
Xiuhuan menyerahkan urusan Du Han pada Du Jing dan Du Louxia, ia kemudian menuju kota Dufan dengan artefak teleportasi yang diaktifkan oleh Du Jing.
Xiuhuan langsung muncul di halaman Kediaman Clan Du dan Du Jingtian beserta para tetua sudah menunggu di sana sejak tadi pagi—walaupun akhirnya Xiuhuan datangnya agak kesiangan, karena ada tikus-tikus nakal yang ingin menggerogoti kepimpinan Du Louxia.
Du Jingtian menangkupkan tinjunya untuk menunjukkan rasa hormat, begitu juga dengan para tetua. “Salam tuan Xiuhuan ... akhirnya Anda datang juga, dan kami telah mempersiapkan Altar teleportasi menuju Dimensi Jingzi,” kata Du Jingtian dengan senyum lebar, padahal dalam hatinya ia sedang mengumpati Xiuhuan karena membuat mereka menunggunya dalam waktu yang sangat lama di halaman Kediaman Clan Du tersebut.
“Maaf-maaf ... Ketua Jingtian, aku terlambat karena ada urusan kecil di Kota Qingyang tadi,” sahut Xiuhuan sembari menangkupkan tinjunya untuk menunjukkan rasa hormat pada Ketua Clan Du dan para tetua.
Mereka terkejut mendengarnya dan menduga Xiuhuan pasti telah melakukan pembunuhan lagi pada penduduk Kota Qingyang atau salah satu Kultivator yang dikirim untuk membantu Du Louxia.
Du Jingtian memicingkan mata menatap Tetua Kelima agar segera mengaktifkan altar teleportasi menuju Dimensi Jingzi, karena bila Xiuhuan dibiarkan berlama-lama di sini—takutnya ia malah mencelakai salah satu dari anggota Clannya nanti.
Tetua kelima mengeluarkan Kristal Monster dan meletakkan disetiap sudut Altar. Kemudian ia mengalirkan qi pada Altar tersebut, sehingga tiba-tiba robekan dimensi muncul.
“Hmm, kenapa mereka buru-buru sekali menyuruhku pergi ke Dimensi Jingzi, padahal aku masih ingin makan pagi atau minum teh dulu,” gumam Xiuhuan mengerutkan keningnya—karena ia merasa Clan Du seperti tidak mengharapkan kehadirannya saja.
“Tuan Xiuhuan!” seru Du Jingtian dengan senyum lebar. “Silahkan menuju Altar teleportasi—karena tetua Kelima membukanya secara paksa, maka itu akan menimbulkan kemarahan Simulasi Laba-laba dan ia akan menutup paksa kembali Altar teleportasi ini,” katanya lagi.
Xiuhuan menghela nafas dalam-dalam dan segera menuju Altar teleportasi. “Sampai jumpa Ketua Jingtian!” seru Xiuhuan setelah berdiri di atas Altar teleportasi.
__ADS_1
Tak berselang lama, Xiuhuan sudah menghilang bersama cahaya putih dan Du Jingtian sangat lega ia tidak bertingkah aneh-aneh selama ada di sini, serta untungnya para tetua tidak ada yang memancing keributan. Entah kenapa mereka sangat patuh untuk hari ini, padahal tadi malam mereka berdebat sangat lama—hanya untuk menentukan apakah akan berkoalisi dengan Xiuhuan atau tidak.
...***...
“Anda Siapa?” tanya Kultivator wanita anggota Clan Du—menatap Xiuhuan dengan ekspresi wajah keheranan, karena ia tiba-tiba muncul di hadapannya yang sedang dikepung oleh Lima Monster Serigala Level Xuan, sehingga wanita cantik Ranah Immortal Akhir itu hanya bisa pasrah saja melihat rekan-rekannya di makan hidup-hidup oleh Monster Serigala.
Xiuhuan menoleh kebelakang dan terkejut melihat beberapa potongan tubuh Kultivator sudah berada dalam mulut Monster Serigala, sedangkan seorang wanita cantik tampak pasrah dikelilingi oleh Monster Serigala lainnya.
“Hmm, aku dikirim oleh Ketua Jingtian untuk membunuh Siluman Laba-laba. Apakah kamu tahu di mana sarangnya?” sahut Xiuhuan sembari berjalan dengan santai mendekatinya.
“Jangan ke sini, cepat selamatkan dirimu!” kata Kultivator wanita cantik itu—tidak memperhatikan tingkat kultivasi Xiuhuan yang sebenarnya adalah Ranah Absolute God, sehingga untuk melawan Monster Level Xuan hanya lambaian tangan saja baginya.
Xiuhuan menyeka air mata yang membasahi pipi gadis cantik tersebut dan berkata, “Anda tidak perlu menangis lagi—semua sudah aman. Apakah kamu mengetahui di mana Siluman Laba-laba yang kutanyakan tadi?”
Kultivator wanita itu memperhatikan wajah Xiuhuan dengan seksama dan terkejut—ternyata ia telah diselamatkan oleh Kultivator yang sangat tampan, seperti Pangeran Khayalan saja. “Siluman Laba-laba yang senior maksud ada di puncak gunung yang berawan tebal itu!” sahut gadis cantik tersebut menunjuk ke arah gunung tertinggi di Dimensi Jingzi tersebut.
“Oo, ternyata tidak sulit juga mencari Siluman itu,” gumam Xiuhuan dengan seringai tipis diwajahnya, sehingga wanita cantik itu keheranan—kenapa ia bertanya tentang Siluman yang merupakan pemilik Dimensi Jingzi ini. “Carilah teman-temanmu yang lain, karena aku akan berburu Sipidermen hehehe ....” Xiuhuan tertawa terkekeh-kekeh.
Gadis cantik itu terkejut mendengarnya—tetapi ia tidak berani menanyakan kenapa Xiuhuan melakukan itu. “Apakah Ketua Jingtian menyuruhnya untuk membunuh Siluman Laba-laba? Tetapi itu mustahil bila hanya menyerangnya seorang diri saja, walaupun ia Kultivator Ranah Absolute God,” gumam gadis tersebut.
__ADS_1
Dia kemudian menangkupkan tinjunya untuk menunjukkan rasa hormat pada Xiuhuan, karena telah menyelamatkan dirinya. Sebenarnya dia ingin mengikuti Xiuhuan, tetapi ia tidak ingin malah akan menjadi beban padanya nanti—makanya ia setuju untuk bergerak sendiri untuk mencari teman-teman satu Clan-nya yang lain.
Xiuhuan merobek Dimensi menuju puncak gunung dan langsung muncul di puncak gunung yang dikatakan oleh wanita cantik tadi. Namun, ia tidak merasakan keberadaan Siluman Laba-laba itu, melainkan hanya kumpulan Monster Elang Level Tian saja.
Monster-monster Elang tersebut langsung mengepung Xiuhuan, karena ia telah memasuki wilayah terlarang yang tidak boleh dimasuki oleh manusia.
“Hei, manusia bodoh! Kamu sudah bosan hidup, ya?” kata Monster Elang yang telah berevolusi—sehingga bisa berbahasa Manusia.
Xiuhuan menyeringai menatap para Monster Elang itu dan berkata, “Kalian burung pipit jangan berkicau tak jelas begitu. Aku hanya ingin bertamu dengan Sipidermen saja, dan katakan padanya kalau babang tampan rindu padanya.”
Para Monster Elang itu keheranan mendengarnya, karena ucapan Xiuhuan itu seolah-olah ia adalah teman lama dengan Siluman Laba-laba, yang merupakan bos mereka di Dimensi Jingzi ini.
“Huh! Kami tidak akan percaya dengan perkataan busukmu itu!” sahut salah satu Monster Elang itu, karena Ketua Clan Du saja akan menundukkan wajahnya bila ingin bertemu dengan Siluman Laba-laba, sementara Xiuhuan malah cengar-cengir seperti menganggap remeh bos mereka itu.
Xiuhuan mengerutkan keningnya, padahal ia telah mencoba berbaik hati untuk tidak bertindak keras pada mereka—Namun, mereka malah bertingkah songong.
“Cih, baiklah kalian sendiri yang memintaku menggunakan metode ini!” kata Xiuhuan dengan seringai tipis diwajahnya. Kemudian Seribu Kloning Manusia Air muncul dan para Monster Elang itu menjadi panik, karena jumlah Kloning Manusia Air lebih banyak dari mereka—belum lagi semua Kloning Manusia Air itu setara dengan Ranah Absolute God.
Xiuhuan yakin dengan membuat huru-hara di puncak gunung ini, maka Siluman Laba-laba yang tidak diketahui keberadaannya itu akan menampakkan diri, karena ia telah menghancurkan sarangnya.
__ADS_1