
Xiuhuan melihat Dong Jie menatapnya, sehingga ia melambaikan tangan dan Dong Jie makin kesal melihatnya. Xiuhuan tak menyadari kesalahannya karena ia tak memiliki masalah apapun dengan Dong Jie.
“Kenapa ia tampak marah padaku, ya? Apa gara-gara aku tidak membangunkannya tadi pagi?” gumam Xiuhuan tak tahu kalau Dong Jie mengira dirinya telah ditiduri oleh Xiuhuan.
“Saudari Jie, fokuslah menghadapi malapetaka ini, masalahmu dengan pria itu lakukan dilain waktu saja," kata Hu Dong—karena Dong Jie lebih sering menatap Xiuhuan saja daripada memikirkan cara menghadapi Tetua Liang Lie yang telah dirasuki oleh kesadaran monster kuno.
Yu Fen mengenali ketiga Kultivator Ranah Demon God Tingkat Sembilan itu, mereka adalah seniornya di Sekte Tengkorak, sehingga ia berusaha tidak kontak mata dengan mereka, karena ia telah kabur dari Sekte. Dan hukuman bagi murid yang melanggar aturan adalah dipaksa menambang batu giok di bukit belakang Sekte Tengkorak selama seratus tahun—tentu siapapun itu tak akan mau menghabiskan waktu selama itu didalam gua dan tak pernah melihat sinar matahari lagi.
Xiuhuan merasa penasaran bagaimana cara mengalahkan Tetua Liang Lie dan Kultivator yang telah dirasuki oleh kesadaran monster kuno, sehingga ia mencoba menggunakan sedikit qi-nya dan mengirim Pedang qi emas melesat menuju salah satu Kultivator yang terjangkit.
Pedang qi emas itu mencabik-cabik tubuh Kultivator itu dan tak bisa beregenerasi kembali, sehingga semua yang melihat kejadian itu tercengang, termasuk tiga Kultivator dari Sekte Tengkorak dan Liang Cheng.
“Siapa yang melakukan itu? Cepat cari Kultivator itu—dia akan menjadi harapan kita satu-satunya!” seru Liang Cheng, tetapi Xiuhuan langsung menghilangkan Pedang qi emas itu karena ia hanya ingin mencoba saja, bukan untuk membantu mereka.
Kultivator Clan Liang berusaha mencari siapa yang mengendalikan Pedang qi emas itu, tetapi tak ada Kultivator yang mengaku—sehingga Liang Cheng sangat kecewa.
Liang Cheng kemudian memerintahkan kepada anggota Clan Liang agar tidak memperbolehkan semua Iblis meninggalkan kota Lan Hu termasuk para Kultivator yang berasal dari luar kota Lan Hu. Kalau situasi mendesak nanti, maka Kultivator itu akan muncul dengan sendirinya juga saat nyawanya terancam.
“Xiuhuan gege ternyata bisa mengalahkan mereka,” gumam Yu Qingyi, tetapi ia langsung kecewa saat Xiuhuan berhenti membunuh Kultivator yang telah dirasuki oleh kesadaran monster kuno.
__ADS_1
“Apakah kau melihat siapa yang melakukan itu Saudari Jie?" tanya Dong Han—penasaran kenapa Kultivator yang memiliki Pedang qi emas itu berhenti menyerang, padahal ia bisa mencegah malapetaka yang akan menimpa kota Lan Hu.
“Aku tidak tahu, entah kapan Pedang qi emas itu muncul di sana. Apakah mungkin ia masih memiliki hubungan dengan Clan Yu, sehingga tak mau membantu Clan Liang mengatasi malapetaka ini. Dia mungkin menganggap ini adalah hukum karma,” sahut Dong Jie.
“Hukum karma?” sahut Dong Han tak habis pikir, kenapa balas dendam harus mengorbankan nyawa puluhan ribu penduduk tak berdosa juga.
Tak berselang lama tiba-tiba di langit muncul lubang hitam dan Iblis laki-laki sepuh dengan Kultivasi Ranah Raja Iblis keluar dari sana bersama Iblis sepuh wanita yang merupakan salah satu Tetua di Sekte Tengkorak.
Dong Jie, Dong Han dan Hu Dong langsung menundukkan wajah mereka dan menangkupkan tinju untuk menunjukkan rasa hormat pada kedua Kultivator Ranah Raja Iblis itu.
“Hormat kami pada Ketua Fei dan tetua Ri!” sapa ketiga murid senior Sekte Tengkorak itu.
Liang Chen menangkupkan tinjunya dan berkata, “Kami sudah mengirim pesan pada Clan Ma untuk mengirim Kultivator ahli Segel, tetapi sebenarnya ada Kultivator yang bisa mengalahkan Kultivator yang telah dirasuki oleh kesadaran monster kuno itu. Namun, Kultivator itu hanya membunuh satu dan menarik kembali kekuatannya. Sungguh sangat disayangkan, mungkin ia memiliki hubungan dengan Clan Yu.”
Yang Fei mengerutkan keningnya saat mendengar ucapan Liang Cheng. Dalam situasi malapetaka begini, masih ada Kultivator yang bersikap egois.
Tetua Yan Ri merasakan aura yang sangat familiar di bawah sana. Dia kemudian memperhatikan Iblis wanita yang mengenakan penutup wajah.
“Kau ternyata kembali ke sini!” seru Tetua Yan Ri sehingga semua Kultivator yang ada di sana keheranan. “Yu Fen! Ikut denganku ke Sekte dan terima hukumanmu karena telah kabur, lagian buat apa kamu kemari—Clan Yu sudah tak ada lagi,” cibir tetua iblis wanita sepuh itu.
__ADS_1
Liang Cheng terkejut melihatnya, bukankah anaknya Liang Ya sedang mencari keberadaan gadis itu. Kenapa ia ada di sini dan di mana Liang Ya? Apa jangan-jangan Liang Ya telah terbunuh olehnya.
Yu Fen ketakutan, ia tak mungkin bisa kabur lagi dan akan berpisah dengan keponakannya. Padahal ia sudah sangat senang bisa bersama dengan Yu Qingyi.
“Maafkan bibi Qingyi‘er, demi keselamatanmu tolong jangan menangis dan berpura-puralah tidak mengenaliku,” bisik Yu Fen dan ia kemudian menuju Tetua Yan Ri.
Liang Cheng menatap tajam pada Yu Fen dan berkata, “Apa kamu mengetahui siapa Kultivator yang bisa mengalahkan Kultivator yang telah dirasuki oleh kesadaran monster kuno itu?” Yu Fen geleng-geleng kepala dan Liang Cheng yakin ia memiliki hubungan dengan Kultivator itu. “Tapi tadi pagi anakku membawa beberapa anggota Clan Liang mengejarmu dan diantara mereka ada dua Ranah Demon God tingkat Empat—sekarang aku tak merasakan keberadaan mereka, pasti ada yang membantumu membunuh mereka!”
Yu Fen terkejut Liang Cheng menyadarinya, tetapi ia tak mungkin mengatakan kalau Xiuhuan lah yang membantunya. Karena itu dapat membahayakan keselamatan Yu Qingyi.
Tetua Yan Ri tahu muridnya itu ada hubungannya dengan pembunuhan anak Liang Cheng, karena tampak jelas wajahnya sedang ketakutan dan berusaha menutupi kesalahannya. Dia sebenarnya ingin membela Yu Fen, tetapi Ketua Sekte memiliki hubungan baik dengan Clan Liang sehingga ia hanya bisa menyerahkan keputusan ini pada Wang Fei.
“Cepat katakan! atau aku akan menghukummu selama seumur hidupmu di pertambangan!” bentak Yang Fei—menatap tajam padanya sembari mengeluarkan aura pembunuh, untung saja Tetua Yan Ri langsung membuat Perisai melindungi Yu Fen.
“Cepat katakan Fen‘er!” seru tetua Yan Ri takut Ketua Sekte makin marah. “Ini demi penduduk kota Lan Hu juga, lupakan dendammu itu. Kau bisa balas dendam nanti saat kau sudah menjadi kuat, jadi jangan persulit gurumu ini.” Yan Ri membujuk Yu Fen, tetapi ia tetap memilih menutup mulut, bahkan ia sudah siap menerima konsekuensinya walaupun harus mati ditangan Yang Fei.
Liang Cheng sangat senang melihat Ketua Sekte Tengkorak memarahi pembunuh anaknya itu, walaupun ia tidak bisa membalaskan kematian Liang Ya. Namun, ia bisa menyuruh murid-murid Clan Liang yang berada di Sekte Tengkorak nanti membunuh Yu Fen secara diam-diam.
Xiuhuan menarik nafas dalam-dalam, sepertinya masalah ini sangat rumit—apalagi Yu Qingyi tampak sangat mengkhawatirkan bibinya itu.
__ADS_1