Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Misi Pertama


__ADS_3

"Baiklah semuanya semongko!" seru Xiuhuan memanggil murid-murid untuk berangkat ke aula misi, memilih misi pertama mereka di Sekte Teratai Biru ini.


"Semangat guruuuuu!" sahut Shuyan sambil membukakan pintu kamarnya.


"Serius sekali ... itu cuma jokes bapack-bapack tua sepertiku," kata Xiuhuan lagi. "Mana Huanran? Apa dikiranya ini masih istana Haitian, sehingga menunggu dayang-dayang cantik datang membangunkannya!"


"Tunggguuuuu ... aku lagi mandi!" sahut Huanran dari dalam kamar.


"Olahhh, baiklah ... guru akan menunggu kalian di lantai bawah." Xiuhuan meninggalkan murid-muridnya itu yang sedang sibuk bersolek, kayak mau kondangan saja. Padahal mereka mau menjalankan misi, untung saja Xiuhuan tipikal guru yang enjoy dan sabaran.


Butuh cukup waktu yang lumayan lama, menunggu gadis-gadis puber itu berdandan. Bahkan Xiuhuan sempat makan dan menggoreng telur ceplok, kembali lagi ke ruang tunggu aula timur itu. Untung saja tak ada rokok di Pulau Niao, kalau menunggu sambil merokok mungkin habis juga tiga batang rokok.


"Ayo berangkat!" seru Shuyan, murid yang paling semangat untuk misi ini.


"Oa**lahhh, hampir saja aku bermimpi tidur di pelukan tetua Xiao Liu, gara-gara menunggu kalian!" sahut Xiuhuan sambil melangkah keluar dari aula timur.


Murid-murid Xiuhuan hanya senyum-senyum menanggapi keluhan gurunya itu. Kemudian mereka berjalan menuju aula misi, yang terletak dekat aula utama.

__ADS_1


Sesampainya di aula misi, terlihat banyak murid-murid senior yang sedang memimpin beberapa murid pemula untuk melakukan misi pertama mereka. Sehingga ada antrian cukup panjang untuk memasuki ruang aula.


"Tetua keenam!" sapa murid senior dan pemula yang melihat kedatangannya.


"Ya, beri jalan buatku!" seru Xiuhuan memotong antrian. Sebagai tetua ia malah memberikan contoh yang tidak baik, dengan mengandalkan jabatannya supaya murid-muridnya lebih dulu dilayani.


Murid-murid senior dan pemula itu segera memberi jalan. Hingga akhirnya mereka memasuki aula misi.


"Kalian ambil misi yang mudah saja untuk pertama kalinya!" seru Xiuhuan.


Murid-murid Xiuhuan lansung memperhatikan poster yang terpampang di dinding yang khusus misi murid pemula. Butuh cukup waktu lama juga bagi mereka menentukan pilihan, hingga pilihan mereka jatuh pada mengawal petani desa Chen Lu memanen Ginseng kuning.


Bandit-bandit ini sulit ditumpas, karena mereka muncul seperti "Jelangkung", datang tak dijemput pulang tak diantar. Yang paling sulit adalah, mereka selalu bergerak dalam kelompok kecil dan dengan kurun waktu yang tak terduga.


"Guru ... kami sudah mengambil misi!" seru Liu Ya. Dia yang memimpin dalam misi ini, karena Liu Ya yang lebih tinggi levelnya dan juga ia termasuk kategori murid biasa, satu tingkat diatas murid pemula.


"Ya, kalian berangkat saja! Guru hanya bertindak sebagai pengawas saja, semua rencana atau strategi kalian yang atur. Guru tak akan campur tangan, kecuali dalam kondisi tak memungkinkan!" sahut Xiuhuan.

__ADS_1


"Baiklah guru ... kami akan bergerak sekarang!" balas Liu Ya. "Ayo teman-teman kita menuju desa Chen Lu!" seru Liu Ya.


Akhirnya Xiuhuan, sebagai tetua keenam melakukan kontribusi pertama untuk Sekte Teratai Biru, setelah 20 tahun makan gaji buta di Sekte ini.


Liu Ya dan kelompoknya telah melewati Kota Hua, kini mereka melewati ladang Ginseng kuning sepanjang perjalanan.


Kota Hua dan sekitarnya, yang masuk dalam lingkup Sekte Teratai Biru adalah penghasil Ginseng terbesar di Pulau Niao, sehingga akhir-akhir ini membuat iri beberapa Sekte dan mereka melakukan pengrusakan ladang Ginseng kuning, bahkan beberapa pengiriman ke daerah lain juga dirampok dalam perjalanan.


Ginseng kuning sendiri bukan kategori sumberdaya tingkat tinggi, melainkan termasuk sumberdaya tingkat rendah dan beberapa ada yang mencapai tingkat menengah, itupun rasionya cukup rendah. Dalam satu hektar lahan Ginseng kuning, hanya 1% yang mencapai tingkat menengah.


Walaupun ginseng kuning sumberdaya tingkat rendah, tapi itu sangat diperlukan bagi Pendekar Pedang pemula untuk memulai berkultivasi. Karena resiko kerusakan Rongqi saat menyerap sumberdaya sangat rendah, walaupun agak lambat juga untuk menaikkan level Pendekar Pedangnya.


Tak ada yang instan untuk menjadi kuat, itu semua butuh proses yang panjang. Bahkan Xiuhuan butuh ratusan tahun untuk mencapai Pendekar Pedang tahap 100. Yang instan itu cuma korupsi, itupun jika tak ketahuan Hakim Jia Li, Kalau sempat ketahuan, siap-siap kepalamu dipajang di tengah kota.


Bersambung 🗡️🗡️🗡️


Maaf ya, tak semua komentar saya respon. Karena saya itu tinggal di kampung, jaringan internet di sini agak lemot. Harus di luar rumah baru bagus, sedangkan di dalam rumah di tempel dulu di dinding, itupun harus menghadap ke timur.

__ADS_1


Yang senasib angkat jempol kakinya 😁😁😁


__ADS_2