Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Su Wong


__ADS_3

Du Jingtian segera maju ke depan dan langsung menangkupkan tinju untuk menunjukkan rasa hormat pada Ketua Clan Su tersebut.


“Lama tidak berjumpa saudara Wong, sepertinya Anda masih setia menjadi anjing penjaga para tua bangka itu!” sapa Du Jingtian dengan senyum lebar, tetapi ucapannya itu jelas sedang menyindir Su Wong yang langsung mengerutkan keningnya—karena tak menyangka Du Jingtian secara terang-terangan menghina dirinya.


Su Wong mendengus dingin dan berkata, “Apakah Pemuda itu yang telah membuat kekacauan di Benua Resifel ini?” Su Wong menunjuk ke arah Xiuhuan yang menyilangkan kedua tangannya di dada—dia terlihat cukup angkuh dan Kultivator Clan Ling maupun Clan Du tampak sangat hormat padanya.


Du Jingtian memperhatikan siapa yang ditunjuk oleh Su Wong dan berkata, “Ya, beliau adalah tuan Xiuhuan yang telah membunuh Siluman Kera Emas, Siluman Laba-Laba dan tentu saja juga Siluman yang telah dikirim oleh para tua bangka itu!” Sudut bibir Du Jingtian menunjukkan seringai yang menjengkelkan.


Su Wong terkejut mendengar ucapan Du Jingtian tersebut, kalau Xiuhuan adalah Kultivator yang dirumorkan itu—maka akan sia-sia saja melawannya, karena mereka akan dijadikan butiran debu saja.


“Sekarang apa kalian tetap menghalangi kami atau melakukan perlawanan sia-sia?” tanya Du Jingtian menakut-nakuti Su Wong.


“Bolehkah aku berbicara dengan Kultivator Xiuhuan itu?” Su Wong berusaha bernegosiasi, karena pihak Clan pendukung Aliansi Aliran Hitam telah menunjuknya sebagai pemimpin kelompok mereka dan akan menyetujui keputusan apapun yang dibuatnya nanti.


Du Jingtian langsung mempersilahkan Su Wong menghampiri Xiuhuan, karena tak ada yang perlu dikhawatirkan—walaupun ia berusaha menikam Xiuhuan dari belakang, Du Jingtian tetap yakin Xiuhuan pasti bisa membela diri. “Yang penting jangan coba lakukan sesuatu yang akan membawa Clanmu bernasib sama dengan Clan Huo.”


Su Wong hanya tersenyum masam dan menangkupkan tinju untuk menunjukkan rasa hormat pada Xiuhuan.


“Hmm, apakah kalian memilih menyerah?” Xiuhuan bertanya sembari tersenyum lebar menatap Su Wong.


“Aku tahu tuan Xiuhuan adalah Kultivator hebat, dan aku bisa membujuk pihak Aliansi untuk menyerah pada tuan Xiuhuan. Namun, para Sesepuh itu bukanlah lawan yang mudah dikalahkan—”

__ADS_1


Xiuhuan langsung memotong ucapannya dan berkata, “Langsung saja ke intinya. Tidak perlu berliku-liku, nanti aku tidak bisa memahami ucapanmu!”


Su Wong menarik nafas dalam-dalam dan berkata, “Bagaimana kalau semua Kultivator baik Clan kami, Clan Du dan Clan Ling tidak ikut menyerang para Sesepuh. Sebagai gantinya, tuan Xiuhuan saja yang berhadapan dengan mereka dan kami tidak akan ikut campur; apakah tuan Xiuhuan akan membunuh mereka atau mengampuni mereka.”


Xiuhuan kaget mendengarnya, karena tujuan Su Wong ini adalah bermain di kedua sisi. Apabila Xiuhuan menang, maka mereka otomatis bergabung dengannya dan jika Xiuhuan kalah maka mereka tetap menjadi bagian Aliansi Aliran Hitam.


Xiuhuan berpikir sejenak dan merasa usulannya bagus juga, karena ia ingin merasakan sekuat apakah Sesepuh yang pernah mencoba melawan Naga Lou Feng tersebut, walaupun akhirnya mereka dikalahkan dengan mudah olehnya.


Xiuhuan menyeringai menatap Su Wong, sehingga Du Jingtian yakin dia sedang merencanakan sesuatu yang gila lagi.


“Tuan Xiuhuan, lebih baik tolak saja permintaannya. Kita serang saja bersama-sama untuk menghemat waktu,” sela Du Jingtian—karena bila Xiuhuan kalah melawan para Sesepuh, maka Clan Du-nya akan dimusnahkan oleh Aliansi Aliran Hitam, sebab telah menjadi bagian dari Aliansi bentukan Xiuhuan dan Clan Ling untuk melakukan pemberontakan pada mereka.


Du Jingtian masih ragu, tetapi ia tak mungkin menghentikan Xiuhuan, dan hanya bisa pasrah saja serta berharap Xiuhuan dapat mengatasi para Sesepuh Aliran Hitam yang tidak diketahui bagaimana kekuatan aslinya tersebut.


“Baiklah mari tuan Xiuhuan, aku akan menuntun jalan bertemu para Sesepuh!” sahut Su Wong hendak berjalan menuju pintu rahasia di bekas gunung berapi tersebut.


Namun, Xiuhuan melambaikan tangan pertanda tidak perlu dituntun, karena ia memiliki cara tersendiri untuk memanggil mereka, sehingga Du Jingtian dan Su Wong keheranan—dengan cara apa ia bertemu para Sesepuh tersebut.


Xiuhuan melayang di udara dan segera menggunakan elemen emasnya.


Lingkaran Sihir berwarna emas tiba-tiba muncul di atas bekas gunung berapi, kemudian Ratusan Pedang berukuran raksasa muncul dan langsung menghantam bekas gunung merapi—markas Aliansi Aliran Hitam.

__ADS_1


“Apakah itu artefak tingkat tinggi?” Su Wong bertanya pada Du Jingtian. “Itu mengerikan sekali, mungkin para Sesepuh akan mati seketika!” katanya lagi.


Namun, Du Jingtian geleng-geleng kepala dan berkata, “Mana kutahu, tanyakan saja pada adik iparnya—Ling Wentian!”


“Jangan tanya aku! Dia itu sangat misterius!” sahut Ling Wentian takjub melihat kekuatan yang belum pernah ditunjukkan oleh Xiuhuan tersebut. Padahal awalnya ia mengira Xiuhuan akan menggunakan kepala tangan lagi—yang akan mengeluarkan cahaya emas dari tubuh musuh yang ditargetkan olehnya.


Bekas gunung berapi tersebut langsung hancur berkeping-keping, tetapi tiba-tiba ada lingkaran cahaya putih berbentuk kubah di bekas gunung berapi itu.


Ada Lima Pria Sepuh dan Dua wanita Sepuh di dalam Perisai yang dibuat oleh salah satu dari mereka.


Para Sesepuh tersebut tampak sangat marah, tetapi mereka tidak menengadah menatap Xiuhuan yang sedang melayang di udara. Namun, mereka justru menatap tajam pada para pemimpin Clan besar yang telah berkhianat dan lebih memilih mendukung Xiuhuan yang akan mempersatukan dua Benua; Benua Resifel dan Benua Kun Lun.


Para Pemimpin Clan tersenyum masam, mereka tahu tak akan bisa mengalahkan para Sesepuh tersebut, dan berharap pada Xiuhuan agar bisa menjinakkan mereka.


Sesepuh Du Hao keluar dari Perisai dan melayang di udara. Dia menatap Xiuhuan sekilas, kemudian menoleh kearah para pemimpin Clan Du. “Aku tak mengira kamu akan takut pada Kultivator muda seperti dia, Du Jingtian!” kata Du Hao sembari mendengus dingin. “Cih, dasar pengkhianat!” kecamnya lagi.


Du Jingtian mengerutkan keningnya, ia tak menyangka langsung mendapatkan kata-kata mutiara dari leluhur Clan Du-nya itu.


“Maafkan kami leluhur Hao, zaman silih berganti. Selalu ada generasi baru yang menggantikan generasi tua. Masa-masa kehebatan leluhur atau kami telah berakhir, telah muncul Kultivator yang membawa masa depan manusia sejajar dengan Ras lainnya. Bukankah para leluhur sudah mengetahui kehebatannya, bahkan Siluman Laba-Laba di Dimensi Jingzi saja dengan mudah ia lenyapkan!” sahut Du Jingtian sembari menangkupkan tinju untuk menunjukkan rasa hormat pada leluhur Clan Du tersebut—walaupun kini ia di pihak yang berseberangan dengannya.


Du Hao kembali menatap Xiuhuan, dan mencoba mengedarkan energi spritual-nya untuk mengukur kekuatan yang dimiliki olehnya. Namun, ia merasa Xiuhuan seperti Kultivator Ranah Absolute God lainnya saja dan tidak ada yang istimewa dalam tubuhnya, sehingga ia menduga Xiuhuan mungkin memiliki berbagai macam Artefak sebagai senjata dan pelindungnya, maka ia bisa menjinakkan para Pemimpin Clan besar Aliansi Aliran Hitam.

__ADS_1


__ADS_2