Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Efek Samping Pil Neraka


__ADS_3

Xiuhuan meninggalkan kota Guangxi dengan kecepatan tinggi atau melebihi kecepatan cahaya. Karena Xiuhuan menggunakan jurus Langkah Kilat, hanya beberapa tarikan nafas saja kota Guangxi tidak terlihat lagi.


Tujuannya selanjutnya adalah kota Kunming, ibukota kota Kerajaan Han lama. Saat ini kota tersebut dikendalikan oleh Clan Chen.


Sebelum memasuki kota itu Xiuhuan memutuskan untuk berkultivasi terlebih dahulu. Ia harus memulihkan Rongqinya dulu, karena Xiuhuan meyakini bahwa ia akan membawa masalah setiap memasuki suatu tempat.


Untuk berjaga-jaga, Ia harus dalam kondisi prima setiap saat. Apalagi kota Kunming adalah salah satu kota terbesar selain kota Shenlong, ibukota Kekaisaran Wei itu.


Tentu saja, kota besar pasti memiliki Sekte besar juga dan Xiuhuan yakin Clan Chen itu juga bukanlah Clan kaleng-kaleng, sehingga bisa mengatur kota besar itu.


Kota Guangxi saja yang merupakan kota kecil, memiliki seorang Pendekar Pedang tahap Melawan Kehendak Langit. Apalagi kota besar begitu. Makanya Xiuhuan menunda keberangkatannya terlebih dahulu.


Xiuhuan berhenti menggunakan jurus Langkah Kilat, untuk menghemat penggunaan qi yang tak terlalu penting lagi, karena ia sudah sangat jauh dari kota Guangxi.


“Kemarin itu aku terlalu membuang-buang qi saat di kota Guangxi. Masa melawan murid yang ternyata Pendekar Pedang abal-abal saja aku menggunakan 30% kapasitas Rongqiku, sungguh pemborosan yang sia-sia. Padahal cuma menggunakan satu persen qi dari kapasitas Rongqiku saja mereka sudah jadi arang,” gumam Xiuhuan mengingat kejadian lucu itu.


Kapasitas Rongqinya kini hanya tinggal 10% saja, saat mencoba jurus barunya. Xiuhuan juga menggunakan qi dalam jumlah besar. Hasilnya memang tidak mengecewakannya, karena jurus barunya itu cukup mengerikan. Satu serangan tingkat tinggi dan satu lagi pertahanan yang sangat kuat.


Sewaktu di Pulau Niao, Xiuhuan biasanya suka menelan lansung sumberdaya. Karena ia malas menyerapnya secara perlahan-lahan. Kini Xiuhuan tertarik mencoba metode itu pada Pil Neraka level sepuluh yang dibelinya.


“Kalau aku menelan sumberdaya, akan terjadi gejolak badai petir menyambar didalam Rongqiku. Kalau ini, apa yang terjadi, ya?” gumam Xiuhuan mengambil satu Pil Neraka dari kantong penyimpanannya.


Xiuhuan lansung menelan Pil itu tanpa memikirkan apakah menimbulkan efek samping nantinya.

__ADS_1


“Tak terjadi apa-apa? Apakah Pil ini harus diserap secara perlahan-lahan, baru bisa digunakan?” gumam Xiuhuan tak merasakan reaksi apapun.


Xiuhuan jadi menyesal menelannya, karena harga satu Pil Neraka itu sangat mahal.


“Apa ini?” Xiuhuan kebingungan, kepalanya mulai pusing dan tak lama kemudian darah segar juga keluar dari mulutnya.


Terjadi gejolak besar dalam Rongqi Xiuhuan. Badai petir yang menyambar, dua kali lebih kuat dari jurus Badai Petir yang Xiuhuan gunakan menghancurkan jurus meteor milik Su Rong.


“Ah, gawat! Ini terlalu kuat!” gerutu Xiuhuan duduk bersila. Ia kemudian berusaha menahan gejolak yang terjadi dalam Rongqinya. “Jika aku tak bisa menyerap Pil Neraka ini secara instan, maka Rongqiku akan rusak dan aku akan menjadi sampah yang tak bisa apa-apa lagi,” gumamnya.


Ternyata betul yang dikatakan oleh Qingyi, Pil Neraka itu dapat memasok qi dalam jumlah besar. Xiuhuan dibuat kebingungan, bagaimana para Alchemist Paviliun Shilin memadatkan qi tersebut atau mengolah sumberdaya itu menjadi sebuah Pil.


Pil Neraka level sepuluh yang Xiuhuan telan ternyata mengandung qi seluas danau Qinghai, yang merupakan danau terbesar di negeri Tiongkok, yang merupakan asal-usul nenek moyangnya para Manhua.


Xiuhuan terus menahan agar kesadarannya tetap terjaga, karena kepalanya sangat sakit dan beberapa kali ia muntah darah.


Xiuhuan terus berjuang, agar Rongqinya tenang kembali dan tentunya tak cacat. Setelah berjuang hingga menjelang malam. Ia akhirnya berhasil mengatasi gejolak yang terjadi dalam Rongqinya itu


“Akhirnya ... aku berhasil, Ini adalah terakhir kalinya aku menelan lansung Pil Neraka ini. Bikin trauma saja, hampir saja aku jadi sampah gara-gara hal sepele begini, bukan karena melawan Pendekar Pedang kuat,” gerutu Xiuhuan berjalan mencari penginapan.


Karena hari akan malam, lagi pula Xiuhuan menjadi kelaparan setelah melewati kejadian sepele tadi, namun resikonya kematian atau cacat.


“Hmm, cuma bertambah seluas danau Qinghai saja. Berarti aku masih butuh banyak Pil Neraka lagi, sementara aku tak memiliki banyak Poin juga, kalau aku habiskan untuk membeli Pil Neraka, nanti aku makan apa? Cih, dasar Sekte Pedang Taiyang kampret, masa tak diberikan biaya akomodasi. Aku sudah mau dengan gratis menjadi perwakilan mereka dalam kompetisi antar Sekte nanti,” gerutu Xiuhuan berkeluh kesah.

__ADS_1


Stok Pil Neraka Xiuhuan, sekarang adalah 499 saja, tadi ia sudah menggunakan satu Pil Neraka. Berarti Xiuhuan akan berkultivasi menghabiskan semua Pil Neraka itu. Bisa saja akan menghabiskan waktu yang lama.


Berjalan sambil melamun, akhirnya Xiuhuan menemukan sebuah Penginapan yang berada di bawah kaki gunung Diyu.


“Penginapannya cukup bagus, ada sungai kecil lagi di sebelahnya dan gunung apa ini, entahlah, pokoknya gunung," gumam Xiuhuan terpukau melihat bangunan lima lantai yang satu-satunya ada dibawah gunung Diyu itu.


Dengan mengibaskan jubah Sekte Pedang Taiyang miliknya, Xiuhuan melangkah masuk. Ia lansung melirik kanan-kiri, kemudian ia menghampiri resepsionis penginapan yang bernama Penginapan gunung Diyu itu.


“Tolong berikan babang tampan ini sebuah kamar, yang biasa saja. Karena kata pepatah, berhemat-hemat dahulu ... belum tentu kaya kemudian.” Xiuhuan menggoda Pelayanan, yang merupakan wanita sepuh yang sudah berumur enam puluhan itu.


“Wah, bagaimana saya berikan layanan gratis, tapi kau harus memijit daku dengan sepenuh hati,“ balas wanita sepuh itu.


“Woi, ingat umur Nenek Chi,” sahut seorang Pelayan wanita yang memegang nampan ditangannya, ia baru menyajikan makanan untuk tamunya. Karena lantai bawah Penginapan gunung Diyu itu merupakan restoran Penginapan. Ia merupakan cucu pemilik penginapan itu.


“Kalau ada yang tampan, kenapa harus ditolak Xu Jie,” sahut Nenek Chi sambil mengusap wajah Xiuhuan.


“Tapi Nenek Chi, aku hanya akan tidur dengan wanita yang cantik-cantik saja hehehe ... sekarang berikan aku saja kunci kamar dan aku mau makan ikan bakar, ayam bakar dan teh hangat saja,” kata Xiuhuan sambil mengedipkan matanya pada Xu Jie.


Xu Jie hanya tersenyum masam saja, ia sudah sering menghadapi pelanggan seperti Xiuhuan itu. Dengan sigap, ia lansung ke dapur meminta koki membuatkan pesanan Xiuhuan.


Tak butuh waktu lama, pesanan Xiuhuan telah datang diantarkan oleh Xu Jie. Xiuhuan lansung membayarnya dan memberikan Xu Jie tips sebesar 500 Poin yang lebih mahal dari makanan Xiuhuan sendiri yang harganya cuma 50 Poin saja. Tentu saja Xu Jie sangat senang, barulah ia mau senyum tulus pada Xiuhuan, tak seperti tadi yang senyum kecut saja.


“Ah, enaknya ....” Xiuhuan melahap semua makanannya. Kemudian ia melirik sekelompok orang yang baru memasuki Penginapan gunung Diyu. “Eh, itu wanita yang tak mengenakan pakaian di telaga waktu itu,” gumam Xiuhuan memalingkan wajahnya agar tak dilihat oleh wanita itu.

__ADS_1


...⚔️Bersambung⚔️...


__ADS_2