Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Xiuhuan Takluk di Tangan Jia Li


__ADS_3

Sebuah langkah tergesa-gesa terdengar di lorong penginapan. Langkah itu kemudian berhenti tepat di kamar yang Xiao Liu sewa.


"Tuan Xiuhuan ... Nona Xiao Liu!"


Suara dari luar kamar terdengar sambil mengetuk pintu. Xiao Liu berpikir sejenak, ia merasa ini adalah suara panggilan dari Zhang Yan. Xiao Liu kemudian membukakan pintu kamar. Tampak wajah Zhang Yan kelihatan panik sekali.


"Dimana tuan Xiuhuan?" tanya Zhang Yan tak melihat Xiuhuan di dalam kamar itu.


"Aku juga tak tahu, ia tak ada disini sejak tadi," jawab Xiao Liu. "Ada apa mencarinya?" Xiao Liu bertanya kembali, karena ia penasaran kenapa Zhang Yan sangat ingin berjumpa dengan Xiuhuan.


"Assasin yang menyerang kota Tianwu sama dengan Assasin yang menyerang kota Hua. Satu lagi, bendaharawan Jiu Yuan telah tewas!" seru Zhang Yan.


"Te-tewas ...." Xiao Liu kaget. Dia senang juga bingung. Kenapa bisa Jiu Yuan menjadi incaran Assasin itu. Ini mirip dengan kejadian di kota Yan Luo, dimana ada gadis kecil yang ingin di bawa oleh tetua Sekte Pedang Naga Surgawi, namun berakhir dengan kematian. Kini itu menimpa Jiu Yuan.


"Apa Xiuhuan itu menyembunyikan kekuatannya yang sebenarnya. Aku juga curiga, kenapa ketua Sekte begitu menganak emaskannya. Padahal kekuatannya masih di bawah standar untuk menjadi tetua."


Xiao Liu melamun, dibenaknya ia memikirkan Xiuhuan yang begitu misterius. Bahkan asal-usulnyapun begitu, ketua Sekte tak memberitahu pada mereka.


"Nona Xiao Liu ...." Zhang Yan membuyarkan lamunannya. "Kau tak apa? Apa kita mencari Xiuhuan ke tengah kota?" Zhang Yan bertanya padanya.


"Tidak! Biarkan saja dia, tetua keenam itu sangat lihai. Dia pasti dengan mudah mengatasi rintangan yang menghadangnya," jawab Xiao Liu.


"Oh, begitu ... baiklah aku kembali bekerja dulu."


Zhang Yan pamit pergi meninggalkan Xioa Liu yang masih kepikiran dengan rantai kejadian pembunuhan yang terjadi di beberapa kota di Pulau Niao ini dan kaitannya dengan Xiuhuan.


Xiao Liu berdiri di dekat jendela, memandangi kota yang damai itu, yang kini berubah menjadi mencekam. Suara tangis anak-anak yang ketakutan menggema dimana-mana.


***


Xiuhuan diseret ke hadapan hakim Jia Li, karena memiliki Roh Pedang yang mirip dengan Assasin itu.


Jia Li menghampiri Xiuhuan dengan wajah serius, ia masih kesal tak bisa membalaskan dendam kematian kekasihnya pada Assasin itu.

__ADS_1


"Keluarkan Roh pedangmu!" Bentak Jia Li pada Xiuhuan yang tangannya diikat.


"Roh Belut ... keluar!" seru Xiuhuan dan sebuah Belut muncul di hadapan Xiuhuan.


Jia Li memperhatikan Roh Pedang belut itu. Ia nampak berbeda dengan Sidat Listrik milik Assasin tadi.


"Lepaskan ikatannya!" Perintah Jia Li pada Pasukan Kerajaan yang menawan Xiuhuan tadi.


Pasukan kerajaan itu melepaskan ikatan yang mengikat Xiuhuan. Ia sangat senang, ternyata Jia Li tak curiga padanya. Xiuhuan senyum-senyum telah dilepas.


"Boommmmm duarrrrrrrrrrr!"


Jia Li menendang Xiuhuan hingga membentur gundukan tanah bekas pertarungan tadi. Darah segar mengalir dari mulutnya. Xiuhuan menahan sakit di perutnya.


"Tebasan Api Neraka!"


Jia Li menyerang Xiuhuan dengan cepat. Xiuhuan panik melihat Pedang milik Jia Li akan menebasnya.


Xiuhuan menancapkan pedangnya ke tanah.


"Boommmmm duarrrrrrrrrrr!"


Kedua jurus berbenturan, Xiuhuan terpental berguling-guling hingga seratus meter berhenti ketika menabrak tembok rumah penduduk.


Sebenarnya jika di level yang sama, unsur air lebih unggul dari unsur api. Namun, Xiuhuan kini telah menurunkan level Pendekar Pedangnya ke Pendekar Pedang tahap 50 saja. Tentu saja akan menjadi bulan-bulanan Jia Li, yang berada pada Pendekar Pedang tahap 80. Perbedaan mereka terlalu mencolok.


Jia Li tersenyum tipis telah melampiaskan kekesalannya, ia terbang ke arah Xiuhuan yang tergeletak. Badannya remuk, ia tak bisa berdiri lagi.


"Ah, gawat! Apa ia akan membunuhku. Apa aku kembali ke level Pendekar Pedang tahap 100 saja ya. Kubunuh saja dia, tapi aku akan mati juga nanti di keroyok ratusan Pendekar Pedang yang ada disini."


Xiuhuan bingung mau melakukan tindakan apa, ia terus berpikir mencari jalan keluar masalah ini. Namun, hingga Jia Li muncul di hadapannya, ia masih belum menemukan solusinya.


"Kau lumayan juga anak muda!" ucap Jia Li, nampak sekilas senyum tipis terpancar dari wajahnya. Jia Li kemudian mengangkat tubuh Xiuhuan. Ia membawanya terbang menuju kediamannya. Pendekar Pedang yang melihatnya hanya diam saja, mereka tahu Jia Li memiliki watak yang keras dan temperamen tinggi. Itu terjadi setelah kematian kekasihnya 20 tahun yang lalu.

__ADS_1


Xiuhuan memejamkan matanya, ia sudah tak tahan menahan rasa sakit dalam tubuhnya. Sekilas ia melihat telah melayang di udara. "Mau diapakan lagi aku ini," gumannya sebelum memejamkan matanya.


Xiuhuan tertidur dan tiba-tiba bangun kembali, ia melihat beberapa bagian tubuhnya di perban. Itu akibat luka yang diterimanya ketika menahan serangan dari Jia Li.


Xiuhuan teringat ia meninggalkan Xiao Liu seorang diri di penginapan. Belum lagi besok akan menghadiri acara penerimaan murid baru Sekte Pedang Surgawi.


Xiuhuan membuka matanya dan melihat sosok wanita berotot sedang menindihnya. Sosok itu adalah Jia Li, hakim wanita yang berkepribadian dingin. Namun kini ada yang berbeda dari biasanya.


Xiuhuan melihat Jia Li tak mengenakan pakaian, sehelai benangpun tak ada yang tersisa ditubuhnya. Tiba-tiba saja Xiuhuan mimisan melihatnya.


"Se-se-nior ... bolehkah kau beranjak dari situ!"


Xiuhuan memberanikan diri berbicara, walaupun terbata-bata. Xiuhuan takut nanti Jia Li tersinggung.


Jia Li hanya tersenyum tipis, "Kau lumayan tampan ... mungkin bisa mengobati lukaku 20 tahun ini. Kau harusnya senang, karena malam ini aku akan menyerahkan kesucianku padamu!"


"Eh ...." Xiuhuan berpikir sejenak, "ehhhhhhhhh!" Xiuhuan berteriak kaget, ia mengalami lagi nasib seperti ini. Xiuhuan sudah kapok berurusan dengan gadis-gadis ibukota yang begitu buas.


Jia Li tak membiarkan Xiuhuan berbicara, ia lansung menerkam Pendekar Pedang tampan itu. Tak ada perlawanan dari Xiuhuan, sebab ia masih terluka dari pertarungan tadi. Dengan buas, Jia Li melahap Xiuhuan hingga bertekuk lutut. Xiuhuan berkali-kali meminta jeda, namun Jia Li tetap dengan buas tak mau berhenti hingga ia merasa terpuaskan.


***


Keesokan harinya, Xiuhuan kembali ke penginapan dengan berjalan tertatih-tatih. Ia diantar oleh salah satu Pengawal Jia Li, karena ia masih belum kuat berjalan sendirian, apalagi ia kurang tidur dan terluka juga.


Zhang Yan senyum-senyum melihat Xiuhuan berjalan seperti ketika meninggalkan kamar kontrakannya dulu. Namun bedanya, Xiuhuan kini memiliki bekas luka pertarungan.


"Dari mana Abang ..." goda Zhang Yan ketika Xiuhuan lewat di hadapannya.


"Dari sana!" jawabnya singkat tanpa menoleh.


"Hehehehe, siapalah yang merusak Abang ganteng ini," ejek Zhang Yan lagi, namun Xiuhuan diam saja menuju lantai atas untuk segera ke kamarnya tidur.


Xiao Liu yang turun dari lantai atas kaget melihat Xiuhuan yang telah diperban dan terluka begitu. Ia tak menyangka Xiuhuan tak seberuntung biasanya. Kecurigaan Xiao Liu pada Xiuhuan kembali pupus, setelah melihat kondisi yang dialaminya.

__ADS_1


⚔️Bersambung ...


__ADS_2