Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Menantang Lou Mei


__ADS_3

Xiuhuan dan Lou Mei menuju Aula Kegelapan, tempat arena tarung bebas berada. Mereka langsung mendaftar pada Petugas yang menjaga ruang bawah tanah, Aula Kegelapan itu, dan mereka di arahkan ke arena nomor 13.


Sebuah Artefak pencatat peringkat juga muncul di arena nomor 13 itu.


Penantang Lou Xiuhuan.


Menang : —


Kalah : —


Peringkat : —


Ditantang Lou Mei.


Menang : 105


Kalah : 36


Peringkat Aula Tetua Lou Zui : 1


Peringkat Clan Lou : 40 dari 50


Para murid-murid yang menonton di arena nomor 13 lansung geleng-geleng kepala melihat Penantang Lou Mei itu.


“Siapalah anak bau kencur yang sok kuat itu?—Seharusnya ia menantang peringkat bawah terlebih dahulu, eh, ini malah lansung peringkat satu.”


“Aku pegang Lou Mei, kalau ada yang pegang Xiuhuan, aku akan bayar dua kali lipat kalau kalah.”


“Siapa yang mau pegang dia?”


“Hanya orang bodoh yang mau memilih Xiuhuan!”


Murid-murid Clan Lou yang ingin taruhan di arena nomor 13, terpaksa menunggu ronde berikut. Karena tak ada yang mau memilih Xiuhuan.


Mendengar mereka menganggap remeh dirinya. Xiuhuan lansung mengeluarkan ribuan keping emas dari cincin dimensi miliknya.


“Siapa yang tadi ingin bertaruh itu? Aku akan lawan siapapun yang memasang taruhan!” seru Xiuhuan dengan wajah kesal. “Ayo cepat!—Jangan takut Aku kehabisan uang. Apa kalian tidak tahu siapa aku?—Aku adalah menantu pemilik Sekte Bei Guan dari kota Zhongshan.” Xiuhuan menyombongkan diri.

__ADS_1


“Hah, Kau menantu Ketua Sekte Bei Guan? Aku dulu belajar di Sekte itu!” sahut Lou Mei terkejut, ia jadi teringat dengan gurunya Lou Er. “Jangan-jangan kamu menikah dengan guru Er!” tebak Lou Mei.


Xiuhuan tersenyum lebar dan mengangguk. Padahal baru sebatas janji saja; belum ke tahap pelaminan.


Murid-murid Clan Lou itu menjadi heboh, karena sebagian dari mereka berasal dari kota Zhongshan dan tentu tahu dengan Lou Er yang merupak salah satu pengajar di Sekte Bei Guan.


“Aku pasang 100.000 keping emas!”


“Aku 50.000 keping emas!”


“Aku 500.000 keping emas!”


Murid-murid Clan Lou menatap siapa murid gila yang memasang taruhan tinggi itu. Mereka menebak, itu adalah uang saku yang telah lama ditabung dan dia yakin Lou Mei dapat mengalahkan Xiuhuan.


“Hei, Nian! Apa kau yakin Mei‘er dapat mengalahkan Xiuhuan. Kan, kamu sudah tahu, ia mampu mengalahkan monster Level tinggi seorang diri.” Lou Kong mengingatkan Lou Nian yang percaya diri Lou memenangkan pertandingan itu.


“Dia menang melawan monster itu, karena menggunakan senjata pusaka Level menengah. Namun, sekarang Aku yakin ia tak akan menggunakan senjata pusaka Level menengah itu lagi. Karena ia takut ada yang berniat merebutnya," sahut Lou Nian membeberkan alasannya.


Mendengar itu, makin banyak yang memasang taruhan dan mendukung Lou Mei. Dan tak ada satupun murid Clan Lou yang mendukung Xiuhuan.


Terkumpul total 2.000.000 keping emas yang memasang taruhan mendukung Lou Mei dan menjadikan itu taruhan terbesar hari ini, hampir mengalahkan taruhan pertandingan murid-murid peringkat atas.


Waktu hitung mundur mulai berjalan dari artefak penghitung peringkat. Jam pasir mulai berjalan selama 30 menit ke depan.


Di tangan Lou Mei muncul tangan besi, ia menggunakan jurus tinju penggetar langit tahap ketiga, sedangkan Xiuhuan mengeluarkan tombak dan ia mengenakan baju jirah ala Prajurit Kerajaan. Kostum itu ia beli di Paviliun Qingyun, kata Pelayan di sana, kostum itu merupakan artefak level rendah yang dapat mengurangi kerusakan yang diterima oleh penggunanya saat menerima serangan musuh.


“Apa-apaan kostum menyilaukan itu. Kenapa harus berwarna emas semua?” ejek para penonton, terutama Lou Nian yang senang Xiuhuan mendapat ejekan.


“Iri ... bilang bos!” sahut Xiuhuan melesat ke arah Lou Nian yang ikut tertawa, sehingga ia tidak memperhatikan Xiuhuan. “Ke mana matamu cantik!” Dia tiba-tiba muncul di hadapan Lou Mei.


Lou Mei terkejut dan mundur beberapa langkah, sembari menggunakan tangan besinya menangkis tebasan tombak Xiuhuan.


Xiuhuan kembali menghilang dari pandangan Lou Mei dan muncul di belakang. Namun, saat Xiuhuan akan menusuk Lou Mei, ia memunculkan tameng besi, sehingga tombak itu tak bisa menembusnya.


“Hmm, hebat juga kau Mei‘er!” Xiuhuan memujinya, tetapi serangan Xiuhuan makin cepat.


Lou Mei mencoba mencari celah, ia dipaksa bertahan oleh Xiuhuan.

__ADS_1


“Apa Aku akan meningkatkan jurus penggetar langit ke tahap keempat,” gumam Lou Mei bimbang membuat keputusan. Karena jurus itu membuat penampilannya makin jelek—Lou Mei akan memiliki tanduk di kepalanya dan jari-jari tangannya runcing seperti Wolverine.


“Oo, akhirnya Lou Mei menggunakan jurus terkuatnya!” seru penonton bertepuk tangan menyemangati Lou Mei.


“Kenapa ia menggunakan jurus itu?— Berarti ia kesulitan mengalahkan Xiuhuan,” gumam Lou Nian gelisah. Karena 500.000 keping emas itu adalah harta terkahir miliknya, kalau sempat ia kalah mungkin ia harus puasa dulu, sebelum jatah bulanan turun.


Lou Mei memadukan Elemen Angin dengan Elemen Besi miliknya.


“Jurus Penggetar Langit tahap ke empat!” seru Lou Mei bergerak sangat cepat mengejar Xiuhuan. “Mau ke mana kau lemah!—Jangan lari saja, kapan kita duelnya,” ejek Lou Mei karena Xiuhuan selalu menjaga jarak.


“Dia makin cepat saja, Aku mungkin harus mencoba artefak seharga 1.000.000 keping emas ini menahan serangannya," gumam Xiuhuan berhenti menghindar dari kejaran Lou Mei.


Xiuhuan menggenggam erat tombaknya dan Lou Mei mengalir lebih banyak qi pada tangannya. Dan dia meninju tombak milik Xiuhuan yang lansung hancur berkeping-keping.


“Aaaaaaa! Harta karunku,” gerutu Xiuhuan, karena tombak kesayangannya itu malah hancur. “Tinju penggetar neraka!” seru Xiuhuan asal-asalan mengucapkan jurus agar terlihat keren.


Dua tinju saling beradu, tetapi tinju penggetar langit milik Lou Mei yang mengandung tenaga dalam itu, lansung menghancurkan artefak baju jirah emas milik Xiuhuan.


“Ah, 1.000.000 emasku hilang lagi,” keluh Xiuhuan melompat mundur menjaga jarak dengan Lou Mei. “Cih, Aku tak boleh kalah ... bila kalah akan rugi besar,” gumam Xiuhuan hampir menangis meratapi dua barang miliknya dihancurkan oleh tangan besi Lou Mei.


“Sepertinya tak ada cara lain, Aku harus menggunakan Pedang. Karena Elemen miliknya lebih mendominasi dari unsur air milikku, atau Aku mengirim listrik saja padanya. Kan, besi merupakan konduktor yang bagus untuk aliran listrik," gumam Xiuhuan tersenyum lebar mendapat pencerahan dalam situasi buntunya itu.


“Apalagi yang dipikirkan si licik ini?” gumam Lou Mei was-was melihat senyuman Xiuhuan itu.


Seketika itu juga, tubuh Xiuhuan mengeluarkan sengatan-sengatan listrik dan Pedang delapan Pedang biasa melayang di atas Xiuhuan.


“Wau, dia menggunakan jurus Pedang terbang!”


“Apakah itu elemen petir versi lite?”


“Bukan, tetapi versi belum di upgrade!”


Murid-murid Clan Lou mengejek Xiuhuan, karena jurus yang gunakan tak mirip dengan pengguna Elemen Petir; padahal Xiuhuan memang tak memiliki Elemen petir, ia hanya memiliki unsur air saja, tetapi Roh Pedang miliknya sangat unik—dapat mengeluarkan sengatan listrik.


Lou Xue melihat sekilas pada Xiuhuan. Lagi-lagi tampak seutas senyum dari wajah dinginnya itu. Membuat Lou Rong makin marah, padahal awalnya ia berniat untuk mencari hiburan menonton duel murid-murid yang sedang menaikkan peringkat saja, tetapi malah berakhir mengecewakan begini.


...~Bersambung~...

__ADS_1


Promosi Novel Baru, diramaikan, yuk😁



__ADS_2