
Asap tebal yang menyelimuti lapangan Arena lansung menghilang ketika tetua Sekte Pedang Surgawi menebas asap tersebut dengan Tebasan Angin.
Xiuhuan yang menyadari sebuah serangan mengarah padanya lansung melakukan Langkah Kilat ke belakang Feng Yunji, ia yakin tetua itu tak akan melukai Feng Yunji.
Dugaan Xiuhuan benar, tak ada serangan lanjutkan. Tetua itu hanya bingung, Xiuhuan malah berlindung di belakangnya. Padahal tadi Feng Yunji tampak ingin membunuhnya.
Karena tak ingin salah melakukan tindakan, tetua itu tetap melayang di udara. Menunggu Feng Yunji memberikan penjelasan, apa yang sebenarnya terjadi disini.
"Maaf semuanya, kami ini teman lama ... tadi itu hanya ramah tamah saja."
Feng Yunji membungkuk ke arah para penonton yang sudah was-was dan tegang. Apalagi, baru tadi malam ada pembunuhan oleh Assasin di kota Tianwu ini.
"Betulkah?" tetua Pendekar Pedang tahap 95 itu merasa ada yang aneh, sebab tak biasanya Feng Yunji bercanda berlebihan seperti ini, apalagi Pendekar Pedang yang dicandainya, cuma Pendekar Pedang tahap 50 saja.
"Hahaha itu betul, tadi dia itu mengeluarkan 30% saja kekuatannya. Namun, ia membuatnya seolah-olah kekuatan penuh. Tak mungkinlah aku sehat-sehat begini, bila ia mengeluarkan kekuatan penuh."
Xiuhuan ikut angkat bicara, untuk meyakinkan semuanya bahwa mereka hanya sedang bercanda saja.
"Jadi, begitu ... sebaiknya kalian jangan bercanda begitu. Kan, kalian tahu baru tadi malam kejadian mencekam menghantui kota Tianwu."
Tetua itu kemudian pergi ke tempat duduknya, yang berada dekat panggung kecil di tengah lapangan Arena. Panggung kecil itu digunakan oleh calon murid yang melamar untuk memamerkan Roh Pedang mereka pada para tetua. Jika ada yang tertarik, maka mereka akan direkrut, namun jika tak diterima. Terpaksalah mereka mencoba melamar ke Sekte di luar ibukota, untuk mencoba peruntungan.
"Sampai jumpa tetua Feng Yunji ..." Dengan senyum tipis Xiuhuan menuju tempat duduk untuk tamu undangan, begitu juga dengan Feng Yunji yang menuju tempat duduk spesial untuk tetua Sekte Pedang Surgawi.
"Apa yang kau lakukan tadi?" tanya Xiao Liu pada Xiuhuan yang duduk disebelahnya. Ia merasa aneh, kenapa seorang yang mesum sepertinya bisa berteman dengan tetua Sekte terbesar di Kerajaan Han ini. Belum lagi, seolah-olah Xiuhuan tak kesulitan menangkis serangannya, yang memiliki Roh Pedang Naga Api. Salah satu Roh Pedang terkuat.
"Dia itu teman lama, sebelum aku bergabung dengan Sekte Teratai Biru. Kami sudah berteman kok, makanya ketua Sekte mau menerimaku menjadi tetua."
__ADS_1
Xiuhuan berbohong padanya, ia tak tahu lagi mencari alasan apa. Xiao Liu hanya mengangguk, ia mulai merasa ada betulnya juga yang dibilang oleh Xiuhuan. Sebab, hakim Jia Li telah setuju tak menyelidiki kasus di kota Hua. Makanya ketua Sekte mempercayakan tanggung jawab itu pada Xiuhuan, karena ia memiliki teman orang kuat di Kota Tianwu. Itulah yang ada di benak Xiao Liu, rasa penasarannya pada Xiuhuan telah terpecahkan. Padahal apa yang disimpulkannya itu salah besar.
Satu persatu calon murid Sekte Pedang Surgawi mulai menunjukkan Roh Pedang mereka di hadapan para tetua. Ada yang memiliki Roh Pedang yang bercahaya terang dan ada yang redup.
Roh Pedang terang menjadi rebutan, sedangkan yang redup dicampakkan. Sedangkan yang di tengah-tengahnya, tergantung jenis siluman apa yang mereka munculkan.
Hingga tibalah giliran dua anak Raja Qian Xun, yaitu Qian Yun, anak dari Permaisuri dan Huanran anak dari Selir cantik, namun dari rakyat biasa.
Darah rakyat biasa juga mengalir pada Huanran yang memiliki Roh Pedang yang sangat redup. Makanya ia tak memakai marga Qian, karena ia hanya sampah yang tak dianggap saja. Bahkan oleh raja Qian Xun sendiri. Kalau bukan karena ibunya yang cantik, mungkin ia telah dilempar dari istana Haitian.
***
"Entah kenapa, aku melihat Huanran terlihat sedih, berbeda dengan saudaranya Qian Yun yang bersemangat."
Xiao Liu memperhatikan ekspresi kedua anak Raja Qian Xun itu.
"Maksudnya?" sahut Xiao Liu tak mengerti.
"Itu si Huanran tidak memakai marga Qian, berarti dia itu memang tak dianggap," sahut Xiuhuan lagi menjelaskan perkataannya.
"Oh, iya juga ya ...." Xiao Liu baru menyadari akan hal itu.
***
"Silahkan tunjukkan Roh Pedang kalian!" seru salah satu tetua.
Dengan semangat, Qian Yun lansung menunjukkan Roh Pedang miliknya. Kemudian sebuah cahaya hitam pekat muncul. Menandakan ia berunsur Tanah dengan Roh Pedang kuat, secara samar-samar seperti Roh Pedang Harimau.
__ADS_1
Para tetua lansung berebutan ingin memilikinya, hingga membuat Qian Yun bingung mau memilih dilatih oleh tetua mana.
Setelah berpikir beberapa saat, akhirnya ia memilih menjadi murid dari tetua yang berunsur Tanah juga.
Sekarang tibalah giliran Huanran yang menentukan pilihan yang menunjukkan Roh Pedang miliknya. Dengan wajah pucat ia mengeluarkan Roh Pedang miliknya. Sontak semua orang kaget melihatnya, karena Roh Pedang milik Huanran berwarna putih, namun hampir tak terlihat. Sehingga tak ada tetua yang mau mengambilnya.
Air mata Huanran mengalir di pipinya, ia seperti di permalukan. Seluruh Kerajaan Han sekarang tahu, bahwa ia adalah sampah dari istana Haitian. Karena keluarga Raja itu memiliki Roh Pedang yang kuat-kuat, namun ia malah sangat redup. Saking redupnya, hampir tak terlihat jika tak diperhatikan dengan seksama.
"Huanran ... sini!" Feng Yunji memanggil Huanran yang menangis di tempatnya berdiri, sedangkan Qian Yun, saudaranya malah mengejeknya.
"Iya, tetua ..." Huanran mendekati Feng Yunji.
"Kau pergilah ke selatan beberapa hari lagi. Ke Sekte Teratai Biru, sebuah sekte kecil. Nanti kau pilih pria itu sebagai gurumu, dia pasti mau menerimamu, karena ia adalah teman tetua."
Feng Yunji berbisik pada Huanran dan menunjuk ke arah Xiuhuan. Namun Huanran bingung, sebab Xiuhuan cuma berada pada Pendekar Pedang tahap 50 saja.
Feng Yunji tahu apa yang sedang diragukannya, "Dia itu Pendekar Pedang tahap 100, tapi jangan bilang pada siapapun. Karena ia sangat merahasiakan itu." Kembali Feng Yunji berbisik di telinga Huanran.
Huanran lansung terkejut, harapannya yang telah sirna muncul kembali. Dengan senyum tipis ia berjalan kembali ke samping Qian Yun.
Qian Yun bingung, ia merasa telah terjadi perubahan sikap pada Huanran setelah mendapat bisikan dari Feng Yunji. Huanran tak tampak tertekan lagi seperti biasanya.
"Apa kita yang telah ditunjuk oleh tetua Feng Yunji?" Xiao Liu bertanya pada Xiuhuan, karena ia merasa mereka yang ditunjuk.
"Mana mungkin, kau lihat ribuan orang yang menonton," jawab Xiuhuan. Namun sebenarnya ia juga merasa, Feng Yunji menunjuk ke arahnya.
Acara pun terus berlanjut, banyak murid berbakat yang masuk tahun ini di Sekte Pedang Surgawi. Membuat para Sekte lainnya cemburu saja. Karena mereka hanya akan mendapatkan ampasnya saja nanti. Setelah acara itu selesai, Xiuhuan dan Xiao Liu kembali ke penginapan. Karena besok mereka akan kembali lagi ke kota Hua.
__ADS_1
Bersambung ...