memiliki senjata pusaka.”


Xiuhuan malah meniru gaya bicara bos bandit gunung Lugu. Lou Mei yang berada tak jauh dari mereka, menghela nafas panjang—Xiuhuan malah memprovokasinya.


“Mudah-mudahan saja Xiuhuan telah meminta bantuan dan sekarang ia sedang mengulur waktu,” gumam Lou Mei menghabisi bandit-bandit kelas teri lainnya.


“Aku tak tahu dari mana datangnya keberanian yang kau miliki. Jujur saja aku sedikit ketakutan dibuatnya. Namun, sekarang aku makin tertarik merobek-robek jantungmu yeahahaha ....”


Bos bandit gunung Lugu lansung mengayunkan Rantai Diyu—Dengan cepat rantai itu melesat ke arah jantung Xiuhuan, itu adalah gerakan yang sama saat jantung Kepala desa Shanjiao; jantungnya diambil oleh bos bandit gunung Lugu.


Booommmm!


Xiuhuan memukul celurit yang ada di ujung Rantai Diyu, sehingga tanah didepannya hancur berkeping-keping. Karena kekuatan pukulan itu setara dengan seratus berat gajah dewasa.


“Xi-Xiuhuan malah melawannya!” gerutu Lou Mei, ia ketakutan Xiuhuan bisa terbunuh nantinya. “Apakah Xiuhuan menyuruhku untuk mencari bantuan dan ia mencoba menahannya!” Dia menduga-duga dan memutuskan memasukkan penduduk ke kapal terbang miliknya.


Lou Mei membawa mereka ke kota Bianjie, setelah itu ia akan kembali ke kota Nancheng untuk meminta tetua Lou Zui turun tangan membantu Xiuhuan. Dengan artefak Teleportasi ia bisa langsung muncul ke perbatasan Benua Kun Lun Utara dengan Benua Kun Lun Selatan dan melanjutkan perjalanan menggunakan Kapal terbang lagi. Dia yakin masih bisa menolong Xiuhuan, bila Xiuhuan dapat mengulur waktu lebih lama lagi.


“Xiuhuan! Bertahan lah, Aku akan segera kembali secepat mungkin!” teriak Lou Mei dari atas Kapal terbang.


Xiuhuan menoleh kebelakang dan bingung dengan ucapan Lou Mei.


“Kenapa ia naik Kapal terbang dan membawa para penduduk?—Bukannya aku tadi bilang untuk ke luar desa menungguku di sana. Apa ia salah menelaah ucapanku, ya?”


Xiuhuan ingin memanggil Lou Mei, tetapi Kapal terbang miliknya telah menghilang dari pandangannya.

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2