Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Kembali ke Clan Lou


__ADS_3

Xiuhuan ternyata menghabiskan waktu seratus hari lebih di Sekte Teratai Biru, padahal rencana awalnya ia cuma 52 hari saja berada di sana. Namun, istri-istri Xiuhuan yang sedang mengidam kuda-kudaan dengannya, terpaksa memberikan jatah bonus lebih.


Saat hari kedua tiba di Sekte Teratai Biru, Xiuhuan melakukan pesta pernikahan besar-besaran dengan mengundang seluruh penduduk Pulau Niao—yang dihadiri langsung oleh Ratu Kerajaan Han yang juga murid Xiuhuan, Ratu Huanran.


Murid-murid Sekte Teratai Biru dan Pendekar Pedang di Pulau Niao sangat senang dengan jamuan gratis yang merupakan daging monster Level Tian, yang sangat bagus untuk budidaya Kultivasi. Bahkan beberapa murid langsung melakukan terobosan dan naik Level, begitu juga dengan Pendekar Pedang yang sedang mengalami kebuntuan Kultivasi—Beberapa diantara mereka juga mengalami kenaikan Level Pendekar Pedang mereka.


Para Pendekar Pedang dan murid-murid Sekte Teratai Biru yang jumlahnya ratusan ribu itu berharap di masa depan, guru besar Xiuhuan kembali menikah—agar acara seperti ini diadakan lagi. Tentu saja mereka mengatakannya di belakang guru-guru besar yang merupakan istri-istri Xiuhuan. Kalau sempat guru besar mereka mengetahui permohonan mereka, pasti mereka akan dihukum berat. Padahal selama ini mereka makan daging monster Level Huang, yang merupakan daging monster pemberian Xiuhuan.


Mereka juga mendapatkan Pill Surga dan Pill Neraka yang disuplai dari Paviliun Shilin dari daratan utama.


Sekte Teratai Biru tak perlu menggunakan artefak Teleportasi untuk keluar dari Pulau Niao, karena murid yang sekaligus istri Xiuhuan; Dou Yi yang memiliki jurus Pembelah Dimensi.


Dou Yi-lah yang bertanggungjawab untuk urusan perdagangan dengan Paviliun Shilin yang merupakan VOC-nya daratan utama. Tak ada organisasi lain atau kerajaan yang berani mengusik mereka. Karena ada Lou Yi yang menjadi momok menakutkan bagi Pendekar Pedang di daratan utama, termasuk Xiuhuan di masa lalu. Namun, sekarang bagi Xiuhuan—sangat mudah untuk mengalahkannya. Namun, tak ia lakukan karena Xiuhuan sangat menghormatinya.


Seratus hari yang menyenangkan telah berlalu, kini Xiuhuan telah berada di gerbang masuk Clan Lou. Detak jantungnya berdebar-debar hebat, karena memikirkan hukuman apa yang akan ia hadapi—seperti di masa lalu.


“Selamat pagi senior!” sapa Xiuhuan pada penjaga gerbang.


Dia menatap Xiuhuan dengan teliti dan mengenali wajahnya. “Kau adalah murid yang dinyatakan hilang untuk kedua kalinya,” sahut Penjaga itu dengan suara datar—seolah-olah Xiuhuan sudah sering melakukan itu. “Pergilah menuju Paviliun utama, karena Ketua Clan telah menunggumu," kata Pria bertubuh gemuk itu dengan tatapan dingin.


“Gawat! Apa aku akan menghadapi hukuman berat,” gumam Xiuhuan tersenyum masam segera menuju Paviliun utama Clan Lou.


Xiuhuan melewati restoran Sturbak dan melihat gadis cantik, tetapi memiliki kepribadian sundere itu sedang berjalan memasuki restoran.


“Saudari Mei!” Xiuhuan menyapa Lou Mei yang langsung menoleh kebelakang, karena suara yang memanggilnya itu sangat familiar sekali. “Lama tak jumpa, hehehe ... aku pulang kampung untuk memberikan nafkah batin pada 52 istriku,” kata Xiuhuan dengan jelas dan terdengar oleh murid Clan Lou lainnya.

__ADS_1


“Cih, dasar tak tahu malu!”


“Kenapa Clan Lou memiliki lelaki bejat begini!”


Murid-murid perempuan yang mendengar ucapan Xiuhuan, merasa terusik. Karena beberapa bulan yang lalu Xiuhuan sering pamer memiliki istri 20. Namun, jumlahnya sekarang malah naik dua kali lipat, tentu saja mereka menyangka Xiuhuan menggunakan guna-guna, walaupun wajahnya memang diatas rata-rata lelaki Clan Lou lainnya.


“Xiuhuan!” sahut Lou Mei berlari menghampirinya. Namun, langkahnya langsung terhenti. “Apakah kamu menikahi para wanita yang diculik oleh bandit gunung Lugu kemarin?” tebaknya.


“Eh, kok, kamu bisa tahu!” Xiuhuan tersenyum lebar. “Mereka sekarang baik-baik saja dan sangat senang mendapatkan ketampanan yang hakiki ini.” Xiuhuan menatap genit pada Lou Mei.


“Cih, bikin jijik saja, tetapi syukurlah kamu baik-baik saja,” sahutnya menepuk pundak Xiuhuan. “Kamu pasti akan dihukum, kan?” Lou Mei mengejek Xiuhuan dengan seringai tipis diwajahnya. Namun, ia tiba-tiba terkejut. “Immortal Menengah!”


“Hahaha ... iya, dong!” Xiuhuan tertawa terkekeh-kekeh saat melihat wajah terkejut Lou Mei. “Yah, kita akan berpisah, bagaimana? Masih ada slot ke 53, lho?” goda Xiuhuan.


“Yah, mungkin ratusan tahun lagi kita akan bertemu di sana!” sahut Lou Mei, yang ternyata tidak tergoda dengan rayuan Xiuhuan, walaupun sebenarnya ia sangat mencintainya. Namun, untuk saat ini ia tak rela berbagi cinta dengan banyak wanita, makanya rasa cintanya itu ia pendam sendiri.


“Yah, kamu akan menyesal tidak mau menjadi suami lelaki tertampan sejagat raya ini!” Xiuhuan menghela nafas panjang dan menengadah menatap langit berawan tipis.


“Lelaki buaya kampret! Jangan merasa sok ganteng ... masih banyak pria baik-baik di dunia ini—untuk sekarang mereka belum menemukanku, tetapi aku yakin; suatu hari salah satu diantara mereka akan meminangku dan kami akan menjalani kehidupan yang bahagia.” Lou Mei membayangkan wajah seorang pria tampan yang sebenarnya adalah wajah Xiuhuan.


“Mudah-mudahan pria itu Xiuhuan hehehe ...." Xiuhuan tertawa cekikikan lagi dan mengeluarkan senjata pusaka tingkat menengah, Rantai Diyu milik bos bandit gunung Lugu. “Ambillah, senjata ini sangat hebat. Cocok untuk berelemen api sepertimu—”


Lou Mei langsung menyambarnya dan dengan senyum lebar berkata, “Terimakasih ... akhirnya aku memiliki senjata pusaka yang sangat kuat!”


Xiuhuan sangat senang melihatnya bahagia, lagi pula ia sudah mengambil bagian yang banyak dari harta milik para bandit itu. Jadi, wajarlah Lou Mei juga mendapatkan bagian, sebagai rekan timnya yang mengalahkan bandit gunung Lugu itu.

__ADS_1


“Kalau begitu aku akan pamit,” kata Xiuhuan membuyarkan kebahagiaan Lou Mei itu. “Mungkin kita tak akan bertemu lagi, tetapi bila kamu rindu Aku, kamu bisa menghubungiku dengan Artefak Bip-bip ini. Kalau kamu sudah memantapkan hatimu menjadi yang ke-53 juga boleh," canda Xiuhuan—menyerahkan Artefak Bip-bip yang ia dapatkan dari Kultivator Clan Nie saat di Dimensi Heidong.


“Bila kamu mengalami kesulitan di masa depan, jangan sungkan menghubungiku. Walaupun harus menerjang badai, aku akan datang membantumu,” kata Lou Mei membungkukkan sedikit wajahnya dan menangkupkan tinju untuk menunjukkan rasa terimakasih pada Xiuhuan.


Xiuhuan juga melakukan gerakan yang sama.


“Kita adalah saudara seperguruan, walaupun awalnya aku sangat jengkel saat pertama kali bertemu denganmu. Namun, saat ini hanya kamu orang yang paling kupercayai di Kota Nancheng, jadi ... jangan pernah sungkan padaku.” Xiuhuan pun melangkah pergi menuju Paviliun utama Clan Lou.


Lou Mei menatap punggung lelaki tampan itu yang kini telah menjadi Immortal Menengah. Mungkin hari ini adalah pertemuan terakhir mereka dan tak terasa air mata Lou Mei membasahi pipinya.


“Kakak Mei! Apa kamu baik-baik saja?”


Murid wanita yang baru saja datang dari Clan cabang itu menghampiri Lou Mei dengan tergesa-gesa. Baginya Lou Mei adalah penyelamatnya, karena saat pertama kali memasuki Paviliun tetua Lou Zui, ia malah dibully oleh seniornya, untung saja Lou Mei melihatnya; kemudian membelanya dan mulai saat itu ia terus mengikuti Lou Mei kemana pun pergi.


Lou Mei menyeka air matanya dan tersenyum lebar.


“Aku baik-baik saja, mari kita makan enak!” seru Lou Mei merangkul pundaknya dan membawa wanita itu memasuki restoran Sturbak. Di kejauhan Xiuhuan tersenyum, karena Lou Mei kini telah memiliki teman tak seperti biasanya yang dijauhi oleh murid yang lainnya.


...*...


...*...


...*...


...~Jangan lupa 👍 Bosque~...

__ADS_1


__ADS_2