Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Penginapan Murah


__ADS_3

Tak ada kendala sepanjang perjalanan mereka, kini Xiuhuan memutuskan beristirahat di desa sebelum memasuki kota Yan Luo, untuk menghindari masalah dengan Yin Song, tunangannya Xiao Liu yang tak ia sukai. Karena Xiao Liu juga baru menyadari mereka bertunangan beberapa saat yang lalu.


Mereka berkeliling desa itu, namun tak ada penginapan yang besar disitu. Adanya cuma sebuah penginapan kecil saja.


"Tak ada penginapan lagi, bagaimana kalau kita menginap disini saja?" Xiuhuan bertanya pada Xiao Liu, karena ia tak ingin nanti disalahkan jika penginapannya tak sesuai seleranya.


"Mau bagaimana lagi! Hari mau malam ... kita menginap disini saja."


Xiao Liu turun dari kereta kuda, diikuti oleh Dou Yi yang memegang pergelangan tangan Xiao Liu. Xiuhuan kemudian memarkirkan kudanya di sebelah penginapan yang terdapat lahan kosong. Penginapan ini tak menyediakan parkir buat kuda pengunjungnya.


Xiao Liu memasuki penginapan yang kondisinya kosong melompong, tak ada orang di sana kecuali pemilik penginapan yang duduk di sebuah kursi rotan dekat pintu sambil minum teh.


"Bisa saya bantu nona!" seru Pemilik penginapan itu yang nampak masih berusia kepala tiga, dengan otot lengan yang kekar, namun sayangnya ia cuma Pendekar Pedang tahap 25 saja.


"Aku ingin pesan kamar buat kami sekeluarga, apa ada yang kosong?" sahut Xiao Liu dengan tenang, ia tetap berpura-pura menjadi ibu dari Dou Yi.

__ADS_1


Pemilik penginapan memandangi Xiao Liu, ia bingung kenapa Pendekar Pedang berlevel tinggi berpakaian sederhana dan malah memilih menginap di desa mereka, padahal Kota Yan Luo tak terlalu jauh lagi dari sini.


"Ada, tapi cuma tinggal satu kamar lagi. Karena tadi beberapa Pendekar Pedang juga sudah memesan lebih dulu."


Pemilik penginapan itu kemudian berdiri dan memandu Xiao Liu ke lantai atas. Sedangkan Xiuhuan berlari menyusul mereka.


"Selamat beristirahat!" seru Pemilik penginapan sambil menyerahkan kunci kamar. Ia kemudian kembali ke bawah setelah menunjukkan kamar tersebut pada mereka.


Xiao Liu membuka pintu kamar dan ia sangat kaget, ternyata cuma ada satu ranjang yang muat untuk satu orang saja.


Xiuhuan melirik kedalam dan ia tersenyum melihatnya. "Ah, hari ini keberuntunganmu Liu'er. Karena aku takut sumberdaya dan berasku hilang nanti dicuri orang, maka kuputuskan tidur di dalam kereta kuda saja," ucap Xiuhuan.


"Sialan kau Liu'er!" seru Xiuhuan kesal, sebab ia terpaksa turun ke bawah lagi. Padahal maksudnya ingin makan bekal yang dibeli oleh Xiuhuan di kota Tianwu juga. Namun, Xiao Liu malah menutup pintu kamar.


"Apa tak apa membiarkan tetua keenam diluar sendirian?" tanya Dou Yi khawatir dengan nasib Xiuhuan.

__ADS_1


"Jangan pikirkan gurumu itu, dia itu tak akan kelaparan diluar sana. Tahu kenapa?" Xiao Liu memberi pertanyaan.


"Tidak," jawab Dou Yi penasaran.


"Karena di Sekte Teratai Biru dan kota Hua, tetua keenam itu dijuluki tetua bejat!" seru Xiao Liu.


"Hacciimmmmm!" Xiuhuan bersin, "siapalah yang sedang menjelek-jelekkan aku ini," guman Xiuhuan tidur-tiduran di dalam kereta kuda.


"Apaaaaaaaa! Tetua bejat!" Dou Yi menjadi takut mendengarnya.


"Dia itu kalau kehabisan uang, maka akan menggadaikan tubuhnya pada emak-emak haus belaian dengan bayaran sesuap nasi saja. Terakhir ia menggadaikan tubuhnya pada tetua aula barat untuk mendapatkan Kitab Jurus tingkat tinggi untuk murid pertamanya ... untung saja ketahuan dan mereka tak jadi berbuat tak terpuji di dalam Sekte."


Xiao Liu memberi tahu keburukan yang dimiliki oleh Xiuhuan, agar nanti Dou Yi berpaling padanya. Namun, Dou Yi hanya mengangguk saja, karena ia sudah berjanji pada Xiuhuan, tak mungkin juga ia berkhianat kepada penyelamatnya.


"Dia tak terpengaruh ... apa Xiuhuan mengancamnya ya," guman Xiao Liu. "Baiklah ayo kita makan supaya lekas tidur, perjalanan kita masih jauh!" seru Xiao Liu mengeluarkan bekal makanan yang dibelinya di kota Tianwu.

__ADS_1


Xiao Liu dan Dou Yi pun makan bersama tanpa mengajak Xiuhuan yang tidur-tiduran di dalam kereta kuda. Sebenarnya perutnya sudah lapar, namun pemilik penginapan mengatakan bahwa mereka tak menjual makanan, jadi terpaksa malam ini Xiuhuan harus puasa dulu.


Bersambung 🗡️🗡️⚔️


__ADS_2