Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Demon Qi


__ADS_3

Nie Ranran membelalakkan matanya melihat tubuh Nie Bao telah hancur berkeping-keping, sehingga ia terkulai lemas—karena yakin gilirannya selanjutnya yang akan bernasib sama dengan Nie Bao.


“Hmm, inilah kekuatan Xiuhuan yang sebenarnya. Untung saja aku tidak bernasib sama dengannya saat diperbatasan tadi,” gumam Ling Wentian mengerutkan keningnya, sedangkan anggota Clan Ling juga merinding ketakutan.


Xiuhuan menghilang tiba-tiba dan muncul dihadapan Nie Ranran. “Mari kita bicarakan kerjasama antara Clan Nie dan Ling kami," kata Xiuhuan sembari menyeka air matanya.


Nie Ranran yang menangis sesenggukan segera mengangguk dan menangkupkan tinjunya untuk menunjukkan rasa hormat pada Xiuhuan. “A-aku bersedia menyerahkan tubuhku untuk tuan muda, agar penduduk Clan Nie kami tidak dilenyapkan," sahut Nie Ranran ragu-ragu karena takut salah bicara.


Xiuhuan mengerutkan keningnya, karena sejak tadi Nie Ranran selalu mengatakan akan menyerahkan tubuhnya. “Bukan itu maksudku, kami hanya ingin kalian bergabung dengan kami menyerbu Clan-Clan lainnya, karena seluruh Benua Resifel akan dibawah kendali Clan Ling,” kata Xiuhuan dengan senyum hangat. “Tenang saja, Clan kalian akan mendapatkan hadiah atas kontribusi kalian membantu kami nantinya. Nah, Ketua Nie Ranran tinggal pilih—berada di pihak kami atau Clan Huo, karena setelah ini kami akan menyerbu Clan Huo juga.”


Nie Ranran tidak mempunyai pilihan dan segera berkata, “Aku—Nie Ranran, Ketua Clan Huo akan tunduk pada Clan Ling dan akan mengerahkan semua Kultivator kami.”


Xiuhuan tersenyum lebar dan berkata, “Aku akan memberikan waktu hingga jam pasir ini berakhir, dan kumpulkan bawahanmu sebanyak-banyaknya.”


Nie Ranran mengangguk dan menyalakan kembang api yang menandakan agar para tetua yang melarikan diri agar segera kembali ke Kota Nie. Karena kembang api itu menandakan telah dibuat kesepakatan damai dengan Clan Ling.


“Ketua Ranran berhasil meyakinkan mereka agar tidak menghancurkan kota Nie,” gumam Tetua Kedua dengan senyum lebar dan ia juga lega Nie Ranran baik-baik saja, karena saat ini ia sedang menggendong tubuh Nie Rou yang sedang sekarat. Kalau Nie Ranran terbunuh oleh Clan Ling, maka Nie Rou pasti akan sedih kalau mengetahui ibunya telah tiada.


“Ayo segera kembali ke Kota,” kata Tetua Ketiga, karena takut nanti Ling Wentian menyangka mereka meminta bala bantuan pada Clan Huo, sehingga ia membunuh Nie Ranran.

__ADS_1


Xiuhuan menengadah menatap langit, dan kembang api itu cukup indah sekali. Namun, Nie Ranran justru ketakutan, karena takut Xiuhuan salah sangka, mengira itu adalah tanda bahaya yang ditujukan pada Clan Huo.


“Tuan muda, ini hanya tanda agar seluruh anggota Clan Nie berkumpul di sini,” kata Nie Ranran membuyarkan lamunan Xiuhuan.


“Aku tahu kamu adalah Ketua Clan yang baik hati. Jadi, Ketua Ranran cukup berkoordinasi dengan Ling Wentian saja, karena dia penanggung jawab Clan Ling, sedangkan aku cuma menantu Ketua Fei saja hehehe ....” Xiuhuan tertawa pelan sembari menengadah menatap kembang api itu lagi.


Para penduduk kota Nie terkejut, mereka sangat panik—karena melihat banyak Kultivator asing memadati langit Kediaman Clan Nie dan mereka bertanya-tanya apakah nasib mereka akan diujung tanduk, karena mereka hanya bisa pasrah saja dan tak mungkin bisa melawan para Kultivator.


Tetua Kedua bersama dengan Tetua lainnya mendarat di halaman kediaman Clan Nie dan langsung menangkupkan tinju untuk menunjukkan rasa pada Ling Wentian, tuan muda Clan Ling tersebut.


“Ketua Ranran, keadaan nona Rou sepertinya makin parah saja, bagaimana ini?” Tetua Kedua langsung menghampiri Nie Ranran dan mengabaikan monster yang selalu cengengesan disebelahnya, padahal monster itu sebenarnya adalah Psikopat yang mesti harus dihindari, karena bila dia tersinggung—maka tubuh mereka yang menyinggungnya akan mengeluarkan Cahaya emas dan hancur berkeping-keping.


Nie Ranran sangat panik dan segera mengeluarkan Pill penyembuhan tingkat tinggi dari cincin dimensinya. Namun, Xiuhuan melarangnya untuk memberikan Pill itu pada Nie Rou.


“Hmm, ada Demon qi dalam tubuhnya,” kata Xiuhuan, dan Tetua Kedua ingin menjawab kami sudah tahu babang tampan? tetapi hanya bisa dilakukan dalam hatinya saja, karena ia tidak memiliki keberanian untuk mengatakannya. “Bolehkah aku mengeluarkan Demon qi ini?” tanya Xiuhuan pada Tetua Kedua, karena ia mengira gadis itu adalah putri Tetua Kedua.


“Tentu saja boleh tuan muda!” sahut Nie Ranran. “Dia adalah putriku dan sudah lama sekarat setelah keluar dari makam kuno, mungkin makam itu dulunya milik Ras Iblis,” katanya lagi memberikan penjelasan.


Xiuhuan mengangguk, kemudian tanpa aba-aba langsung mengecup bibir Nie Rou, sehingga Ling Wentian membelalakkan matanya.

__ADS_1


“Cih, aku akan melaporkan kejadian ini pada Saudari Yue‘er. Huh, rasakanlah pembalasan dariku Xiuhuan!” Ling Wentian mengutuk Xiuhuan dalam benaknya.


Xiuhuan merasa pundaknya terasa dingin. “Apakah ada yang sedang mengumpati, ya?" gumam Xiuhuan sembari menyedot Demon qi dari tubuh Nie Rou, sedang Nie Ranran dan anggota Clan Nie hanya bisa pasrah melihat apa yang dilakukan oleh Xiuhuan, apakah itu memang cara pengobatannya atau dia mengambil kesempatan dalam penderitaan Nie Rou.


“Aku merasa tubuhku pulih kembali, setelah mengalami mimpi buruk!” gumam Nie Rou sembari membuka matanya dan terkejut ada Laki-laki yang tidak ia kenal sedang mengecup bibirnya. “Kurang ajar kau brengse‘k! Mati kau!” Nie Rou menampar wajah Xiuhuan berulangkali, sehingga meninggalkan stempel lima jari.


Nie Ranran sangat panik melihat tindakan putrinya itu. “Ja-jangan Rou‘er!” serunya sembari menangkap tangan Xiuhuan agar ia tidak mengepalkan tangannya, karena saat Nie Bao hancur berkeping-keping; saat itu Xiuhuan mengepal tangannya, sehingga Nie Ranran menduga itu adalah cara kerja jurus tersebut. Padahal itu hanya gaya-gayaannya saja agar terlihat menakutkan.


“Hei, Nenek Ranran, apakah kamu sudah tidak sabar lagi, aku sudah memiliki puluhan istri, lho? Bagaimana dengan kakak iparku itu saja,” canda Xiuhuan sembari tertawa terkekeh-kekeh menunjuk Ling Wentian yang tersenyum masam mendengarnya.


Wajah Nie Ranran memerah karena malu atas tindakan spontanitasnya itu, dia sangat takut kehilangan Nie Rou. “Maaf, tuan muda Xiuhuan, aku mengira Anda akan membunuh Nie Rou juga,” sahut Nie Ranran tersenyum masam.


Para tetua terkejut mendengarnya dan baru menyadari kalau Tetua Kelima tidak ada di halaman Kediaman Clan Nie tersebut, sedangkan Nie Rou masih bingung ... kenapa semua anggota Clan Nie ketakutan menatap Xiuhuan yang tampak sangat tampan dan ramah itu.


“Baiklah, karena semua sudah berkumpul, mari kita lanjutkan penyerbuan ke Clan Deng,” kata Ling Wentian. “Kultivator Clan Nie akan dipimpin oleh Ketua Ranran, sehingga mereka akan bertugas setelah mendapat perintah darimu dan tentunya setelah mendapatkan arahan dari adik iparku juga,” katanya lagi.


Nie Ranran mengangguk dan berkata, “Baik tuan muda Wentian.” Dia langsung berbalik badan. “Semua ikuti aku dan hanya Tetua Ketiga yang akan menjaga kota Nie,” katanya lagi.


Xiuhuan langsung melesat meninggalkan Kediaman Clan Nie dan disusul oleh rombongan Clan Ling.

__ADS_1


“Apa yang terjadi, Bu?” Nie Rou masih linglung, dan terkejut melihat Kultivator Clan Ling yang sangat besar itu berkumpul di Kediaman mereka.


“Ikuti ibu, nanti akan aku ceritakan garis besarnya dan kamu harus berterimakasih pada tuan muda tampan tadi, karena dia yang menyelamatkan hidupmu!" sahut Nie Ranran segera mengikuti Kultivator Clan Ling tersebut bersama seratus Kultivator Clan Nie yang rata-rata adalah Ranah Immortal saja.


__ADS_2