
Xiuhuan tersenyum, ternyata menjadi pusat perhatian itu bisa sedikit merepotkan juga. Inilah salah satu contohnya, padahal hari ini Xiuhuan tak berniat menggunakan jurus tsunami.
Xiuhuan menjentikkan jarinya dan sebuah pusaran air mengelilingi tubuhnya. Xiuhuan meniru lukisan Nyi Roro kidul dengan berdiri di atas pusaran air.
“Wau, keren! Kalau begini, melawan Pendekar Pedang berunsur Angin akan mudah,” gumam Xiuhuan menggerakkan pusaran air itu seperti badai tornado.
Semua peserta, kecuali Dong Xiao segera menyerang Xiuhuan dengan jurus terkuat masing-masing.
Dengan jurus Langkah Kilat, Xiuhuan menghindari jurus yang mereka gunakan dengan berpindah ke tengah-tengah kerumunan mereka, ia meninggalkan satu Kloning Manusia Air untuk mengelabui mereka.
“Hahaha ... ternyata kalau dikeroyok Dia tak berkutik juga.”
“Betul, mampus kau, Xiuhuan kampret!”
“Hei, Dia masih berdiri kokoh!” seru Xiuhuan menunjuk ke arah Kloning Manusia Air setelah asap tebal di posisi Xiuhuan sebelumnya menghilang oleh hembusan angin salah satu Pendekar Pedang berunsur Angin.
“Ternyata Dia cukup hebat,” sahut peserta di sampingnya.
“Itu bukan Xiuhuan!” seru yang lainnya.
Peserta yang diajak bicara oleh Xiuhuan tadi, merasa ada yang aneh. Dia merasa familiar dengan suara di sebelahnya itu. Kemudian ia menoleh ke sebelah, tetapi ....
“Tinju gomu-gomu no mi!” seru Xiuhuan menonjok wajahnya hingga terpental sejauh puluhan tombak. “Ingat kawan, tak ada kawan di arena ini. Semua adalah lawan,” ejek Xiuhuan.
“Kamu adalah lawan kami, untuk sementara kami berdamai. Serang!” seru salah satu peserta memprovokasi peserta lainnya.
“Ayo serang, jangan biarkan dia bernafas!” seru yang lainnya, mereka maju bersama-sama.
“Tunggu!” teriak Xiuhuan, sehingga semuanya berhenti melangkah. Xiuhuan kemudian berkata, “Aku tahu kalian begitu iri dengan ketampananku. Baiklah aku akan menggunakan jurus mahakarya lainnya; perhatikan baik-baik.”
Xiuhuan kemudian melakukan gerakan tangan yang aneh. Kemudian ia berkata, “Kage Bunshin No Jutsu!” —Sepuluh kloning manusia air muncul di depan Xiuhuan, membuat para peserta dan penonton terkejut melihatnya.
Suara tepuk tangan bergemuruh di tribun penonton, walaupun mereka membenci Xiuhuan. Namun, mereka cukup terhibur dengan penampilannya yang luar biasa. Diibaratkan, “benci-benci tapi cinta, sayang ....”
__ADS_1
“Okeh semua! Ayo kita mulai pertunjukan sirkusnya,” kata Xiuhuan sambil mengeluarkan Siluet Sidat Listrik raksasa, ia langsung melompat ke atas Siluet yang tampak mengeluarkan sengatan-sengatan listrik di dalam Siluet air tersebut.
Kloning Manusia Air melawan peserta yang berada di bawah, sedangkan Xiuhuan melawan mereka yang melayang di udara.
“Sepertinya melayang di udara masih kurang keren. Jurus apa yang perlu kugunakan,” gumam Xiuhuan melamun sejenak, ia membiarkan Siluet Sidat Listrik dalam mode otomatis, menghindari sendiri serangan dari lawan.
“Apa-apaan makhluk air ini, kenapa tak bisa hancur!”
“Sudah kubakar dengan api besar, malah beregenerasi kembali.”
“Iya ditebas berkali-kali juga percuma!”
Para peserta menggerutu, karena tak bisa mengalahkan Kloning Manusia Air. Satu persatu peserta dibuat terluka parah, tetapi tidak sampai mati. Lumayanlah menanggung rasa sakit yang luar biasa.
“Ahaaa!” Xiuhuan teringat dengan jurus Pisau Air yang ia ambil dari Aula kitab Sekte Pedang Taiyang. “Bisa-bisanya aku melupakan Jurus ini, walaupun cuma jurus dasar. Namun, di tangan yang tepat akan menjadi serbaguna,” gumam Xiuhuan.
Tiba-tiba Xiuhuan merasa ada yang menusuk perutnya, ia memegang perutnya yang mengeluarkan banyak darah itu. “Rasanya anjimg banget,” gumam Xiuhuan berbalik badan.
Sosok gadis cantik telah terkapar tersengat listrik dalam tubuh Siluet Sidat Listrik. Kok, bisa begitu?
Sosok dengan Roh Pedang Bunglon mendekati Xiuhuan, sebutlah namanya Xiao Mei. Dia meminta salah satu rekan satu sektenya, melemparkan Xiao Mei ke arah Xiuhuan.
Xiao Mei berhasil mencapai Xiuhuan yang tak menyadari kedatangannya, karena Roh Pedang Bunglon miliknya dapat menyamarkan keberadaannya.
Xiao Mei tak berpikir panjang, ia lansung membidik jantung Xiuhuan. Namun, Xiao Mei merasa kakinya tersengat listrik dan tenggelam ke dalam Siluet Sidat Listrik.
Xiao Mei bergumam, “Aku akan membawamu mati bersamaku. Maaf kakak seperguruan; hanya inilah yang bisa kulakukan.”
Pedang Roh Xiao Mei menusuk perut Xiuhuan, melesat beberapa inci dari jantung Xiuhuan. Ya, begitulah kronologi kejadian yang sebenarnya.
Kembali ke waktu normal, Xiuhuan lansung menarik gadis cantik itu dan melemparnya ke luar arena agar segera diberikan tindakan medis yang cepat. Karena Xiuhuan dari awal tidak berniat membunuh para peserta, kecuali membiarkan mereka terluka.
“Saudari Yue!” teriak seorang gadis cantik lainnya yang segera melesat keluar arena.
__ADS_1
Eh, ternyata dia buka Xiao Mei, tetapi panggilannya Yue, nama aslinya Xiuhuan tidak tahu. Kita biarkan saja adegan mereka. Kamera beralih ke tokoh utama, Xiuhuan duduk bersila dan mengalirkan tenaga dalam untuk mengobati lukanya. Sejauh ini Siluet Sidat Listrik masih mampu mengatasi serangan-serangan pihak lawan.
“Mati saja kau, Xiuhuan!”
“Mampus!”
“Horeeeee!”
Tepuk tangan dan sorakan bahagia datang dari tribun penonton, karena Xiuhuan telah terluka. Para peserta makin bersemangat menyerang Xiuhuan. Namun, berbeda dengan peserta yang berada di bawah. Hampir semua peserta telah terluka atau kabur keluar arena.
“Cih, senior Xiuhuan! Kenapa aku ikut diserang?” teriak Dong Xiao yang tengah bersusah-payah menghadapi satu Kloning Manusia Air.
Luka Xiuhuan telah tertutup kembali, ia menatap Dong Xiao.
“Mereka itu tak ada pikiran, semua yang ada di sekitar mereka akan dibabat habis,” sahut Xiuhuan dengan senyum lebar. Padahal sebenarnya ia bisa saja mengontrol Kloning Manusia Air itu, tetapi ia tak ingin ribet; lebih baik menggunakan mode otomatis saja. “Kalau kau ingin selamat, menjauh saja dari mereka.” Xiuhuan memberikan sedikit jalan keluar untuk Dong Xiao.
Xiuhuan tak mau bermain-main lagi, ia lansung menggunakan jurus Pisau Air. Seribu Pisau lansung melayang di udara. Xiuhuan melambaikan tangannya dan seribu Pisau air itu melesat ke arah Pendekar Pedang yang melayang di udara.
Xiuhuan tak mau ketinggalan, ia membuat Siluet Sidat Listrik memakan Siluet peserta lain. Sehingga membuat tribun penonton bergemuruh kembali.
Pemandangan yang mereka tunggu-tunggu akhirnya muncul. Pembawa acara pun mengeluarkan kata-kata hiperbola untuk membuat suasana makin riuh.
Peserta yang melayang di udara mulai ciut nyalinya saat melihat rekan mereka di makan Siluet Sidat Listrik. Walaupun dimuntahkan lagi, tetapi wajah mereka lansung gosong, rambut mereka jadi keriting dan berdiri, tetapi tidak sampai membunuh mereka.
“Apa-apaan ini? masa tak ada yang bisa menggelitik diriku yang kuat dan tampan ini. Apakah cuma begini kekuatan murid-murid pendatang baru? Sepertinya tetua-tetua seluruh Sekte di daratan utama mulai pikun dan bodoh. Mereka tidak pandai mendidik muridnya, atau mungkin mereka juga lemah. Seperti kata pepatah guru kencing berlari; murid kencing sambil rebahan.”
Xiuhuan mulai berulah lagi, padahal tadi ia sempat terluka. Namun, membuat keonaran adalah jalan ninja-nya. Para tetua-tetua yang menonton di tribun penonton lansung melayangkan sumpah serapah padanya.
Para peserta yang tersisa memilih melompat ke luar arena, dan hanya tinggal Dong Xiao yang berada di arena.
“Hahaha ... kami dari Sekte Pedang Taiyang adalah yang terbaik. Senior Xiuhuan akan menjadi nomor—”
Belum selesai ia berorasi, tiba-tiba Siluet Sidat Listrik memakan Dong Xiao. Sehingga ia tersengat listrik.
__ADS_1
“Ups, sengaja! Hahahaha ....” Xiuhuan tertawa cekikikan. Sedangkan penonton mengumpatinya, karena rekan satu sektenya pun ikut menjadi korban kejahilan Xiuhuan.
...⚔️Bersambung⚔️...