Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Kota Xibei (Clan Xi)


__ADS_3

“Tunjukkan Plakat Anda!” seru penjaga gerbang kota Xibei pada Xiuhuan yang menggendong seorang wanita yang terluka sangat parah.


Mereka mencurigai Xiuhuan melakukan tindak kejahatan. Apalagi ia mengenakan jubah Clan Lou yang merupakan Clan ketiga terkuat di Aliran Putih, karena tak jarang anggota Clan besar yang bertindak arogan.


Clan Xi yang mendiami kota Xibei adalah Clan peringkat terakhir, makanya mereka hanya bisa membangun kota di dekat tembok perbatasan Benua Kun Lun dengan kawasan gunung Lou Feng.


Awalnya mereka cukup kesulitan membiayai kebutuhan penduduk kota Xibei. Namun, sejak adanya badai monster, Clan Xi seperti mendapat berkah. Karena, banyak murid-murid Clan yang mampir ke kota ini dan juga beberapa sengaja menjual hasil buruan mereka di sini, karena jika dijual di Clan masing-masing akan dikenakan upeti 5% untuk Clan.


Xiuhuan menyerahkan Plakat miliknya sembari mengalirkan sedikit qi.


“Xiuhuan, ya?” Penjaga itu memperhatikan gadis yang digendongnya. Penjaga itu masih ragu-ragu membolehkan Xiuhuan masuk ke dalam kota. “Kenapa tidak dibawa ke Clan-mu saja?” Dia bertanya lagi.


“Ayolah senior. Nanti gadis ini mati. Aku menemukannya di kawasan gunung Lou Feng, karena penasaran ingin melihat pertarungan monster Level tinggi dengan murid-murid Sekte Qingyun. Namun, hasilnya malah menemukan mereka mati mengenaskan dan menemukan yang satu ini masih bernafas.” Xiuhuan berkilah dan tetap ngotot ingin masuk ke dalam.


“Bukannya aku tak mau. Badai monster telah berakhir; berarti Anda harus menunjukkan surat izin dari Clan-mu baru boleh memasuki kota ini,” sahut Penjaga itu tetap melarang Xiuhuan memasuki kota Xibei.


“Ah, sial!” Xiuhuan menggerutu. “Bagaimana kalau senior membawanya ke tabib terbaik di Clan Xi dan aku akan memberikan dua keping emas untuk membeli beberapa kendi arak untuk senior. Bagaimana?” Xiuhuan berusaha menyogoknya.


Mata penjaga itu berbinar-binar mendengar dua keping emas yang akan diberikan oleh Xiuhuan. Namun, ia tetap berpura-pura enggan menerimanya, mana tahu Xiuhuan meningkatkan penawarannya.


“Yah, kita cuma diberikan dua hari saja oleh Sekte Qingyun berlibur. Padahal aku sebenarnya ingin pulang ke desa, bertemu kedua orang tuaku, sudah sepuluh tahun tak pulang. Bahkan aku tak menyangka adik laki-lakiku sudah berada di kota Xibei ini.”


“Saudari Shi enak, masih bisa bertemu saudaramu. Lah, aku hanya bisa berangan-angan saja.”


Dua perempuan berjubah Sekte Qingyun dan di kalung mereka juga ada lambang Clan Xi sedang asyik mengobrol keluar dari gerbang kota Xibei.


Xiuhuan lansung menghadang mereka.

__ADS_1


“Senior tolong selamatkan Nona ini. Aku menemukannya tergeletak di kawasan gunung Lou Feng, sedangkan rekannya telah mati semua.”


“Kenapa kamu bisa memasuki kawasan gunung Lou Feng. Bukannya kamu masih Immortal Awal?” Salah satu wanita itu bertanya pada Xiuhuan.


“Ceritanya panjang. Lebih baik selamatkan saja dia dulu dan baru tanyakan padanya, apa yang terjadi,” sahut Xiuhuan tak menjawab pertanyaan itu.


Kedua wanita itu melihat kalung gadis yang diselamatkan Xiuhuan berlambang Clan Wu, yang berarti Clan nomor satu di aliansi aliran putih.


Salah seorang wanita itu mengeluarkan Kapal terbang dari cincin dimensi miliknya. Dan bergegas membawa wanita yang diselamatkan oleh Xiuhuan itu ke Sekte Qingyun agar dilakukan pengobatan dari tabib nomor satu di Benua Kun Lun.


“Ayo, kamu tidak ikut?—Clan Wu pasti akan memberikanmu hadiah besar, karena telah menyelamatkan anggota Clan mereka,” kata wanita itu lagi.


“Maaf senior, aku tidak bisa ikut. Aku sudah terlambat beberapa hari kembali ke Clan. Nanti, hukumanku bertambah besar, kalau kembali lebih lama lagi,” sahut Xiuhuan berkilah. Padahal sebenarnya ia takut ditanyai lagi, kenapa bisa memasuki kawasan gunung Lou Feng.


“Baiklah kalau begitu. Kembalilah segera ke Clan-mu, kami akan berangkat duluan.” Gadis itu lansung menghilang dari pandangan Xiuhuan.


“Senior!” bisik Xiuhuan. “Masih berlaku tidak penawaranku tadi? Aku ada Kristal monster berwarna Kuning yang ingin kujual,” bisik Xiuhuan lagi.


Penjaga gerbang itu terkejut bukan main. Kristal monster berwarna kuning adalah monster Level Huang, satu tingkat diatas monster Level tinggi yang diburu oleh para murid Sekte Qingyun.


“Pantaslah murid Sekte Qingyun tadi cedera parah, sedangkan pemuda dari Clan Lou ini malah menikmati hasilnya,” gumam Penjaga gerbang itu geleng-geleng kepala. Awalnya ia menyangka Xiuhuan adalah Kultivator berbudi luhur, ternyata sama saja dengan yang lain. Mata duitan! “Aku mau tiga keping emas!—Tak boleh kurang!” sahutnya lagi.


“Mahal sekali!” keluh Xiuhuan. “Dua keping emas dan seratus perak!” Xiuhuan mencoba menawar harga.


“Deal!” sahut Penjaga itu dengan cepat, ia takut Xiuhuan tiba-tiba berubah pikiran lagi.


Dua keping emas dan seratus perak sudah cukup baginya untuk bersenang-senang nanti malam di tempat hiburan. Apalagi sekarang ia sudah jarang pergi ke tempat hiburan, karena harus mengirim gajinya ke istrinya di desa.

__ADS_1


“Tunjukkan surat ijin ini. Kalau ada yang mencegatmu memasuki kawasan pertokoan di dalam kita Xibei.” Penjaga itu menyerahkan secarik kertas.


“Baiklah, terimakasih senior!” sahut Xiuhuan menyimpan secarik kertas itu ke cincin dimensi miliknya. Sebenarnya ia enggan memasuki kota kecil ini, tetapi ia sudah tidak memiliki Kapal terbang untuk kembali ke Kota Nancheng. Apalagi jarak antara kota Xibei dan Nancheng sangat jauh, tentu akan membosankan melewati tanah gersang Benua Kun Lun Selatan dengan melesat menggunakan jurus Langkah Kilat seorang diri.


Xiuhuan melangkah ke dalam kota Xibei dengan senyum lebar, tetapi orang-orang Clan Xi menatapnya dengan tatapan aneh. Membuat Xiuhuan heran. Ada apa dengan mereka? Apakah mereka tidak pernah melihat pria setampan dia?


Xiuhuan tetap berjalan dengan sombong, hingga seorang wanita mencegatnya. Dibelakangnya ada sepuluh murid laki-laki Clan Xi, yang seperti menjadi pengikutnya atau mungkin fans fanatiknya.


“Hei, Nona cantik! Kenapa kau menghalangi jalanku. Aku ini sudah memiliki izin masuk. Apa perlu kubacakan juga dihadapanmu,” kata Xiuhuan dengan tatapan sinis, ia juga berkacak pinggang di sarang harimau itu. Namun, ia tetap sombong karena mengetahui Clan Lou adalah Clan nomor tiga di aliansi aliran putih. Xiuhuan yakin wanita dihadapannya itu pasti akan ketakutan setelah mendengar ucapannya.


“Dia berani menantang senior Xi Luhui—Murid nomor satu di Clan Xi ini dan tak lama lagi akan mencapai tingkat Immortal Menengah. Apakah dia benar-benar gila!”


“Hei, perhatian baik-baik Jubah yang ia kenakan!”


“Dia murid Clan Lou!”


“Kenapa bisa murid Clan Lou memasuki kota Xibei dengan berlumuran darah.”


“Jangan-jangan dia membunuh salah satu murid Clan kita!”


Xiuhuan baru menyadari, ternyata jubah yang ia kenakan berlumuran darah dari murid Sekte Qingyun tadi. Xiuhuan mencoba menjelaskan pada mereka. Namun, murid-murid Clan Xi segera mengepung Xiuhuan.


Dia kini bak anak rusa yang dikepung gerombolan monster serigala. Tatapan penuh hasrat membunuh mereka lepaskan.


“Aduh, kalian salah paham!” Xiuhuan berusaha memberikan penjelasan. Namun, puluhan murid Clan Xi lansung melompat memberikan tinju amukan gorila, yang merupakan jurus tinjuan yang turun temurun dari Clan Xi yang melegenda. Konon jurus ini digunakan oleh pendiri Clan Xi jutaan tahun yang lalu. Pada saat itu Clan Xi termasuk tiga Clan teratas, sebelum kemunculan senjata Pusaka tingkat tinggi yang meredupkan pamor Clan Xi ke titik terendah.


...~Bersambung~...

__ADS_1


__ADS_2