
Xiuhuan melihat Kloning Manusia Air memegang Pedang Emas, armor baju jirah emas dan sebuah cincin mirip cincin batu akik bacan hijau.
Xiuhuan mengeluarkan Pedang Rohnya dan menebas Armor baju jirah emas itu. Namun, hanya tergores saja membuat Xiuhuan tercengang melihatnya, bahkan beberapa tarikan nafas goresannya hilang, seperti tidak terjadi apa-apa.
“Kenapa Aku tercengang? Immortal Lou Yun itu kan, Immortal kuat dari alam lain. Mungkin di tempat asalnya tidak ada Roh Pedang atau cara kultivasi di sana berbeda dengan benua kami,” gumam Xiuhuan lansung melepas pakaiannya dan memakai armor baju jirah emas itu.
Xiuhuan sengaja menutupi armor baju jirah emas itu dibalik pakaiannya, agar tidak menarik perhatian dari orang-orang yang serakah, ingin memiliki armor baju jirah emas itu.
“Pedang apa ini. Di daur ulang sepertinya akan menghasilkan banyak emas. Atau di lelang di pelelangan, pasti ada kolektor barang antik yang mau membelinya,” gumam Xiuhuan memerhatikan Pedang Emas dengan ukiran naga di gagangnya. Bahkan ada tulisan seperti di kitab yang ia hancurkan sebelumnya pada bilah pedang itu. Namun, ia tak tahu artinya.
Pedang Penghancur semesta, itulah arti tulisan di Pedang itu. Pedang tersebut merupakan salah satu benda pusaka paling dicari di tempat asal Immortal Lou Yun.
Saat itu ia terluka parah karena benua tempat ia tinggal telah dikalahkan oleh aliran hitam. Dengan menggunakan pusaka jendela dimensi yang harus mengeluarkan banyak tenaga dalam, ia akhirnya berpindah alam ke daratan utama. Namun, ia terluka parah dan memilih berdiam diri dengan cara membuat makamnya sendiri dan tak ada yang tahu nasibnya hingga makamnya di temukan oleh Sekte Tianshi.
***
“Maaf Nyonya Yi, kami tidak mendapatkan cincin dimensi itu. Murid Sekte Pedang Taiyang, Xiuhuan yang merupakan Pendekar Pedang tahap Melawan Kehendak Langit ikut memasuki makam itu. Kami curiga dia yang mengambil cincin dimensi itu, karena kami telah menggeledah yang lainnya, tetapi mereka tidak memiliki apa-apa.”
Dengan gugup Wei Fang Yin melaporkan kejadian yang menimpa mereka pada Ketua Sekte Tianshi di Paviliun Shilin kota Shenlong, kantor pusat Paviliun Shilin.
“Xiuhuan, ya. Pendekar yang unik. Tiba-tiba muncul ke permukaan dengan kekuatan setara Pemimpin Sekte dan pertama kali muncul dari langit yang menggangu mandi putri Walikota Kunming. Aku curiga dia berasal dari Pulau itu, tetapi 9000 tahun lalu tidak ada Pendekar Pedang tahap 100 di sana.”
Lou Yi tersenyum, ia tidak marah atas kegagalan muridnya mendapatkan cincin dimensi itu. Karena ia sebenarnya memiliki cincin dimensi, tetapi tidak ada yang tahu. Lou Yi hanya memerlukan Pedang Penghancur semesta saja untuk diberikan pada kekasihnya yang merupakan Pendekar aliran putih di Benua Kun Lun.
Lou Yi membaca catatan sejarah di perpustakaan Sekte yang dibentuk oleh orangtuanya, yang merupakan sepasang suami-istri yang ikut dalam perang besar 1000 tahun melawan aliran hitam.
Aliran putih berhasil mengusir aliran hitam dari benua Kun Lun ke Benua Resifel, Benua gersang asal Pendekar barbar julukan lain dari para pendekar aliran hitam itu.
__ADS_1
Lou Yi menemukan bahwa kakeknya memiliki salah satu Pusaka hebat yang diperebutkan oleh banyak Pendekar.
Lou Yi jadi terobsesi untuk mendapatkan Pedang penghancur semesta itu untuk diberikan pada kekasihnya yang merupakan murid Sekte terkuat di Benua Kun Lun. Masalahnya kekasihnya itu tidak memiliki pusaka hebat sepertinya yang memiliki Pedang Dewi Bulan.
Kekasih Lou Yi itu tidak bisa menembus peringkat sepuluh besar, sehingga membuatnya terobsesi mencari senjata pusaka hebat keberbagai tempat dan menghamburkan banyak uang di pelelangan saat ada senjata Pusaka yang sedang di lelang.
Untuk mencari pusaka itu, Lou Yi mempelajari kitab Teleportasi dan pergi ke berbagai tempat mencari jejak kakeknya itu. Saat Lou Yi menginjakkan kaki di daratan utama, telah terjadi perang besar antar kerajaan dan Lou Yi juga samar-samar merasakan aura milik kakeknya. Makanya ia memutuskan tinggal di daratan utama dan membangun Paviliun Shilin.
Sudah 10.000 tahun berlalu dan Pedang penghancur semesta telah ditemukan. Lou Yi tak ingin buru-buru mencari Xiuhuan, karena ia juga ingin melawan Xiuhuan saat Kompetisi antar Sekte nanti. Karena selama ini ia belum menemukan lawan setimpal di daratan utama ini. Padahal mereka memiliki Roh Pedang yang membantu mereka, berbeda dengan Pendekar di benua Kun Lun yang berbeda metode kultivasinya.
Lou Yi juga yakin Xiuhuan tidak akan tertarik dengan Pedang itu, karena ia tidak mengetahui cara menggunakannya.
“Apa nyonya Li tidak marah? Kenapa dia diam saja,” gumam Wei Fang Yin menatap Lou Yi yang sedang menatap telaga di luar Paviliun.
“Kalian boleh pergi. Berlatihlah dengan giat, sebentar lagi Kompetisi antar Sekte akan dimulai. Jangan sampai ada yang melampaui kehebatan kita,” kata Lou Yi dengan senyum tipis, yang membuat Wei Fang Yin dan teman-temannya merasa lega.
***
Xiuhuan memperhatikan cincin batu akik bacan hijau yang dipegang oleh Kloning Manusia Air. Ia berpikir ini cocok untuk cincin pernikahannya dengan Mei-Mei. Namun, setelah ia pikir-pikir cincin itu malah cocok buat laki-laki bukan untuk wanita.
Xiuhuan kemudian memakai cincin itu pada jari tangannya dan tiba-tiba dalam pikirannya ada harta yang berlimpah. Kepingan emas sebesar gunung, makanan, berbagai senjata yang tidak ia ketahui kegunaannya dan masih banyak lagi.
“Apakah ini halusinasi?” gumam Xiuhuan, kemudian memikirkan mengambil Roti kering yang ia lihat dalam pikirannya.
Roti kering itu muncul di hadapan Xiuhuan, membuatnya terkejut ternyata itu bukan halusinasinya.
Untuk memastikan itu bukan halusinasi, Xiuhuan memakan roti kering itu.
__ADS_1
“Ternyata asli. Kalau begini, aku bisa jadi pengangguran seumur hidup, tinggal rebahan di Sekte Teratai Biru bersama istri-istriku,” gumam Xiuhuan melahap habis roti kering itu.
“Aku usap dulu cincin ini,” kata Xiuhuan karena halusinasinya tadi menghilang setelah roti kering itu muncul. “Ah, benar ternyata cincin ini memiliki ruang penyimpanan. Seperti jurus Pembelah dimensi, kah? tetapi ini memiliki ruangan sendiri,” gumam Xiuhuan belum memahami cara kerja cincin dimensi itu.
Xiuhuan menatap Pedang emas di hadapannya dan ia memikirkan Pedang emas itu masuk ke dalam cincin dimensi.
“Aaaaaaaa hilang!” Xiuhuan terkejut sembari meraba-raba lantai tempat Pedang emas tadi berada. “Lu-luar biasa!” Xiuhuan takjub melihatnya.
Xiuhuan mengelus cincin dimensi itu dan tidak melihat keberadaan Pedang emas tadi, karena banyaknya barang dalam cincin dimensi itu.
“Munculkan Pedang emas yang ada di pikiranku,” gumam Xiuhuan. Tiba-tiba Pedang itu sudah berada di hadapannya lagi. “Oo, aku sudah tahu cara kerjanya,” gumam Xiuhuan menyimpan kembali Pedang emas itu.
Xiuhuan kemudian menatap Mei-Mei yang tengah tertidur pulas dengan suara mendengkur cukup keras.
Xiuhuan tersenyum, “Apakah istriku ini bisa juga disimpan,” kata Xiuhuan sembari mengelus cincin dimensi. Namun, Mei-Mei tetap mendengkur tanpa berpindah. “Sepertinya benda bernyawa tidak bisa disimpan,” katanya lagi.
...⚔️Bersambung⚔️...
*
*
*
Maaf, ya. Kemarin saya menjanjikan akan Crazy Up.
Ternyata saya tidak sanggup, karena saya menulis terlalu banyak novel. Sulit untuk membagi waktunya. Apalagi dua novel saya yang berada di lapak sebelah mengharuskan saya untuk kejar target, sementara di NT ada tiga, itupun ada satu yang terbengkalai, hanya update satu chapter saja seminggu. Sekali lagi, maaf, ya, telah ingkar janji seperti para pejabat di negeri dongeng😁😁😁
__ADS_1