
Tujuh Pedang yang mengandung listrik lansung menyerang Lou Mei dan Xiuhuan juga lansung melesat cepat ke hadapannya agar Pedang biasa miliknya itu tak hancur lagi.
Lou Mei tak mau ketinggalan, ia juga mengeluarkan hujan Pedang yang muncul dari lingkaran sihir ditangan kirinya.
Itu adalah jurus Pedang terbang tahap kedua yang dihasilkan dari qi elemen besi miliknya, sehingga ia tak perlu membeli Pedang lagi. Namun, kualitasnya tentu berbeda dengan Pedang Pusaka yang dapat mengubah qi menjadi kekuatan yang jauh lebih besar.
Xiuhuan terkejut, ratusan Pedang Lou Mei menghancurkan Pedang terbang miliknya. Sehingga bertambah lagi senjata miliknya yang hancur ditangan Lou Mei.
“Hmm, ternyata Aku terlalu meremehkan Mei‘r—ini tak bisa dibiarkan, bukannya untung malah buntung,” gumam Xiuhuan meningkatkan kecepatannya.
Xiuhuan mengalirkan satu persen qi dari kapasitas Rongqinya, yang berarti itu seluas danau Qinghai. Dia juga mengeluarkan aura pembunuh untuk menekan pergerakan Lou Mei.
Xiuhuan sudah belajar dari pengalaman melawan monster Level Tian dan Kultivator Ranah Absolute God yang menekannya dengan kekuatan batin, sehingga sulit bergerak.
Lou Mei yang belum pernah membunuh manusia itu merasa tertekan, ia menatap Xiuhuan dengan tatapan tajam.
“Sudah berapa banyak Kultivator yang ia bunuh untuk mengumpulkan aura pembunuh sebanyak ini?—Apa ia benar anggota Clan Lou atau jangan-jangan aliran hitam yang menyusup?” gumam Lou Mei mundur lima langkah.
Untuk melawan aura pembunuh, Kultivator aliran putih bisa menggunakan aura batin untuk menekan lawannya. Namun, itu baru bisa dilakukan saat Kultivator telah mencapai Ranah Chaos Ancient God, sehingga Lou Mei tak memiliki kekuatan untuk melawannya.
Xiuhuan menghancurkan setiap Pedang terbang yang mengarah padanya, karena tak seperti sebelumnya yang menggunakan sedikit qi untuk melawan Lou Mei. Kali ini Xiuhuan menggunakan banyak qi, jadi ia tidak perlu lagi menghindar serangan Pedang terbang.
“Kenapa Xiuhuan tiba-tiba menjadi kuat begitu?” Lou Nian gelisah.
“Sudah kukatakan, tak mungkin Kultivator yang dapat mengalahkan monster Level tinggi dengan mudah dikalahkan. Dia tadi pasti main-main saja, atau sedang belajar jurus baru, makanya kelihatan lemah dan saat ini ia sudah mulai serius; aku yakin beberapa gerakan saja Lou Mei akan kalah.” Lou Kong menebak hasil pertarungan itu.
Kebencian Lou Nian makin memuncak, ia ingin melawan Xiuhuan, tetapi melawan Lou Mei saja ia kalah, tak mungkin juga ia menang melawan Lou Mei.
Dia langsung meninggalkan Aula Kegelapan yang lansung diikuti oleh Lou Kong, sahabat baiknya.
“Bagaimana Mei‘er? Apakah kamu sudah melihat hasil latihanku selama setahun di kawasan gunung Lou Feng?”
__ADS_1
Xiuhuan menyadari Lou Mei menatap aneh padanya dan ia menebak itu pasti gara-gara aura pembunuh yang menekannya.
“Tidak mungkin membunuh monster bisa diubah menjadi aura pembunuh. Hanya dengan membunuh ribuan Kultivator lah untuk menghasilkan aura pembunuh yang begitu pekat itu,” sahut Lou Mei dengan wajah masam. “Cepat hilangkan aura pembunuh ini, kenapa kau tak berani bertarung dengan adil," kata Lou Mei lagi.
Xiuhuan tersenyum lebar, “tentu saja bisa. Aku memiliki kitab rahasia dari leluhurku untuk mengubahnya,” sahutnya. “Baiklah, aku akan menghilangkan aura pembunuh ini—tetapi sayangnya kamu akan kalah dalam tiga gerakan.” Xiuhuan menyombongkan diri.
Lou Mei merasa dulu dirinya memang sombong, tetapi ia tak pernah mengatakan pada lawannya akan mengalahkan mereka dengan beberapa gerakan.
“Cih, apa kau yakin bisa menang tanpa menggunakan aura pembunuh.” Lou Mei berkata datar dan lansung melesat dengan kecepatan tinggi menyerang Xiuhuan.
“Gadis ini terlalu percaya diri setelah menghancurkan semua senjata murah milikku,” gumam Xiuhuan, menggunakan jurus Langkah Kilat menyambut Lou Mei.
“Di mana mereka?”
“Ini adalah pertarungan adu kecepatan!”
“Menakjubkan sekali!”
Lou Mei menyadari Xiuhuan lebih cepat darinya dan beberapa kali Xiuhuan memukulnya dengan gagang Pedang, bahkan Xiuhuan kadang-kadang menendang bokongnya.
Jurus Penggetar Langit tahap keempat tak sanggup menyentuh Xiuhuan. Bahkan Pedang terbangnya juga tak bisa mengikuti pergerakannya juga.
Lou Mei menjadi prustasi, seandainya ia musuh Xiuhuan, mungkin tubuhnya sudah penuh luka sabetan pedang.
“Aku sudah membuang-buang banyak qi, hanya sebatas ini kekuatanmu Mei‘er!” bisik Xiuhuan ke telinga Lou Mei.
Dia memeluk Lou Mei dari belakang, tangannya kirinya menempel pada bagian terempuk milik Lou Mei, sedangkan tangan kanannya menyarangkan Pedang ke lehernya.
“A-aku mengaku kalah!” seru Lou Mei dengan wajah memerah, jantungnya berdebar-debar hebat. “Dia terlalu menempel,” gumam Lou Mei diam seribu bahasa tak tahu harus berbuat apa.
“Hei murid baru, jangan mengambil kesempatan begitu dong. Mei‘er sudah mengaku kalah, kenapa kau masih menikmati momen itu.”
__ADS_1
“Iya, mengambil kesempatan dalam kesempitan.”
Murid-murid Clan Lou yang menonton, menegur Xiuhuan yang tak melepaskan rangkulannya.
Xiuhuan menyeringai dan melepas Lou Mei yang menunduk saja, karena ia merasa malu. Sedangkan Lou Xue yang memperhatikan pertarungan Xiuhuan dari arena lain menghela nafas dalam-dalam.
“Mesum!” ucapnya pelan.
Lou Rong yang duduk disebelahnya mendengar ucapan Lou Xue dan bingung siapa yang mesum maksudnya itu. Apa ia sedang berhalusinasi karena terlalu banyak berpikir cara menaklukkan hati bidadari salju itu.
Lou Xue beranjak dari tempat duduknya, dan akan kembali ke aulanya untuk berlatih. Dia sebenarnya sudah bisa mencapai tingkat Immortal Menengah, tetapi tiba-tiba ia mendapat tugas rahasia, sehingga ia tak melakukan Kultivasi akhir-akhir ini.
“Pertandingannya belum selesai Xue‘r, apakah kamu merasa bosan?”
Lou Rong segera mengikuti Lou Xue, ia tidak ingin lepas darinya. Karena ia merasa Lou Xue sepertinya menyukai seseorang; jadi ia harus mencegah itu terjadi. Karena Lou Xue hanya boleh menjadi miliknya saja.
“Kamu tak perlu mengikutiku, Aku akan berlatih—lebih baik kamu berlatih juga, kalau kamu mengikutiku terus, kapan kamu akan menjadi kuat?—Kamu tahu aku benci orang lemah,” sahut Lou Xue dengan wajah dinginnya, tanpa memikirkan Lou Rong sakit hati atau tidak, karena ia memang tak peduli dengan pria itu, yang dia inginkan adalah bertarung dengan Kultivator kuat, makanya ia sangat ingin segera masuk Sekte Qingyun.
Xiuhuan menatap Lou Xue sekilas dan tatapan mereka bertemu, entah mengapa Xiuhuan merasa bidadari salju itu seperti membencinya, tetapi dugaan itu segera ia tepis, karena kata Lou Mei; kepribadian Lou Xue memang begitu.
***
“Woi, siapa yang memegang taruhan tadi!—Jangan sampai kutenggelamkan kalian!” seru Xiuhuan arogan.
“Santai saja bung, kami tak akan menggelapkan uangmu,” sahut salah satu murid menyerahkan 5.000.000 keping emas. Uang yang ia dapatkan bertambah banyak, karena banyak yang membuat taruhan bila kalah membayar dua kali lipat.
Xiuhuan tersenyum lebar, lansung menyimpan semua emas itu ke cincin dimensi miliknya.
“Katakan pada peringkat lain, Aku bersedia menantang mereka dan jangan lupa, Aku juga akan bertaruh kepingan emas sebanyak apapun,” kata Xiuhuan lagi sambil keluar dari Aula Kegelapan bersama Lou Mei yang diam saja seperti kucing betina, mengekor padanya.
Murid-murid Clan Lou yang kalah taruhan mulai berdiskusi, siapa murid yang cocok untuk mengalahkan Xiuhuan. Apalagi mereka merasa Xiuhuan terlalu sombong, padahal baru mengalahkan peringkat satu di aula tetua Lou Zui saja. Sementara dari Aula lain belum pernah ia lawan, termasuk Lou Xue dan Lou Rong.
__ADS_1
...Bersambung...