Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Keributan di Jamuan Makan Siang


__ADS_3

“Kakak Yi!” Lou Er memeluk Lou Yi saat ia masuk ke dalam Paviliun. Dia sangat senang sekali melihat kakaknya itu tetap cantik seperti dulu. Kemudian matanya tertuju pada pemuda tampan di sebelah kakaknya itu. “A-apa kakak sudah melupakan kakak Lou Lang?” Lou Er mengira Xiuhuan adalah kekasih baru Lou Yi.


Luo Yi tersenyum, ia tahu adiknya pasti salah sangka, mengira Xiuhuan adalah kekasihnya. Apalagi pesona Xiuhuan memang mudah membuat para gadis-gadis meleleh.


“Dia adalah Lou Xiuhuan—sepuluh ribu tahun yang lalu aku memungutnya di jalanan kota dan dia tumbuh menjadi Pemuda tampan. Namun, aku menganggapnya sebagai adik saja, tak mungkin aku mengingkari janji dengan Lang gege yang akan menikahiku setelah aku menjadi murid dalam Sekte Qingyun menyusulnya,” sahut Lou Yi tersenyum lebar, senang berjumpa dengan Lou Er yang kini tumbuh menjadi wanita cantik. “Di mana ayah dan ibu?” Mata Lou Yi menjelajahi lantai bawah Paviliun itu.


“Kau ingat jalan pulang juga, ya?” Bai Yi berkata menghampiri putri sulungnya itu. “Ibu kira kamu telah mati di luar sana,” katanya lagi dengan air mata telah membasahi pipinya. Dia langsung memeluk Lou Yi yang ikut menangis tersedu-sedu.


“Aduh mataku malah kelilipan,” gumam Xiuhuan menyeka air matanya.


Lou Er malu-malu menatap Xiuhuan, ia mencuri-curi pandang padanya. Entah kenapa jantungnya berdebar-debar hebat saat berada di sebelah Xiuhuan. Apakah ini yang dinamakan cinta pada pandangan pertama? Mungkin saja, tetapi ia tak menyadari pemuda tampan lainnya sedang menatap tajam padanya, karena tak suka ia menatap Xiuhuan dengan tatapan penuh cinta.


“Salam Nyonya Yi dan tuan Yan; Aku Ji Mu dari keluarga Ji datang untuk melamar Lou Er,” kata Ji Mu memberi salam hormat pada kedua orangtua Lou Er. “Untuk menunjukkan kesungguhan hatiku, aku juga membawa ayahku, Ranah Chaos Ancient God Ji Xiao.” Dia memperkenalkan ayahnya.


“Lama tak jumpa saudara Lou Yan—sepertinya Anda tetap awet muda; sehingga aku sulit membedakan mana pemuda dan lelaki tua yang sudah berumur seratus ribu tahun.” Ji Xiao memuji Lou Yan dengan senyum penuh arti, sulit menebak apa maksudnya.


Lou Yan tersenyum lebar, ia dan istrinya memang memiliki wajah awet muda. Itu adalah keberuntungan yang mereka alami, karena tak semua Kultivator yang mencapai Ranah Chaos Ancient God memiliki wajah awet muda, justru kebanyakan mereka akan memiliki tubuh sepuh seperti yang dialami oleh Ji Xiao.


“Anda terlalu memujiku saudara Xiao—mari kita menuju jamuan makan. Kalian semua pasti sudah lapar, kan?” ajak Lou Yan pada tamu dan putrinya yang baru muncul kembali itu.


Xiuhuan hanya senyum-senyum saja sejak tadi, ia tidak mengatakan apa-apa, karena takut nanti malah membuat kekacauan atau salah bicara.

__ADS_1


“Xiuhuan gege! Maukah kau membantuku.” Suara telepati Lou Er muncul di pikiran Xiuhuan.


“Ada apa Lou Er? Katakan saja, dengan senang hati aku pasti akan membantu adiknya Nona Yi,” balas Xiuhuan.


“Aku tidak suka dengan sikap yang ditunjukkan oleh Ji Mu tadi, ternyata ia sangat sombong dan arogan. Maukah Xiuhuan gege berpura-pura menjadi kekasihku?” sahut Liu Er lagi sembari menatap Xiuhuan dengan tatapan penuh harap.


Xiuhuan tak bisa menolaknya, tak mungkin ia membiarkan wanita seimut Lou Er jatuh ke pelukan si kumbang belang, Ji Mu. Xiuhuan langsung setuju tanpa meminta imbalan, padahal ia sudah sadar setelah itu akan menjadi musuh orang-orang dari keluarga Ji kedepannya.


Lou Yi asyik bercengkrama dengan ibunya, sedangkan Lou Yan berbicara dengan Ji Xiao. Terutama tentang tungku Dewa Matahari milik keluarga Lou yang telah lama hilang itu.


Lou Yan mengerti maksud Ji Xiao, walaupun ia tidak secara terang-terangan memintanya. Namun, Lou Yi menyela pembicaraan mereka dan mengatakan akan menggunakan tungku Dewa Matahari untuk dirinya sendiri, karena ia juga seorang Alkemis, walaupun baru Alkemis pemula saja. Bila diasah kedepannya pasti akan meningkat, ia juga yakin di cincin dimensi milik Xiuhuan pasti ada kitab atau tatacara meracik obat peninggalan kakeknya.


Ji Mu menampakkan wajah tak suka, sedangkan Lou Yan berusaha mendinginkan suasana dengan mengajak semua makan siang bersama.


Setelah beberapa saat yang tenang, mereka semua menikmati makan siang yang cukup mewah tadi. Ji Mu dengan senyum-senyum mengutarakan niatnya.


“Bagaimana Lou Er dengan janji yang telah kita sepakati beberapa hari yang lalu, bahwa kau akan bersedia menikah denganku—apabila aku datang melamarmu lansung ke hadapan orang tuamu,” kata Ji Mu sembari mengeluarkan setumpuk perhiasan mahal dari cincin dimensi miliknya sebagai tanda lamaran.


Lou Yan, Lou Yi dan Bai Yi senyum-senyum menatap Lou Er yang menurut tebakan mereka akan menerima lamaran itu. Karena beberapa hari yang lalu ia sangat heboh, saat Ji Mu mengatakan akan melamarnya. Bahkan seantero Sekte Bei Guan mengetahui kabar itu.


“Maaf, Mu gege ... aku telah dilamar oleh pria lain yang jauh lebih baik darimu,” sahut Lou Er menundukkan wajahnya, karena yakin semua orang di ruangan itu pasti terkejut mendengarnya.

__ADS_1


“A-apa?” Ji Mu seakan tak percaya.


“Lou Er? Apa maksudnya ini?” Lou Yan ikut heran.


“Kamu tak bercanda kan, Nak?” tanya Bai Yi mendekati Lou Er. “Katakan saja, kenapa kamu menolak lamarannya. Apakah ada yang mengancammu atau yang lainnya?” Bai Yi membujuknya.


“Aku jatuh cinta pada pandangan pertama pada Xiuhuan gege, ibu,” jawab Lou Er masih menundukkan wajahnya, karena malu.


Lou Yi terkejut mendengarnya, ia ingin mengatakan Xiuhuan sudah beristri banyak dan memiliki sifat mesum. Namun, urung ia lakukan, karena ia juga tak suka dengan orang-orang dari keluarga Ji ini.


Ji Xiao memukul meja makan hingga hancur berkeping-keping.


“Apa-apaan ini? Apakah keluarga Lou ingin mempermalukan keluarga kami?” Ji Xiao sangat marah, ia mengeluarkan aura pembunuh yang sangat kuat, sehingga murid-murid yang masih pemula yang berlatih di halaman Sekte Bei Guan lansung tersungkur ke lantai dan sebagian lansung pingsan.


“Anda jangan kurang ajar saudara Xiao. Mari kita bicarakan baik-baik! Kami bersedia membayar biaya kompensasi atas kejadian ini,” ancam Lou Yan mengeluarkan aura pembunuh yang tertuju pada Ji Mu—Bai Yi juga mengikuti tindakan suaminya, karena ia juga Kultivator Ranah Chaos Ancient God.


Ji Mu mengehentikan aura pembunuh yang ia keluarkan tadi, karena menyadari ia kalah jumlah.


“Ayo kita pergi Mu‘er! Mulai saat ini hubungan keluarga Ji dan keluarga Lou putus. Jadi, harap hati-hati saat berada di luar sana!” ancam Ji Xiao meninggalkan Paviliun Sekte Bei Guan.


Lou Yan menghela nafas panjang, “Ingat saudara Ji Xiao! Clan Lou adalah Clan terkuat ketiga di aliansi aliran putih; jangan sampai kau membawa petaka pada Clan Ji. Aku berjanji akan mengirim 10.000.000 keping emas untuk permintaan maaf atas kelakuan buruk Lou Er,” kata Lou Yan dengan nada mengancam, tetapi Ji Xiao tidak peduli, ia melesat terbang meninggalkan Paviliun Sekte Bei Guan.

__ADS_1


Xiuhuan takjub dengan pertunjukan sesaat tadi, ia juga kesulitan bernafas saat Ji Xiao melepaskan aura pembunuh tadi. Belum lagi mereka dapat terbang di udara; mungkin ia satu-satunya Immortal yang tak bisa terbang di Benua Kun Lun ini.


...~Bersambung~...


__ADS_2