Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Menjelajah Makam XI; Khasiat Mawar Setan


__ADS_3

Xiuhuan mengeluarkan sumberdaya tingkat tinggi, Mawar Setan yang berusia 100.000 tahun. Sumberdaya ini, ia dapatkan sewaktu menjelajahi kawasan gunung Lou Feng.


“Seratus juta keping emasku hilang cuma-cuma,” gumam Xiuhuan hampir menangis. “Ah, peringkat orang terkaya di Benua Kun Lun akan berubah nih, mungkin aku akan menjadi peringkat 1.000.001 terkaya.”


Xiuhuan mengunyah mawar setan hingga agak ***** dan memasukkannya ke mulut Jiang Meng.


“Sayang sekali sumberdaya mahal ini digunakan sebagai bahan uji coba. Kalau diolah para Alkemis—mungkin bisa dijadikan dua Pill atau lebih,” gumam Xiuhuan menunggu reaksi dari mawar setan itu.


Tak ada reaksi apapun, sehingga Xiuhuan menhela nafas dalam-dalam.


“Maafkan Aku gadis berambut merah, semoga kau berinkarnasi menjadi wanita cantik dan baik hati. Menjadi girlband juga boleh, asalkan jangan menjadi wanita penghibur saja.” Xiuhuan berkata dalam hati dan melangkah menuju lantai enam untuk menolong Lou Rong, rekan satu sektenya dari perangkap Wu Tianji.


Saat baru melangkah, tiba-tiba cahaya emas muncul di dada Jiang Meng, cahayanya menyilaukan sekali; sehingga Xiuhuan menutup matanya.


Tubuh Jiang Meng terangkat satu tombak di udara dan cahaya itu belum juga hilang. Namun, hanfu putih bau pesing milik Jiang Meng hancur berkeping-keping. Sehingga Xiuhuan terpaksa melihat pemandangan yang menguntungkan itu.


Luka dalam ditubuhnya segara pulih, bahkan wajahnya makin terlihat lebih cantik dari sebelumnya. Cahaya emas itu menghilang dan tiba-tiba ....


“Eh!”


Xiuhuan kaget, Jiang Meng lansung terjatuh. Xiuhuan tak membiarkan itu terjadi, ia lansung melompat untuk menangkap tubuh Jiang Meng, agar tak membentur lantai. Takutnya malah geger otak pula—itu kan, tak lucu.


Sebelum mencapai lantai, mata Jiang Meng terbuka lebar. “Apa aku sudah berada di surga, tetapi aku mendengar suara senior Xiuhuan.” Dia menoleh ke sebelah dan melihat Xiuhuan seperti mau menerkamnya. “Tidakkkkkk!” teriak Jiang Meng mendorong kepala Xiuhuan, sehingga Xiuhuan menjadi salah pegang. Dia memegang sesuatu yang bisa membuat tumbuh kembang balita menjadi sehat.


“Eh, kok malah beruntung,” bisik Xiuhuan pelan, tetapi tetap terdengar oleh Jiang Meng.

__ADS_1


“Senior mesum. Kenapa kamu malah masuk surga, seharusnya ke neraka saja!” teriak Jiang Meng meninju hidung Xiuhuan hingga mengeluarkan darah yang mengalir deras.


“Teganya kau Jiang Meng. Aku sudah mengeluarkan satu milyar keping emas untuk menghidupkanmu. Baru dipegang sedikit saja sudah marah,” keluh Xiuhuan menyeka darah dari hidungnya. Dia memandangi tubuh Jiang Meng sesaat dan menutup matanya. “Hei, pakai bajumu, aduh ... aku masih polos, sudah disuguhkan pemandangan yang sering-seringlah muncul,” canda Xiuhuan lansung berbalik badan menuju lantai enam.


“Aaaaa, senior mesum!” teriak Jiang Meng masih planga-plongo dengan keadaan yang menimpanya.


Dia kemudian mengeluarkan hanfu merah seperti warna rambutnya, dan bingung ....


“Bukannya ini di lantai lima Paviliun makam? Apakah kita bukan di surga senior!” Jiang Meng mengejar Xiuhuan.


“Kan, sudah kukatakan tadi, aku menggunakan artefak seharga satu milyar keping emas untuk menghidupkanmu.” Xiuhuan melebih-lebihkan ucapannya supaya terkesan dermawan. “Kau tinggalkan saja Paviliun makam ini dan jangan sampai ditemukan oleh Nona Ketua yang mereka maksud. Namun, sebelum itu aku hampir lupa mengumpulkan cincin dimensi milik mereka.”


Xiuhuan berhenti melangkah dan kembali mengambil cincin dimensi milik Wu He dan yang lainnya.


“Aku yakin Nona Ketua masih ada di sini, sebaiknya aku mengikuti senior dulu. Setelah kondisi aman, barulah aku kembali ke Clan Jiang,” sahut Jiang Meng.


“Aku tak tahu senior, di Clan Jiang cuma Aku saja yang berasal dari Clan Huo; bahkan Aku tak mengingat lagi siapa orang tua kandungku, kecuali orang tua asuhku di Clan Jiang.” Jiang Meng tampak sedih menceritakan itu.


“Kalau begitu, kenapa kalian mengikuti perintah Wu Tianji?” tanya Xiuhuan penasaran.


“Setiap tahun saat kami masih di Sekte Benua Kun Lun Utara, selalu ada salah satu anggota aliran hitam yang mengantar sumberdaya untuk berkultivasi buat kami dan mereka mengatakan kami dibawah kelompok Wu Tianji. Makanya ketika Wu He menghampiri kami dan mengatakan kalau ada perintah dari Wu Tianji—kami lansung mengikuti perintah.”


Xiuhuan mengangguk, ia telah mengetahui garis besarnya. Mereka telah di cuci otak sejak kecil dan kalau melawan perintah, maka racun yang ditanam dalam tubuh mereka akan diaktifkan oleh pemimpin mereka.


“Baiklah, kalau kau ikut denganku ke lantai enam. Berusahalah tetap berada di belakangku, karena menurut perkiraanku, Wu Tianji ini pasti sangat kuat; apalagi ia murid jenius di Clan Wu—Clan nomor satu di Benua Kun Lun.”

__ADS_1


Jiang Meng mengangguk dan mengikuti Xiuhuan menuju lantai enam. Namun, saat memasuki lantai itu, mereka melihat Cao Yao telah tewas, sedangkan Lou Rong dipenuhi luka-luka. Ditangannya ada Pedang Meteor, sedangkan Wu Tianji juga tampak terluka juga, tetapi ia hanya memegang Pedang Yin dan Yang.


“Ternyata dugaanku benar, Wu Tianji ini sangat kuat. Sehingga memaksa Lou Rong menggunakan Pedang Meteor, yang merupakan pusaka tingkat tinggi,” gumam Xiuhuan mengamati pertarungan keduanya.


Wu Tianji menoleh ke arah Xiuhuan—dia sangat terkejut, kenapa Xiuhuan masih selamat dan berjalan bersama Jiang Meng.


Dia bertanya-tanya ke mana rekan-rekannya yang lain?—Apakah sahabatnya Wu He telah dibunuh oleh Xiuhuan? Apakah ia sekuat itu? Dengan mudah menghabisi mereka semua.


“Aku harus merebut Pedang Meteor, mungkin Xiuhuan menggunakan Pedang Penghancur Semesta dalam mengalahkan mereka,” gumam Wu Tianji menatap Lou Rong yang tampak sangat menyedihkan, ia menderita luka berat.


“Senior Rong, apakah aku perlu membantumu?” Xiuhuan bertanya pada Lou Rong yang kesadarannya hampir hilang.


“Xi-Xiuhuan!” sahut Lou Rong bernafas lega saat mendengar suara itu. Dia lansung duduk di lantai, “Wu Tianji adalah pengkhianat, dia membunuh Cao Yao dan ingin merebut Pedang Meteor,” katanya lagi mengadu pada Xiuhuan.


Wu Tianji melihat ada kesempatan untuk merebut Pedang Meteor, segera melesat untuk menebas Lou Rong. Namun Xiuhuan juga melesat menggunakan Langkah Kilat.


Trisula Mahadewa milik Wu He menangkis kedua Pedang, Yin dan Yang milik Wu Tianji.


Booommmm!


Untuk sesaat terjadi getaran pada Paviliun Makam, karena besarnya energi yang dihasilkan oleh kedua Kultivator yang sudah mencapai tingkat Immortal Awal puncak itu.


Xiuhuan dan Wu Tianji sama-sama mundur beberapa langkah. Namun, Wu Tianji lansung muntah darah, karena telah mengalami luka dalam saat melawan Lou Rong dan Cao Yao.


“Aku jadi tertarik dengan Pedang Yin dan Yang itu,” kata Xiuhuan dengan sudut bibirnya menampakkan seringai. “Kalau dilelang di Paviliun Qingyun, mungkin Kultivator kaya akan berebut untuk memilikinya. Senjata pusaka tingkat menengah dengan elemen Es dan api, sungguh kombinasi yang hebat. Kalau kau sabar berpura-pura menjadi aliran putih hingga menjadi Ranah Absolute God, mungkin kau bisa mengguncang langit. Namun, sayangnya takdir berkata lain,” ejek Xiuhuan.

__ADS_1


Wu Tianji menatap tajam Xiuhuan, kebencian dalam hatinya sudah memuncak. Apalagi saat melihat senjata pusaka milik sahabatnya, malah dijadikan oleh Xiuhuan untuk menangkis tebasannya.


...~Bersambung~...


__ADS_2