Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Benua Dayan


__ADS_3

Satu tahun berlalu di Pulau Niao, Xiuhuan menggunakan artefak Teleportasi khusus yang diberikan Sesepuh Cao Yun menuju Planet Nebula dan melanjutkan perjalanan menggunakan artefak kapal terbang menuju Benua Dayan.


Xiuhuan mengeluarkan botol kecil yang berisi cairan berwarna merah dan menenggaknya. Dia kemudian merasakan sensasi panas dalam tubuhnya, ia tak tahu reaksi apa itu—apalagi kini tak ada lagi tempat bertanya, karena Serea tidak ikut, ia kini tinggal di Pulau Niao. Serea mengatakan sangat berbahaya bila dirinya ikut karena Iblis dan Siluman itu dua makhluk yang sangat kuat, takutnya ada yang menyadari keberadaannya dan membuat Xiuhuan dalam bahaya.


“Ah, sial! Sesepuh Cao Yun tidak mengatakan akan sesakit ini bila meminumnya!” keluh Xiuhuan duduk bersila bermeditasi.


Xiuhuan merasa kulitnya melepuh dan berganti menjadi warna gelap, “Hmm ... aku benar-benar berubah!” Namun, tiba-tiba ia merasakan kepalanya seperti ditusuk-tusuk paku, sehingga ia menjerit kesakitan, kemudian tumbuh dua buah tanduk di kepalanya.


Xiuhuan mengambil cermin dari cincin dimensinya dan terkejut melihat ketampanan yang haqiqi itu telah menghilang.


“Aku benar-benar menjadi Iblis?” Xiuhuan meraba-raba wajahnya. “Mudah-mudahan aku menjadi iblis tertampan di Benua Dayan hehehe ....” Xiuhuan menyeringai dan kapal terbang telah mendekati Planet merah yang sangat aneh.


“Trutuk-trutuk!” Artefak Kapal terbang bergetar hebat, seperti mendapatkan serangan kuat saja—padahal tak ada yang menyerang.


“Atmosfir di sini kuat juga!” Padahal Xiuhuan telah memasang Perisai air agar Artefak Kapal terbangnya tidak hancur. Namun, tetap terjadi guncangan hebat.


Setelah menembus awan merah, tiba-tiba Xiuhuan melihat hamparan tak berujung Benua Dayan dan Kapal terbangnya sudah tidak bergetar lagi.


“Benua yang indah!” Xiuhuan takjub melihatnya, karena Benua Dayan tak ada bedanya dengan Benua Kun Lun Utara atau Resifel. “Aku akan mencari desa terdekat mencari informasi!”


Butuh waktu satu batang dupa bagi Xiuhuan mencari desa terdekat, hingga ia melihat sebuah benteng yang kemungkinan didalamnya adalah kota kecil, sehingga Xiuhuan memutuskan mendarat sebelum memasuki tempat itu. Dia takut nanti, ternyata Kapal terbang adalah benda aneh di Benua Dayan dan dia ditangkap untuk diinterogasi.


Dengan jurus Langkah Kilat hanya beberapa tarikan nafas saja, ia telah sampai di depan gedung benteng itu.


Xiuhuan melangkah masih dengan detak jantung yang berdegup kencang, karena takut dicurigai oleh penjaga gerbang yang sepertinya sangat kuat karena ia tidak bisa mengukur kekuatannya.


Setelah melangkah masuk ke dalam benteng yang ternyata adalah kota kecil, Xiuhuan menghela nafas panjang, ia sangat lega sekali karena tidak dicurigai sebagai penyusup.


“Eh?” Xiuhuan memperhatikan Iblis yang lalu lalang dan menyadari bentuk mereka sama dengannya. “Hahaha ... apa yang kupikirkan, aku sekarang adalah Iblis tertampan!” gumam Xiuhuan mengutuk ketakutannya yang terlalu berlebihan. Namun, ada satu hal yang ia sadari, mereka semua sangat kuat dan beberapa diantara mereka tak dapat ia ukur kekuatannya.


“Apakah Immortal Akhir di sini, cuma Kultivator pemula saja?” gumam Xiuhuan curiga, karena sekelas penjaga gerbang saja—kekuatannya sudah mengerikan. Bagaimana dengan sekelas Ketua Sekte atau Ketua Clan? “Ah, tap perlu dipikirkan, yang penting segera menuju kota Zhongjian agar segera berkultivasi,” gumamnya lagi.

__ADS_1


Xiuhuan berjalan kota kecil ini dan tiba-tiba ia melihat pasar yang cukup ramai. Dia memutuskan pergi ke sana melihat-lihat.


“Monster babi panggang murah-murah!”


“Monster Ayam geprek sangat murah!”


“Budak-budak yang masih fresh harga murah!”


Mendengar kata budak, Xiuhuan langsung tertarik melihatnya dan dia terkejut budak-budak tersebut adalah ras Iblis juga. Entah apa yang terjadi pada mereka sehingga berakhir menjadi budak begini.


Kebanyakan budak yang dijual adalah budak laki-laki dan hanya ada tiga budak wanita.


“Ayo tuan, beli budak ini! Dia bernama Lei Jing, dia sangat kuat dan Ranah Kultivasi adalah Dark Star tingkat sembilan, tinggal selangkah lagi menuju Demon God—dia pasti mampu menjadi bawahan yang berharga untuk menjaga tuan dari para pengganggu!” kata penjual budak itu pada Xiuhuan.


Namun, Xiuhuan berpura-pura tidak tertarik, walaupun ia tak mengerti Ranah Kultivasi yang dikatakan oleh penjual budak itu, tetapi ia yakin budak ini memang kuat.


Penjual budak itu mengerutkan keningnya, tetapi ia tak mau menyerah karena yakin Xiuhuan berasal dari keluarga kaya, apalagi wajah Xiuhuan cukup tampan untuk kalangan Iblis dan sikapnya yang tenang, padahal tingkat Kultivasi-nya sangat rendah.


“Pelayan wanita?" Xiuhuan berhenti melangkah. “Apakah ada barang bagus? Jangan berikan aku ampas seperti mereka. Asal kau tahu pengawalku saja Ranah ... ah, lupakan saja. Aku tak mau terkesan sombong. ” Xiuhuan berpura-pura memiliki pengawal padahal hanya bualannya saja.


Penjual budak itu terkejut mendengarnya dsn yakin Xiuhuan adalah anak keluarga kaya. “Tunggu sebentar tuan muda, sebenarnya kami masih memiliki satu budak yang masih bersegel, tetapi kami ragu di kota kecil ini ada yang mampu membelinya,” bisik Penjual budak itu.


Xiuhuan memicingkan matanya, “Apakah tuan muda ini kelihatan kekurangan uang?” bentak Xiuhuan. “Katakan berapa angkanya dan jangan sampai kau menipuku dengan memberikan barang bekas. Kau pasti tahu akibatnya, kan?” Xiuhuan menyeringai menatap penjual budak itu sehingga ia tampak ketakutan, padahal kekuatannya lebih kuat dari Xiuhuan.


“Kami jamin tuan muda. Tunggu sebentar akan kuambil budaknya,” kata Penjual budak itu segera pergi entah ke mana.


Xiuhuan menghela nafas lega, ternyata membual itu termasuk jurus tingkat tinggi—dapat membuat Kultivator yang lebih kuat ketakutan dibuatnya.


Tak berselang lama Penjual budak itu membawa Iblis wanita yang lehernya dirantai dan wanita itu tampak pasrah saja.


“Hmm, dia cantik sekali, karena dia Iblis wanita!” gumam Xiuhuan tak tahu cara menilai mana yang cantik di kalangan Iblis.

__ADS_1



Penjual budak itu cengar-cengir menatap Xiuhuan dan berkata, “Dia dulunya adalah nona muda dari Clan kecil, tetapi beberapa bulan yang lalu Clan mereka dihancurkan oleh Clan musuh dan seluruh keluarganya di bunuh. Namun, ia berhasil meloloskan diri dan tertangkap lagi oleh mereka, kemudian dijual pada kami.”


Xiuhuan memegang pipinya dan dia yakin Iblis ini adalah wanita, bukan laki-laki yang mengaku wanita.


“Kami pastikan ia masih bersegel dan harganya adalah Tiga Kristal Merah!” seru penjual budak itu.


Xiuhuan terkejut mendengarnya, ternyata mata uang di sini bukan emas, melainkan Kristal monster. Untung saja ia menjual sebagian kecil Kristal monster-nya saat di Benua Kun Lun.


“Hmm, itu terlalu mahal. Dua Kristal Merah plus Sepuluh Kristal Hitam!” Xiuhuan menawar harga.


“Oke, deal!” sahut Penjual budak dengan senyum lebar, sehingga Xiuhuan merasa ada yang aneh—kok, ia malah langsung setuju.


Xiuhuan memberikan Kristal monster itu dan melepas rantai yang mengikat iblis wanita itu.


“Nah, tuan muda silahkan teteskan darah Anda, supaya aku memindahkan posisi tuannya pada Anda,” kata Penjual budak itu masih dengan senyum lebar.


Xiuhuan mengikuti petunjuknya dan mendengarkan bisik-bisik Iblis lain yang melihat transaksinya itu. Mereka mengatakan Xiuhuan tuan muda bodoh, karena harga pasaran budak yang masih suci adalah satu Kristal Hitam, sedangkan yang sudah tidak suci lagi cuma beberapa Kristal Kuning. Harga yang ditawarkan oleh Xiuhuan itu sebenarnya sudah cukup membeli budak dengan Kultivasi Ranah Demon God tingkat Satu.


Mendengarnya membuat Xiuhuan merasa lemas, ternyata ia telah ditipu. Meminta kembali itu tak mungkin, karena ia tak ingin terlibat masalah. Ya, akhirnya ia hanya bisa pasrah saja, yang penting ia memiliki budak yang akan menjadi penunjuk jalan ke kota Zhongjian.


...***...


Catatan:


•Kristal Kuning adalah kristal monster Level Huang.


•Kristal Hitam adalah Kristal monster Level Xuan


•Kristal Merah adalah Kristal monster Level Tian

__ADS_1


Penjelasan ini ada di chapter awal season dua


__ADS_2