Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Zhang Xue : Journey To East


__ADS_3

Pagi-pagi sekali, Zhang Xue memberanikan diri membangunkan Xiuhuan yang tidur di kamar milik Chu Mogui dulu.


“Tuan Xiuhuan!” panggil Zhang Xue mengetuk pintu kamarnya. “Bisa bicara sebentar tuan Xiuhuan,” kata Zhang Xue lagi.


Xiuhuan menguap ia langsung berdiri.“Tunggu sebentar,” kata Xiuhuan. “Hei, Yu‘er bangun! Bangun woi hitam!” seru Xiuhuan membangunkan Lei Yu yang kelelahan karena tak diberi nafas banyak oleh Xiuhuan tadi malam.


“Aduh, bolehkah tuan aku istirahat dulu. Aku lelah sekali, seperti melayani lima puluh orang saja.” Lei Yu mengeluh, namun ia tetap berdiri juga dari ranjang, ia takut nanti Xiuhuan memarahinya dan berakhir tragis seperti suaminya dan Kelompok Kelelawar.


Setelah mereka mengenakan pakaian, Xiuhuan membuka pintu kamar. “Ada apa nona Xue? apakah kau rindu padaku, padahal baru semalam kita bertemu.” Dengan senyum lebar Xiuhuan menggodanya.


“Bukan itu. Kami akan pergi ke tempat orangtuaku di desa Qinghe. Karena aku merasa di sini sudah tak aman lagi buat kami, takutnya setelah tuan Xiuhuan pergi, para Pelangganku yang dulu datang lagi dan memaksaku kembali ke dalam neraka itu,” kata Zhang Xue.



Xiuhuan tertegun, ia setuju dengan pendapat Zhang Xue itu. Karena baru satu kelompok kriminal saja yang telah ia binasakan. Pelanggan yang lain masih banyak lagi, pasti mereka akan datang lagi ke sini mencari Zhang Xue.


“Kalau itu keinginan kalian sih, tak apa. Tapi masih ada yang mengganjal di pikiranku, apakah mereka tak akan mencarimu ke desa Qinghe itu? Bagaimana kalau kalian tinggal di kota Guangxi saja, di sana kalian akan dibawah perlindungan Sekte Pedang Taiyang,” usul Xiuhuan.


Zhang Xue menggeleng kepala. “Desa Qinghe sangat jauh ke timur, aku rasa tak akan ada yang mengejarku ke sana,” sahut Zhang Xue. “Sebenarnya dulu aku ingin kabur ke sana, namun aku takut orangtuaku nanti di bunuh oleh Chu Mogui, karena waktu pernikahanku, ia juga ikut ke sana. Makanya aku mengurungkan niatku untuk kabur hehehe ....” Zhang Xue tertawa pelan, namun mengandung kesedihan terpancar di matanya.


Xiuhuan menghela nafas panjang, ia berpikir cara mengantar kepergian mereka ke sana. Karena kalau mereka pergi sendiri, takutnya ada yang mengenalinya di jalan dan mencegat mereka. Sehingga ia akan jatuh ke lubang yang sama lagi.


Kalau ia ikut ke sana, itu sama saja menunda kultivasinya, apalagi ke arah timur itu tak ada kota besar. Yang berarti Paviliun Shilin cabang disana tak akan menjual Pil Neraka level sepuluh dalam jumlah besar.


Zhang Xue dan Lei Yu kebingungan melihat Xiuhuan melamun sejenak, sambil sesekali menatap ke langit-langit bar lantai dua itu.


“Hahahaha ... akhirnya aku menemukan ide, agar perjalanan kalian aman sampai ke sana,” kata Xiuhuan dengan tawa lepas.


“Tuan Xiuhuan tak perlu repot-repot begitu, sudah diselamatkan dari Chu Mogui saja, kami sudah sangat bersyukur. Aku tak tahu bagaimana cara membalas kebaikan yang tuan Xiuhuan berikan pada kami,” sahut Zhang Xue enggan menerima bantuan Xiuhuan lagi.


“Kamu sudah membayarnya kok, justru sekarang aku yang masih berhutang. Kalau membunuh Chu Mogui dan Kelompok Kelelawar, itu karena dari awal aku ingin merampok mereka saja. Sementara servis yang kau berikan belum kubayar,” sahut Xiuhuan.


Zhang Xue kebingungan harus menjawab apa, ia justru malah malu mendengarnya. Untung saja anak-anaknya sedang makan di dapur, sehingga mereka tak mendengar ucapan Xiuhuan itu.

__ADS_1


“Sudahlah basa-basinya, ayo kita turun ke lantai bawah,” ajak Xiuhuan. “Kalian berjalan kaki atau naik kuda?” tanyanya lagi.


“Naik kuda saja tuan Xiuhuan, lebih cepat,” sahut Zhang Xue.


Xiuhuan juga setuju, apalagi ada banyak kuda milik kelompok Kelelawar di depan bar. Saat sampai di bawah, Chu Yi dan Chu Er telah menunggu Zhang Xue. Mereka sudah tak sabar untuk melaksanakan perjalanan menuju rumah kakeknya di desa Qinghe.


Chu Er lansung menghampiri Xiuhuan. “Paman sepertinya kau melakukan sesuatu pada bibi Yu semalam, aku mendengar jelas suara rintihannya,” bisiknya dengan senyum lebar.


Xiuhuan menjitak keningnya. “Kau belum cukup umur, jangan berpikiran aneh-aneh. Dia itu kelelahan setelah mengubur banyak mayat tadi malam.” Xiuhuan berkilah dengan senyum lebar juga.


“Xue, maafkan aku, ya. Selama ini aku terlibat da—”


Zhang Xue memotong ucapan Lei Yu. “Masa lalu tak usah diungkit-ungkit lagi. Aku sudah tak ada urusan denganmu. Kau renungkan saja kelakuanmu itu dan jangan pernah muncul lagi di hadapanku, karena aku ingin melupakan semua kenangan kelam di sini,” kata Zhang Xue.


Xiuhuan tiba-tiba mengeluarkan dua Kloning Manusia Air. Kemudian ia berkata, “Mereka akan mengawal kalian ke desa Qinghe. Aku telah mengalirkan satu persen qi dari kapasitas Rongqiku. Itu berarti qi mereka setara dengan danau Qinghai. Jadi kalian tak perlu khawatir menghadapi perampok atau musuh kuat lainnya.”


Zhang Xue meneteskan air mata. Ia memeluk Xiuhuan dan menangis sesenggukan, karena Xiuhuan akan membantunya sejauh itu.


Zhang Xue yang awalnya sudah terharu atas kebaikannya, kini dibuat kesal lagi. Lantas ia mencubit pinggang Xiuhuan, sehingga membuatnya berteriak kesakitan.


Chu Yi dan Chu Er yang melihatnya, lansung tertawa terkekeh-kekeh. Karena ibu mereka kembali menaklukkan Pendekar Pedang kuat itu.


Zhang Xue mengeluarkan Plakat khusus Paviliun Shilin miliknya, yang memiliki saldo nol Poin. Xiuhuan yang melihatnya geleng-geleng kepala.


“Kalau pergi dengan Poin segini, kalian akan mati kelaparan hahaha ...” ejek Xiuhuan sambil mentransfer 50.000 Poin untuk Zhang Xue. “Ini tangkap, sesampainya di sana pergunakan Poinnya dengan baik. Seperti buka usaha atau bertani, yang penting menghasilkan uang.”


Zhang Xue melihat berapa Poin yang dikirim oleh Xiuhuan, ia langsung terkejut melihatnya. Lagi-lagi ia menangis, membuat Xiuhuan menjitak keningnya.


“Sudah pergi sana! Lama-lama kelopak matamu akan bengkak menangis terus,” kata Xiuhuan sambil mengangkatnya ke atas kuda, disusul Chu Yi dan Chu Er di belakangnya. “Hei duo tuyul, peluk ibu kalian. Agar tak jatuh!” kata Xiuhuan lagi.


“Paman pura-pura tak sedih kami pergi, padahal tadi kulihat paman keenakan dipeluk ibu,” ejek Chu Er dengan senyum menyeringai.


“Tuyul yang satu ini telah terkontaminasi virus sableng kayaknya. Sudah-sudah jaga ibu kalian di sana dan belajarlah yang giat. Ingat kalian harus menjadi Pendekar Pedang hebat suatu hari nanti.” Xiuhuan memotivasi Chu Yi dan Chu Er. “Satu lagi nona Xue, kalau kamu menghadapi masalah di desa Qinghe suatu hari nanti. Kamu alirkan saja sedikit qi pada Plakat khusus Paviliun Shilin milikmu itu. Aku telah meninggalkan sedikit jejak di sana, nanti mereka akan ditandai bila tetap melakukan kejahatan pada kalian. Mereka akan menjadi musuh Sekte Pedang Taiyang jadinya, tapi mereka tak akan berani bertindak bodoh begitu, kecuali mereka merasa yakin bisa melawan Sekte besar itu,” kata Xiuhuan memberikan penjelasan.

__ADS_1


Zhang Xue dan anak-anaknya mengangguk setuju. Kemudian mereka pergi meninggalkan Xiuhuan dan Lei Yu.


***


Sepanjang perjalanan, beberapa bandit yg mengenali Zhang Xue mencoba untuk menangkapnya, namun mereka bernasib naas. Karena Kloning Manusia Air yang mengikuti Zhang Xue lansung menebas mereka hingga tewas.


Di bar milik Chu Mogui, Xiuhuan lansung melakukan Kultivasi tertutup. Lei Yu tetap diperintahkan untuk berpura-pura melayani tamu bar. Jika ada tamu yang menanyakan keberadaan Zhan Xue, dengan otomatis delapan Kloning Manusia Air lainnya segera menahan orang tersebut.


Lei Yu yang telah diajari oleh Xiuhuan tentang cara mengancam seseorang, segera menindas orang mencari Zhang Xue itu. Kemudian Lei Yu memberikan pilihan, mati atau memberikan semua Poin mereka.


Tentu saja, mereka akan memberikan Poin dan percaya dengan janji palsu yang Lei Yu katakan. Padahal nasib mereka akan bernasib tragis seperti Chu Mogui dan Kelompok Kelelawar.


...⚔️Bersambung⚔️...


*


*


*


*


*


Author ingin melakukan survey, karena peforma Novel ini, ternyata cukup rendah.



Dari tabel di atas, terlihat pembaca setia novel ini cuma 30% saja, bahkan rata-rata kebanyakan berhenti di bab 20.


Nah, kira-kira apa penyebabnya, ya?


Silahkan berikan ulasan kalian, karena saya berencana merevisi 20 bab awal itu bulan depan 😁😁 Terimakasih, bagi yang berkenan memberikan masukan untuk novel ini.

__ADS_1


__ADS_2