Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Kenapa Aku Harus Takut?


__ADS_3

“Maaf Nona muda!” Xi Rou menundukkan wajahnya.


Xiuhuan tak suka dengan perkataan wanita yang bertingkah seperti Ratu itu. Bahkan istrinya yang mantan Permaisuri dan Selir tidak bertingkah sepertinya.


“Hei, kenapa kau melihatku seperti itu! Apa kamu tidak pernah melihat wanita secantik diriku!” keluh wanita itu pada Xiuhuan.


“Cih, cantik dari mana? Apakah di kamarmu tidak ada cermin?” ejek Xiuhuan dengan seringai tipis diwajahnya.


Wanita cantik itu sangat kesal mendengarnya, wajahnya memerah menahan amarah dan berkata pada anak buahnya, “Patahkan kakinya dan robek wajahnya agar dia tak bersikap sombong!”


Xiuhuan bertambah bingung, ada dendam apa wanita cantik ini padanya. Kenapa dia sampai semarah itu?


“Biar aku saja Nona muda yang menghajarnya!” seru Pria dengan wajah sangar—seperti anggota bandit gunung saja.


Xiuhuan memicingkan mata dan berkata, “Apa kalian tidak takut ditangkap oleh Aula Hukum? Bagaimana kalau kita selesaikan masalah sepele ini diluar Sekte Qingyun. Namun, jangan salahkan aku akan berbuat kasar nantinya hehehe ....” Xiuhuan tertawa menjengkelkan.


“Jangan Xiuhuan! Dia adalah Nona Shen Yue, putri salah satu tetua Clan Shen!” sela Xi Rou—takut Xiuhuan akan bernasib sama sepertinya.


Xiuhuan kebingungan dan berkata, “Kamu kan, anggota Clan Xi! Kenapa bisa menjadi pesuruhnya?”


Xi Rou menundukkan wajahnya dan tak bisa menjawab pertanyaan Xiuhuan.


“Keluarganya memiliki hutang yang sangat besar pada keluargaku. Karena tak sanggup membayar, orangtuanya telah menjualnya saat ia masih kecil dan terus menjadi Pelayanku hingga sekarang,” sahut Wanita itu.


Xiuhuan tidak terkejut mendengarnya, karena hal demikian lumrah terjadi. Namun, yang membuatnya terkejut adalah Xi Rou bisa berkultivasi dengan cepat, walaupun dengan sumberdaya yang sedikit, karena ia yakin jatah sumberdaya untuknya pasti diambil oleh Nona muda dari Clan Shen ini.


Xiuhuan menepuk pundak Xi Rou.


“Mulai sekarang kamu sudah bebas atau datanglah ke rumahku bila butuh teman, istri-istriku pasti senang menyambutmu—daripada mengikutinya, malah menyiksa batin saja," kata Xiuhuan dengan senyum hangat.


“Ta-tapi ....”


Xi Rou ingin menyanggah ucapan Xiuhuan. Namun, Xiuhuan keburu menutup mulutnya dengan jari tangannya.


“Bagaimana? Apakah kalian berani bermain-main denganku?” ejek Xiuhuan memprovokasi Shen Yue.

__ADS_1


Shen Yue mengerutkan keningnya, ia bukanlah orang yang mudah tersulut emosi—apalagi sikap Xiuhuan terlalu tenang dan tidak takut dengan ancamannya. Apakah mungkin gara-gara Xiuhuan berasal dari Clan Lou yang lebih tinggi statusnya dari Clan Shen.


“Nona muda Yue, sebaiknya kita relakan saja Xi Rou padanya. Kita tak mungkin menyinggung Clan Lou, kan?” bisik salah satu murid pria yang menemaninya.


Shen Yue mendengus dingin, tak mungkin ia melepaskan Xi Rou yang telah menjadi budaknya selama ratusan tahun tersebut. Dia sudah nyaman dilayani bak Ratu dan semua kebutuhannya selalu disediakan oleh Xi Rou—bahkan hingga mengorbankan sumberdaya yang seharusnya milikinya, selalu diberikan untuk Shen Yue.


Shen Yue tersenyum dan berkata pada Xiuhuan, “Aku tahu kamu bersikap sombong karena status Clanmu lebih tinggi dari Clan Shen kami. Namun, asal kamu tahu, aku telah dijodohkan dengan Wu Kongyan. Apa kamu tidak takut aku mengadu padanya dan apakah kamu tahu apa yang akan terjadi padamu?” Shen Yue membuat gerakan tangan seolah-olah menggorok lehernya.


“Hah, Wu Kongyan! hahahaha ...." Xiuhuan tertawa terkekeh-kekeh. “Wu Xiong saja kutendang bokongnya, apalagi cuma si Kongyan jelek itu!” ejek Xiuhuan—padahal ia tak tahu seperti apa rupa Wu Kongyan.


Shen Yue benar-benar kesal, baru kali ini ia bertemu dengan seorang yang tidak takut dengan ancamannya. Padahal ia telah membawa nama besar Clan tunangannya yang merupakan Clan terkuat di Benua Kun Lun.


“Baik ikuti aku!” Shen Yue melesat dengan kecepatan tinggi yang diikuti oleh murid pria yang menjadi pengawal pribadinya.


“Xiuhuan tolong jangan pergi!” seru Xi Rou memegang erat tangan Xiuhuan. “Aku sudah terbiasa menjadi Pelayan Nona Yue, tolong jangan libatkan dirimu dalam permasalahanku. Ini semua gara-gara aku yang diam-diam mendukungmu sehingga Nona Yue sangat marah karena aku tidak mendukung tunangannya.” Xi Rou khawatir.


“Ah, ini cuma masalah sepele!” sahut Xiuhuan dengan seringai tipis diwajahnya.


Xi Rou menjadi heran, apa yang sebenarnya yang telah direncanakan oleh Xiuhuan—sehingga ia berani mengambil resiko.


Diam-diam ia mengikuti Xiuhuan keluar Sekte Qingyun.


Begitu berhenti melangkah, sepuluh pengawal pribadi Shen Yue langsung membuat formasi menyerang.


“Tamat sudah riwayatmu, Xiuhuan! hehehe ....” Shen Yue tertawa terkekeh-kekeh. “Kesombonganmu akan berakhir di sini dan aku akan memberikanmu tawaran terakhir! Bersujud di kakiku dan jadilah budakku seperti Xi Rou, maka aku akan melupakan kejadian ini,” ancam Shen Yue.


Xiuhuan berpura-pura takut dan ingin bersujud ....


“Kyeahahahaha ....” Xiuhuan tertawa terkekeh-kekeh saat melihat wajah Shen Yue sudah bahagia melihatnya akan bersujud. “Justru aku akan memberikan tawaran terakhir untukmu. Bersujud di kakiku dan layani aku semalam saja, aku pikir itu tak apa. Justru kamu akan bersyukur, karena pria tertampan di Sekte Qingyun ini mau meniduri wanita jelek sepertimu,” ejek Xiuhuan.


“Bunuh dia! Aku akan bertanggungjawab bila diketahui oleh Sekte!” Shen Yue sangat marah mendengarnya.


“Segel Jaring Laba-laba!"


Sepuluh murid pria yang menjadi pengawal pribadi Shen Yue merapal jurus yang sepertinya sangat mematikan. Sehingga Xiuhuan memutuskan menggunakan Jurus Langkah Kilat menghindari benang merah berbentuk jaring laba-laba itu.

__ADS_1


Karena mereka memiliki jurus yang mematikan, Xiuhuan memutuskan menggunakan jurus Seribu Bayangan dari kitab Seribu Dongeng. Di mana Seribu Kloning Manusia Air muncul bak air bah mengepung Shen Yue dan pengawalnya.


Xi Rou yang bersembunyi di balik batu terkejut melihatnya, ia tak menyangka Xiuhuan ternyata memiliki jurus yang sangat hebat.


Shen Yue yang awalnya hanya menonton terpaksa ikut terlibat mengatasi serangan Kloning Manusia Air. Dengan mudah ia membekukan mereka, sehingga Xiuhuan batu menyadari ternyata Kloning Manusia Air lemah terhadap elemen Es. Namun, itu tak masalah, ia langsung mengeluarkan Boneka Humanoid yang langsung mengeluarkan aura pembunuh yang sangat mengerikan.


Sepuluh murid pria yang menjadi pengawal pribadi Shen Yue ketakutan saat merasakan kekuatan Ranah Absolute God dari Boneka Humanoid, sehingga mereka langsung kabur meninggalkan Shen Yue.


“Hei, bodoh! Kenapa kalian kabur sialan!” umpat Shen Yue, tetapi tak ada yang mau kembali.


Mau tak mau Shen Yue mencoba peruntungan, karena Boneka kayu dihadapannya itu bukanlah manusia. Mungkin ia tak akan sekuat Ranah Absolute God yang asli.


Shen Yue mengeluarkan Panah Musim Dingin, Pusaka tingkat menengah yang memiliki elemen Es.


“Rasakan ini!” seru Shen Yue yang sebenarnya sudah putus asa dan tak yakin akan memenangkan pertarungan ini. Namun, ia berharap anak buahnya tadi melaporkan kejadian ini pada Sesepuh atau Diaken agar mereka datang menyelamatkannya.


Boommm!


Shen Yue menembak Boneka Humanoid, tetapi Boneka berbentuk kayu itu malah menghilang dan tiba-tiba ia merasakan sensasi panah dan dingin dilehernya.


“Hahaha ... Pedang Yin dan Yang telah menempel di lehermu!" Xiuhuan tertawa terkekeh-kekeh dan mendekati Shen Yue yang tumbuhnya gemetaran. “Hmm ... tawaranku tadi masih berlaku, lho!” Xiuhuan memegang bibir bawah Shen Yue.


Shen Yue menangis sesenggukan, ia tak tahu harus melakukan apa lagi. Kalau memohon ampunan itu sudah tak mungkin, karena ia telah menyuruh anak buahnya untuk membunuh Xiuhuan.


“Hei, aku sangat suka melihat gadis nakal menangis tak berdaya begini," ejek Xiuhuan dengan seringai tipis diwajahnya.


Xi Rou yang melihat kejadian itu sangat terkejut. Dia merasa iba pada Shen Yue, tetapi ia juga takut pada Xiuhuan yang seperti akan berbuat sesuatu yang mengerikan pada Shen Yue.


“Ba-baik!” sahut Shen Yue terbata-bata dan melepas pakaiannya, sehingga Xiuhuan melihat sesuatu yang tak bisa dideskripsikan dengan detail.


“Hmm ... mantap juga!” Xiuhuan mengangguk dan memperhatikan setiap sudut tubuh Shen Yue. “Baiklah pakai lagi pakaianmu, kalau aku yang dulu—kau sudah kulahap habis sekarang. Namun, sekarang aku adalah bapak-bapak, ya sudah berpikir lebih rasional. Jadi, anggap saja ini peringatan dariku dan jangan ulangi lagi!” Xiuhuan langsung mengeluarkan Artefak Kapal terbang dan meninggalkan Shen Yue.


Setelah Xiuhuan pergi ia langsung menangis sekencang-kencangnya dan tak menyangka akan mengalami nasib yang sangat mengerikan ini.


Xi Rou yang bersembunyi di balik batu segera menghampiri Shen Yue, karena tak tega melihatnya menderita begitu, walaupun sebenarnya ia telah menderita dalam kurun waktu yang lama saat melayani Shen Yue.

__ADS_1


Melihat Xi Rou berdiri dihadapannya, Shen Yue langsung memeluknya dan berkata,“ maafkan aku Xi Rou! Maafkan aku!”


“Yue‘er!” Xi Rou membalas pelukannya dan keduanya akhirnya menangis tersedu-sedu. Sedangkan Xiuhuan menyesal lupa meminta cincin dimensi milik Shen Yue tadi. Padahal rencananya adalah merampok mereka. Kalau ingin kembali itu tak mungkin—karena ia mengetahui ada Xi Rou dibalik batu tadi. Makanya ia bertingkah sok keren, kalau tidak ... habislah Shen Yue.


__ADS_2