Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Ratu Malam, Lin Jingmi


__ADS_3

"Wau cantik sekali!" Xiuhuan takjub dengan kecantikan Ratu malam itu, apalagi ia mengenakan pakaian seksi sangat tipis, bahkan pakaian dalamnya kelihatan dari balik pakaiannya yang tipis itu.


"Inikah pria tampan yang kau sebutkan itu!" Ratu malam berjalan lenggak-lenggok menghampiri Xiuhuan. "Humm, lumayan tampan juga, apakah kau berani membayar--"


Dibelakang Xiuhuan, temannya Lin Xiao memberi kode 50 keping emas, sebab tadi saja ia sanggup membayar gadis beliau di sampingnya itu dengan bayaran 50 keping emas.


"Li-lima puluh keping emas ... Aku akan akan memberikan layanan ekstra buatmu!" Ia mendesah di telinga Xiuhuan.


"Hiiiiiiiii!" Xiuhuan merinding, "baiklah itu gampang!" sahut Xiuhuan mengeluarkan kantong emas miliknya. Sewaktu di Sekte Teratai Biru dulu, ia membawa 100 keping emas di kantongnya. 50 keping emas sudah digunakannya untuk membeli gadis belia yang belum diketahui siapa namanya itu. Karena gadis tersebut diam terus sejak tadi.


"Hahaha ... pria yang menarik!" Ratu malam melambaikan tangan pada Lin Xiao dan rekannya. Kemudian mereka pergi meninggalkan Xiuhuan di dalam kamar itu bersama gadis belia itu.


"Sekarang apa Aku sudah boleh meng-unboxingmu!" seru Xiuhuan melapas bajunya saja. Karena ia tak ingin menodai mata gadis beliau di sampingnya.


"Ah, eh ... sabar dulu!" sahut Ratu malam.


Tak berselang lama, ruangan itu memancarkan aroma wangi. Yang ternyata ia telah melepas Roh Pedangnya, yang berupa Roh Pedang Rubah putih dengan jurus andalannya adalah jurus Pesona, membuat orang yang dirasuki akan merasa seperti di Surga.


Disaat itulah, Ratu malam menghabiskan harta benda pria yang mengira sedang melakukan hal mesum dengan Ratu malam.


Xiuhuan berpura-pura terhipnotis, padahal sewaktu memasuki rumah bordil Gerbang Surga itu, melalui alam bawah sadarnya, Xiuhuan meminta Roh Pedangnya untuk mengantisipasi jurus Pesona padanya.


Xiuhuan pernah mengalami hipnotis oleh perempuan penggoda. Uangnya habis dibawa kabur. Makanya ketika memasuki rumah bordil, Xiuhuan selalu berjaga-jaga akan kemungkinan hal ini terjadi.


Ratu malam bingung, Xiuhuan berjalan seperti orang mabuk. Namun, terus mendekat kearahnya.


"Kuperintahkan kau duduk dan keluarkan semua emas-emas milikmu!" seru Ratu malam.


Xiuhuan tak berhenti, ia terus berjalan dan ketika jarak diantara mereka tak terlalu jauh. Xiuhuan melompat ke arah Ratu malam.

__ADS_1


"Hehehe ... bersiaplah sayang!" seru Xiuhuan memeluk Ratu malam.


Ia meronta-ronta, "lepaskan Aku brengsek! Tolong ... tolong!" teriaknya, namun tak ada yang mendengar dari luar, karena suara cukup berisik di sana.


"Hei, pelacur! Aku sudah membayarmu mahal-mahal, beginilah sikapmu pada pemilik tubuhmu!"


Xiuhuan berpura-pura ingin mencium bibir Ratu malam. Ia memonyongkan bibirnya pelan-pelan supaya ketakutan Ratu malam memuncak.


Gadis belia yang ikut bersama Xiuhuan hanya diam saja memperhatikan kelakuan mereka.


Xiuhuan menoleh sekilas pada gadis belia itu. "Hei, Nak jangan lihat kemari! Dan tutup telingamu! Kami akan menjalankan perjanjian yang telah dibuat tadi! Hehehe ...." Xiuhuan kembali menakut-nakuti Ratu malam yang berada dalam dekapan erat Xiuhuan.


"A-a-ampun senior! Aku salah menipu orang selama ini!" seru Ratu malam.


"Oouh ... terus bagaimana dengan perjanjian tadi!" sahut Xiuhuan, puas mempermainkan wanita cantik di hadapannya ini.


"Aku akan mengembalikan dua kali lipat, namun kau harus tunggu beberapa hari. Karena aku cuma menjalankan tugas dari Clan Lin."


"Oo, tak bisa! Aku tetap tertarik dengan tubuh mulusmu itu!" seru Xiuhuan tersenyum lebar yang membuat bulu kuduk Ratu malam merinding.


"Aku adalah Putri salah satu sesepuh Clan Lin. Jika kau berani macam-macam, maka lebih dari separuh pengunjung rumah Bordil ini akan mengejarmu!" Ancam Ratu malam.


"Siapa yang peduli!" sahut Xiuhuan, "Roh Pedang Sidat Listrik!"


Sebuah Sidat atau belut listrik mengelilingi Xiuhuan. "Putaran Halilintar!" seru Xiuhuan membuat pertahanan mengelilingi kamar itu. Sehingga, jika Ratu malam ingin mencoba kabur dengan menghancurkan kamar, maka itu tak akan terjadi.


"Kurang ajar!" Ratu malam panik, ia tak menyangka apa yang sedang dipikirkannya, malah ketahuan oleh Xiuhuan. Karena awalnya ia ingin menghancurkan dinding kamar, supaya Pendekar Pedang di luar sana menolongnya.


"Hehehe ... bagaimana kuberikan dua pilihan. Pertama kau layani aku hingga aku terpuaskan atau kedua, kau beberkan rahasia Clan kalian!"

__ADS_1


Xiuhuan memberikan dua pilihan sulit untuk Ratu malam.


Ia berpikir keras dan memutuskan memilih pilihan kedua. Karena ia tak ingin kesuciannya direnggut oleh pria mesum di depannya.


"Clan Lin akan menyerang Sekte Gunung Pedang setelah Hakim dari ibukota datang. Hakim itu akan memanipulasi kematian Lin Hu yang tewas di kota Yan Luo. Dengan menuduh mereka sebagai pelakunya. Beberapa anggota Paviliun Shadow juga dilibatkan dalam proses penyerangan itu."


"Kenapa mereka membawa banyak Pendekar Pedang tingkat tinggi, bukannya Sekte Gunung Pedang hanya memiliki Pendekar Pedang tahap 70 saja." Xiuhuan heran.


"Apa kau ingat dengan kemunculan Assasin di ibukota baru-baru ini? Dia telah membunuh beberapa anggota Paviliun Shadow dan merusak rencana mereka di beberapa tempat!" tandas Ratu malam.


"Hmm, kapan aku merusak rencana mereka, ya." Itulah dipikirkan oleh Xiuhuan. Karena ia hanya membunuh beberapa anggota saja, itupun sebagian kebetulan saja. Kecuali kejadian di kota Hua, itu atas perintah Tang Yin.


"Eh, ka-ka-u ternyata!" Ratu malam baru menyadari, ternyata Xiuhuan berunsur mirip dengan Assasin itu. Begitu juga dengan Roh Pedangnya, cuma Xiuhuan berada di Pendekar Pedang tahap 50 saja, sama dengan dirinya.


"Hehehe ... kau baru sadar, ya!" Xiuhuan mendekatinya. "Maaf kau harus mati, karena kau bisa membahayakan rahasiaku."


"Ja-jangan tolong, aku akan merahasiakan ini. Lagi pula Aku dipaksa melakukan ini. Sebagai komitmenku, Aku akan membocorkan rahasia Clan padamu."


Xiuhuan masih ragu-ragu, karena di bawah ada banyak Pendekar Pedang tingkat tinggi. Jika ia membunuh Ratu malam, otomatis ketahuan juga ia membunuhnya. Karena Lin Xiao dan rekannya yang mengajak Xiuhuan ke sini.


"Hmm, baiklah ... Kau atur kami keluar dari sini!" Xiuhuan menerima tawaran Ratu malam.


"Aku Lin Jingmi bersedia bekerjasama denganmu!" serunya sambil memanggil Lin Xiao menghadapnya.


"Baiklah, aku Xiuhuan! Kutunggu informasi mereka darimu. Jika kau berbohong, ingat! Ibukota saja bisa ku acak-acak, apalagi cuma Clan kecil ini!" Ancam Xiuhuan, padahal ia tak pernah mengacak-acak ibukota. Kejadian kemarin cuma ketahuan saja, itupun ia lansung kabur setelah membunuh Bendaharawan Jiu Yuan itu.


"Lin Xiao! Antar tamu kita ini keluar. Aku sangat puas dengannya hehehe ... jangan beritahu siapapun, ya. Ini kau bagi dengan rekanmu diluar itu, beritahu juga dia merahasiakan ini!"


Lin Jingmi melempar dua keping emas pada Lin Xiao, tentu saja ia sangat senang. Ia tak menyangka Xiuhuan mampu memuaskan Ratu malam yang terkenal itu. Belum ada laki-laki yang menaklukkannya kecuali, Xiuhuan.

__ADS_1


Lin Xiao berpikir Ratu malam malu, jika dirinya ketahuan berhasil ditaklukkan begitu cepat. Karena mereka di dalam kamar itu tak selama biasanya.


Bersambung 🗡️🗡️🗡️


__ADS_2