Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Memasuki Dimensi Heidong


__ADS_3

“Pelan-pelan gege!”


“Iya, sayang! Aku sedang berusaha, nih.”


“Aw! Sakit gege!” teriak Huo Meigui. “Kan, sudah kukatakan pelan-pelan.”


“Kamu juga jangan terlalu banyak bergerak, aku kesulitan, nih. Ketat sekali soalnya.”


“Habis, sih. Gege kasar sekali! Sakit tau.”


Xiuhuan tersenyum masam dengan tingkah bini barunya ini. Kemudian, “Ah, sobek!”


“Ih, gege bikin kesal saja. Ini kan, Hanfu kesayanganku,” sesal Huo Meigui memegangi hanfunya yang sebenarnya sengaja ditarik dengan kasar oleh Xiuhuan. Karena Hanfu itu memancing mata keranjang hidung belang menikmati pemandangan tubuh istrinya.


“Yah, mau bagaimana lagi. Hanfumu terlalu ketat, sulit melepaskannya.” Xiuhuan mengelak disalahkan. Namun, Huo Meigui yang tak mengenakan apapun itu malah merajuk. Keindahan terbaik di Benua Resifel itu kemudian menarik selimutnya dan langsung memejamkan mata, membuat Xiuhuan tersenyum getir. “Sayang, tolong ceritakan apa itu Dimensi Heidong? Aku tadi pura-pura mengerti saja dihadapan tuan muda Ling Wentian itu,” bisik Xiuhuan ke telinganya.


Huo Meigui menarik nafas dalam-dalam dan duduk kembali, tetapi ia langsung mimisan menatap Xiuhuan yang juga telah melepas seluruh pakaiannya. Tubuhnya yang atletis, wajah yang tampan; siapapun wanita yang melihat pemandangan ini akan klepek-klepek dipangkuannya.


Xiuhuan berbaring didekatnya, nafas Huo Meigui berpacu dalam melodi.


“Apakah kau sakit sayang?” Xiuhuan menyeka mimisan di hidung Huo Meigui dengan pakaiannya yang tergeletak di sebelah mereka, sehingga Huo Meigui menghirup aroma tubuh Xiuhuan dari pakaian itu dan memperparah mimisannya. “Sepertinya kita harus tunda dulu membuat anak malam ini. Kau sepertinya tidak baik-baik saja.” Xiuhuan khawatir dengan kondisi tubuh Huo Meigui.


“Ti-tidak! Aku baik-baik saja, ini karena pengalaman pertamaku tidur dengan laki-laki,” sela Huo Meigui malu-malu. Kemudian teringat lagi dengan pertanyaan Xiuhuan dan ia berkata, “Dimensi Heidong itu sebenarnya sama dengan Gunung Lou Feng di Benua Kun Lun. Tempat itu penuh dengan monster, bedanya Dimensi Heidong itu adalah artefak Teleportasi yang membawa kita ke Benua yang benar-benar hanya dihuni oleh monster dan terpisah dengan Benua yang kita diami ini.” Huo Meigui memberikan penjelasan.


“Wah, hebat sekali, ya. Aku juga heran, dari mana kalian mendapatkan kristal monster sementara kalian tak bisa memasuki wilayah aliran putih. Ternyata ini jawabannya.” Rasa penasaran Xiuhuan terjawab sudah.


“Betul, tetapi kelemahan Artefak Dimensi Heidong itu, hanya bisa digunakan sepuluh tahun sekali, dan hanya empat Clan besar yang memiliki Artefak itu, makanya Clan-Clan lain mengirim anggotanya ke keempat Clan pemilik artefak Dimensi Heidong untuk ikut berpatisipasi, walaupun harus membayar biaya pendaftaran yang cukup mahal. Kalau di Clan Huo, biaya pendaftaran masuk ke Dimensi Heidong adalah satu juta keping emas,” urai Huo Meigui lagi.


“Hmm ... ada untungnya juga Meigui‘er berteman baik dengan tuan muda Ling Wentian, sehingga kita tak perlu membayar biaya pendaftaran dan ... sepertinya kamu sudah siap!” Xiuhuan menyambarnya seperti kucing kelaparan.


Dua insan itu bergelut tak karuan, nafas keduanya tak stabil, Xiuhuan juga membuat Perisai Air mengelilingi kamar mereka, sehingga tak mengganggu kamar sebelahnya. Author tak sanggup menulis adegan selanjutnya, karena tak bisa mengintip mereka.

__ADS_1


***


Petinggi Clan Ling berada dibarisan depan di lokasi Artefak Dimensi Heidong. Sekitar seratus tetua Clan Ling yang Kultivasi-nya Ranah Absolute God ikut ambil bagian dengan anggota masing-masing yang mencapai ribuan.


Untuk Clan luar, Clan Ling tak membolehkan Kultivator Ranah Absolute God mereka ikut ambil bagian, hanya Ranah Chaos Ancient God saja yang boleh ikut. Tentu kebijakan ini sengaja mereka lakukan, agar dominasi Clan mereka tidak digeser oleh Clan-Clan menengah dan kecil nantinya.


Xiuhuan dan Huo Meigui bergabung dengan Ling Wentian, karena mereka memiliki Plakat khusus. Namun, kedatangan mereka, membuat pengikut tuan muda Ling itu memberikan tatapan permusuhan, terutama dari pengikut wanita—yang langsung iri melihat kecantikan Huo Meigui, walaupun saat ini Huo Meigui sedang bermanja-manja merangkul tangan Xiuhuan, karena ia senang dengan olahraga ekstrim mereka tadi malam.


Ling Wentian bingung melihat perubahan sikap Huo Meigui, padahal kemarin ia tampak canggung didekat Xiuhuan. Namun, sekarang ia seperti kucing rumahan yang merengek pada tuannya.


“Ehemm ....” Ling Wentian berdehem mendekati Xiuhuan dan Huo Meigui. “Sepertinya kalian melewati malam yang terlalu singkat,” sapanya.


Xiuhuan menoleh kearah sumber suara yang familiar itu.


“Tuan muda bisa saja. Memang malam tadi, kami terlalu bersemangat dan hampir membuat ranjang penginapan itu jebol hahahaha ....” Xiuhuan tertawa terkekeh-kekeh.


“Cih, dasar pasangan mesum!” cibir wanita anggun di sebelah Ling Wentian.


“Jangan diambil hati dengan ucapan adikku ini. Pemikirannya belum dewasa, walaupun tubuhnya sangat memikat laki-laki—”


“Kakak!” protes Ling Yue menempelkan Pedang pusaka tingkat menengah ke leher Ling Wentian. “Jangan membahas ranjang di sini, selain membahas strategi agar kita bisa bersaing mendapatkan pencapaian lebih baik dari yang lain.”


Ling Wentian menggeser bilah Pedang itu dengan senyum lebar.


“Apakah tuan Xiuhuan mau menjinakkan burung kecil ini. Aku takut ia akan terbang sendiri selama sisa hidupnya. Dia terlalu keras kepala dan suka mengatur.” Ling Wentian malah menjodohkan Ling Yue pada Xiuhuan, walaupun sebenarnya ia ingin Xiuhuan mati di Dimensi Heidong nanti, agar janda Huo Meigui akan menjadi miliknya.


“Melahap satu saja aku kesulitan. Namun, sebagai jantan yang baik hati, dengan sukarela aku bersedia menemani tuan putri terbang mengarungi dunia,” sahut Xiuhuan langsung mencium telapak tangan Ling Yue.


“Gege!” teriak Huo Meigui, membuat seluruh Kultivator yang ada di sana menatapnya. Namun, Huo Meigui tak peduli, “Apakah kamu sudah bosan padaku?” Die mencubit pinggang Xiuhuan yang langsung menjerit kesakitan.


“Ja-jangan begitu sayang! Aku hanya basa-basi saja.” Xiuhuan berusaha menenangkan situasi, karena takut istrinya tak terkendali.

__ADS_1


Kultivator yang melihat adegan itu tertawa terbahak-bahak, hingga artefak Dimensi Heidong terbuka.


“Cih, dasar pasangan aneh! Lebih baik kalian kembali ke Penginapan, dari pada mengganggu yang lain berburu monster,” cibir Ling Yue langsung melesat memasuki Dimensi Heidong yang diikuti oleh Kultivator Clan Ling.


“Ayo Nona Meigui, kita berburu monster sebanyak-banyaknya untuk bekal kalian membangun rumah tangga,” ajak Ling Wentian langsung mengikuti adiknya.


Huo Meigui ingin melesat ke dalam Dimensi Heidong. Namun, Xiuhuan menahannya.


“Ada apa gege? Kita tak ikut berburu, ya?” Huo Meigui kebingungan menatap Xiuhuan.


“Kita masuk terakhir saja. Lebih aman berburu tanpa mengikuti kelompok lain. Nanti, kita hanya mendapat bagian kecil saja kalau mengikuti mereka, sedangkan berburu sendiri kita bebas melakukan apa saja di sana.” Xiuhuan memberikan penjelasan, kenapa mereka harus berpisah dengan rombongan Ling Wentian.


“Betul juga. Selama aku berburu monster dengan Huo Guan dulu, rumah bordil Caihong hanya diberikan beberapa kristal Tian saja, sedangkan sisanya diambil oleh Clan Huo.” Huo Meigui akhirnya mengerti dengan tujuan suaminya itu.


***


“Di mana Nona Meigui?” tanya Ling Wentian tak melihat pasangan itu di kelompok mereka.


“Mereka tak melompat tadi tuan muda, saat kita memasuki Dimensi Heidong ini, sepertinya suami wanita cantik itu menahannya,” sahut salah satu Kultivator Clan Ling.


Ling Wentian mendengus dingin, ia menyadari Xiuhuan itu tak mudah dikelabui. Dia seperti memiliki indera ketujuh, memahami niat buruk orang lain.


“Lupakan mereka, mari menuju lembah tengkorak. Sepuluh tahun lalu, kita tak bisa menaklukkan Phoenix Nirwana, karena keterbatasan waktu; saat ini kita harus menaklukannya, jangan sampai tetua lain lebih dulu dari kita,” perintah Ling Wentian pada anggotanya.


“Baik tuan muda!” sahut mereka langsung bergegas menuju lembah tengkorak, mereka bahkan mengabaikan monster Level Huang disekitar mereka, karena tujuan utama Ling Wentian adalah Phoenix Nirwana yang menurut sesepuh Clan Ling, monster itu berusia satu miliar tahun—yang merupakan salah satu monster langka.


#Promosi Novel Baru, Judul: Fang Yuan#


...~Kuat, cool, tidak genit seperti seniornya Xiuhuan dan mencintai satu wanita saja~...


__ADS_1


__ADS_2