
Tiga bulan kemudian Xiuhuan berangkat ke perbatasan antara Benua Kun Lun Utara dengan Benua Resifel untuk menuntaskan janji Sepuluh Tahun lalu tentang akan bertarung dengan Huo Guan dan Ling Wentian.
Dua bulan ini ia menghabiskan waktu di Pulau Niao dengan membawa keempat anaknya serta Bai Xinqi dan Jie Louqing, sedangkan Lou Xue tidak mau ikut dan memilih berkultivasi, karena tingkat Kultivasi Xiuhuan lebih tinggi darinya sekarang ini. Dia masih di Ranah Chaos Ancient God, sedangkan Xiuhuan sudah di Ranah Absolute God setelah berkelana ke Benua Dayan yang menaikkan dua tingkat Kultivasi-nya.
Selama di Sekte Teratai Biru, Xiuhuan juga memperkenalkan Ketiga istri Iblisnya pada istri-istrinya dan mereka sangat terkejut, bahkan Serea hampir menyerang mereka—karena refleks Silumannya yang sangat membenci Ras Iblis. Namun, Xiuhuan memberikan penjelasan padanya bahwa Ketiganya sangat baik seperti manusia lainnya, sehingga Serea akhirnya menerima mereka, tetapi Ketiga istri Iblisnya itu tetap tinggal dalam Pagoda Tujuh Musim, sedangkan Serea memilih tetap tinggal di Sekte Teratai Biru karena anaknya sudah betah tinggal di sana, walaupun ia sebenarnya masih ingin berkultivasi di dalam Rongqi Xiuhuan.
Dalam perjalanan ke perbatasan dekat dengan Kota Nan milik Clan Ling tersebut, Xiuhuan hanya datang sendiri saja dan tidak mengajak murid-murid Sekte Qingyun, karena ini adalah dendam pribadi antara dirinya dan dua tuan muda Clan besar aliran hitam tersebut.
...***...
Sementara itu di Kediaman Clan Huo, Huo Guan bersiap-siap menuju kota Nan—karena ia mengingat janji yang dikatakan oleh laki-laki yang merebut Huo Meigui darinya akan dilakukan hari ini.
“Apa tuan muda yakin akan pergi sendiri saja dan tidak membawa beberapa Kultivator bersamamu?” tanya tangan kanan Huo Guan yang khawatir ia akan disergap oleh murid-murid Sekte Qingyun.
“Hmm, apa yang perlu ditakutkan? Aku akan membunuhnya agar Huo Meigui menderita seperti yang telah kulakukan pada laki-laki yang ia sukai dulu,” sahut Huo Guan dengan seringai tipis diwajahnya.
Dulu ia pernah membunuh murid Clan Huo yang disukai oleh Huo Meigui, makanya setelah itu Huo Meigui tidak pernah jatuh cinta lagi pada pria manapun hingga tiba-tiba Xiuhuan muncul dan merubah rencana yang telah lama ia susun untuk menaklukkan wanita tercantik di Benua Resifel tersebut.
“Mata-mata kita mengatakan kalau Xiuhuan sudah mencapai Ranah Absolute God, padahal sepuluh tahun yang lalu ia masih Ranah Immortal Awal dan setelah memasuki Dimensi Heidong ia mencapai Immortal Menengah—” Belum selesai ia bicara tiba-tiba Hu Guan menyela ucapannya.
__ADS_1
“Apakah aku takut hanya gara-gara ia secara instan naik tingkat Kultivasi? Cih, dia hanyalah sampah di mataku,” sela Huo Guan menatap sinis pada tangan kanannya itu, sehingga ia terpaksa diam karena takut Huo Guan bertambah marah.
Huo Guan langsung melesat meninggalkan Kediaman Clan Huo dan tangan kanannya itu segera melaporkan tindakannya pada Ketua Clan Huo, karena ia takut Xiuhuan membunuh Huo Guan.
Ketua Clan Huo terkejut mendengarnya, karena Huo Guan masih belum bisa melupakan Huo Meigui—padahal seharusnya ia fokus untuk menjalankan rencana untuk menghancurkan aliran putih yang telah direncanakan selama ribuan tahun tersebut.
“Bawa Dua Kultivator Ranah Absolute God bersamamu dan kalau Huo Guan kesulitan melawannya, maka kalian segera membantunya. Jangan sampai ia terbunuh melawan Pemuda itu, kalau sampai kalah—maka, Aliansi aliran hitam akan mengolok-olok Clan kita—karena tidak mampu mengalahkan bocah yang baru mencapai Ranah Absolute God,” kata Ketua Clan Huo dengan ekspresi wajah dingin. “Anak bodoh itu keras kepala sekali," gumamnya mengumpati Huo Guan.
Tangan kanan Huo Guan itu menangkupkan tinjunya untuk menunjukkan rasa hormat pada Ketua Clan Huo tersebut dan berkata, “Kami akan memastikan keselamatan tuan muda Guan!”
Sementara itu, Xiuhuan lebih dulu sampai di perbatasan dan ia merasa ada puluhan murid-murid Sekte Qingyun yang bersembunyi tidak jauh darinya dengan menggunakan Perisai agar tidak diketahui oleh orang lain, tetapi ia tetap merasakan keberadaan mereka.
“Hmm, padahal kata Sesepuh Cao Yun Sekte Qingyun tidak akan ikut campur dalam kasus ini, tetapi diam-diam mereka tetap mengirim murid Ranah Chaos Ancient God juga,” gumam Xiuhuan merasa bantuan mereka tak akan berguna, jika ia kalah dari Huo Guan dan Ling Wentian nantinya, karena musuh yang akan dihadapinya itu adalah Ranah Absolute God.
“Wah, aura yang ditampilkan oleh senior Xiuhuan itu seperti seorang Pertapa Agung saja. Ah, kenapa ia tidak jatuh cinta padaku,” kata murid wanita yang bersembunyi dibalik Perisai tersebut.
Rekan-rekannya murid laki-laki langsung menggerutu, karena ia tidak pernah memuji mereka. Namun, pada tukang kawin itu malah banyak murid wanita yang terpesona.
Matahari mulai terbenam, tetapi dua sosok yang dinantikan oleh Xiuhuan itu belum muncul juga, sehingga ia mengerutkan keningnya—karena ini pertama kalinya ia harus menunggu musuhnya, padahal selama ini ia selalu menjadi Pahlawan kesiangan.
__ADS_1
“Apa musuh senior Xiuhuan itu takut padanya, sehingga mereka tidak menerima tantangannya?” tanya murid wanita tadi.
“Bisa jadi, apalagi senior Xiuhuan itu memiliki pengalaman bertempur di mana-mana, walaupun kadang-kadang ia harus lari terbirit-birit. Namun, itu sudah menandakan ia sangat hebat,” sahut yang lainnya.
Xiuhuan makin kesal saat mendengar ucapan mereka itu, karena pujian mereka juga mengandung makna bahwa ia penakut juga—karena harus lari terbirit-birit melawan musuh yang kuat.
“Oh, akhirnya muncul juga hehehe ....” Xiuhuan tertawa terkekeh-kekeh saat merasakan energi spiritual yang besar muncul dari wilayah Clan Ling.
Ling Wentian melayang di udara menatap dingin pada Xiuhuan dan berkata, “Aku tak menyangka kamu berani muncul juga. Padahal aku menduga kamu akan bersembunyi di Kastil Qingyun selamanya.”
Xiuhuan mengerutkan keningnya, padahal jelas-jelas mereka yang tidak muncul-muncul dan ia sudah menunggu mereka sejak matahari terbit dan akan segera tenggelam.
“Di mana si muka pucat?” Xiuhuan tidak merasakan keberadaan Huo Guan. “Apa ia sudah melupakan tentang Huo Meigui dan merelakannya untukku hehehe ....” Xiuhuan tertawa terkekeh-kekeh mengejeknya.
“Tertawalah sepuasnya, sebelum kamu menangis memohon agar segera dibunuh, karena aku tak akan membiarkan kematianmu berjalan dengan mudah. Aku akan mengiris-iris kulitmu dan mencongkel kedua matamu!” ancam Ling Wentian—karena masih terngiang-ngiang dibenaknya atas kematian Ling Hong yang digantung di pohon serta punggungnya diukir tulisan tantangan Sepuluh Tahun ini oleh Xiuhuan.
Saat itu Ling Wentian sangat ingin mengejar Xiuhuan ke Sekte Qingyun dan memulai perang terbuka dengan Aliran Putih. Namun, ayahnya melarang karena status Ling Hong hanyalah tangan kanannya saja dan Aliansi aliran hitam pasti akan menolak keras rencananya itu. Makanya, ia berlatih keras selama Sepuluh Tahun ini hanya untuk membalaskan kematian Ling Hong.
“Hahahaha ... aku sangat takut! Tulungngngng!” ejek Xiuhuan tertawa terkekeh-kekeh mendengar ancaman Ling Wentian.
__ADS_1
“Bunuh dia!” seru Ling Wentian pada Sepuluh Kultivator Ranah Absolute God Clan Ling yang datang bersamanya.
Sepuluh Kultivator Clan Ling itu segera melesat ke arah Xiuhuan dan melakukan serangan terkuat mereka secara bersama-sama, sehingga murid-murid Sekte Qingyun yang memperhatikan pertarungan itu terkejut melihatnya, karena tak menyangka pihak Clan Ling akan mengirimkan Kultivator kuat hanya untuk melumpuhkan Xiuhuan saja.