
Xiuhuan memadatkan qi emasnya menjadi telur emas berlapis-lapis, sehingga saat terjadi penghancuran Istana Melayang milik Kraken—ia merasakan getaran yang sangat hebat dalam telur emas itu yang menghancurkan beberapa lapisannya.
“Adik ipar apa yang terjadi padamu?” Ling Wentian bertanya saat Xiuhuan membuka matanya di atas ranjang Kediaman Clan Hong. Sebelumnya patroli anggota Clan Nie menemukannya tergeletak tak sadarkan diri di dekat perbatasan antara Clan Hong dengan Clan Huo dengan pakaian compang-camping.
Sempat juga terlintas dibenak Ling Wentian untuk membunuh Xiuhuan, tetapi ia memikirkan bagaimana nasib Clan Ling nantinya, karena mereka telah melakukan penyerangan ke beberapa Clan kecil yang berada dibawah perlindungan Clan Huo, tentu saja mereka pasti akan melakukan serangan balasan cepat atau lambat, dan bila saat itu tiba maka nasib Clannya akan berakhir.
Xiuhuan memperhatikan sekelilingnya dan bernafas lega, karena ia selamat dari penghancuran Istana melayang milik Kraken. “Sepertinya aku tidak mengalami luka-luka yang fatal,” gumamnya. Kemudian berkata, “Aku bertarung melawan Siluman mata itu dan jangan khawatir, aku telah mengalahkannya. Kita akan melakukan pembersihan Benua Resifel—karena aku yakin aliansi Aliran Hitam sudah tidak memiliki pendukung kuat lagi.”
Ling Wentian beserta para tetua Clan Ling dan Ketua Nie Ranran sangat terkejut mendengar Xiuhuan mengalahkan Siluman yang membuat mereka tidak berdaya tersebut.
“Adik ipar, kamu hebat sekali hahaha ... dengan begini kita akan melenyapkan Clan Huo!” sahut Ling Wentian tertawa terkekeh-kekeh. Dia tak menyangka kekuatan yang dimiliki oleh Xiuhuan ternyata jauh lebih kuat dari Kultivator Manusia.
Nie Rou memasuki kamar tempat Xiuhuan beristirahat dan Ling Wentian beserta para tetua langsung tersenyum melihatnya, karena Nie Rou datang membawa nampan berisi makanan buatannya sendiri.
“Sepertinya adik ipar ini sudah melewati pesona ketampananku, sehingga tidak ada lagi yang mau melirikku hahaha ....” Ling Wentian tertawa terkekeh-kekeh sembari mengedipkan mata pada para tetua Clan Ling untuk segera meninggalkan tempat itu.
Xiuhuan tersenyum menatap Nie Rou yang tersipu malu menatapnya. “Bukankah nenek Ranran masih cantik, sepertinya kakak ipar cocok untuk menjaganya hehehe ....” Xiuhuan menggoda Ling Wentian yang langsung tersenyum masam karena ditertawai oleh para tetua Clan Ling.
“Cih, bagaimana ceritanya aku akan menikahi mertua adik iparku. Nanti, kalau kalian punya anak ... anakmu akan kebingungan; akankah memanggilku Paman atau Kakek!” gerutu Ling Wentian sehingga para tetua langsung mendorong tubuhnya agar tidak menanggapi dengan serius ucapan Xiuhuan.
__ADS_1
Nie Rou mematung, ia tak menyangka Ling Wentian bisa menebak isi hatinya yang berusaha menebar pesona pada Xiuhuan—agar Kultivator tampan dan kuat itu tergoda padanya. Kalau ia bisa mendapatkan Xiuhuan, maka Clan Nie tidak perlu takut ditindas oleh Clan lain, karena sudah memiliki pendukung yang sangat kuat dibalik layar.
Nie Ranran tersenyum menatap Nie Rou dan berkata, “Rou‘er, jangan mematung begitu—nanti makanannya menjadi dingin dan tidak enak di makan.” Nie Rou langsung tersadar dari lamunannya dan segera meletakkan nampan makanan yang dibawanya ke atas meja disebelah ranjang Xiuhuan. “Eh, kenapa ditaruh di sana, cepat suapin tuan muda. Beliau sedang masa pemulihan, karena kelelahan saat bertarung melawan Siluman mata tadi,” kata Nie Ranran membantu putrinya itu agar bisa mendekati Xiuhuan.
Xiuhuan senyum-senyum melihat keduanya dan ia sudah tahu rencana mereka.
“Apakah Rou‘er yakin ingin bersama denganku? Aku memiliki banyak istri, lho? Diantaranya adalah Ling Yue dan Huo Meigui—wanita yang sangat disukai oleh tuan muda Huo Guan,” kata Xiuhuan agar keduanya mengetahui kalau ia bukan hanya memiliki istri Ling Yue saja.
Nie Rou menangkup tinjunya untuk menunjukkan rasa hormat pada Xiuhuan dan berkata, “Aku tidak peduli akan dijadikan istri keberapa—asalkan aku diperlakukan sama seperti yang lainnya saja, aku sudah senang Xiuhuan gege.” Nie Rou malu-malu menatap Xiuhuan.
Nie Ranran melihat Xiuhuan telah memberikan lampu hijau dan ia segera berpamitan untuk istirahat ke kamarnya. “Tolong jaga Rou‘er tuan muda, semoga tuan muda segera pulih dalam perawatan Nie Rou.”
Xiuhuan mengangguk pelan dan Nie Rou langsung menyuapi Xiuhuan dengan makanan buatannya itu. Tak berselang lama setelah Nie Ranran meninggalkan kamar itu, suara ranjang bergetar segera berbunyi—sehingga anggota Clan Ling yang kebetulan lewat di depan kamar mereka langsung senyum-senyum mendengar nafas terengah-engah dari dalam sana.
“Untung saja Ketua Nie Ranran tidak diambilnya juga, kalau itu terjadi kita dapat apa?”
“Ah, mimpimu terlalu tinggi, makanya rajin berkultivasi agar gadis-gadis cantik rela antri menjadi Selirmu!”
Dua anggota Clan Ling yang kebetulan lewat langsung berbicara hal-hal aneh, setelah mendengar suara aneh dari dalam kamar tersebut.
__ADS_1
...***...
Di Kediaman Clan Huo, Tiga petinggi Clan kecil bersama dengan beberapa perwakilan Clan besar—sedang bermusyawarah dengan Ketua Clan Huo tentang cara melawan bencana besar yang dibuat oleh Clan Ling.
Kultivator Ranah Absolute God utusan dari aliansi Aliran Hitam yang mengenakan penutup wajah dan topi caping segera berkata, “Sepertinya ada Kultivator kuat yang berada di balik Clan Ling, karena Siluman yang disewa oleh para Sesepuh telah kehilangan kontak dengan kita, dan belum jelas apakah mereka berhasil membunuh Kultivator itu atau malah mereka yang terbunuh,” sesalnya.
“Apaaaa? Sialan, apa yang harus kita lakukan? Clan Ling dan Clan Nie kini menduduki wilayah Clan Hong kami,” Ketua Clan Hong—merasa resah, para penduduknya akan mengira Clan Hong telah menyelamatkan diri mereka saja dan membiarkan Clan Ling memperbudak mereka.
“Aku tak menyangka Clan Nie akan bersekutu dengan Clan Ling, padahal awalnya mereka yang memberitahu pada kita bahwa Clan Ling melakukan serangan tiba-tiba. Apakah Clan Ling memaksa mereka ikut bergabung dengan mereka,” sahut Ketua Clan Deng.
“Diam!” Ketua Clan Huo menampar meja hingga hancur berkeping-keping. “Kultivator itu bernama Xiuhuan, dan ia berasal dari Sekte Qingyun. Namun, ia menikahi Ling Yue—putri bungsu Ling Fei, mungkin ia telah membujuk Clan Ling dan banyak anggota Kultivator dari Sekte Qingyun yang bergabung dalam bencana besar ini,” katanya lagi.
Utusan dari Clan Du berkata, “Berarti secara tidak langsung ini adalah pengulangan Perang seratus ribu tahun yang lalu. Namun, sekarang mereka meminjam tangan Clan Ling agar terlihat ini adalah konflik internal Aliran Hitam saja?”
Ketua Clan Huo mengangguk, “Benar sekali. Aku takut bila kalian tidak bergerak juga, maka nasib Benua Resifel ini akan jatuh pada mereka.” Dia berusaha menakut-nakuti utusan Clan besar tersebut, karena ia merasa Clan Huo tidak akan sanggup menghadapi Clan Ling sendirian dan hanya dibantu oleh Clan kecil, sedangkan Clan Ling kemungkinan besar telah dipenuhi oleh Kultivator dari Sekte Qingyun.
“Anda terlalu takut atau sudah tua? Bagaimana mungkin Clan Ling mampu menaklukkan Benua Resifel dengan hanya dibantu oleh beberapa Kultivator Sekte Qingyun, karena menurut mata-mata kami di Sekte Qingyun maupun Clan besar aliran putih; tidak ada pergerakan kekuatan besar menuju perbatasan. Jangan-jangan jaringan mata-matamu yang terkenal sangat hebat itu, sudah tidak bertaji lagi?” Perwakilan Clan Su tidak yakin Clan Ling menjadi ancaman bagi Aliansi aliran hitam.
“Hei, kamu meragukan Clan Huo-ku brense‘k!” umpat Ketua Clan Huo pada utusan Clan Su tersebut.
__ADS_1
“Sudah-sudah ... jangan bertengkar,” sela utusan Aliansi aliran hitam. “Kita harus melakukan diskusi dengan kepala dingin, agar bisa membuat keputusan yang paling tepat untuk situasi ini, karena ada satu Kultivator yang sangat berbahaya bagi kita semua.” Dia mengingatkan mereka.
Diskusi itu sangat alot dan tarik-ulur kepentingan masing-masing Clan besar yang masih mementingkan ego masing-masing, sehingga belum ada keputusan bersama yang diambil dan para utusan kembali ke Clan masing-masing. Namun, mereka meninggalkan Sepuluh Kultivator Ranah Absolute God untuk membantu Clan Huo.