
"boommmmm duarrrrrrrrrrr!"
Pedang Xiuhuan beradu dengan Pedang Duan Mu. Karena Xiuhuan menggunakan dua jurus sekaligus, yaitu Putaran Gelombang Air yang merupakan jurus bertahan dan Tebasan Pembelah Ombak yang merupakan jurus menyerang.
Ledakan besar terjadi ketika kedua pedang itu beradu, untung saja Pedang kuno segera menyerap ledakan itu. Jika pertarungan terjadi di luar Arena tarung bebas, sudah dipastikan kerusakan besar akan terjadi.
Duan Mu terpental jauh berguling-guling di atas Arena. Darah segar mengalir dari mulutnya, Duan Mu menancapkan pedangnya ke tanah untuk dijadikan pijakan berdiri kembali.
Xiuhuan tersenyum lebar, ia tak menyangka Duan Mu tergesa-gesa menyudahi pertarungan ini. Mungkin karena dulu ia pernah mengalahkan Xiuhuan sekali, jadi ia besar kepala.
"Langkah Belut!"
Xiuhuan melesat ke arah Duan Mu, ia tak membiarkan Pendekar Pedang tahap 90 itu menghirup udara segar, untuk memulihkan kekuatannya.
"Auman Serigala!"
Duan Mu bertahan dengan memunculkan dinding tanah saat Xiuhuan mendekatinya.
"Langkah Belut!" teriak Xiuhuan melompat ke atas tembok tanah yang dibuat Duan Mu. Xiuhuan yakin Duan Mu belum siap menerima serangannya.
"Tebasan Pembelah Ombak!"
Xiuhuan meloncat tinggi dari tembok tanah yang dibuat oleh Duan Mu untuk pertahanan. "Selamat tinggal Duan ... Mu!" teriak Xiuhuan menebas ke arahnya.
"Auman Serigala!"
Duan Mu kembali menutupi seluruh sekitarnya dengan tembok tanah.
__ADS_1
Para penonton tegang, mereka tak mengira juara bertahan mereka akan kewalahan begitu menghadapi pendatang baru.
"Siapa pemuda belut itu, dia lumayan hebat juga." Jia Li tertarik dengan Pendekar Pedang belut itu yang sanggup membuat kewalahan Duan Mu, si juara bertahan.
"Dari Sekte mana Pendekar Pedang itu?" Pangeran kedua bertanya pada jendral yang duduk disebelahnya, namun jendral itu tak mengetahui identitas Pendekar Pedang yang memiliki panggilan, Belut Tampan itu.
"Ah, sayang sekali kau tak tahu ... nanti kau cari informasi mengenai dirinya dan sebisa mungkin tarik dia menjadi pihak kita."
Pangeran Pertama ikut berbicara dan menyuruh jendral tadi, untuk merekrut Xiuhuan atau si Belut Tampan.
"Aku tak menyangka ada Pendekar Pedang yang tertidur lama di Pulau Niao ini," ucap salah satu tetua Sekte Pedang Surgawi yang datang bersama Feng Yunji.
"Betul ... tapi ia mirip dengan Assasin yang kemarin membunuh bendaharawan Jiu Yuan ... apa mereka orang-orang Paviliun Shadow, ya." Tetua lainnya ikut menanggapi.
"Kenapa Xiuhuan malah menarik perhatian?" guman Feng Yunji, iya sangat yakin, Pendekar Pedang Belut Tampan itu adalah Xiuhuan.
***
"Boommmmm duarrrrrrrrrrr!"
Pertahanan Duan Mu ditembus oleh tebasan pedang Xiuhuan, bongkahan tanah lansung bertebaran. Duan Mu kembali terpental berguling-guling. Xiuhuan tak berhenti sampai disitu. Ia kembali melompat untuk menebas Duan Mu kembali.
"A-a-a-ku menyerah!" teriak Duan Mu.
Xiuhuan yang melompat ke udara membatalkan serangannya. Xiuhuan tersenyum lebar.
"Hahaha, cuma segini kekuatan orang-orang Tianwu ... lemah!"
__ADS_1
Xiuhuan memprovokasi penonton, Jia Li bahkan ikut emosi. Ia tak terima dengan kelakuan Pendekar Pedang Belut Tampan itu. Namun, Pangeran pertama melarangnya. Karena ia tahu, Belut Tampan itu cuma ingin menarik perhatian, supaya namanya melambung di kota Tianwu ini. Menggantikan legenda Duan Mu si Serigala bertahan yang tak pernah kalah.
Feng Yunji tersenyum tipis melihat kelakuan Xiuhuan, sedangkan para tetua Sekte Pedang Surgawi menyesalkan tindakannya. Untung saja tak ada diantara mereka yang Pendekar Pedang tahap 90, jika sempat ada, pasti mereka akan menantang Pendekar Pedang Belut Tampan itu.
***
Xiuhuan mendekati Duan Mu, " hahaha ... kau terlalu meremehkan kakekmu ini. Nanti, temui aku di penginapan pinggiran kota Tianwu, sudah saatnya kita unjuk gigi."
Setelah mengatakan itu, Xiuhuan pergi meninggalkan Duan Mu tanpa menunggu jawaban darinya. Duan Mu hanya bisa menghela nafas panjang. Ia tak menyangka merasakan sakit yang begitu dalam. Padahal selama ini, ia telah lupa, apa itu rasa sakit.
Beberapa pelayan Paviliun Weifeng segera menandu Duan Mu untuk di obati lukanya. Sedangkan Xiuhuan langsung mengambil hadiah untuk kemenangannya dan kemenangan taruhan judinya. Kini uangnya ada total 10.000 lebih keping emas. Xiuhuan tersenyum lebar, memiliki murid banyak sudah terbayang di benaknya. Xiuhuan juga membayangkan para murid-murid perempuan akan memijatnya bak Harem di cerita-cerita dongeng.
"Kau hebat Nak, tak kusangka aku akan mendapatkan 500.000 keping emas dengan memilihmu di taruhan tadi." Sosok kakek-kakek yang dijumpai Xiuhuan sebelum bertanding menyapanya.
"Li-li-ma ratussssss ribu!" sahut Xiuhuan terbata-bata, ia kaget mendengar kemenangan kakek tersebut. Sekte Teratai Biru saja membayar Upeti cuma 100.000 setahun. Berarti itu adalah Upeti selama lima tahun.
"Betul hahaha!" Kakek tersebut tertawa lebar.
"Cih, dasar kakek bau tanah ... aku yang capek-capek bertaruh nyawa. Kau pula yang menikmati hasilnya," sahut Xiuhuan lagi dengan wajah masam.
"Hahahaha ... ikuti aku!" seru kakek itu menarik tangan Xiuhuan. "Aku akan memberikan semua emas ini, tapi kau harus melakukan sesuatu untukku.
"Betulkah?" sahut Xiuhuan sumringah, iya tak menyangka Durian Runtuh mengiringi langkahnya, setelah mengalami kesialan terus sepanjang 10.000 tahun lebih usianya.
Mereka kemudian keluar dari Paviliun Weifeng dan duduk di taman dekat Paviliun tersebut.
"Nah, misi apa yang aku lakukan!" seru Xiuhuan tak sabar untuk mendapatkan rejeki durian runtuh tersebut.
__ADS_1
"Kau hanya perlu membebaskan putriku yang di jadikan budak di ..."
Bersambung 🗡️🗡️🗡️