Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Serbuan Kawanan Monster Salamander


__ADS_3

“Sayang, kau tak boleh ikut bertarung. Nanti, tuyul kita terguncang di dalam sana dan tercecer di sini,” kata Xiuhuan membuat Perisai Air menutupi Huo Meigui yang ingin ikut melawan kawanan monster Salamander. Karena ingin mencoba kekuatan Ranah Chaos Ancient God-nya.


Huo Meigui cemberut tak boleh ikut berpesta. Xiuhuan hanya tersenyum sembari mengelus-elus perut Huo Meigui yang sangat besar itu, hingga mengoyakkan Hanfu ketat yang dikenakannya.


Jurus Badai Petir tak akan berguna saat menghadapi kawanan monster Salamander ini, Karena mereka sudah terbiasa disambar Petir, sedangkan menggunakan unsur air, Xiuhuan tak begitu yakin juga.


“Sebaiknya Aku menggunakan kekuatan fisik saja, sembari memperkuat pemahamanku terhadap Kungfu dengan menggunakan tongkat, karena suatu hari nanti Aku akan menggunakan kekuatan fisik saat melawan musuh utamaku,” gumam Xiuhuan melompat dari bukit itu, ditemani oleh Boneka Humanoid.


Saat masih melayang terjun dari bukit, ia teringat dengan kebiasaan konyolnya saat di daratan utama yang tak pernah ia lakukan lagi di Benua Kun Lun.


Xiuhuan kemudian melakukan gerakan tangan yang sangat cepat seraya berkata, “Kage Bunshin No Jutsu!” Seribu Kloning Manusia Air langsung muncul di udara ikut terjun ke bawah.


Huo Meigui geleng-geleng kepala. “Aku tak perlu terkejut lagi. Kalau ia masih melakukan hal-hal konyol, berarti ia masih suamiku. Kecuali ia tiba-tiba seperti Biksu Tong, maka aku harus membelalakkan mata dan menyantuni kaum miskin dia seluruh alam semesta,” gumamnya.


Kekuatan Kloning Manusia Air kini mengikuti tingkat Kultivasi Xiuhuan, sehingga sekarang adalah pertarungan 1002 melawan kawanan monster Salamander yang jumlahnya sejauh mata memandang di Lembah Kematian itu.


Tongkat bambu yang berusia satu juta tahun sudah muncul digenggaman tangannya dan ia memukul kepala monster Salamander yang membalas dengan menyemburkan api yang mengandung percikan petir.


Xiuhuan menghindar dengan cepat, ia tak menyangka monster Salamander memiliki dua elemen dan memadukan elemen api dengan Petir sekaligus, sehingga menimbulkan kekuatan yang sangat mengerikan.

__ADS_1


Xiuhuan mungkin tak akan terpengaruh dengan Elemen Petir monster Salamander, tetapi semburan apinya dapat membuat Xiuhuan menjadi sate bakar, santapan sarapan pagi mereka.


“Kadal sialan ini berbahaya juga!” umpat Xiuhuan pada Salamander tingkat Xuan dihadapannya, ia menghindari Salamander tingkat Tian, karena itu sudah setara dengan Kultivator Ranah Absolute God, ia membiarkan Kloning Manusia Air merepotkan pergerakan Salamander tingkat Tian itu agar tak mendekatinya, sedangkan untuk eksekusi matinya ia serahkan pada Boneka Humanoid.


Salamander tingkat Xuan itu melompat kearah Xiuhuan sembari menyemburkan api yang mengandung percikan petir. Dan lagi-lagi Xiuhuan menghindar, tetapi kali ini ia memukul kepala monster Salamander dengan keras, sehingga terpental ke belakang.


“Makan itu!” umpat Xiuhuan senang melihat Salamander linglung, oleh pukulan kerasnya.


Kulit Salamander sangat keras dan tak bisa ditembus oleh Tongkat bambu Xiuhuan, sehingga ia mengganti senjata dengan Tombak Long Kiang yang langsung menyerap energi spiritual Petir Lembah Kematian. Namun, sayang sekali; monster Salamander tak akan mempan oleh energi besar yang dihasilkan oleh Tombak Long Kiang yang menciptakan Siluet Naga saat Tombak Long Kiang menancap di leher Salamander yang langsung menjerit kesakitan, karena benda tajam menusuk kulitnya.


Salamander itu menyemburkan api yang mengandung percikan petir, jauh lebih kuat dari sebelumnya.


“Gege! mereka makin banyak. Takutnya akan membangunkan monster kuno yang mendiami kawasan Lembah Kematian ini,” kata Huo Meigui menginginkan Xiuhuan agar jangan berlama-lama berada di kawasan yang sangat dihindari oleh Kultivator Clan Ling tersebut.


“Aku tahu Meigui‘er,” sahut Xiuhuan dengan seringai kecil terpancar di sudut bibirnya. “Elemen api adalah makanan empukku, dihadapan Air suci bahkan api neraka saja akan padam.” Xiuhuan berhenti melawan monster Salamander.


“Apakah gege akan melakukan kejutan lagi?” Huo Meigui menebak-nebak, karena seringai itu menandakan ia akan melakukan sesuatu pada kawanan monster Salamander.


***

__ADS_1


Di Lembah Tengkorak, Ling Wentian delapan bulan yang lalu berhasil menemukan sarang monster Phoenix Nirwana. Namun, sayangnya tetua pertama juga mengincar monster itu, karena di masa lalu ia sudah sepuluh kali melawannya. Saat itu ia selalu berhasil lolos dengan penuh luka-luka, tetapi tidak untuk kelompok yang ia bawa.


“Tuan muda, sepertinya kita tak bisa melanjutkan pertarungan ini. Phoenix itu terlalu kuat dan Kultivator yang kita bawa tinggal beberapa orang lagi.”


Ling Hong membujuknya untuk mundur, hanya ada 20 Kultivator Ranah Absolute God saja lagi bersama mereka. Kerugian yang dialami kelompok Ling Wentian sangat besar, setelah kembali ke kota Nan; Ling Wentian pasti akan dimarahi oleh Ketua Clan Ling, karena telah menurunkan kekuatan tempur Clan Ling—kehilangan 10.000 Kultivator tingkat Immortal Awal lebih baik daripada kehilangan satu Kultivator Ranah Absolute God.


“Tidak bisa!” sahut Ling Wentian dengan wajah masam. “Apabila kita pergi, maka tetua pertama akan mengambil kesempatan mendapatkan Kristal Phoenix itu.” Ling Wentian tak setuju dengan usulan Ling Hong.


Ling Hong menghela nafas dalam-dalam. Mau berapa banyak lagi Kultivator Clan Ling yang akan ia korbankan hanya demi Kristal Phoenix itu.


Ling Wentian sangat berambisi mendapatkan Kristal Phoenix untuk dimurnikan pada Pedang Ifrid ditangannya, yang merupakan Pedang pusaka tingkat menengah. Namun, seorang pandai besi terkenal di Kota Nan mengatakan mampu membuat Pedang Ifrid menjadi senjata pusaka tingkat tinggi; asalkan ada Kristal monster tingkat Tian yang berusia milyaran tahun dan harus berelemen api seperti Pedang Ifrid.


Ambisi Ling Wentian bukan hanya untuk meningkatkan kualitas Pedang Ifrid, tetapi juga ingin mengkonsumsi daging Phoenix yang merupakan salah satu monster kuno dengan elemen apinya yang sangat mematikan.


“Apa ambisi Tetua pertama untuk mendapatkan Phoenix itu?” tanya Ling Wentian. “Mungkin kita bisa menurunkan ego masing-masing dan menyatukan kekuatan mengalahkannya.” Ling Wentian memberikan solusi, karena merasa tak akan sanggup melawan Phoenix itu dengan kekuatannya saat ini.


Tetua pertama tak menyangka tuan mudanya yang terkenal arogan dan suka memaksakan kehendaknya itu tiba-tiba mau bersikap rendah hati begitu.


“Pasti kampret ini merencanakan sesuatu yang gila. Namun, aku sudah melawan Phoenix berulang kali dan hasilnya selalu gagal, sedangkan saat ini tuan muda Ling Wentian belum menunjukkan kekuatannya sejak tadi dan hanya menyuruh bawahannya saja dikorbankan untuk melemahkan kekuatan Phoenix itu,” gumam tetua pertama berpikir sejenak. “Baiklah aku setuju bergabung dengan tuan muda. Namun, sebelum itu aku ingin bertanya sebelum menjawab apa yang aku inginkan dari Phoenix itu. Apa yang tuan muda inginkan juga?”

__ADS_1


...~Jangan Lupa 👍 Bosque~...


__ADS_2