
Tak butuh waktu lama, Kapal terbang mereka sudah melayang didekat perkebunan teh, desa Chasan. Tampak puluhan murid-murid berbagai Clan telah berkumpul di depan makam berbentuk Paviliun bertingkat, yang ke atas makin mengecil.
“Inikah makam Kultivator hebat itu, tidak seperti makam Immortal Lou Yun yang berada dalam bukit, ini malah tampak megah,” gumam Xiuhuan takjub.
“Senior Luhui, coba lihat itu!” seru salah satu murid Clan Xi, pada Xi Luhui yang merupakan murid peringkat satu Clan Xi. “Bukankah itu murid Clan Lou yang berbuat onar satu setengah tahun yang lalu di kota Xibei.”
Xi Luhui menoleh kearah Kapal terbang yang mendarat di tengah-tengah kerumunan murid-murid Clan lain yang terpaksa memberikan ruang kosong untuk Kapal terbang itu.
“Ternyata ia salah satu murid terkuat dari Clan Lou. Pantas saja tetua membiarkannya pergi,” gumam Xi Luhui yang hanya datang bertiga saja.
Sebagai Clan peringkat terakhir, Clan Xi tak mau mengambil resiko besar; membiarkan murid-murid yang lebih lemah memasuki makam. Karena informasi yang beredar, murid-murid Clan Lou yang menemukan makam saja banyak yang tewas, saat mencoba melihat isi makam tersebut.
“Itu Lou Rong murid peringkat kedua terkuat di Clan Lou.”
“Tampan sekali, Aku ingin menjadi kekasihnya.”
“Mimpimu terlalu tinggi, anggota Clan Lou hanya memiliki satu pasangan saja seumur hidup mereka dan dia kabarnya dekat dengan murid peringkat pertama yang cantiknya sudah keterlaluan.”
“Benar, kabarnya dia dijuluki Bidadari Salju!”
Murid-murid wanita dari Clan lain memuji ketampanan Lou Rong, begitu juga dengan kecantikan Lou Xue yang membuat mereka lansung minder, karena levelnya sudah sangat jauh berbeda.
“Bidadari Salju tetap seperti dulu, ia malas memperhatikan sekitarnya dan menganggap semua orang tak ada.”
“Sungguh beruntung pria yang menjadi suaminya kelak.”
Dua murid laki-laki dari Clan yang lebih rendah membicarakan Lou Xue. Dia turun bak malaikat, dengan hanfu putih, kulitnya sebening embun pagi dan wajah cantik yang akan terbawa mimpi hingga berbulan-bulan kedepan.
“Hei, aku tahu cara mendapatkan bidadari salju itu!” bisik salah satu murid dari Clan Cao, yang merupakan Clan terkuat kedua di Benua Kun Lun.
“Apa itu kakak tertua!” sahut murid-murid laki-laki dari Clan lain, bahkan beberapa murid wanita juga penasaran, seperti apa kriteria laki-laki idaman wanita tercantik sejagat raya itu.
__ADS_1
“Menurut informan senior Cao Yao, Lou Xue menyukai lelaki yang lebih kuat darinya,” sahut murid Clan Cao bertubuh tegap dan menenteng tombak itu dengan senyum lebar.
Bak air bah, informasi itu lansung tersebar, membuat Lou Rong geram. Sedangkan Lou Xue hanya memejamkan matanya sembari melipat kedua tangannya di bawah gunung kembarnya, seperti menopang keindahan itu.
“Cih, dasar Cao Yao—Dia kira bisa bersaing denganku,” gerutu Lou Rong dalam hati.
Cao Yao juga berusaha mengejar-ngejar Lou Xue. Namun, ia tetap bernasib sama dengan Lou Rong; tak mendapat tanggapan darinya.
“Hei kalian tak menyadari ada murid tampan di belakang Lou Xue. Siapa itu aku belum pernah melihatnya.”
“Iya, ketampanannya sudah kelewatan.”
“Aku jadi bergairah menatapnya.”
Murid-murid wanita lansung heboh saat menyadari keberadaan Xiuhuan, yang lansung menebar senyum pada mereka, sehingga membuat beberapa murid wanita lansung ambruk, lemas tak berdaya.
“Hei, bro ... pakai topeng dong, ketampananmu malah membuat Lou Rong jadi terlihat biasa-biasa saja.” Lou Tian kembali menyindir Lou Rong.
“Nona-nona cantik, sayang sekali Aku sudah memiliki 20 istri hehehe ....” Xiuhuan tertawa melihat ekspresi tatapan jijik dari para murid wanita, sedangkan murid-murid pria lansung takjub.
“Cao Yao!” seru Lou Rong. “Kapan kita memasuki makam? Apakah masih ada yang kalian tunggu, kalau tak ada aku akan melepas formasi yang mengunci pintu masuk makam,” katanya lagi.
“Hahahaha ... kau ingin meninggalkan kami Lou Rong!—Apa kau ingin babak belur lagi seperti 20 tahun yang lalu.”
Seberkas cahaya putih melesat dari langit dan mendarat di depan Lou Rong.
“Dia adalah Wu Tianji, murid terkuat dari Clan Wu, Clan nomor satu di Benua Kun Lun,” bisik Lou Yong pada Xiuhuan yang tampak bingung melihat melihat aktraksi Wu Tianji.
“Oo, pantaslah ia tampak sombong seperti Lou Rong,” sahut Xiuhuan tanpa merasa bersalah. Sementara murid-murid Clan lainnya terkejut mendengarnya, mereka berpikir Xiuhuan telah mabuk; berani-beraninya ia menyinggung dua murid paling arogan di Benua Kun Lun.
“Hahaha ... Aku suka dengan gayamu bro!” seru Cao Yao merasa ada teman yang tak menyukai Lou Rong dari Clan Lou, tentu itu akan membantunya nanti untuk mendapatkan informasi mengenai Lou Xue, jika ia menjalin hubungan dengan Xiuhuan.
__ADS_1
Xiuhuan tak menanggapi ucapan Cao Yao, matanya malah tertuju pada Xi Luhui dan Xiuhuan lansung melesat menghilang dari pandangan mereka.
“Lama tak berjumpa. Aku belum sempat meminta maaf pada kalian, karena berbuat masalah di kota Xibei.”
Xiuhuan mengulurkan tangan pada Xi Luhui yang gugup, karena semua mata tertuju padanya. Apalagi ia cuma murid Clan terendah di Benua Kun Lun, ia takut nanti mendapat olok-olokan dari musuh Xiuhuan.
Apalagi Xi Luhui merasa Xiuhuan hampir memusuhi semua murid Clan teratas, bahkan dari Clan sendiri saja ia lawan.
“I—iya ... kami sudah melupakan kejadian itu,” jawabnya dengan suara bergetar, ia menatap Cao Yao yang wajahnya memerah, karena merasa terhina diabaikan Xiuhuan.
Lou Xue membuka matanya dan menatap semua murid sudah berkumpul di halaman makam, sudah tak ada lagi yang ditunggu dan ia menggerakkan jarinya; tanaman merambat lansung bergerak seperti ular ke arah Xiuhuan.
“Apa yang terjadi?” Xiuhuan terkejut, padahal ia sudah merasakan kedatangan tanaman merambat itu. Karena, yang melakukannya adalah Lou Xue yang sulit menebak pemikirannya, akhirnya Xiuhuan pasrah saja.
“Berhenti mengganggu murid-murid lain. Aku akan akan membuka formasi!” seru Lou Xue.
Lou Yong, Lou Tian dan Lou Qing kembali tersenyum lebar menatap Lou Rong. Ini sudah kedua kalinya Lou Xue berbicara dengan Xiuhuan, sementara dengan mereka ia tak akan berbicara, kalau tak ditegur lebih dulu.
Lou Rong mengepal tangannya dan berniat ingin mencelakai Xiuhuan di dalam makam nanti. Namun, yang berniat serupa bukan hanya Lou Rong, tetapi Cao Yao dan Wu Tianji juga.
Awalnya Xiuhuan tersenyum lebar, tetapi senyuman itu tiba-tiba pudar dan menoleh ke arah Wu Tianji.
“Apa yang kau lakukan!” gertak Xiuhuan yang membuat semua orang terkejut, bahkan Lou Xue ikut menoleh kebelakang.
Wu Tianji tersenyum lebar dan berkata, “Aku hanya bercanda saja. Lupakan, ayo kita masuk!” Dia langsung melesat ke dalam begitu formasi yang mengunci makam terbuka. Tindakannya diikuti oleh enam murid Clan Wu lainnya.
Xiuhuan tak menyangka ada murid yang menggunakan aura pembunuh yang begitu kuat padanya. Padahal Benua Kun Lun sudah tak pernah terjadi pertikaian selama 100.000 tahun ini, dari mana Wu Tianji mendapatkan aura pembunuh yang begitu kental itu.
Xiuhuan masih bertanya-tanya dan harus berhati-hati saat di dalam makam nanti. Dia memilih berpisah dari kelompok Clan Lou, karena tak bisa leluasa nanti menggunakan kekuatannya. Terutama Kloning Manusia Air yang akan membantu Xiuhuan mengumpulkan harta.
...~Bersambung~...
__ADS_1