Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Sekte Pedang Taiyang


__ADS_3

“Tunjukkan identitas kalian!” seru Penjaga gerbang kota Guangxi.


“Gawat, aku tak punya identitas,” gumam Xiuhuan sembari melirik Qingyi. Kemudian berbisik, “Qingyi‘er! Aku tak memiliki identitas. Bagaimana ini?”


Qingyi kaget, ia baru ingat kalau Xiuhuan tak tahu apa-apa tentang perkembangan daratan utama. “Tenang saja, nanti Aku akan meminta Tetua membuatkanmu sebuah identitas,” sahut Qingyi.


Xiuhuan akhirnya bernafas lega. Ia tak perlu harus melakukan tindakan ilegal saat memasuki kota Guangxi, sehingga tak menambah masalah lagi buatnya jika ketahuan pihak keamanan kota.


***


“Murid Sekte Pedang Taiyang,” kata Penjaga itu saat melihat Plakat milik Qingyi. “Selanjutnya! Mana Plakatmu?” tanyanya pada Xiuhuan.


“Maaf senior. Dia adalah murid Sekte Taiyang yang sedang melakukan misi. Namun Plakatnya terjatuh entah dimana. Saya sebagai murid Sekte Pedang Taiyang, bersedia menjaminnya.”


Qingyi lansung menyela pertanyaan penjaga itu. Xiuhuan hanya senyum-senyum masam saja, membiarkan Qingyi mengatasi masalah ini.


“Hmm, betulkah?” Penjaga gerbang kota Guangxi itu ragu dengan ucapan Qingyi. Apalagi Xiuhuan tak mengenakan jubah Sekte Pedang Taiyang. “Tunggu sebentar!” katanya sembari berjalan menghampiri seorang Pria yang mungkin adalah atasannya.


“Apa ini akan berhasil?” bisik Xiuhuan lagi. Qingyi mengangguk sambil tersenyum. Ia yakin pasti berhasil, karena Sekte Pedang Pedang Taiyang adalah Sekte terbesar di kota Guangxi.


Tak berselang lama, Penjaga gerbang itu kembali dan mempersilahkan Qingyi dan Xiuhuan memasuki kota Guangxi.


“Mata uang di sini apa Qingyi‘er?” tanya Xiuhuan. Sebenarnya ia membawa satu kantung emas berjumlah seratus keping.


Qingyi bertambah yakin, Xiuhuan adalah Pendekar Pedang tahap Melawan Kehendak Langit. Karena terlalu banyak yang ia tak ketahui tentang daratan utama ini setelah peristiwa menggemparkan 10.000 tahun lalu.


“Emas, Perunggu dan Perak. Namun saat ini sangat jarang orang membawa uang tunai. Mereka akan menukarkan uang tunai mereka dengan Plakat khusus dari Paviliun Shilin.”


“Plakat khusus dari Paviliun Shilin?” Xiuhuan bingung.


“Benar. Uang tunai sangat sulit membawanya dalam jumlah besar. Namun jika kita tukar menjadi poin di Paviliun Shilin, kita bisa membawa uang sebanyak apapun, praktis dan ringan. Bisa dibelanjakan dimana saja. Karena rata-rata semua orang memiliki Plakat itu. Seperti ini ....”

__ADS_1


Qingyi memperlihatkan Plakat miliknya, namun tak ada saldonya karena dikuras oleh para seniornya tadi. Sedangkan Plakat mereka akan hancur sendiri jika pemiliknya mati, agar pihak lain tak menjarahnya. Sehingga pihak ahli waris dapat mengambil harta warisannya.


“Wah, hebat sekali. Bisa buatkan untukku juga,” kata Xiuhuan ingin memilikinya, karena membawa uang tunai berisiko jatuh atau hilang tanpa disengaja.


“Kita buatkan dulu, identitas senior. Baru kita ke cabang Paviliun Shilin kota Guangxi,” sahut Qingyi.


“Mantap juga itu, sekalian membeli Pil Neraka, coba dulu bagaimana rasanya. Karena pertarungan tadi aku membuang-buang qi sebanyak 30%,” gumam Xiuhuan.


Mereka akhirnya memasuki Sekte Pedang Taiyang. Sektenya cukup megah, sangat jauh berbeda dengan sekte di Pulau Niao. Muridnya saja ada puluhan ribu.


“Selamat datang di Sekte Pedang Taiyang!” seru Qingyi saat keduanya menginjakkan kaki di gerbang masuk.


“Sugoiiiiiiii!” Xiuhuan terpesona melihat kemegahan Sekte Pedang Taiyang itu.


“Senior terlalu memuji Sekte kami. Sekte kami ini hanya peringkat 50 dalam 100 Sekte terbesar di Daratan utama,” sahut Qingyi.


“Daratan utama?” Xiuhuan terkejut. “Itu berarti sangat hebat lah. Kukira tadi dalam Kekaisaran Wei,” kata Xiuhuan lagi.


“Sungguh hebat siapa yang ada dibalik Paviliun Shilin ini. Sebenarnya justru dialah pemenang perang saat abad kekacauan terjadi,” guman Xiuhuan.


“Karena sudah masa-masa damai, banyak Pendekar yang kehilangan gairah untuk berkembang, karena tak ada lagi pertempuran. Maka dibuatlah kompetisi antar Sekte setiap lima tahun sekali. Kebetulan juga tahun ini dimulai. Kalau senior mau ikut, aku bisa mengusulkan pada tetua agar senior ikut. Hadiahnya lumayan besar lho, 10.000.000 keping emas dan 1000 Pil Neraka tingkat sepuluh—”


“Pil Surga tak ada dalam hadiah?” sela Xiuhuan penasaran.


“Buat apa Pil Surga. Kan, yang ikut Pendekar Pedang tahap 100, bahkan Pendekar Pedang tahap Melawan Kehendak Langit diperbolehkan ikut. Karena yang dicari adalah Pendekar Pedang terhebat,” kata Qingyi.


“Ah, iya juga, ya. Hahaha ....” Xiuhuan tertawa, ia jadi tertarik untuk ikut. Kebetulan sekali tahun ini diadakan. Di sana pasti nanti bertemu dengan perwakilan Kerajaan Shin yang merupakan tujuan utamanya datang ke daratan utama ini. kemudian ia bertanya lagi, “Siapa juara tahun kemarin?”


“Juaranya adalah nona Yu Lindai, pemilik Paviliun Shilin itu sendiri. Sejak Kompetisi itu diadakan. Tak pernah ada yang bisa mengalahkannya. Bisa dibilang, juara abadilah hahaha ....” Qingyi tertawa menjelaskannya.


“Eh, bukannya kompetisi antar Sekte?” tanya Xiuhuan kebingungan.

__ADS_1


“Betul, tapi ia mewakili Sekte Pedang Tianshi, yang anggotanya semua perempuan. Masuk kesana adalah impian semua wanita, namun mereka hanya menerima 1000 murid saja tiap tahu. Sayang sekali aku sudah dua kali mencoba masuk ke sana dan selalu gagal,” jawab Qingyi.


“Hmm, berarti selain memiliki Paviliun Shilin, ia juga memiliki Sekte Pedang Tianshi. Sungguh wanita yang sangat misterius,” kata Xiuhuan.


“Sebenarnya ada rumor yang beredar, bahwa beliau adalah Reinkarnasi Pendekar hebat dari alam lain, bayangkan saja, dia yang membawa konsep Alchemist dan menaikkan harga diri wanita yang selama ini dipandang sebelah mata.”


“Apaaaaa?” Xiuhuan terkejut. “Pantaslah dia sangat kuat, tapi kenapa ia menentang langit, ya? Berarti dia mengetahui banyak hal. Perempuan seperti dia sebaiknya dijauhi saja. Itu sangat berbahaya, walaupun tampak dari permukaan ia sangat baik dan membawa perubahan besar,“ kata Xiuhuan membuat Qingyi heran dengan reaksi Xiuhuan.


“Tapi sejak dia membentuk Sekte Pedang Tianshi, juara satu sampai sepuluh itu dihuni oleh Sekte mereka. Sedangkan Sekte kami paling tinggi cuma berada di Rangking 99, untung yang di ambil penilaian Sekte adalah yang tertinggi saja. Sehingga Sekte kami berada pada peringkat 50. Sedangkan 10 terbawah akan lengser menjadi Sekte menengah.”


***


“Feng Xiao! Lihat wanita pujaanmu bersama Pemuda tampan hahahaha ....” Hei Xing yang sedang latih tanding dengannya memanas-manasi Feng Xiao.


“Kurang ajar! Berani sekali dia!” gerutu Feng Xiao yang merupakan murid terkuat dari tetua Dong Shuliang, tetua ke 77 Sekte Pedang Taiyang.


“Kakak Xiao!” sapa Qingyi sembari mendekati mereka. “Kenalkan ini Xiuhuan gege!” katanya lagi yang membuat otak Feng Xiao mendidih, mukanya memerah dan dari rambutnya mengeluarkan asap.


“Aish, Qingyi‘er malah membuat orang salah paham,” gumam Xiuhuan yang tahu Feng Xiao cemburu padanya.


Sepasang sayap berwarna merah muncul di punggung Feng Xiao, disetiap kibasannya juga mengeluarkan hawa panas. Pedang Roh Phoenix juga muncul ditangannya.


“Ka-kakak Xiao dengarkan dulu penjelasanku!” Qingyi mencegahnya agar tak melawan Xiuhuan.


Feng Xiao tak menggubris perkataan Qingyi. Ia lansung melayang di udara. Puluhan kloning Pedang Phoenix melayang disekitarnya.


“Wah hebat!” Xiuhuan takjub melihatnya. Karena baru kali ini ia melihat, pemilik Roh Pedang Phoenix dapat melakukan tehnik seperti ini.


“Matilah kau kampret!” teriak Feng Xiao. “Tebasan Hujan Sayap Phoenix!” katanya lagi. Puluhan Pedang itu lansung melesat menyerang Xiuhuan.


...⚔️Bersambung ⚔️...

__ADS_1


__ADS_2