
Waktu yang dinanti-nantikan telah tiba, Kompetisi Sekte Teratai Biru yang diadakan sekali setahun itu akan segera dimulai.
Xiuhuan keluar dari aula timur dengan mengenakan jubah baru dan berjalan menuju halaman aula utama bersama kelima muridnya.
Xiuhuan cukup yakin, salah satu dari mereka akan masuk 10 besar dilevel mereka. Terutama Liu Ya yang berkompetisi di level Pendekar Pedang tahap 16 dan Shuyan yang berlaga di level Pendekar Pedang tahap 8.
Xiuhuan kemudian duduk dikursi yang khusus untuk Ketua Sekte, tetua Sekte dan Kepala Clan di kota Hua yang ikut menyaksikan kompetisi ini.
Untuk para penduduk kota Hua juga disediakan tempat duduk. Karena kompetisi ini selalu menjadi tontonan yang menarik bagi penduduk kota Hua. Walaupun tak semenarik Sekte-sekte besar lainnya.
“Kau tampak bahagia tetua keenam!” sapa Zhang Fei, yang merupakan tetua ketiga. Tahun lalu ada beberapa muridnya yang berhasil masuk dua besar. Walaupun akhirnya yang juara akhirnya akan diterima oleh murid tetua pertama, Xiao Lang atau murid tetua kedua Xiao Liu.
“Tentu saja tetua ketiga, murid-muridku akan menjadi kuda hitam tahun ini!” sahut Xiuhuan dengan senyum lebar. Ia kemudian duduk disebelah Xiao Liu dan merangkulnya. “Pagi istriku ... kenapa kau tak datang tadi malam ke aula timur untuk melakukan tugasmu melayaniku hehehe ....”
Xiuhuan sengaja mengatakan itu, supaya para tetua di sana makin panas kupingnya, mendengar ucapannya. Karena selama ini, dia terus yang terbully, akibat tak memiliki murid selama 20 tahun ini.
Sontak saja, betul dugaan Xiuhuan. Muka cemberut telah tampak diwajah mereka. Membuat Xiuhuan sangat senang melihatnya. Sedangkan Xiao Liu sebenarnya sangat malu, karena di situ ada ayahnya, ketua Clan Xiao yang menatap tajam Xiuhuan. Namun, ia tak menyadari hal itu.
Namun, ada satu tetua yang bahagia melihat Xiuhuan merangkul Xiao Liu. Siapa lagi, kalua bukan tetua Sumberdaya, Feng Xi. Karena tetua aula barat, Su Bimbing cemberut sedari tadi melihat kemesraan yang ditunjukkan oleh Xiuhuan pada Xiao Liu. Sedangkan pada dirinya Xiuhuan akan menggodanya, jika ada maunya saja.
“Apa kubilang Bing‘er! Dia itu Playboy yang suka mempermainkan wanita.” Feng Xi memanas-manasi Su Bimbing, karena ia sangat menyukai wanita itu. Namun, apalah daya, Su Bimbing tak mau berpaling dari Xiuhuan.
“Aku tahu mereka berpura-pura saja! Tak mungkin jika mereka menikah tak mengadakan pesta besar. Karena Xiao Liu adalah putri bungsu ketua Clan Xiao,” sahut Su Bimbing curiga, namun ia tetap cemburu, pria tampannya itu dekat-dekat dengan wanita lain.
“Betul juga, ya.” Feng Xi berpikir demikian. “Kalau begitu Xiuhuan masih kendala terbesarku untuk mendapatkanmu Bing‘er!” guman Feng Xi menatap tajam Xiuhuan.
Xiuhuan yang melihat kearahnya merasa aneh, Feng Xi tampak tak suka padanya. Padahal Xiuhuan merasa, tak memiliki hutang lagi dengannya.
__ADS_1
“Baiklah semua ... acara tahunan yang kita tunggu-tunggu, segera akan dimulai.” Pembawa acara, sekaligus wasit pertandingan itu memulai acara kompetisi Sekte Teratai Biru.
Para penonton langsung bergemuruh, tepuk tangan dan sorak-sorakan untuk dari pendukung masing-masing lansung menggema di halaman aula utama itu.
“Murid-muridku ... ‘Gambate’!” seru Xiuhuan sambil melambaikan tangan pada Liu Ya dan kawan-kawan. Namun mereka memalingkan wajah karena malu dengan tingkah lebay guru mereka itu.
“Hahaha ... kau dicuekin tetua keenam!” ejek tetua ketiga yang duduk disebelahnya itu.
“Cih, dasar murid-murid durhaka ini,” kata Xiuhuan pelan, yang tersenyum masam dibuat para muridnya itu.
***
“Baiklah ... Pertandingan pertama. Kategori level Pendekar Pedang tahap 5, semuanya naik ke arena. 10 orang yang dapat bertahan disana, akan berhak maju ke babak sistem gugur,” kata wasit pertandingan.
Lansung saja, sekitar 50 murid level Pendekar Pedang tahap 5 memasuki arena. Pertandingan berlangsung dengan tempo cepat, hingga akhirnya tersisa 10 orang yang tetap berdiri di arena.
“Apaaaa!” Zhang Fei terkejut mendengarnya, “Baru kemarin muncul sudah kau suruh ikut berpartisipasi,” kata Zhang Fei keheranan. Karena ia yakin Huanran belum paham dengan Roh Pedangnya itu.
“Hei, jangan salah. Murid-muridku itu semua bertalenta tinggi. Yang penting itu murid berkualitas bukan kuantitas,” sahut Xiuhuan lagi.
“Cih, bilang saja kau cuma sanggup menerima mereka. Itupun, pemain naturalisasi dari luar kota Hua. Cuma Shuyan saja yang pribumi!” ejek Zhang Fei lagi.
Namun, Xiuhuan tersenyum saja. Ia tak mau terpancing emosi dengan hal sepele seperti itu. “Yang penting mereka hebat!” sahut Xiuhuan kecus. Kemudian keduanya diam seperti anak-anak yang sedang merajuk.
***
“Selanjutnya level Pendekar Pedang tahap 6, maju ke arena!” seru wasit pertandingan.
__ADS_1
Huanran maju ke arena, jantungnya berdegup kencang saking gugupnya.
Xiuhuan melambaikan tangan padanya, pertanda untuk semangat. Karena sewaktu di aula timur, Xiuhuan telah mewanti-wanti untuk percaya diri. Masalah hasilnya, itu belakangan saja, yang penting tampil dulu.
“Bersiapppppp ... mulai!” teriak wasit itu.
“Pedang Roh Naga Putih!” seru Huanran.
Sebuah Pedang panjang namun tipis yang mengeluarkan hawa dingin lansung muncul di tangannya.
“Wah ... ternyata muridku sudah bisa mengeluarkan Pedang rohnya,” kata Xiuhuan bangga melihatnya itu.
Karena hawa dinginnya begitu kuat, tak ada murid yang mendekat padanya. Huanran bingung, siapa yang harus dilawannya. Al-hasil ia diam saja ditempatnya hingga pertandingan berakhir.
Huanran menang tanpa menyentuh lawan sedikitpun.
“Ternyata Huanran memiliki Roh Pedang yang sangat kuat. Tapi kenapa dulu warnanya redup?” tanya Xiao Liu penasaran. Karena Xiao Liu dulu sempat juga melihat Huanran saat mendaftar menjadi murid Sekte Pedang Surgawi di ibukota kerajaan.
“Entahlah, aku juga bingung. Ternyata Roh Pedangnya sangat kuat, mungkin faktor ia memiliki darah keturunan Raja. Bisa saja itu adalah Roh Pedang yang diwariskan pada generasi terpilih mereka.” Xiuhuan berspekulasi tentang Roh Pedang Huanran yang cukup aneh.
Waktu terus berjalan, kini giliran Shuyan si cabai rawit yang akan memasuki arena kompetisi. Belum juga mulai, ia sudah melakukan tehnik Penggabungan dengan Roh Pedang Salamander, yang membuat merinding lawan-lawannya. Karena tehnik Penggabungan biasanya baru bisa dilakukan pada level Pendekar Pedang tahap 10. Sementara ia kini baru Pendekar Pedang tahap 8 saja.
Bersambung ...
Yuk, difollow Instagram saya. Nanti di sana, akan saya tampilkan visual karakter dalam novel ini.
__ADS_1