Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Clan Huo


__ADS_3

Satu hari kemudian, Xiuhuan muncul di kediaman Clan Huo menggunakan Artefak Kapal terbang, sehingga murid-murid Clan Huo sangat terkejut melihatnya.


“Apa yang Anda lakukan di Clan Huo kami?” Tetua Pertama menghadang Artefak Kapal terbang Xiuhuan dan ia melihat Kultivator yang ada diatasnya justru menatap jijik padanya, sehingga tetua Pertama mengerutkan keningnya; ada kebencian apa Pemuda tampan itu padanya.


“Aku adalah suami Huo Xue dari Benua Resifel datang kemari untuk mengambil kepala tuan muda Clan Huo yang telah memfitnah istriku!” teriak Xiuhuan menggunakan energi spritual agar semua orang yang ada di Clan Huo mendengar suaranya.


Huo Cheng terkejut ada yang ingin mengambil kepalanya dan segera keluar dari kediamannya. Dia tak menyangka Huo Xue benar-benar memiliki suami dan suaminya itu malah mencari masalah si Clan Huo-nya.


Ketua Clan dan tetua lainnya segera muncul dan mendekati tetua Pertama. Namun, tetua Kedua dan tetua Ketiga langsung terkejut, wajah mereka tampak pucat—karena mereka telah mencoba melawan Xiuhuan saat kemarin dan akibatnya tetua Ketiga malah keracunan oleh senjatanya sendiri.


Tetua kedua segera memberitahu Ketua Sekte bahwa Kultivator yang ada dihadapan mereka itu adalah yang mengalahkan dirinya dan tetua ketiga.


Ketua Sekte lantas menangkupkan tinju untuk menunjukkan rasa hormat dan berkata, “Anda salah sangka mungkin senior! Anakku tidak mungkin melakukan hal tercela begitu!”


Xiuhuan mengerutkan keningnya dan berkata, “Berarti Anda mengatakan istriku adalah wanita lacurr?” Xiuhuan tak percaya, Lou Xue yang sedingin es itu menggoda laki-laki lain! Itu sungguh konyol sekali, walaupun ia menjadi lacurr demi bertahan hidup—Xiuhuan tetap akan menghancurkan orang yang membuatnya begitu.


Ketua Clan Huo terdiam dan tidak bisa berdalih. Dia kemudian menatap tetua kedua yang menjadi guru Huo Xue di Clan Huo.


“Senior! Aku adalah tetua kedua yang menjadi pembimbingnya di sini dan aku pastikan tidak ada yang menyentuhnya!” seru tetua kedua sembari menangkupkan tinju untuk menunjukkan rasa hormat.


“Kalau begitu, kenapa ada Bounty untuk menangkapnya?” Xiuhuan bertanya dengan senyum masam sembari berusaha menahan amarahnya. “Tidak perlu mencari alasan lain. Cukup bawa tuan muda kalian dan Clan Huo akan aman!” Xiuhuan tidak berniat membunuh mereka, karena takut kejadian di Benua Resifel terulang lagi. Dia takut Lou Xue tidak terima Clan Huo-nya dihancurkan.


Ketua Clan mengirim suara telepati pada tetua Pertama untuk menyembunyikan Huo Cheng sejauh mungkin, tetapi tiba-tiba Huo Cheng malah muncul dengan melipat kedua tangannya di dada.


“Hohooo! Apakah Anda suami lacurr Huo Xue?” ejek Huo Cheng menyeringai menatap Xiuhuan. “Dia selalu mengutukmu, tetapi kenapa Anda malah membelanya membabi buta? Jangan-jangan Anda adalah budaknya ha-ha-ha!” Dia tertawa terbahak-bahak.


“Oh, akhirnya babi sialan ini muncul juga!” sahut Xiuhuan tanpa basa-basi langsung mengeluarkan Tongkat Bambu Emas dan mengayunkannya ke arah Huo Cheng—yang lebih mengejutkan adalah Tongkat Bambu Emas itu berubah sebesar gunung, sehingga Huo Cheng meminta tolong pada ayahnya agar diselamatkan.


“Tidakkkk Cheng‘er!” teriak Ketua Clan Huo, tetapi sudah terlambat untuk menolongnya, karena Tongkat raksasa itu telah menghancurkan tubuh Huo Cheng tanpa tersisa, kecuali bercak darah.


Xiuhuan sangat puas sekali, amarahnya telah terlampiaskan dan ia kemudian menatap para tetua serta Ketua Clan Huo.


“Yang tidak terima babi itu mati, sini maju dan yang ingin hidup segera menyingkir!” seru Xiuhuan tidak mau berlama-lama di sini, karena ia mau ke Sekte Daun Keladi untuk menemui Lou Xue.


Tetua Kedua memutuskan menjauh dari sana, sehingga beberapa tetua menyusulnya, sedangkan Ketua Clan Huo dan tetua Pertama malah mengeluarkan senjata masing-masing yang dibantu beberapa tetua.

__ADS_1


“Bagus! Kalau begini yang tidak berdosa tidak perlu mati!” Xiuhuan menyeringai menatap Ketua Clan Huo dan tiba-tiba muncul seribu Kloning Manusia Air mengepung Ketua Clan Huo dan yang setia dengannya.


“Sial! Bagaimana cara melawan musuh sebanyak ini?” gumam tetua Pertama menyeka keringat dingin yang membasahi wajahnya.


“Ayo serang bersama! Setidaknya kita harus membawanya bersama-sama menemui Dewa Yama!” seru Ketua Clan Huo.


Xiuhuan yang diam saja mendengar bualan mereka akhirnya jenuh juga, karena mereka tak kunjung menyerang lebih dulu.


“Dasar bacott kalian tua bangka sialan!” umpat Xiuhuan sembari menunjukkan jari tengah pada mereka dan seribu Kloning Manusia Air menyerbu seperti gerombolan serigala yang berlomba-lomba menerkam seekor anak ayam.


Ketua Clan Huo langsung mengayunkan Pedangnya dan Siluet Naga Es melesat ke arah Xiuhuan. Namun, sebuah lingkaran hitam muncul di hadapan Xiuhuan, sehingga Siluet Naga Es tersebut malah muncul di istana, Pangeran Yun Fei—yang sengaja ia pindahkan agar Pangeran Yun Fei makin jengkel padanya.


Ketua Clan Huo terkejut, serangannya malah menghilang begitu saja dan Kloning manusia air telah muncul dihadapan mereka. Namun, Ketua Clan Huo membekukan mereka, sehingga ia tetap selamat dari gempuran Seribu kloning manusia air tersebut.


“Apakah Anda baik-baik saja, tetua Pertama?” tanya Ketua Clan Huo dan terkejut—hanya dirinya dan tetua Pertama saja yang tersisa, sedangkan tetua lain telah tewas. Kemudian ia menatap pada tetua kedua dan tetua lainnya yang memilih menolak membantunya. “Kalau aku berhasil membunuh Kultivator sialan ini, maka kalian juga harus menemani Putraku ke Dunia Bawah (Akhirat)!” gerutunya.


“Oo, itu baru pemanasan Pak tua!” ejek Xiuhuan dan mengeluarkan Pedang Penghancur Semesta. Kemudian Xiuhuan menggunakan Hukum Ruang dan muncul dibelakang tetua Pertama yang merasa lehernya sangat dingin, karena bilah Pedang Penghancur Semesta telah menempel di sana.


Tetua Pertama mengerutkan keningnya dan berkata, “Tolong ampuni Aku!” Namun, permohonannya sia-sia saja, karena Xiuhuan langsung mengayunkan pedangnya itu hingga kepala tetua Pertama menggelinding di tanah.


Sat-Set-Sat-Set!


Keduanya saling beradu Pedang dan dalam satu tarikan nafas saja, mereka bisa mengayunkan sepuluh ayunan Pedang—sehingga para murid-murid Clan Huo sangat kagum melihatnya.


Ketua Clan Huo mengerutkan keningnya, karena melihat Xiuhuan bertarung dengan seringai tipis di sudut bibirnya—yang berarti dia sengaja tidak menggunakan kekuatan penuhnya.


“Hoammmmmm!” Xiuhuan menguap. “Ah, membosankan sekali! Tunggu sebentar, aku pakai Palu Godam Banteng Merah saja, supaya lebih greget.” Xiuhuan menginterupsi pertarungan mereka, sehingga Ketua Clan Huo merasa ia seperti anak kecil saja di mata Xiuhuan—padahal usianya telah ratusan tahun dan ia tidak tahu bahwa Xiuhuan adalah spesies langka yang berusia sepuluh ribu tahun lebih.


Ketua Clan Huo tidak membiarkan Xiuhuan melakukan rencananya itu. Namun, Xiuhuan tiba-tiba menghilang dari pandangannya dan muncul banyak lingkaran hitam. “Sial! Hukum Ruang lagi!” gerutunya sembari memegang erat gagang Pedangnya—untuk mengantisipasi serangan diam-diam dari Xiuhuan.


“Hasta La Vista, Baby!” ejek Xiuhuan malah muncul di atas kepala—Ketua Clan Huo sembari mengayunkan Palu Godam Banteng Merah.


Boooommmm!


Kepala Ketua Clan Huo langsung hancur berkeping-keping dan meninggalkan tubuhnya saja, sehingga para murid-murid Clan Huo yang menonton pertarungan itu banyak yang jatuh pingsan.

__ADS_1


“Ara! Ara! Aku terlalu kejam!” Xiuhuan menyeka darah Ketua Clan Huo yang mengotori wajahnya. Dia kemudian menatap tetua kedua dan berkata, “Aku serahkan Clan Huo padamu dan terimakasih rantainya ha-ha-ha!” Xiuhuan langsung menghilang dari pandangan mereka.


Tetua kedua menatap tetua Ketiga dan keduanya sangat bersyukur tidak ikut melawan Xiuhuan, kalau tidak—mereka akan seperti Ketua Clan Huo, dihancurkan berkeping-keping.


...***...


Xiuhuan muncul sejauh Sepuluh Mil dari Clan Huo dan membersihkan dirinya di sungai kecil. “Ah, apakah Xue‘er akan marah, ya? Aku telah membunuh Ketua Clan Huo dan laki-laki bejatt yang hampir menodainya.


Detak jantung Xiuhuan berdegup kencang, karena ia akan segera berjumpa dengan istrinya. Kini ia sudah wangi dan tampan, rambutnya juga seperti Andika Sasuke.


Dengan menggunakan Hukum Ruang, Xiuhuan muncul di halaman Sekte Daun Keladi. Sebelum menuju Clan Huo, ia sebenarnya pergi ke sini dan bertanya pada salah satu murid apakah ada murid Pelataran Luar yang bernama Huo Xue dan mereka langsung bahwa itu adalah kecantikan nomor satu di Sekte tersebut, sehingga Xiuhuan sangat senang dan memutuskan menuntaskan Clan Huo lebih dulu sebelum berjumpa dengannya.


Xiuhuan dengan senyum cerah berjalan ke gerbang masuk Sekte Daun Keladi dan disaat bersamaan, Huo Xue, Xiao Shi, Bing Yun dan He Qian sedang berjalan di Pelataran Luar.


“Xue‘er!” teriak Xiuhuan melambaikan tangan.


“Eh, dia kan Absolute God tampan yang melawan Pangeran Yun Fei!” kata Bing Yun terkejut melihat Xiuhuan.


“Mungkinkah dia akan menangkap Huo Xue?” He Qian langsung mengeluarkan Pedangnya. “Sial!” gerutunya.


Huo Xue tidak menoleh kebelakang, detak jantungnya berdegup kencang, air matanya membasahi wajahnya. Kenapa pria yang ingin ia lupakan malah muncul di saat hatinya mulai nyaman tinggal bersama ketiga sahabat yang merubah hatinya yang kelam tersebut.


Melihat Huo Xue bersedih, Xiao Shi segera melontarkan kembang api pertanda ada serangan level maksimum yang membutuhkan kehadiran seluruh tetua dan Ketua Clan untuk melawannya.


“Kami akan menahannya saudari Xue! Cepatlah kabur ke tempat para tetua!” seru He Qian menatap tajam pada Xiuhuan dengan mengeluarkan Aura Pembunuh, sehingga Xiuhuan keheranan—kenapa mereka malah ingin membunuhnya.


“Benar, cepatlah pergi!” sahut Xiao Shi.


“Kami tak akan membiarkanmu jatuh ke lubang yang sama berkali-kali saudari Xue!” Bing Yun juga berkata.


Ketiga sahabatnya mengira Xiuhuan adalah Kultivator yang diutus oleh Clan Huo untuk menangkap Huo Xue, padahal yang muncul dihadapan mereka itu adalah suami yang sering diceritakan oleh Huo Xue.


...***...


12 Bab dari babang tampan untuk penutup akhir bulan 😁

__ADS_1


__ADS_2