
Tiga Pendekar Pedang yang merupakan Pengawal Chen Liu itu tersentak kaget. Tiba-tiba Xiuhuan sudah di hadapan mereka
Xiuhuan lansung menebas yang paling kanan paling dulu dengan tebasan Halilintar. Pendekar Pedang tersebut mencoba menangkis, namun siluet Sidat Listrik yang menyertai tebasan pedang Xiuhuan menyetrum Pendekar Pedang itu, sehingga lansung terkulai lemas.
Pendekar Pedang yang berada di tengah, ingin mengucapkan sebuah kata. Namun tak sempat keluar, karena gerakan Xiuhuan begitu cepat untuk mereka ikuti. Seperti sambaran petir saja, duluan kilatnya daripada suara yang menggelegar itu.
Pendekar Pedang itu lansung memunculkan tembok tanah, ia lebih memilih bertahan dari pada menangkisnya dengan Pedangnya.
Keberuntungan berpihak padanya, tembok tanah itu hancur berkeping-keping dan Xiuhuan lansung berpindah pada Pendekar Pedang yang berada di sebelah kiri.
Pendekar Pedang yang di tengah itu tak menyia-nyiakan kesempatan yang diberikan oleh Xiuhuan. Ia langsung melakukan teknik penggabungan dengan Roh Pedang Serigala Hitam. Lansung melompat ke arah punggung Xiuhuan.
Pendekar Pedang yang berada di sebelah kiri, lansung menancapkan pedangnya di tanah. Sebuah ledakan api besar muncul.
Melihat api besar muncul Xiuhuan menggunakan jurus Putaran Gelombang Air. Siluet Sidat Listrik lansung bermetamorfosis menjadi Belut Air.
Di tubuh Xiuhuan sendiri, melingkar pusaran air melindunginya dari hawa panas api besar yang melesat ke arahnya.
Dengan senyum tipis, Xiuhuan mengarahkan pedangnya ke depan dan Siluet Belut Air lansung menyemburkan air, bak pemadam kebakaran, membuka jalan untuk Xiuhuan.
“Hahaha ... apa cuma begini saja kekuatan Sekte Pedang Lembah Neraka itu? Harusnya kau menarik api biru bukan api merah!” Xiuhuan memprovokasi mereka.
“Kakak ketiga aku datang membantu!” seru Pendekar Pedang yang melayang di udara. “Hujan Jarum!” katanya lagi merapalkan jurus.
Seribu jarum yang melayang di udara lansung melesat bak air hujan yang berjatuhan dari langit, namun yang ini hanya mengarah pada satu titik saja. Yaitu, Pendekar Pedang dengan balutan air di tubuhnya itu.
Xiuhuan yang sudah melewati berbagai macam pertempuran itu, kini memiliki insting yang sangat tajam. Dengan langkah kilat ia meliuk-liuk, seperti penari ronggeng. Gerakan tubuhnya kalau kita minta pada sutradaranya agar dibuat slow motion, sangat indah. Seperti penari balet, kadang-kadang ia memundurkan bokongnya, kadang ia loncat indah dan semacamnya, lah. Intinya tak ada jarum yang bersarang di tubuhnya.
Sangat disayangkan juga. Pendekar Pedang itu tak bisa menancapkan satu jarum pun, Pada Xiuhuan. Padahal dalam situasi pandemik begini, Xiuhuan membutuhkan vaksin Corona juga.
Siluet Belut air yang membukakan jalan pada Xiuhuan lansung melesat ke depan, tanpa memperdulikan dua Pendekar Pedang lainnya. Ia hanya fokus melumpuhkan sasaran target yang telah ia kunci.
__ADS_1
“Makkkkkkkkk! Aku tak ingin mati!” teriak Pendekar Pedang yang baru berusia 30 tahun itu menangis ketakutan. Padahal minggu depan ia akan menikah dengan si Mei-mei, anak tetangga rumahnya yang tak bisa membayar hutang pada orang tua Pendekar Pedang ini. Sehingga diambil lah, jalan tengah dengan menikahkan kedua anak mereka.
Kebetulan si Pendekar Pedang ini, diam-diam mencintai Mei-mei, walaupun Mei-mei sebenarnya mencintai Bang Regar. Mau bagaimana lagi, seperti novel-novel Romantis CEO, gadis miskin akan dijodohkan dengan sang CEO tampan, namun dengan sifat yang dingin.
Pendekar Pedang ini sudah lama berpura-pura dingin dan arogan di depan Mei-mei, karena setelah menikah nanti, barulah dia akan bucin tentunya.
...{E Few Moments Later}...
Dengan senyum menyeringai, Xiuhuan kembali mengganti mode Siluet Belut air dengan Siluet Sidat Listrik dan menyetrum Pendekar Pedang itu dengan tegangan rendah, agar tak hangus. Xiuhuan hanya membuatnya pingsan saja.
Pendekar Pedang yang telah melakukan penggabungan dengan Roh Pedang Serigala Hitam lansung melompat ke arah punggung Xiuhuan. Siluet Serigala raksasa juga siap menerkam Xiuhuan.
Dari udara, Sebuah Siluet Elang raksasa menukik tajam ke bawah, seperti peluru kendali AIM-54 Phoenix yang ditembakkan oleh pesawat F-14 Tomcat.
“Aku suka dengan kerjasama kalian, kecuali Pendekar Pedang itu. Masa ia langsung tepar, belum juga unjuk gigi.” Xiuhuan masih sempat bercanda sambil menunjuk pada Pendekar Pedang yang pertama ia lumpuhkan tanpa perlawanan berarti.
Pendekar Pedang itu merasa ada yang tidak beres. Bukannya menghindar atau mengelak dari serangan gabungan mereka. Xiuhuan malah sempat-sempatnya bercanda.
Xiuhuan menukik ke atas dan menusuk Siluet Elang raksasa yang mengarah padanya.
“Boommmm!”
“Boommmm!”
Dua ledakan besar muncul, ia berjalan diantara dua sisi ledakan itu. Seperti iklan promosi Film laga Hollywood.
“Di-dia mo-monster!” Pekik Pendekar Pedang yang melayang di udara. “Maafkan akun kakak pertama, aku akan meminta bantuan tuan Putri Chen Liu!” Dia lansung kabur.
“Hei, kau tidak setia kawan!” gerutu Pendekar Pedang yang telah melakukan teknik penggabungan dengan Roh Pedang Serigala Hitam itu.
“Hehehe ... mencoba kabur dari Masternya master Swordman ini? Tak semudah itu Ferguso," kata Xiuhuan melempar Pedangnya yang melesat seperti sambaran Petir.
__ADS_1
“Akhhhhh!” Pekik Pendekar Pedang itu langsung jatuh dari langit dan menghantam tanah.
Kaki kanannya kini tertancap Pedang Xiuhuan. Dari mulutnya juga menyemburkan darah, karena luka dalam. Belum lagi ia menghujam tanah dengan keras. Jika saja ia bukan kultivator, sudah dipastikan ia akan tewas saat jatuh dengan ketinggian 50 langkah di udara itu.
Pendekar Pedang yang satu lagi melihat Pedang Xiuhuan jauh dari empunya. Ia langsung melesat menebas Xiuhuan.
Dengan sigap Xiuhuan menghindar dan meninju wajahnya, perut dan bagian tubuh lainnya secara bertubi-tubi. Ia memadukan kecepatan jurus Langkah Kilat pada serangan itu.
“Rasakan ini pukulan gomu-gomu no mi!” seru Xiuhuan dengan senyum lebar.
Pendekar Pedang tersebut lansung tersungkur dengan wajah bak disengat lebah saja. Ia lansung merobek sedikit jubah putih miliknya dan mengangkat bendera putih tanda menyerah.
Xiuhuan mengumpulkan mereka di bawah pohon kelapa dan mengikat keempatnya.
“Sekarang! Kalian pilih mana? Hidup atau mati?” Ancam Xiuhuan.
“Hi-hidup tuan!” sahut mereka serentak.
“Bagus! Sekarang transfer semua Poin kalian padaku. Kujamin kalian selamat dan aku akan melepaskan kalian,” kata Xiuhuan memberikan pilihan yang sebenarnya harus dituruti.
“Ba-baik tuan! Tapi kami diikat, tak bisa mengambil Plakat kami,” jawab yang mereka panggil kakak pertama itu.
“Ah, iya, ya.” Xiuhuan melepas lagi ikatan mereka. “Sekarang lekas kirim!” seru Xiuhuan dengan senyum lebar.
Keempatnya lansung mengirim Poin mereka. Jumlahnya bervariasi, dengan total semua adalah 55.000 Poin. Setelah mengirim Poin mereka pada Xiuhuan, keempatnya berjalan tertatih-tatih ke arah lereng gunung Diyu.
Xiuhuan mengingat sesuatu. “Hei tunggu!” seru Xiuhuan menghentikan langkah mereka. Keempatnya lansung merasakan aura tak enak dari senyum Xiuhuan. Mereka lansung mengutuknya dalam hati sebagai iblis tak berperasaan. “Kalian belum menyerahkan Pil Neraka kalian hahaha ...." Xiuhuan tertawa cekikikan.
Dengan lesu, keempatnya menyerahkan Pil Neraka mereka. Xiuhuan benar-benar menguras semua harta mereka. Untung saja Xiuhuan tak meminta baju yang mereka kenakan. Kalau sempat diminta, entah bagaimana mereka menghadap Chen Liu nantinya.
“Cuma ada 30 Pil Neraka level sepuluh, 40 Pil Neraka level sembilan dan 50 Pil Neraka level delapan. Ah, sedikit sekali. Kalau begini, aku tetap juga harus membeli tambahan Pil Neraka dengan Poin-poin ini,” gumam Xiuhuan duduk di bawah pohon kelapa itu. Ia masih menunggu kedatangan Chen Liu beserta Pengawalnya lainnya.
__ADS_1
...⚔️Bersambung ⚔️...