
Butuh waktu tiga batang dupa hingga akhirnya seluruh penduduk maupun Kultivator yang pingsan saat menatap mata besar aneh yang muncul di langit Clan Hong tersebut. Mereka keheranan, mata misterius apakah yang tadi itu, sehingga membuat mereka tak berdaya menatapnya.
Ling Wentian menghampiri Xiuhuan dan berkata, “Sosok apakah yang tadi itu adik ipar? Sepertinya adik ipar tidak terpengaruh oleh kekuatan misterius itu.” Sehingga ia merasa beruntung ayahnya tidak melawan Xiuhuan, sehingga nasib Clan Ling tidak bernasib tragis seperti yang akan dialami oleh Clan Huo—jika mereka tidak mau tunduk padanya nanti.
Xiuhuan tersenyum menatap Ling Wentian yang tampak pucat. “Yang tadi itu sama seperti Phoenix Nirwana yang kau hadapi saat di Dimensi Heidong. Namun, tidak perlu khawatir—aku bisa mengatasinya,” sahut Xiuhuan. “Namun, aku heran kenapa kamu tidak mengenalinya—bukankah ia mengatakan kalau ia diutus oleh para tua bangka yang kemungkinan besar Sesepuh Aliran Hitam?”
“Kalau itu, seharusnya adik ipar bertanya pada ayah, karena hanya Ketua Clan besar saja yang boleh menjumpai mereka dan aku ragu ia juga mengetahui tentang sosok mata besar itu, karena beliau tidak pernah menceritakan tentang sosok itu,” sahut Ling Wentian.
Xiuhuan berpikir sejenak dan ia yakin kalau sosok mata yang misterius itu kemungkinan besar akan muncul kembali. Kalau ia muncul saat mereka menyerbu wilayah Clan Huo, maka itu akan menyebabkan mereka kesulitan—karena Ling Wentian dan yang lainnya harus bertarung melawan kekuatan utama Clan Huo bersama beberapa Clan kecil yang telah kabur lebih dulu ke sana.
“Katakan pada semuanya kita akan menunda penyerangan ke wilayah Clan Huo dan katakan alasannya adalah menunggu Kultivator bala bantuan yang dikirim oleh ayah mertua,” kata Xiuhuan.
Dia memutuskan menunggu hari ini—apakah sosok mata misterius itu muncul kembali lagi setelah mendapatkan serangan dari Naga Lou Feng yang menghancurkan mata raksasa itu. Namun, ia yakin tubuh aslinya masih utuh di suatu tempat tersembunyi.
Ling Wentian terkejut mendengarnya, ia tak menyangka Xiuhuan tidak tergesa-gesa seperti sebelumnya. “Baik, aku akan segera memberitahu mereka,” sahut Ling Wentian menangkupkan tinjunya untuk menunjukkan rasa hormat dan meninggalkan Xiuhuan yang langsung meninggalkan Kediaman Clan Hong tersebut.
Nie Rou melihat sosok tampan tersebut terbang diatasnya dan ingin menyapa Xiuhuan. Namun, pandangan Xiuhuan lurus ke depan—sehingga ia urung melakukannya.
“Sepertinya tuan muda Xiuhuan pergi sendirian meninggalkan Kediaman Clan Hong ini,” kata Nie Rou pada ibunya.
__ADS_1
“Dia pasti akan menyelidiki sosok misterius tadi, kalau itu ulah Clan Huo—maka perang ini pasti akan berdarah-darah, karena ia harus menghadapi semua musuh sendirian saja—mengingat semua Kultivator langsung jatuh pingsan hanya dari tatapan sosok mata misterius itu!” Nie Ranran khawatir, karena ia cuma Ranah Chaos Ancient God saja—makanya tak berdaya saat mendapatkan serangan spritual dari sosok mata misterius itu.
Kultivator Clan Ling bernafas lega saat mengetahui penyerangan ke wilayah Clan Huo ditunda, karena mereka masih ketakutan dengan sosok mata misterius tadi. Bagaimana kalau ia muncul lagi dan menyerang mereka secara tiba-tiba? Tentu itu akan fatal akibatnya, apalagi Clan Huo juga muncul menyerang mereka.
...***...
Xiuhuan melesat jauh meninggalkan Kediaman Clan Hong dan yang ditunggu-tunggu belum juga muncul, sehingga ia mengerutkan keningnya. “Apakah aku tiba-tiba menjadi penakut, sehingga khawatir terlalu berlebihan?” gumam Xiuhuan—memutuskan kembali lagi ke Kediaman Clan Hong. Namun, tiba-tiba ia menginjak sebuah lingkaran seperti Altar yang ada di dalam Danau Yu Xiao—yang menghubungkan Dunia Bawah dengan Dunia Siluman. “Ini?” Xiuhuan tersenyum, karena ia yakin ini ulah dari sosok mata misterius itu.
Xiuhuan muncul di istana yang melayang di wilayah aneh—karena dibawah istana melayang itu hanyalah gumpalan api yang mendidih dan ujungnya tak berujung.
“Hmm, tempat yang aneh,” gumam Xiuhuan melapisi tubuhnya dengan unsur air agar tidak merasakan hawa panah.
Pintu istana melayang itu tiba-tiba terbuka dan Xiuhuan langsung menatap kearah sana, tetapi tidak ada yang keluar—sehingga ia kebingungan, apakah harus masuk ke dalam atau tidak? Dia juga ragu, Jangan-jangan di dalam sana penuh dengan jebakan-jebakan yang telah disiapkan oleh Siluman mata misterius itu.
Mendengar suara itu, Xiuhuan memutuskan masuk. Namun, ia merasa suara itu tidak sama dengan sosok mata misterius yang muncul di langit Kediaman Clan Hong tadi, sehingga ia menduga ada Siluman lain di dalam sana—selain Siluman mata misterius itu.
Xiuhuan melihat lorong sangat panjang di pintu masuk istana melayang itu dan berhenti melangkah. “Ah, kenapa aku ragu-ragu? Terobos saja ‘Jing!” gerutunya masuk dan tidak ada jebakan seperti yang ia pikirkan sebelumnya. “Hmm, ternyata Siluman itu berkata jujur juga,” gumamnya langsung melesat dengan jurus Langkah Kilat menyelusuri lorong panjang itu.
Xiuhuan merasa seperti dipermainkan oleh Siluman yang berbicara dengannya tadi, karena ia sudah bergerak sangat lama di lorong panjang tersebut, tetapi ia belum menemukan ujungnya. Berkali-kali Xiuhuan mengumpat dengan membawa-bawa kata-kata mutiara yang merupakan cacian pada Siluman tadi agar Siluman itu menunjukkan batang hidungnya. Namun, cara itu tidak bekerja sama sekali dan Xiuhuan merasa ia telah masuk jebakan lorong tak berujung.
__ADS_1
“Sudah jangan mempermainkan dirinya lagi, sudah saatnya kita membunuhnya dan meminta imbalan pada tua bangka itu,” kata Akjal pada Kraken.
Kraken yang tertawa terbahak-bahak melihat Xiuhuan sudah putus asa segera menatap Akjal dan berkata, “Apakah lukamu sudah sembuh?”
Akjal menghela nafas dalam-dalam dan berkata, “Mata utamaku tidak bisa digunakan lagi—untung saja aku masih bisa melihat menggunakan mata kecil ini dan aku hanya bisa menggunakan sepertiga kekuatan asliku saja saat ini. Cih, Naga Lou Feng itu sangat kejam sekali, padahal kita berasal dari Ras yang sama, tetapi ia tidak peduli—padahal aku hanya mengusik satu ternaknya saja.” Akjal menggerutu.
“Hahaha ... kita harus memarahi orang-orang tua bangka itu nanti, karena mereka mengatakan tidak ada sosok kuat di sana dan meminta bayaran dua kali lipat dari kesepakatan awal,” sahut Kraken dengan seringai tipis di wajahnya dan ia segera menjentikkan jari tangannya—sehingga lorong panjang tak berujung yang sedang dijelajahi oleh Xiuhuan menghilang seketika dan Xiuhuan planga-plongo memperhatikan sekelilingnya.
Xiuhuan melihat dua sosok Siluman sedang tersenyum mengejek menatapnya. “Hei, Kalian Siluman laknat! Untuk melawan Manusia lemah sepertiku kalian harus menggunakan trik licik seperti ini, sungguh memalukan sekali!” umpat Xiuhuan—sangat marah sekali, karena ia sudah prustasi berlarian di lorong panjang tak berujung itu.
“Hahaha ... Kau itu cuma mainan untuk menghibur kami, jadi seharusnya kamu senang kami tidak langsung membunuhmu,” sahut Akjal tertawa mengejek Xiuhuan.
“Sombong sekali, padahal kamu langsung kabur begitu mendapatkan serangan spritual dari Naga Lou Feng dan kalau aku tidak salah perhitungan, kekuatanmu paling tinggal sepertiga saja hehehe ....” Xiuhuan tertawa terkekeh-kekeh mengejek Akjal si Siluman mata itu. “Lawanku sesungguhnya adalah Siluman yang ada disebelahmu dan aku yakin kekuatannya setara dengan Serea!”
Kedua Siluman itu terkejut mendengar ucapan Xiuhuan.
“Kenapa kamu bisa mengetahui sosok tuan Putri Serea dari Kerajaan Artik?” Kraken langsung bertindak waspada dan mengeluarkan Pedangnya yang dipenuhi kobaran api, begitu juga dengan Akjal.
__ADS_1
Xiuhuan sangat senang melihat ekspresi wajah mereka yang langsung berubah setelah mendengar nama istrinya itu. “Aku bertemu dengannya di Kota Cidade Sonada saat akan memasuki Charco De Sangue (Kolam Darah).”
Akjal dan Kraken makin terkejut dan tak menyangka seorang manusia berhasil memasuki Dunia Siluman serta berkultivasi di tempat suci mereka, belum lagi ia juga bertemu dengan Putri Mahkota dari Kerajaan Artik.