Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Siapa Pelakunya?


__ADS_3

Ketua Sekte Pedang Awan segera keluar dari Kediamannya setelah merasakan fluktuasi energi spritual yang sangat mengerikan tiba-tiba terasa di area Sekte Pedang Awan dan menghancurkan Array Penghalang yang mengelilingi Sekte.


“Apa yang terjadi Ketua Mo?” tanya tetua Pertama yang langsung muncul dibelakang Ketua Sekte yang memperhatikan beberapa murid yang sedang berpatroli malah tergeletak dan untung saja mereka hanya pingsan, tanpa menderita luka-luka.


Xiuhuan telah masuk ke dalam kediamannya dan memutuskan untuk tidur, karena ia yakin Sekte Iblis Merah tidak akan datang lagi untuk malam ini, karena mereka mengira tim yang mereka kirim sedang mengobrak-abrik Sekte Pedang Awan.


Tetua Kelima dan Tetua Keenam yang sedang minum teh bersama segera menuju arah sumber fluktuasi energi spritual yang menghancurkan Array penghalang milik Sekte.


“Apakah musuh telah muncul?” Tetua Keenam langsung menghunus Pedang miliknya.


“Sudah pasti Nona Lian!” sahut tetua Kelima yang bertekad akan menjaganya agar tidak dilukai oleh Kultivator Sekte Iblis Merah.


Namun, keduanya tercengang, tidak ada yang terjadi di sana dan Ketua Sekte dan empat tetua lainnya telah berkumpul.


Tetua Keenam kebingungan, kenapa Kultivator itu hanya merusak Array pelindung Sekte dan tidak melakukan penyerangan? Apakah mungkin mereka hanya menakut-nakuti saja, agar Sekte Pedang Awan ketakutan atau ada Kultivator iseng yang ingin mempermainkan Sekte-nya.


“Aku dan tetua Pertama akan berkeliling sejauh Sepuluh Mil dan kalian perketat penjagaan Sekte,” kata Ketua Sekte segera terbang meninggalkan Sekte Pedang Awan bersama tetua Pertama, sedangkan yang lainnya berpencar ke segala penjuru untuk memastikan tidak ada musuh yang menyusup ke dalam Sekte.


Satu Mil dari Sekte Pedang Awan, Ketua Sekte menemukan potongan tubuh berserakan di sebuah lembah sempit, sehingga ia mengerutkan keningnya.


“Siapa yang melakukan ini? Sadis sekali!” Tetua Pertama hampir mengeluarkan isi perutnya dan potongan tubuh itu seperti dipotong-potong dengan Pedang. Namun, jumlah mereka Seratus lebih? Siapa yang melakukan ini dan mustahil bila dilakukan oleh satu Kultivator saja, setidaknya dibutuhkan Tujuh Kultivator Ranah Absolute God untuk mengimbangi kekuatan yang dikirim oleh Sekte Iblis Merah tersebut.


“Rahasiakan saja kejadian ini, tetua!” seru Ketua Sekte sembari membakar potongan-potongan tubuh itu agar tidak mengundang para Monster mendekati Sekte Pedang Awan dan itu bisa membahayakan keselamatan murid-murid Sekte-nya.

__ADS_1


Tetua Pertama mengangguk setuju dan membantu Ketua Sekte membakar potongan-potongan tubuh tersebut.


Ketua Sekte sengaja menutupi kejadian ini, karena ia curiga pelakunya adalah Xiuhuan. Namun, tak ada bukti yang mengarah padanya, mengingat ia tidak meninggalkan Sekte saat kejadian ini. Ketua Sekte juga berpikir mungkin ada Kultivator kuat yang diam-diam ikut tampil dalam melawan Sekte Iblis Merah, tetapi ia tidak ingin mengekspos dirinya.


...***...


“Udara yang sangat sejuk!” Xiuhuan meregangkan tubuhnya di halaman kediamannya dan matahari tampak muncul di balik salah satu puncak bukit.


Tak berselang lama, Zhang San datang membawa nampan berisi berbagai macam makanan, tetapi Xiuhuan tetap kesal melihatnya—karena yang ia harapkan yang datang adalah murid-murid cantik.


“Seni—”


“Taruh saja di atas meja!” sela Xiuhuan, padahal Zhang San belum selesai berbicara, sehingga ia tersenyum masam dan segera menuruni tangga meninggalkan kediaman Xiuhuan.


Xiuhuan menengadah menatap ke atasnya dan melihat tetua keenam sedang melayang di udara, menatapnya yang sedang makan dengan rakus tersebut.


“Apakah Clan Huo tidak memberikanmu makan?” canda tetua keenam sembari mendarat di sebelahnya dan mengeluarkan dua gelas teh dari cincin dimensi miliknya.


Alis mata Xiuhuan terangkat sebelah dan ia pun berkata, “Ada gerangan apa tetua cantik tiba-tiba menjadi baik begini? Apakah Anda baru menyadari betapa tampannya diriku?” goda Xiuhuan, sehingga tetua keenam tertawa terkekeh-kekeh.


“Ehemmmm!” Tetua Kelima berdehem dan langsung mendarat di dekat tetua keenam, sehingga Xiuhuan mengerutkan keningnya—karena ia tahu tetua kelima menyukai tetua keenam dan yakin tetua kelima pasti mengira dirinya berusaha menculik pujaan hatinya tersebut.


Xiuhuan menghabiskan makanannya dan langsung bersendawa di hadapan wajah tetua Kelima yang langsung mengerutkan keningnya.

__ADS_1


“Sial! Apa dia ingin mencari masalah denganku?” gerutu tetua kelima di dalam pikirannya dan ia tetap tersenyum karena ada tetua keenam di sebelahnya.


“Jadi, apa yang membuat kalian mencariku?” Xiuhuan bertanya sambil menyeduh teh pemberian tetua keenam. “Ah, nikmatnya!”


Tetua keenam tersenyum dan berkata, “Apa kamu yang merusak Array pelindung Sekte kami?” Dia curiga Xiuhuan lah pelakunya, karena tadi malam ia langsung berhenti memainkan musiknya dan malah pergi tidur, bukannya ikut berkumpul untuk menyelidiki fenomena aneh itu.


“Oh, ternyata urusan sepele itu!” Xiuhuan langsung menjentikkan jarinya dan Array pelindung Sekte Pedang Awan telah rusak kembali berfungsi dan jauh lebih kuat dari yang lama. “Apakah ini sudah cukup!” Xiuhuan berkata dengan nada sombong menatap kedua tetua itu dengan seringai di sudut bibirnya.


“Kau!” gerutu tetua keenam dan tetua kelima memintanya untuk tidak marah. “Kenapa kamu menghancurkan Array penghalang itu? Apakah kamu tidak tahu itu bisa membuat puluhan ribu murid-murid Sekte Pedang Awan terbunuh!” Dia sangat marah sekali.


“Kalian seharusnya bersyukur aku merusaknya dan memperbaikinya lagi! Karena Array pelindung yang lama sudah kadaluwarsa dan ini adalah versi upgrade-nya,” sahut Xiuhuan dengan senyum masam.


“Ma-maafkan kami tuan Xiuhuan!”Tetua Kelima berusaha menenangkan situasi, karena ia merasa Xiuhuan sangat hebat dalam membuat Perisai, sehingga bila ia bertahan di Sekte Pedang Awan dalam kurun waktu yang lama, maka mereka pasti bisa bertahan dari gempuran Sekte Iblis Merah dan ia langsung mengesampingkan persaingan untuk merebut hati tetua keenam.


“Kalau tak ada yang penting untuk dibicarakan, maka pergilah! Ajari murid-murid kalian agar menjadi kuat. Jangan bermesraan terus, ingat kalian itu adalah tetua dan harus pandai membagi waktu!” sahut Xiuhuan sembari masuk lagi ke dalam kediamannya.


“Siapa yang bermesraan sialan!” umpat tetua keenam dan tiba-tiba ia merasa canggung setelah hanya ada dirinya dan tetua kelima saja di sana.


“A-aku akan pergi melatih muridku! Sampai jumpa lagi Nona Lian!” Tetua kelima langsung terbang meninggalkan halaman kediaman Xiuhuan tersebut.


“Cih, jangan sebut nama asliku sialan!” umpat tetua keenam tersipu malu dengan wajah memerah. “Ini gara-gara Xiuhuan! Tetua kelima jadi malu-malu saat berada di sebelahku,” gerutunya lagi sembari menyusul tetua keenam.


Xiuhuan bernafas lega, dua pengganggu itu akhirnya pergi. Dia hanya ingin bersantai-santai di sini untuk sementara waktu, sampai utusan Clan Huo datang ke sini dan membawanya ke Clan Huo untuk menjumpai Lou Xue.

__ADS_1


__ADS_2