Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Menjelajah Makam XIII; Shuilong


__ADS_3

Xiuhuan menghela nafas dalam-dalam, ia tahu pemuda tampan bertanduk itu pasti sedang meratapi kematian Xue Hu.


Pemuda itu berhenti meniup seruling bambu miliknya, ketika menyadari kedatangan tamu tak diundang. Dia kemudian berjalan diatas telaga mendekati tamu itu.


Tekanan yang sangat kuat menekan Xiuhuan. “Ini seperti saat menghadapi tetua Sekte Xi yang merupakan Ranah Absolute God,” gumam Xiuhuan tersungkur ke tanah.


Shuilong menatap Xiuhuan dengan tatapan tajam, dan memandang jijik manusia yang telah memperdaya Xue Hu itu.


“Aku tak menyangka manusia sepertimu bisa melukai Xue Hu. Namun, besi rongsok itu tak akan mampu menggores kulitku,” katanya mengancam Xiuhuan. Besi rongsok maksudnya adalah Pedang Penghancur Semesta yang melukai Xue Hu.


Namun, tiba-tiba Shuilong bingung melihat Xiuhuan yang tersungkur di tanah itu menyeringai menatapnya.


“Aku lupa, bahwa Paviliun ini memiliki dunia yang berbeda, sehingga Aku tak perlu terlalu hati-hati menggunakan kekuatanku, agar tak diketahui sesepuh Ranah Absolute God yang bisa mengira Aku adalah ancaman mereka, apabila menggunakan kekuatan asliku.”


Xiuhuan berdiri kembali, ia juga mengeluarkan Pedang Roh Sidat Listrik.


Shuilong merasakan aura siluman dari Pedang Roh Sidat Listrik, “Apakah kau melakukan kontrak dengan bangsaku? Ada aura Siluman terpancar dari Pedang itu.”


Xiuhuan terkejut mendengarnya, padahal Xue Hu tidak mengatakan apa-apa tentang itu, sewaktu Xiuhuan melakukan penggabungan dengan Roh Pedang Sidat Listrik. Justru Xue Hu malah mengira ia salah satu dari bangsa siluman sendiri.


“Mungkinkah benar ucapan Xue Hu tadi, bahwa suaminya jauh lebih kuat darinya,” gumam Xiuhuan mencoba mengukur kekuatannya, tetapi sia-sia saja, pemuda bertanduk dihadapannya itu tak bisa diukur tingkat kultivasinya.


Xiuhuan meminta Pedang Roh Sidat Listrik untuk berubah ke wujud Siluman, sehingga Sidat Listrik melayang di atas Xiuhuan.


“Oo, ternyata Siluman dari Clan teratas. Manarik!—Kalau begitu, mari kita lihat, sejauh mana kesombonganmu itu,” ancam Shuilong berubah ke wujud Naga Air, sehingga telaga yang ada dibelakang mereka menjadi kering.


“Apa yang terjadi? Kenapa bisa air itu menyatu dengannya?” gumam Xiuhuan juga melakukan tehnik Penggabungan dengan Roh Pedang Sidat Listrik.

__ADS_1


Tubuh Xiuhuan mengeluarkan sengatan-sengatan listrik, ia tak main-main menghadapi Shuilong, karena yakin Naga air ini sangatlah kuat. Mungkin setara dengan Ranah Absolute God—Padahal cuma kesadaran Shuilong saja, yang hanya terdiri dari 10% dari kekuatan aslinya.


Qi seluas laut Kunming mengalir deras dan membentuk tubuh Sidat Listrik yang seukuran dengan Naga Air, Shuilong. Bahkan Xiuhuan kini sudah tak mengenakan apapun lagi, karena setengah tubuhnya itu ikut membesar.


“Hahaha ... ini pertama kalinya aku melakukan perubahan bentuk seperti ini. Karena di daratan utama, tak ada lawan yang memaksaku melakukan ini, walaupun pada akhirnya aku selalu menjadi Pahlawan kesiangan, karena datang terlambat.” Kini Xiuhuan yang mengejek Shuilong yang meremehkan kekuatannya.


“Aku tak menyangka, Benua kecil ini mempunyai Kultivator jenius sepertimu. Kalau saja kau berasal di benua yang sama denganku. Mungkin kau akan menjadi Sage atau diatasnya.” Shuilong memuji Xiuhuan.


Namun, tiba-tiba muncul kabut yang menutupi pandangan Xiuhuan, dan muncul bola-bola Air raksasa dari lima penjuru; sedangkan keberadaan Shuilong sendiri tak bisa dirasakan oleh Xiuhuan.


“Segel Naga Bintang!”


Suara Shuilong menggema, Xiuhuan merasa ini bukan keadaan yang baik. Dia lansung menggunakan jurus pusaran air mengelilingi tubuhnya.


Air berbentuk tali mengikat Xiuhuan, bahkan pusaran air yang mengelilingi Xiuhuan pun ditembus dengan mudah oleh air berbentuk tali itu.


Xiuhuan merasakan bahaya yang sangat besar muncul dari depan, sehingga ia berusaha menutupi tubuhnya lagi dengan pusaran air.


Ratusan tombak air menghantam pusaran air dan beberapa tembus ke dalam, sehingga Xiuhuan menjerit kesakitan.


“Sialan kau Naga, apakah begini cara bertarung kalian; penuh dengan trik-trik licik dan mengaku sebagai makhluk terkuat,” umpat Xiuhuan menahan rasa sakit tertembus tombak air.


Mau tak mau, ia lansung menggunakan jurus andalannya saat di daratan utama. Yaitu, Jurus Badai Petir dari kitab Seribu Dongeng.


Langit di dunia buatan lantai ketujuh Paviliun milik Shuilong itu bergemuruh dan hujan deras pun muncul disertai sambaran-sambaran petir. Kabut yang menutupi pandangan Xiuhuan akhirnya menghilang disapu oleh hujan dari Jurus Badai Petir, belum lagi sambaran petir yang menghancurkan lantai tujuh itu, walaupun lansung beregenerasi kembali.


Murid-murid yang sudah berada di luar Paviliun terkejut melihat Makam itu bergetar hebat, bahkan terjadi getaran pada tanah pijakan mereka.

__ADS_1


“Apakah murid-murid jenius setiap Clan telah mencapai lantai tujuh dan melawan monster terkuat di sana.”


“Bisa jadi. Ah, sayang sekali, aku tak melanjutkan perjalanan ke lantai atas. Karena melawan monster dan jebakan di lantai dua saja Aku sudah kerepotan.”


“Wah, aku sampai lantai tiga. Berarti aku lebih hebat dari kamu, bro.”


Lou Xue hanya bisa mengepal tangannya, karena tak bisa ikut bertarung di dalam Paviliun makam. Karena ia tiba-tiba naik ke tingkat Immortal Menengah setelah menyerap inti kehidupan milik Xue Hu, walaupun harus menyerahkan kesuciannya pada si mesum Xiuhuan.


***


“Dasar manusia rendahan!—Kau mengancurkan rumahku,” ancam Shuilong yang tidak terluka oleh sambaran petir beruntun dari jurus badai petir.


Shuilong menggunakan qi miliknya sebagai perisai. Entah bagaimana caranya ia memadatkan qi tersebut, menjadi perisai transparan. Namun, sambaran petir malah memantul saat mengenainya.


“Bukankah kau yang memulainya. Padahal aku datang dengan baik-baik, hanya ingin menanyakan apakah masih ada harta yang tersimpan di sini. Kalau ada, ya ... tinggal berikan padaku dan aku pergi dari sini—kan, beres.” Xiuhuan berkilah, “Lagi pula buat apa mayat hidup menyimpan harta, lebih baik hadiahkan padaku saja yang miskin ini.”


Xiuhuan terus mengejeknya, agar Shuilong menggunakan banyak qi, karena cuma menguras qi miliknya saja; satu-satunya cara mengalahkan Shuilong yang terpikirkan oleh Xiuhuan.


Sembari menahan rasa sakit, Xiuhuan memegang erat Pedang Rohnya. Segel Naga Bintang telah rusak oleh sambaran petir dari jurus badai petir.


“Kau memaksaku menggunakan jurus ini,” cibir Shuilong yang tiba-tiba memunculkan gelombang air setinggi puluhan tombak dari belakangnya.


“Ouh, mirip dengan jurus Tsunami!” gumam Xiuhuan juga mengeluarkan gelombang air serupa. Xiuhuan juga kembali mengerahkan qi seluas laut Kunming untuk mengimbangi kekuatan Shuilong. “Baiklah, mari kita lihat siapa yang paling lincah bergerak di dalam air—sejauh ini tak ada yang lebih licin dari belut tampan,” ejek Xiuhuan masuk ke dalam gelombang air yang ia buat.


Dua tsunami raksasa bertubrukan, pertarungan kini beralih di dalam air. Seperti yang Xiuhuan katakan, ia sangat lincah meliuk-liuk—hal sebaliknya terjadi pada Shuilong yang bergerak cukup lambat, tetapi pertahanannya sangat kuat, sehingga sulit untuk melukai wujud Naga Air Shuilong itu.


...~Bersambung~...

__ADS_1


__ADS_2