Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Budak Iblis Wanita


__ADS_3

Xiuhuan segera menjauh dari pasar itu dan Iblis wanita itu langsung mengikutinya dari belakang dengan wajah menunduk.


“Dia tidak berusaha kabur, apakah mantra budak itu benar-benar mengikatnya. Aku harus berhati-hati di masa depan agar tidak dijadikan budak oleh Iblis-Iblis itu,” gumam Xiuhuan—memutuskan mencari penginapan, karena matahari sudah mau terbenam di Selatan. “Eh, aneh juga mataharinya, berbeda dengan Benua Kun Lun!”


Hanya ada beberapa penginapan di kota kecil ini dan Xiuhuan memasuki penginapan dengan lambang rubah ekor sembilan.


“Ada yang bisa aku bantu tampan?” Iblis wanita dengan boing-boing hampir keluar dari bajunya memegang wajah Xiuhuan, sehingga ia tersipu malu dan dalam hati merasa bangga, ternyata ia masih makhluk tertampan walaupun kadarnya ketampanannya sudah berkurang.


“Aku butuh satu kamar dan bawakan makanan terenak kalian,” sahut Xiuhuan dengan senyum genit menatap pelayan Iblis wanita itu.


Iblis wanita itu menjentikkan jarinya dan kunci dengan kode 07 muncul di genggamannya.


“Tolong jangan terlalu berisik, sepertinya dia barang baru. Tuan muda sungguh beruntung,” bisik Iblis wanita itu menggigit pelan telinga kerucut Xiuhuan.


Xiuhuan merasa tubuhnya menggelinjang kegelian dan segera melangkah pergi. Kalau lama-lama di sini, ia bisa tergoda oleh godaan Iblis terkutuk itu.


Iblis wanita berambut merah yang menjadi budak Xiuhuan mengikuti naik ke lantai dua penginapan itu. Xiuhuan membuka pintu kamar nomor 07 dan masuk ke dalam.


Kamar itu cukup sederhana, hanya ada satu ranjang untuk satu orang saja tanpa ada aksesoris lain, bahkan kamar mandi pun tak ada—benar-benar penginapan murah.


Xiuhuan merebahkan tubuhnya dan Iblis wanita itu berdiri di sebelah Xiuhuan menundukkan wajahnya, tak lama kemudian Pelayan—Iblis wanita tadi datang membawakan makanan.


“Permisi tuan!”


Iblis wanita itu langsung menerobos masuk dan menjentikkan jarinya, kemudian sebuah meja makan muncul, segera ia meletakkan makanan yang entah makanan apa itu.


Nampan tempat makanan itu bergelembung seperti air mendidih, tetapi warnanya merah. Xiuhuan tidak bertanya makanan apa itu, karena ia saat ini adalah Iblis.


“Apakah ada lagi yang Anda butuhkan, tuan muda?" Iblis wanita itu tersenyum genit sembari mengigit bibir bawahnya.


“Apakah ada kamar mandi, budakku ini sepertinya tak pernah mandi. Bagaimana tuan muda ini bisa nyaman, kalau baunya saja tak sedap,” sahut Xiuhuan dengan seringai tipis diwajahnya.

__ADS_1


“Aaaaa ... aku tahu, tuan muda sepertinya sudah tak sabar!” sahut Iblis wanita itu. “Baiklah dik, ikuti kakak ini. Aku akan merawatku agar tuanmu terpuaskan dan itu akan membuat masa depanmu cerah, karena tuan muda ini sangat tampan dan baik.”


Budak yang dibeli Xiuhuan mengangguk dan mengikuti Iblis wanita itu.


Xiuhuan menghela nafas panjang setelah mereka pergi. Dia kemudian menatap makanan aneh itu dan mencicipinya.


“Aaaaaa! Rasanya tenggorokanku terbakar!” Xiuhuan langsung meminum air segentong. “Panasnya seperti lahar gunung berapi saja, tetapi daging monsternya sangat enak—mungkin tunggu dingin dulu.”


Xiuhuan kembali rebahan di kasur sambil melamun membayangkan anak-anaknya di Pulau Niao dan Sekte Qingyun. Jumlah mereka sudah satu peleton, bahkan ia kadang-kadang salah memanggil nama mereka karena jarak usianya yang berdekatan, belum lagi beberapa diantara mereka tampak mirip sekali. Sebelum pergi ke sini, ia juga telah menanam bibit unggul pada istri-istrinya, mungkin saat kembali mereka sudah imut-imut menggemaskan.


“Tuan!” seru budaknya itu membuyarkan lamunan Xiuhuan.


“Eh, sudah selesai ternyata. Ummm wangi!” Xiuhuan menghirup rambut merah budak Iblisnya itu. “Ayo rebahan di sebelahku." Xiuhuan bergeser sedikit di kasur sempit itu.


Dengan ragu-ragu Iblis wanita itu langsung berbaring disebelahnya dan nafasnya tersengal-sengal akibat terlalu gugup.


Xiuhuan tersenyum melihat ekspresinya dan ia yakin gadis Iblis ini masih polos.


Budak Iblis itu menatap Xiuhuan dan ia tak ingin menceritakannya, tetapi mantra budak yang telah melekat padanya—membuatnya tiba-tiba berbicara.


“Klan kami berperang melawan Klan musuh bebuyutan kami dan sebelum berperang kedua pemimpin melakukan sumpah, bagi siapa yang kalah akan menjadi budak yang menang,” sahutnya.


Xiuhuan mengangguk, ternyata begitu. Dia juga merasa aneh tak mungkin seseorang tiba-tiba menjadi Budak.


“Apakah budak yang lain seperti kamu juga? Aku lupa ingatan, sehingga tak ingat apa-apa lagi, kecuali namaku saja.”


Budak Iblis melanjutkan mengatakan kalau budak yang lain juga adalah Iblis taklukkan, di mana sebelum bertarung melawan musuhnya mereka melakukan perjanjian akan menjadi budak pemenang.


Tujuan seseorang memperbudak musuhnya adalah agar satu tingkat Kultivasi musuhnya berpindah padanya. Namun, faktor itu akan terlaksana apabila yang akan diperbudak itu Kultivasi-nya sama dengannya atau diatasnya.


Contohnya Lei Jing tadi, ia sebenarnya adalah Demon God tingkat Satu. Namun, ia dijadikan budak sehingga lawannya mendapatkan satu tingkat Kultivasi-nya dan ia turun ke Ranah Dark Star tingkat sembilan. Kalau Xiuhuan membelinya maka, ia akan turun ke tingkat Dark Star tingkat Delapan.

__ADS_1


Mendengar penjelasan budaknya itu mata Xiuhuan berbinar-binar, kalau begini cukup membeli dua budak saja ia sudah mencapai Ranah Absolute God. Namun, ia ragu apakah itu berhasil, karena ia tidak memiliki darah Iblis dan Sesepuh Cao Yun tidak mengatakan apapun tentang hal ini.


“Ah, aku lupa. Siapa namamu cantik?” Xiuhuan membelai lembut pipi budak Iblis wanita itu. “Dan apa tingkat Kultivasimu sekarang?”


“Yu Qingyi tuan dan tingkat Kultivasiku adalah Dark Star tingkat Lima,” sahutnya tidak berani menatap wajah Xiuhuan.


“Aku di tingkat berapa sekarang?” tanya Xiuhuan penasaran dengan tingkat Kultivasi-nya.


“Dark Star tingkat Satu,” sahut Yu Qingyi.


“Oh, Dark Star tingkat Satu ... eh, apaaaaaaa? cuma tingkat satu!” Xiuhuan terkejut mendengarnya. Ternyata ia cuma pion saja di Benua Dayan ini.


“Benar tuan, tetapi kamu sepertinya memiliki qi yang tak terbatas, cuma itu tadi—sayang sekali mungkin dari awal tuan telah salah dalam mengolah Kultivasi, sehingga lebih baik tuan melanjutkan cara berkultivasi yang tuan pelajari. Karena percuma saja membeli budak agar naik tingkat, sebab itu tetap sia-sia—kecuali mereka digunakan untuk kepentingan lain.” Yu Qingyi memberikan penjelasan.


“Pantaslah Sesepuh Cao Yun tidak menceritakan tentang cara berkultivasi para Iblis. Namun, ia hanya menekankan untuk berkultivasi di Menara Iblis kota Zhongjian saja,” gumam Xiuhuan lesu—padahal ia sudah membayangkan mendapatkan kekuatan tak terbatas yang bisa melempar sebuah asteroid ke Dimensi Heidong agar Naga kampret itu meledak di sana.


Xiuhuan menenangkan hatinya dan menatap Yu Qingyi yang bertubuh agak kemerahan itu. Dia menjadi penasaran apakah rasanya sama seperti manusia, sedangkan Siluman sudah ia rasakan. Karena Serea akhirnya meminta jatah dengan sendirinya—setelah sering melihat Xiuhuan bermain kuda-kudaan.


“Manusia dan Siluman sudah pasti numero uno, sedangkan ini ... hmm, sepertinya harus dicoba," gumam Xiuhuan—segera melakukan gerakan tangan menjalar ke bagian sensitif tubuh Yu Qingyi, sehingga ia langsung menjerit keras karena terkejut.


Xiuhuan mendengar suara Pelayan wanita Iblis dilantai bawah tertawa terkekeh-kekeh, agar tidak menimbulkan keributan—Xiuhuan membuat Perisai air menutupi kamar mereka.


“Tu-tuan! Aku masih anak-anak!” bisik Yu Qingyi sehingga Xiuhuan terkejut dan melepas pelukannya.


“Betulkah? tetapi kenapa tubuhmu tampak dewasa sekali. Berapa memangnya usiamu?” tanya Xiuhuan penasaran.


“150 tahun tuan!” sahut Yu Qingyi malu-malu.


Xiuhuan memicingkan matanya. “Itu sih, sudah nenek-nenek di tempat asalku,” gerutu Xiuhuan langsung menerkam Yu Qingyi, ia tak peduli lagi alasan apa yang dibuatnya, sedangkan Yu Qingyi kebingungan dengan ucapan Xiuhuan itu.


...Jangan lupa 👍 Bosque 😁🤭...

__ADS_1


__ADS_2