
Chen Liu bersama Pengawalnya bersiap melawan Xiuhuan. Mereka semua telah melakukan teknik penggabungan dengan Roh Pedang masing-masing.
“Kalian pikir telah menang jumlah, tujuh banding satu.” Xiuhuan tersenyum lebar. “Bagaimana dengan yang ini?” Ia mengeluarkan sepuluh Kloning Manusia Air.
“Apa itu? Apakah mereka juga kuat?” Chen Xia mengerutkan keningnya. Empat lawan satu saja, teman-temannya berakhir dengan mengibarkan bendera putih. Kini malah tujuh lawan sepuluh, tentu saja secara teori, Xiuhuan akan kembali menang.
“Aduh aku lupa meneriakkan jurusnya,” Xiuhuan kembali meleburkan kloning manusia air itu. Ia kemudian mengambil ancang-ancang dan mengarahkan Pedang Rohnya ke langit, seraya berteriak, “Kage Bunshin No Jutsu!”
Chen Xia tertawa terkekeh-kekeh mendengarnya. “Apa kau pelawak, aku tak pernah mendengar nama jurus yang kau gunakan,” ejek Chen Xia.
Chen Liu memelototi Chen Xia yang mengajak musuhnya itu berbicara. Sehingga pengawal yang juga Pendekar Pedang wanita satu Clan dengannya itu diam.
“Ini adalah jurus keren dari Kitab Seribu Dongeng, yang kalau diartikan dengan gugel teranselet, artinya adalah Jurus Seribu Bayangan,” sahut Xiuhuan dengan senyum lebar.
“Cih, kau bilang jurus seribu bayangan. Namun yang muncul cuma sepuluh Kloning Manusia Air saja,” cibir Chen Yan.
“Suka-suka yang buat jurus lah, yang penting hasilnya memuaskan,” bentak Xiuhuan yang dari tadi tak suka dengan Pendekar Pedang berwajah tampan di dekat Chen Liu itu.
Mungkin Xiuhuan merasa tersaingi ketampanannya, karena Chen Liu tak tertarik sama sekali padanya. Berbeda dengan beberapa wanita cantik lainnya, yang lansung jatuh cinta pada pandangan pertama padanya.
”Karena aku tak ingin melukai wanita cantik seperti kalian berdua, maka kalian cukup melawan Kloning Manusia Air saja. Begitu juga dengan tetua yang satu ini, sepertinya beliau ini orang baik dan bijak. Sedangkan kau!” Xiuhuan menunjuk Chen Yan. “Kau harus melawanku, aku tak suka dengan tampangmu itu. Menjijikkan sekali!” seru Xiuhuan yang lansung melompat tinggi ke udara menebas Chen Yan.
“Dendam apa dia denganku, bukannya yang memusuhinya adalah Liu‘er. Kenapa aku jadi pelampiasannya,” gerutu Chen Yan dalam hati yang lansung mundur ke belakang menghindari tebasannya.
Chen Liu lansung terbang ke arah Xiuhuan diiringi dengan bongkahan-bongkahan es yang melesat dengan cepat ke arah Xiuhuan.
Kloning Manusia Air ada dibawah, secara terus-menerus melemparkan pedang air ke arah Chen Liu, sehingga memaksa gadis cantik itu menjauhi Xiuhuan.
Sementara Xiuhuan memadukan jurus Langkah Kilatnya dengan tebasan Halilintar, membuat mereka kesulitan mengikuti pergerakannya.
Dengan mudah Xiuhuan menebas bongkahan-bongkahan es mengarah padanya.
“Pendekar Pedang ini sangat cepat, pantaslah ia sangat sulit untuk ditaklukkan,” gerutu Chen Liu berusaha mengikuti pergerakan Xiuhuan yang bergerak zig-zag itu.
__ADS_1
Chen Liu memutuskan menyerang kloning manusia air lebih dulu, karena sangat merepotkannya. Kloning manusia air itu selalu menghalangi Chen Liu saat akan mendekati Xiuhuan.
Kloning itu terus-menerus melempar pedang air pada mereka. Walaupun keliatan cuma air, namun itu dapat menghancurkan bongkahan es dari jurusnya. Selain itu, di dalam Pedang air itu tampak juga sengatan-sengatan listrik yang jika mengenai tubuh, pastilah membuat rasa sakit yang lumayan besar.
Xiuhuan tak khawatir kehabisan qi, toh ia telah mengalirkan setengah persen qi dari kapasitas Rongqinya, yang berarti kini Pedang Roh Sidat Listrik memiliki energi seluas danau Qinghai.
***
Chen Liu lansung menukik ke bawah menebas Kloning Manusia Air itu, ia dibantu oleh Chen Xia dan Pengawal lainnya. Mereka menebas kloning manusia air. Namun mereka dibuat kaget, saat Kloning Manusia Air itu terbelah dua, malah kembali beregenerasi dan langsung menyerang mereka.
Chen Liu dan Chen Xia beserta Pengawalnya lansung mundur beberapa langkah. Chen Liu kini menyadari betapa merepotkannya Pendekar Pedang yang mereka hadapi ini.
“Bagaimana ini saudari Liu, mereka sepertinya tak akan bisa hancur jika kita tak membunuh pria itu!” seru Chen Xia menunjuk Xiuhuan yang tengah mengincar Chen Yan yang selalu menghindar dari kejaran Xiuhuan.
“Sebaiknya kita bernegosiasi saja. Sepertinya belum terlambat, melihat suasana hatinya masih tampak riang begitu,” usul Baojia lagi.
Chen Liu menggigit bibir bawahnya, ini merupakan keputusan memalukan bagi seorang putri Walikota yang juga akan berlaga dalam kompetisi antar Sekte nanti.
***
Xiuhuan yang mengincar Chen Yan akhirnya mendapatkan momentum, ia memprediksi gerakan Chen Yan berikutnya adalah ke sebelah kiri.
Xiuhuan melempar Pedangnya ke atas, tepat mengenai sayap sebelah kiri Chen Yan. Sehingga ia langsung jatuh ke bawah.
Xiuhuan tersenyum menyeringai menatap Chen Yan. Tampak ia membungkukkan sedikit tubuhnya, yang berarti Xiuhuan akan melesat ke arahnya.
Chen Yan yang ketakutan segera memunculkan Siluet Phoenix raksasa. Tubuhnya dikelilingi pusaran api, mau tak mau Chen Yan harus menghadapi Xiuhuan.
“Bodoh! Api hanyalah mainan untuk Air! Seberapa kuatnya pun kalian pengguna unsur api, kalau dihadapkan dengan unsur air yang setara, kalian hanya akan berakhir dengan basah saja,” ejek Xiuhuan.
Chen Yan tak menggubris perkataan Xiuhuan, ia hanya fokus pada pergerakan Xiuhuan yang sangat cepat itu.
Siluet Belut Air Raksasa juga muncul mengiringi langkah Xiuhuan yang melesat lurus ke arah Chen Yan.
__ADS_1
“Cih, rasakan Api Phoenix dariku!” teriak Chen Yan yang juga maju menyerang Xiuhuan.
“Boommmmm!”
Ledakan besar terjadi saat kedua jurus berbenturan. Kini asap tebal muncul di tempat mereka beradu Pedang.
Chen Yan lansung terpental berguling-guling kearah bawah gunung Diyu, hingga menabrak beberapa pepohonan. Darah segar keluar dari mulutnya, ia kemudian menancapkan pedangnya ke tanah untuk dijadikan tumpuan berdiri kembali.
“Sial! Sial!” gerutu Chen Yan yang tak bisa unjuk gigi di hadapan Chen Liu. Padahal awalnya ia berniat untuk membiarkan Pengawal lainnya menghadapi Xiuhuan terlebih dahulu. Kemudian saat Xiuhuan sudah kelelahan, di saat itulah ia mengakhiri Xiuhuan. Sehingga Chen Liu akan terpesona melihatnya.
Rencananya sudah bagus, namun kenyataannya saja yang pahit. Tak sesuai dengan harapan yang ia inginkan.
Xiuhuan berjalan dengan senyum menyeringai mendekati Chen Yan. Niatnya dari awal ingin menonjok wajah Chen Yan, kini terlaksana. Entah kenapa, ia muak sekali melihat wajah Pendekar Pedang yang satu ini.
“Tuan Pendekar tolong hentikan. Saya atas nama Sekte Pedang Lembah Neraka dari Kota Kunming meminta maaf,” ucap Baojia.
Xiuhuan tersenyum tipis. “Kau seorang tetua dari Sekte besar, tapi kenapa kekuatanmu tak bisa mengimbangiku?” tanya Xiuhuan kebingungan, karena saat ia menghadapi tetua Xiao Yan dari Sekte Pedang Taiyang, ia masih merasakan kekuatan besar darinya. Namun berbeda dengan tetua yang satu ini. “Jangan-jangan ia memang sengaja tak menunjukkan kekuatan aslinya. Tapi kenapa?” Xiuhuan berkutat dalam pikirannya.
“Hahaha ... saya ini cuma tetua luar saja. Lagi pula saya dulu pernah cedera para saat masih muda,” sahut Baojia tanpa menyebut kenapa ia bisa terluka parah.
Xiuhuan menyimpan Pedang Rohnya, sehingga Kloning Manusia Air lansung menghilang. Chen Liu dan yang lainnya lansung bernafas lega. Karena sejak tadi mereka tak bisa menghancurkan Kloning Manusia Air itu.
Mereka kemudian menghampiri Baojia dan terkejut melihat kondisi Chen Yan yang terluka parah.
“Aku setuju-setuju saja untuk mengakhiri pertarungan ini,” kata Xiuhuan yang membuat mereka senang mendengarnya. “Namun, apa kompensasi yang aku terima,” katanya lagi.
Chen Liu lansung tersenyum kecut. “Kau sudah melihat semua lekuk tubuhku, jadi anggap saja impas,” sahut Chen Liu.
“Aku tak butuh itu! Yang aku butuhkan adalah Poin milik kalian semua dan juga Pil Neraka kalian,” kata Xiuhuan dengan senyum menyeringai. “Kalau masalah aku yang melihatmu mandi di telaga itu. Kan, sudah kubilang itu kecelakaan. Bagaimana kalau aku memperlihatkan punyaku juga biar impas,” katanya lagi yang lansung menurunkan celananya.
Chen Liu dan Chen Xia lansung terbelalak melihatnya. Keduanya kemudian menutup mata mereka dengan jari-jari tangan mereka, namun dilonggarkan sedikit, sehingga mereka masih melihat sesuatu yang belum pernah mereka lihat.
...⚔️Bersambung⚔️...
__ADS_1