
Lou Xue terkejut, kenapa ia tak bisa kabur menggunakan Hukum Ruang? Sehingga ia sangat panik dan takut bayi dalam kandungannya akan terluka.
“Teknik Hutan Rimba!”
Lou Xue mencoba melakukan hal serupa pada Wanita Phoenix itu. Namun, tanaman merambat yang akan melilitnya malah terbakar.
“Percuma kau melawan manusia lemah! Lebih baik kau menurut dan menjadi budakku hahahaha ....” Wanita Phoenix itu tertawa terkekeh-kekeh melihat keputusasaan Lou Xue.
“Aku tak punya pilihan dan akan menggunakan Pedang Pusaka tingkat tinggi yang seharusnya tak boleh kugunakan ini.”
Pedang Kesedihan muncul di genggaman tangan Lou Xue dan tiba-tiba cengkeraman yang melilitnya menghilang.
Pedang Kesedihan adalah Pedang Pusaka terkuat kedua setelah Pedang Penghancur Semesta. Namun, Pedang Kesedihan memiliki efek samping pada penggunanya, di mana mereka akan merasa sedih sepanjang hidupnya karena selalu dibayang-bayangi oleh kematian tragis pengguna Pedang Kesedihan sebelumnya dan juga korban-korban yang telah dibuat oleh Pedang Kesedihan.
Sifat dingin dan penyendiri Lou Xue itu terjadi setelah ia menerima Pedang Kesedihan ini. Saat itu ayahnya memperingatkan agar jangan pernah menggunakan Pedang itu, kecuali bertemu musuh yang sangat kuat. Namun, saat itu ia penasaran dan menarik Pedang Kesedihan dari sarung pedangnya, hingga sikapnya berubah seperti sekarang.
Wanita Phoenix tersenyum, ternyata Lou Xue memiliki barang yang sangat bagus. Namun, ia menyadari efek samping Pedang itu, sehingga tidak tertarik untuk memilikinya.
Lou Xue mengalirkan qi pada Pedang Kesedihan dan tiba-tiba udara disekitar mereka seperti berhenti.
Wanita Phoenix melihat Lou Xue seperti melihat Pasukan besar yang ada di medan perang. Pengguna Pedang Kesedihan sebelumnya muncul kembali begitu juga dengan para korbannya dan ikut membantu Lou Xue melawan Wanita Phoenix.
“Menarik! Aku akan menghancurkan kalian semua!” seru Wanita Phoenix berubah lagi menjadi mode Siluman.
Ribuan bola-bola api berbagai warna muncul di langit, “Hancurkan semua, kecuali gadis itu!” Bola-bola api itu melesat seperti hujan meteor.
Lawan Lou Xue adalah Siluman, perbedaan kekuatan mereka terlalu mencolok. Kalau saja lawannya adalah Xiuhuan, mungkin ia masih bisa menang. Namun, lawannya adalah Kultivator yang kekuatannya tak bisa diukur oleh manusia.
__ADS_1
Ledakan-ledakan besar menghantam Lou Xue dan Pengguna Pedang Kesedihan sebelumnya beserta para korbannya itu, untung saja di masa lalu mereka adalah Ranah Absolute dan langsung membuat perisai terkuat untuk melindungi Lou Xue.
“Hahahaha ... aku salut dengan Pedangmu itu yang dapat memanggil Kultivator yang telah mati untuk berjuang bersamamu dan kau juga sangat hebat dapat menanggung kesedihan yang mendalam sepanjang waktu!” Wanita Phoenix tertawa cekikikan.
Lou Xue tak bisa berdiri lagi, pakainya sudah compang-camping dengan tubuhnya dipenuhi luka-luka.
“Fenix!” Seorang Pria dengan tubuh setengah Naga muncul menghampiri Wanita Phoenix. “Apa yang kau lakukan? Kita akan menuju Kerajaan Artick, Pangeran menyuruh kita segera ke Kerajaan Artick!” Pria Naga itu tampak menyesalkan tindakan Wanita Phoenix yang ternyata bernama Fenix itu.
“Apaaaa?” Fenix terkejut. “Kan, aku mau menjual manusia ini dulu. Bagaimana kau saja yang membelinya, dia cukup cantik, lho dan sebentar lagi akan melahirkan. Jadi, beli satu dapat dua,” kata Fenix menggoda Dragon, nama pria setengah Siluman Naga itu.
Dragon menatap Lou Xue sekilas dan segera menghilang. Namun, ia berkata, “Bunuh saja dan segera ikuti aku, apa kamu mau Pangeran memarahi kita?”
Mendengar ucapan Dragon, air mata Lou Xue mengalir deras. Dia tak menyangka akan mati di dunia asing ini dan tak sempat melihat wajah bayi dalam kandungannya.
Fenix menatap Lou Xue cukup lama dan teringat kalau Siluman di Kerajaan Artick kebanyakan memiliki elemen Es atau Air, sementara manusia ini memiliki elemen itu. Maka tubuhnya diekstrak menjadi Pill—itu pasti sangat bagus untuk memperkuat elemen mereka.
***
Pengawal Serea menatap tajam Xiuhuan, mereka tak menyangka Siluman Duyung cantik itu akan memilih Kultivator lemah menjadi suaminya. Padahal banyak Kultivator kuat yang juga tampan seperti Xiuhuan.
“Hadeh, Aku merasa diintimidasi di sini, walaupun ada Serea disampingku,” gumam Xiuhuan duduk manis dan tak pernah berpindah tempat setelah Kapal terbang mereka meninggalkan Charco de Sangue.
Kapal terbang mereka kemudian mendarat disebelah tempat dengan kabut tipis dan lautan tenang tidak beriak yang merupakan wilayah tanpa hukum Atlantis.
“Apa tuan Putri Serea yakin menunggu Ratu Selena di sini?” tanya Poseidon, meyakinkan keputusannya.
“Ya, ini adalah keputusanku dan kalian pergilah menjauh dari sini, nanti kalian ikut terjebak di sini,” sahut Serea dan menatap Xiuhuan, “Ayo suamiku kita memasuki mata air keabadian.
__ADS_1
Xiuhuan menurut saja, walaupun ia merasa ada sesuatu yang tak beres bila memasuki tempat yang begitu tenang, sunyi dan penuh misteri itu.
Saat Xiuhuan menginjak kaki di mata air keabadian, ia merasa seluruh Qi dalam tubuhnya lenyap, begitu juga dengan Kultivasi-nya.
Xiuhuan menatap Serea, “Apa yang terjadi?”
“Ini adalah jalan terbaik, karena ibu akan datang dengan kekuatan besar. Tak mungkin kita bisa melawan mereka, tetapi mereka tak akan berani memasuki tempat sakral ini,” sahut Serea.
Xiuhuan mengangguk, ia justru senang karena bila ada Siluman yang berani masuk ke mata air keabadian, maka ia bisa menghajar mereka dengan kungfu-nya.
“Suamiku, kamu minumlah air kehidupan ini dan umurmu akan bertambah ribuan tahun,” kata Serea mengambil seteguk air dengan kedua telapak tangannya dan menyuapi Xiuhuan.
“Luar biasa!” Aku merasa jauh lebih bertenaga dan kuat. “Hehehe ... bisakah kuambil lebih banyak untuk kuberikan pada istriku merupakan manusia biasa, agar mereka bisa menjalani kehidupan yang lama bersama kita.” Xiuhuan melangkah ke wilayah Kerajaan Artick dan mengeluarkan ember besar, kemudian mengisinya hingga penuh.
“Hadeh, belum juga kujawab main ambil-ambil saja," keluh Serea menghela nafas panjang.
“Eh, tak ada khasiatnya kah, bila di bawa ke duniaku?” tanya Xiuhuan penasaran, kalau tak berguna—percuma saja diambil banyak-banyak, kalau pada akhirnya seperti air biasa saja.
“Tidak tahu, karena tak ada yang pernah meninggalkan Dunia Siluman, kecuali mereka menjadi pelarian,” sahut Serea dengan wajah cemberut. “Ambil saja, mana tahu bisa!” katanya lagi.
Xiuhuan mendekatinya dan mencubit pipinya. “Kamu kalau merajuk tambah cantik saja, gemesin banget!” goda Xiuhuan—kalau urusan begini, dia adalah ahlinya. “Kapan kita akan membuat bayi imut, apakah nanti ia menjadi manusia setengah Duyung saat lahir atau menjadi spesies baru, ya?” Xiuhuan baru menyadari, apa yang terjadi bila mereka kawin beda spesies.
“Kita tak boleh melakukan itu sampai aku tak bisa lagi berkultivasi,” sahut Serea dengan wajah memerah dan Xiuhuan tersenyum melihatnya hingga ia memberikan kecupan di pipinya.
Namun, tiba-tiba kekuatan besar muncul dan salah satunya adalah Pangeran dari Benua Barat. Wajahnya memerah dan sangat marah melihat calon istrinya malah bermesraan dengan Siluman rendahan yang tidak memikirkan kedudukan hebat sepertinya.
__ADS_1