
"Cih, dasar murid durhaka! Sudah ketiga kalinya Aku dibuat sial olehnya." Xiuhuan menggerutu sambil mengenakan pakaiannya kembali yang sudah kering.
Xiuhuan memperhatikan kondisi sekitarnya. Namun, tak ada orang di peternakan babi itu. Xiuhuan memutuskan mencari desa terdekat.
Tak butuh lama, hanya melewati satu bukit saja. Xiuhuan melihat gerbang desa bertuliskan desa matahari terbit.
"Apa aku terlempar ke wilayah timur, ya? Berarti tak jauh dari sini ada kota Yangtze, tempat Sekte Gunung Pedang berada," guman Xiuhuan memutuskan memasuki desa matahari itu.
"Hei, kenapa orang dari selatan ada di sini?" tanya penjaga gerbang desa yang memiliki jubah berlambang Clan Lin mencegat Xiuhuan memasuki desa.
"Aku sedang mengembara senior! Semacam piknik keliling Pulau Niao begitu, lah." Xiuhuan menjawab pertanyaan mereka.
"Betulkah? Tapi kenapa harus ke desa ini?" Dia tetap curiga dengan Xiuhuan, karena sebentar lagi Clan Yin akan melakukan pemberontakan melawan Sekte Gunung Pedang.
Mereka didukung oleh salah satu Hakim dan Paviliun Shadow. Jika tak ada pihak luar yang turut ikut campur. Dipastikan Sekte Gunung Pedang akan tamat dengan hanya sekali serang saja, karena Pendekar Pedang terkuat disana cuma di level Pendekar Pedang tahap 70.
Sekte Gunung Pedang sendiri termasuk kategori Sekte kecil, namun mereka lebih tinggi kedudukannya dari sekte Teratai Biru, karena Sekte Gunung Pedang memiliki Kepala Sekte di Pendekar Pedang tahap 70. Sedangkan Teratai Biru di Pendekar Pedang tahap 65 saja.
"Ayolah senior, namanya juga berwisata. Mana tahu di sini ada wanita penghibur yang ber-body gitar Spanyol!" Xiuhuan berbohong sambil memperagakan tangannya meliuk-liuk saat mengucapkan body gitar Spanyol.
__ADS_1
"Ouhh ... ternyata seleramu tinggi juga. Kalau mau yang bahenol pergi saja ke kota Yangtze. Di sana ada rumah bordil 'Gerbang Surga', dijamin puas!" sahut penjaga gerbang dari Clan Lin itu
"Wah, benarkah ...." Xiuhuan pura-pura antusias, "Sudah lama nih tak peregangan! Aku harus segera ke sana!" ucap Xiuhuan lagi.
"Nanti malam Aku tunggu kau di sana! Nanti kuperkenalkan kau dengan Ratu malam di sana. Dia itu sangat sulit untuk ditaklukkan dan juga pilih-pilih pelanggan. Cuma mau sama yang tampan saja," ucap penjaga itu lagi. "Eh, namaku Lin Xiao!"
"Aku Xiuhuan!" sahutnya sambil bersalaman dengan Lin Xiao.
Malam ini terpaksa Xiuhuan mengunjungi rumah bordil Gerbang Surga, untuk menghilangkan kecurigaan dari Lin Xiao terhadapnya.
Xiuhuanpun memasuki desa matahari terbit dan membeli baju ganti untuk menghilangkan kecurigaan dari pihak lain sepanjang perjalanan. Sementara jubah Sekte miliknya, ia bakar karena tak mau repot-repot membawanya.
"Hahaha sebelum kau mati tetua Lin Xia!" seru seorang Pendekar Pedang tahap 65 pada wanita yang sudah babak belur itu.
Lin Xia adalah salah satu tetua di Sekte Gunung Pedang, ia juga berasal dari Clan Lin. Ketika tahu Clan Lin ingin memberontak, Lin Xia sangat menentang rencana itu.
Lin Xiapun berencana mengadukan tindakan Clannya pada Sekte Gunung Pedang. Namun, sebelum rencana itu berhasil. Ketua Clan Lin mengetahui rencananya dan mengirim salah satu Pendekar Pedang mereka untuk menghabisi Lin Xia.
"Kalian tak punya hati! Bukankah Sekte Gunung Pedang telah membantah mereka yang membunuh Lin Hu. Lagi pula ia tewas di dekat Kota Yan Luo yang terletak di tengah Pulau Niao ini."
__ADS_1
Lin Xia tetap berusaha meyakinkan Pendekar Pedang yang diutus oleh Ketua Clan untuk melenyapkannya.
"Aku tak peduli soal itu! Namun, sebelum kau pergi ke surga. Aku ingin memperkenalkan kau surga dunia lebih dulu!" seru Pendekar Pedang itu merobek pakaian Lin Xia.
"Tidakkkkkkkk!" Lin Xia mencoba menahan tangan kekar Pendekar Pedang itu, namun tak sanggup menahannya. Karena ia sudah tak punya kekuatan lagi untuk melawan.
"Wau mulusnya!" seru Xiuhuan dari atas pohon memperhatikan mereka sejak tadi, ia memahami sedikit garis besar permasalahan mereka.
"Aaaaaaaaa mesummmm!" Lin Xia menutupi tubuhnya yang kelihatan oleh robekan Pendekar Pedang itu.
"Hei, anak muda! Lebih baik kau pergi atau--"
"Atau apaaaaaaaa, hah!" sahut Xiuhuan songong, ia memotong perkataan Pendekar Pedang itu.
Muka Pendekar Pedang itu memerah, ia lansung mengeluarkan Pedang rohnya. "Kau Pemuda tak tahu sopan santun, sudah kuberikan ampunan, malah bertingkah!"
"Habis sih, kau tak bagi-bagi dapat barang mulus!" sahut Xiuhuan memprovokasi Pendekar Pedang itu kembali.
Pendekar Pedang itu bertambah emosi, ia tak menyangka Pendekar Pedang tahap 50 berani mengejeknya. Ia kemudian melompat ke atas pohon menyerang Xiuhuan.
__ADS_1
Bersambung 🗡️🗡️🗡️