Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Kota Zhongjian


__ADS_3

Xiuhuan mengetuk pintu kamar ketiga istrinya menginap di kota Zhongjian tersebut, dan mereka kebingungan siapa yang tiba-tiba mengetuk pintu itu.


Yu Qingyi dan Kong Xia sedang duduk bersila berkultivasi dan hanya Yu Fen saja yang rebahan karena sedang hamil tua saat ini. Dia kebingungan, apa jangan-jangan keberadaan mereka telah terendus oleh Clan Feng atau Clan Sin. Namun, ia merasa aura yang ditunjukkan oleh tamu yang mengetuk pintu kamarnya itu—tidak menunjukkan niat jahat, sehingga ia memutuskan membuka pintu kamar.


Xiuhuan langsung tersenyum lebar saat pintu kamar terbuka dan Yu Fen membelalakkan matanya. Tak terasa butiran air mata dari Iblis dengan kulit putih pucat dan mata merah itu membasahi pipinya. “Apa aku sedang berhalusinasi?" Yu Fen mengelus pipi Xiuhuan dan ia merasa ini benar-benar nyata dan bukan sebuah halusinasi darinya.


“Maafkan aku sayang ....” Xiuhuan langsung memeluknya. “Aku terlalu lemah sehingga tidak bisa menyusul kalian dan aku sangat lega melihat kalian baik-baik saja.” Air mata Xiuhuan juga sudah tak terbendung lagi.


Yu Qingyi dan Kong Xia yang tengah larut dalam berkultivasi itu mendengar suara isak tangis Yu Fen dan keduanya pun berhenti berkultivasi—mereka mengira ada yang menyerang Yu Fen dan keduanya mengeluarkan Pedang masing-masing.


“Bibi Fen!” seru Yu Qingyi—panik dan melompat ke arah pintu. Namun, mulutnya seperti terkunci dan sulit untuk berbicara saat melihat sosok yang ada dihadapannya.


“Siapa itu Saudari Qingyi?” tanya Kong Xia menyusulnya ke pintu kamar dan terkejut. “Xiuhuan gege!” teriak Kong Xia langsung memeluknya dan menangis sesenggukan.


“Qingyi‘er ....” Xiuhuan memanggilnya, karena ia masih mematung—seperti tidak tahu harus mengatakan apa. “Kemarilah istriku!” katanya lagi dan Yu Qingyi maju dengan air mata bercucuran membasahi pipinya.


“Xiuhuan gege, jangan tinggalkan kami lagi! huhuhu ....” Yu Qingyi memukul-mukul dada Xiuhuan. “Kami sangat khawatir padamu dan tidak tahu harus melakukan apa tanpamu!” katanya lagi dan Xiuhuan hanya bisa menarik nafas dalam-dalam, menenangkan ketiganya dan berjanji tidak akan meninggalkan mereka.


Xiuhuan mengajak mereka reunian di dalam saja, karena takut mengganggu pelanggan penginapan lainnya. Kemudian ia menceritakan apa yang terjadi di arena gladiator dan kemudian ia dan Feng Jiao terdampar di gua bekas tambang Giok—setelah itu mereka pergi ke Clan Cou dan akhirnya ia diantar oleh Feng Yue kemari.


Ketiga tampak senang dengan kembalinya Xiuhuan bersama mereka dan Xiuhuan mengelus perut Yu Fen—karena tak menyangka energi kehidupan dalam perutnya sangat besar, mungkin karena gabungan antara manusia dan Iblis yang malah menghasilkan ras unggulan.


“Kapan Menara Iblis terbuka? Sepertinya Yu Fen masih bisa menunda kelahiran tuyul kita, kan?” tanya Xiuhuan dengan seringai tipis diwajahnya.


Yu Fen cemberut mendengarnya, karena anaknya malah disamakan dengan tuyul. “Masih bisa gege dan jangan khawatir—kita akan sama-sama masuk ke Menara Iblis karena bulan depan baru dibuka lagi,” sahut Yu Fen.


“Sepertinya kota Zhongjian ini masih merestui kita untuk melakukan ....” Xiuhuan langsung menyambar ketiganya, karena belut tampan sudah tak sabar lagi.

__ADS_1


...***...


Hari demi hari pun berlalu, mereka menghabiskan waktu yang damai di kota Zhongjian itu dengan bergulat siapa yang paling lama bertahan dan tentunya mereka sama-sama hebat—karena keempatnya adalah Kultivator yang bisa menggunakan qi mengisi tenaga mereka saat merasa kelelahan.


Pelayan penginapan keheranan saat melihat ketiga Iblis cantik yang menyewa kamar atas turun bersama dengan Iblis tampan, karena ia tidak pernah melihat Xiuhuan yang tak pernah keluar dari kamar setelah datang ke kota Zhongjian ini.


Pelayan penginapan itu menangkupkan tinjunya karena tahu Ketiga Iblis wanita itu akan memasuki Menara Iblis, sehingga mereka tidak akan memperpanjang sewa kamar mereka.


“Kami akan menantikan kunjungan Nona Fen dikemudian hari lagi,” sapa Pelayan wanita itu dengan senyum ramah—sembari menerima kunci kamar darinya.


“Ya, kirim salam pada Nyonya Ling, karena atas kebaikannyalah kami bisa menikmati kedamaian di kota Zhongjian ini hehehe ....” Yu Fen juga menangkupkan tinjunya untuk menunjukkan rasa hormat.


Pelayan wanita itu mengangguk dan Keempatnya pun meninggalkan Penginapan.


Yu Qingyi sudah tak sabar meningkatkan Kultivasi-nya di Menara Iblis. Namun, sepanjang perjalanan—ternyata Kultivator Ranah Demon God tingkat Sembilan yang mendominasi pengunjung yang ingin memasuki Menara Iblis. Itu memang wajar, karena khasiat berkultivasi di Menara Iblis hanya bisa dimasuki sekali saja dan bila dimasuki untuk kedua kalinya, maka tidak akan bermanfaat lagi dan justru akan membuat Kultivasi Kultivator itu turun.


“Cangcimen!”


“Arak-arak!”


“Artefak tingkat tinggi!”


“Rumput Mimosa berusia satu milyar tahun! Mengandung energi spiritual yang sangat besar, ini akan membantu Anda bila kekurangan qi setelah selesai berkultivasi di Menara Iblis!”


Para pedagang asongan kota Zhongjian menjajakan dagangan mereka dan Yu Qingyi langsung terpikat dengan Rumput Mimosa itu. “Aku akan membelinya,” kata Yu Qingyi.


“Satu Kristal Merah saja Nona cantik,” sahut Pedagang itu langsung muncul dihadapan Yu Qingyi, padahal awalnya jarak mereka seratus tombak. Namun, ia langsung sigap saat mendengar ada yang tertarik dengan Rumput Mimosa ditangannya itu.

__ADS_1


Yu Qingyi mengerutkan keningnya saat mendengar ucapan Pedagang itu. Dia tak menyangka harganya sama dengan biaya masuk Menara Iblis.


“Tidak perlu dibeli,” sahut Xiuhuan. “Pill Surga jauh lebih bermanfaat dari itu, lagi pula harga awalnya paling Satu Kristal Kuning saja. Mentang-mentang yang datang dari segala penjuru Benua Dayan—seenaknya saja menaikkan harga,” keluh Xiuhuan.


Pedagang Rumput Mimosa itu terkejut mendengarnya, ia tak menyangka ada yang bisa menebak harga asli Rumput Mimosa itu, karena tanaman ini hanya dibudidaya oleh Clannya saja dan ia sudah tahu siapa saja dari Clannya yang akan memasuki Menara Iblis.


“Cih, bilang saja miskin! Buang-buang waktuku saja!” keluh Pedagang itu menatap sinis pada Xiuhuan yang telah menggagalkan transaksinya.


“Kenapa dia yang marah? Padahal jelas-jelas dialah yang menipuku,” gerutu Xiuhuan setelah Pedagang itu menghilang dari pandangannya.


Yu Fen menghiburnya agar tidak marah, karena takut malah menarik perhatian dari Kultivator lain dan mereka diusir oleh pihak keamanan Clan Zhong—penguasa kota Zhongjian ini.


Mata Xiuhuan tertuju pada Iblis sepuh yang tidak memiliki Kultivasi, tetapi auranya memancarkan wibawa yang membuatnya ingin menunjukkan rasa hormat pada Iblis sepuh itu.


Dagangan Iblis sepuh itu hanya sebuah Pagoda kecil yang tidak jelas artefak apa itu, tetapi saat ada yang menawar—ia langsung mengatakan harganya dua Kristal Merah; harga yang sangat fantastis sekali, sehingga semua penawar langsung urung membelinya.


Xiuhuan mendekatinya dan memperhatikan pagoda kecil itu. Namun, ia merasa tak ada energi apapun yang terpancar dari sana, sehingga ia sangat penasaran—kenapa bisa harganya begitu mahal sekali.


“Kalau senior mengatakan apa fungsi dari benda ini, maka aku akan membelinya dengan menambahkan satu Kristal Hitam lagi, bagaimana?” Xiuhuan memberikan pilihan, karena ia tidak mau mengatakan fungsinya kecuali bila telah dibeli lebih dulu.


“Hei, bung! Tak perlu kamu tawar benda itu, dia sudah menawarkan pagoda mini itu selama seratus tahun ini,” sela Pedagang lain yang menjajakan arak sebagai dagangannya.


“Seratus tahun?” Xiuhuan terkejut mendengarnya. “Pak tua ini sungguh menarik, dia sangat tabah sekali bertahan selama itu,” gumam Xiuhuan—makin penasaran apa fungsi pagoda kecil itu.


“Bayar atau enyah dari pandanganku! Nanti pelangganku yang lain tidak bisa melihatnya,” sahut Iblis sepuh itu malah berkata songong.


Kong Xia memicingkan matanya, wajarlah tak ada yang mau membeli Pagoda kecil itu kalau sikapnya begitu. Namun, Xiuhuan hanya tersenyum masam dan masih penasaran apa fungsi Pagoda kecil itu.

__ADS_1


__ADS_2