
Xiuhuan mampir sebentar ke restoran sturbak untuk berpamitan pada Lou Mei, karena tadi ia pergi bersama dengannya untuk sarapan pagi.
“Xiuhuan!” seru Lou Mei melambaikan tangan padanya yang celingak-celinguk mencari keberadaan Lou Mei di lantai satu restoran sturbak yang lumayan ramai itu. “Ke sini!” katanya lagi saat Xiuhuan menoleh.
Di mejanya telah ada beberapa kue dan segelas teh hangat. Kue itu belum disentuh oleh Lou Mei, sehingga Xiuhuan lansung menyambarnya, karena tak ada waktu untuk memesan makanan. Takutnya rombongan murid yang akan menuju desa Chasan telah lama menunggunya.
Xiuhuan telah menghabiskan banyak waktu saat diinterogasi tadi, bisa saja mereka nanti meninggalkan Xiuhuan, karena mereka telah mengetahui tak ada murid yang kuat dari aula tetua Lou Zui.
Lou Mei mengembung kan pipinya, “Hei, aku yang membelinya. Kenapa kau yang memakannya?” Dia dongkol sekali menatap Xiuhuan.
“Aku mau pamit saja ke sini,” sahut Xiuhuan tetap mengambil potongan kue itu, hingga tinggal satu potong saja untuk Lou Mei. “Tetua mengirimku mengikuti misi dengan kelompok murid Lima besar.” Xiuhuan lansung meninggalkan Lou Mei dengan mulutnya masih terisi dua potong kue.
“Ih, dasar Xiuhuan bodoh!” gerutu Lou Mei hampir menangis kue miliknya hanya tinggal sepotong lagi.
Lou Mei merasa kehilangan, saat Xiuhuan pergi. Dia harus sendiri lagi untuk beberapa hari kedepan. Karena tak ada murid yang berteman dengannya; mengingat masa lalu Lou Mei yang suka menindas murid laki-laki.
Xiuhuan beberapa kali bertanya pada murid-murid Clan Lou saat menuju ke aula administrasi. Karena ia belum pernah ke sana, sehingga ia benar-benar terlambat.
Murid peringkat Lima besar menatap tajam pada Xiuhuan, saat ia mengatakan pada tetua Lou Xingzheng, bahwa ia diutus oleh tetua Lou Zui; mengikuti kelompok yang akan menuju makam di desa Chasan.
Lou Xue yang duduk di kursi tunggu sembari memejamkan matanya, tahu yang datang adalah Xiuhuan.
Dia tak habis pikir, apa yang ada dalam pikiran para tetua mengirim murid baru dan mesum itu. Padahal Kelima murid peringkat atas ikut semua dalam misi ini, kecuali ada yang tidak bisa ikut. Itupun seharusnya, slot kosong akan diambil oleh murid peringkat Enam, bukan Xiuhuan peringkat 40.
__ADS_1
Lou Rong berdiri dari tempat duduknya, dia sudah menahan amarahnya dari tadi, karena ada Lou Xue disampingnya. Namun, Xiuhuan malah datang dengan cengengesan, seolah-olah dia adalah murid terpenting di Clan Lou ini.
“Hei, kau murid baru!” bentak Lou Rong. “Apakah kamu tidak pandai mengatur waktu. Kita bisa terlambat memasuki makam! Ah, sialan kau ini,” cibir Lou Rong ingin memukul Xiuhuan, tetapi mereka berada di aula administrasi, sehingga tak bisa leluasa menghakimi orang.
“Sabar bro. Apakah kalian tidak diperiksa oleh para tetua? Kan, Nona Xue juga memiliki Elemen Air?” Xiuhuan penasaran, apakah peringkat atas diperiksa atau tidak.
Murid-murid peringkat atas itu menertawai Xiuhuan, sedangkan Lou Xue membuka matanya dan melihat Xiuhuan sekilas. Dia kemudian lansung berdiri.
“Hei, anak baru!—Senior Xue itu hanya memiliki Elemen Es dan Kayu.” Lou Yong menjelaskan. “Ayo ikuti mereka. Kita sebagai peringkat paling bawah, hanya bisa mengekor saja pada mereka,” lanjutnya lagi.
Xiuhuan menarik nafas dalam-dalam, ia tak ingin bermusuhan juga dengan mereka. Dan memutuskan tak menanggapinya hinaan dari Lou Rong tadi. Di juga berpikir mungkin Lou Xue memiliki alasan khusus seperti dirinya menyembunyikan sebagian kekuatannya.
“Jangan jauh-jauh dari kami. Nanti, kami tak akan bertanggung jawab bila kau terluka,” kata Lou Xue, setelah mereka berada di luar aula administrasi.
“Se-senior Xue akhirnya buka suara. Namun, sayang sekali, ia malah memperhatikan murid baru ini. Apakah rumor yang beredar akhir-akhir ini, memang kenyataan?” Lou Tian, peringkat tiga Clan Lou mengejek Lou Rong yang wajahnya memerah, karena cemburu Lou Xue perhatian pada Xiuhuan.
“Apakah kalian berdua ingin kubunuh!” bentak Lou Rong mengeluarkan Pedang Meteor dari cincin dimensi miliknya.
Semua terkejut melihatnya. Mereka tak menyangka Lou Rong akan mewarisi Pedang Meteor dari Ketua Clan Lou.
“Cih, beruntung sekali dia!—Seandainya Aku juga anak salah satu tetua; mungkin Aku akan memiliki senjata Pusaka, setidaknya Senjata pusaka tingkat menengah lah.” Lou Yong iri dengan Lou Rong.
“Pusaka tingkat menengah kan, bisa dibeli di Aula Besi. Tinggal beli saja beres!—Kecuali senjata pusaka tingkat tinggi, barulah sulit mendapatkannya,” sahut Xiuhuan juga takjub dengan Pedang Meteor.
__ADS_1
Xiuhuan membayangkan betapa mengerikannya, bila menggunakan Pedang pusaka tingkat tinggi itu saat pertarungan, bisa-bisa daratan akan menjadi lautan api.
“Dasar kau ini. Harga pusaka tingkat menengah itu puluhan juta keping emas lho. Dari mana datangnya uang sebanyak itu,” gerutu Lou Yong.
Lou Xue menatap Pedang Meteor milik Lou Rong, matanya tampak bersinar dan tentunya Lou Rong tersenyum, karena membuat Lou Xue memperhatikannya.
Lou Rong memberikan Pedang Meteor pada Lou Xue.
“Ini kamu boleh mencobanya; tampaknya saudari Xue tertarik dengan Pedang Meteor.”
Lou Xue akhirnya melempar senyum tipis pada Lou Rong, yang membuat detak jantungnya berdebar-debar. Bukan hanya dia saja yang terpesona, keempat buaya darat lainnya juga ikut berbunga-bunga melihatnya.
Lou Xue memegang gagang Pedang Meteor dan mengalirkan sedikit qi miliknya, tetapi Pedang pusaka tingkat tinggi itu lansung bereaksi yang lansung membuatnya muntah darah dan melepas Pedang itu.
“Saudari Xue!” Lou Rong ingin memegang pundaknya, tetapi lansung ditepis oleh Lou Xue. “Apakah kamu baik-baik saja,” Dia khawatir sembari menyimpan Pedang Meteor ke cincin dimensi miliknya.
“Tidak apa-apa, ayo kita berangkat sekarang!” sahut Lou Xue, sambil mengeluarkan Kapal terbang miliknya.
Dia juga menyeka darah dari sela-sela bibirnya, ia merasa jalur qi elemen Es miliknya terganggu. Ternyata Elemen Es tak bisa memakai senjata Pusaka tingkat tinggi nomor ke tujuh terkuat dari sepuluh senjata pusaka tingkat tinggi yang dapat mengguncang langit itu.
Lou Xue duduk bersila melakukan Kultivasi memulihkan kembali jalur qi elemen Es miliknya. Dia tak menyangka akan seceroboh itu, mungkin terlalu senang melihat senjata Pusaka tingkat tinggi.
Xiuhuan hanya diam saja dan tak menyangka Lou Rong sangat bodoh memamerkan Pedang pusaka tingkat tinggi miliknya. Kecuali ia sudah mencapai Ranah Absolute God, tak apalah pamer ke seantero Benua Kun Lun atau menantang semua Kultivator hebat. Ini baru tingkat Immortal Awal saja sudah pamer, sama saja mau jadi donat oleh Kultivator Level tinggi nantinya.
__ADS_1
“Sepertinya perjalanan ini tak akan berjalan mulus. Aku malah satu tim dengan murid-murid sombong yang tak mengetahui betapa luasnya alam semesta,” gumam Xiuhuan menghela nafas dalam-dalam sembari memejamkan matanya juga.
...~Bersambung~...