Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Kelicikan Xiuhuan


__ADS_3

Xiuhuan tak menyangka Tetua Kelima Clan Sin itu ternyata cukup hebat juga, karena dengan mudah mengatasi jebakan-jebakan yang ditinggalkan oleh Kultivator yang dimakamkan di makam berbentuk Piramida tersebut.


Dia tidak salah mengambil keputusan, karena masuk terakhir ke dalam makam ini—sehingga tak perlu lagi bertarung melawan monster semut api dan ia malah mendapatkan Kristal Kuning secara cuma-cuma.


“Aku tak menyangka, kita sebenarnya berada di dalam ruang dimensi. Senior pemilik makam ini cukup hebat juga, memiliki artefak seperti ini,” kata Tetua Kelima sembari mengelus-elus jenggot putihnya.


“Terus apa yang akan kami lakukan, tetua?” tanya Sin San kebingungan, karena mereka berdiri di sebuah altar aneh dengan simbol mata besar dan bintang—dua segitiga terbalik.


“Ini adalah portal yang akan membawa kita ke istana milik Senior pemilik makam ini,” sahut Tetua Kelima cukup percaya diri dengan perkiraannya dan tak lama berselang mereka berpindah tempat ke halaman luas dan ada sebuah Paviliun yang cukup megah dihadapan mereka.


Tak lama kemudian, Xiuhuan juga muncul bersama dengan ketiga istri Iblisnya, sehingga para anggota Clan Sin menatap mereka dengan tatapan tajam, karena tak menyangka akan diikuti hingga ke sini oleh mereka.


Sin Chan menyeringai menatap Xiuhuan dan ingin menyingkirkan mereka, karena dengan kehadiran mereka—berarti seluruh harta yang ada di sini tidak akan dimiliki oleh Clan Sin seluruhnya dan akan berbagi dengan Kultivator dengan tingkat Kultivasi yang rendahan itu. Tentu saja itu tidak sepadan dengan kerja keras yang mereka lakukan dalam mengatasi jebakan-jebakan yang ditinggalkan oleh pemilik makam dan keempat Kultivator rendahan ini cuma mendapatkan bonusnya saja tanpa ikut bekerja keras.


“Jangan lakukan itu Chan‘er!” Sin San mencegah Sin Chan menyerang Xiuhuan. Kemudian, ia menatap Tetua Kelima untuk mengambil keputusan untuk Xiuhuan, apakah akan dibunuh atau dijadikan sebagai pembuka jalan—karena kemungkinan besar di dalam Paviliun itu juga ada jebakan lain.


Sin Chan tampak tak senang dengan keputusan yang diambil oleh tuan mudanya itu. Namun, ia harus patuh dan dengan helaan nafas panjang—ia menarik Xiuhuan dan ketiga istrinya mendekati mereka.


Ketiga istri Iblis Xiuhuan sangat panik tiba-tiba tubuh mereka bergerak sendiri mendekati Sin Chan, sedangkan Xiuhuan sengaja membiarkan dirinya ikut tertarik juga—agar ketiga istrinya tidak dilukai, mengingat ada puluhan anggota Clan Sin yang berada di sana dan Kultivasi mereka juga ditingkat Ranah Raja Iblis, pasti sangat sulit untuk mengatasi mereka.


“Kalian maju ke dalam Paviliun itu!” seru Tetua Kelima dengan tatapan tajam pada Xiuhuan dan ketiga istrinya.

__ADS_1


“Xiuhuan gege!” bisik Yu Qingyi ketakutan, karena ia merasa tertekan dengan aura yang dikeluarkan oleh Tetua Kelima Clan Sin itu.


Xiuhuan menangkupkan tinjunya untuk menunjukkan rasa hormat pada Tetua Kelima dan berkata, “Baik senior, kami akan membukakan jalan untuk senior dan tuan muda Sin San!”


Xiuhuan sudah mengetahui nama mereka, setelah mendengar perbincangan Kultivator lepas yang sedang berbincang-bincang didekatnya tadi.


Xiuhuan mengirim suara telepati pada ketiga istrinya untuk bersikap tenang dan melangkahkan kaki dibelakangnya.


“Cepat lakukan, apa yang kalian tunggu lagi?” Sin San membentak Xiuhuan, karena masih bersikap hormat pada Tetua Kelima—padahal mereka sedang buru-buru untuk menguras seluruh harta yang ada di sini, sebelum Kultivator kuat dari Clan besar lainnya datang menyusul ke sini.


Dengan detak jantung berdebar-debar, Xiuhuan melangkahkan kakinya ke halaman Paviliun dan tidak ada reaksi apapun.


Xiuhuan melangkah sembari memejamkan matanya dan tak menyadari tiba-tiba telah sampai ke teras Paviliun dan ia terkejut sekali tidak ada jebakan apapun.


“Hahaha ... babang tampan memang selalu beruntung!” Xiuhuan tertawa terkekeh-kekeh sembari memegang Patung kepala Iblis berbadan ular dihadapannya.


“Mereka berhasil mencapai Paviliun tanpa mendapatkan serangan!” seru Sin San tak menyangka, ternyata halaman Paviliun tidak terdapat jebakan apapun di sana. “Ayo maju dan bunuh saja mereka!” katanya lagi pada anggota Clan Sin-nya, sehingga Xiuhuan mengerutkan kening mendengarnya.


“Sial! Mereka keterlaluan sekali—padahal sudah ditolong,” gerutu Xiuhuan. “Ayo masuk lebih dulu dan kunci pintu masuknya dari dalam,” kata Xiuhuan dan menatap para anggota Clan Sin dengan senyuman mengejek, karena ia berencana membuat Perisai air bercampur unsur listrik pada pintu masuk Paviliun.


Sin San merasa Xiuhuan akan melakukan sesuatu yang membuat mereka akan kesulitan memasuki Paviliun dan berkata, “Cepat cegah dia menutup pintu masuk Paviliun itu!”

__ADS_1


“Baik tuan muda San!” sahut para anggota Clan Sin itu, tetapi mereka sudah terlambat—Xiuhuan telah menutup pintu masuk Paviliun dan yang lebih mengerikan adalah Patung kepala Iblis berbadan ular tersebut adalah pemicu jebakan yang ditinggalkan oleh pemilik makam.


Tiba-tiba dari bawah halaman Paviliun bermunculan monster Ular dengan racun yang sangat mengerikan. Para anggota Clan Sin yang tergigit langsung tewas dengan mulut berbusa dan wajah mereka mengering seperti terhisap—tinggal tengkorak wajah saja.


“Apa yang terjadi? Kenapa ada serangan monster!” Kultivator Clan Sin lainnya langsung mundur, sedangkan yang sudah terlanjur ke tengah-tengah halaman Paviliun terpaksa melawan monster Ular itu.


“Hmm, apa ia sudah tahu di mana celahnya? Padahal aku tidak melihat apapun,” gumam Tetua Kelima memperhatikan monster-monster Ular itu dan menemukan kelemahan mereka ada di kepalanya dan berkata, “Hancurkan kepalanya!”


Dalam sekejap, mereka sudah mengalahkan ratusan monster Ular dan segera mendekati pintu masuk makam. Mereka sudah tak sabar untuk membunuh Xiuhuan dan ketiga istrinya, karena gara-gara Xiuhuan—banyak anggota Clan Sin yang tewas digigit oleh monster Ular.


Sin Chan langsung mendorong pintu masuk Paviliun, tetapi Tetua Kelima menahan tangannya. “Jangan lakukan itu!” kata Tetua Kelima dan mengedarkan energi spiritual-nya pada pintu masuk. “Tidak ada Segel yang menghalangi pintu masuk, tetapi sepertinya Pemuda itu telah membuat Perisai yang jauh lebih kuat. Namun, aku bingung? dari mana ia mempelajari elemen air dan petir sekaligus atau jangan-jangan ia memiliki artefak Level tinggi,” kata Tetua Kelima keheranan.


“Apa elemen air dan petir? Bukankah itu hanya bisa dimiliki oleh Ras manusia atau Dewa saja!” sahut Sin San terkejut mendengarnya.


“Betul, jangan-jangan mereka sedang menyamar menjadi Iblis untuk mendapatkan harta peninggalan senior yang dimakamkan di sini dan mereka juga telah mengetahui isi didalamnya, karena mereka tidak terkena jebakan!” sela Sin Chan menduga-duga.


Anggota Clan Sin lainnya setuju dengan pendapat Sin Chan tersebut, tak mungkin Iblis dengan Kultivasi rendah dengan mudah memasuki makam ini, karena puluhan Kultivator Ranah Raja Iblis telah tewas saat mencoba memasukinya.


“Bisa saja begitu, tetapi aku yakin mereka adalah Iblis, karena salah satu dari Iblis wanita itu adalah putri dari Klan Kong,” sahut Tetua Kelima Clan Sin yang pernah mengunjungi kediaman Clan Kong dan ia masih mengingat gadis yang terus dirundung oleh anak-anak Ketua Clan Kong tersebut, tetapi ia tak menyangka Kong Xia akan meninggalkan kediaman Clan Kong dengan Iblis laki-laki yang Kultivasi-nya cuma di Ranah Demon God tingkat Sembilan, apa jangan-jangan ia kabur dari Kediaman Clan Kong?—Kemudian ia berkata lagi, “Menurut dugaanku—mereka menggunakan artefak khusus, karena beberapa hari yang lalu Kompetisi Pulau Terapung telah berakhir, mungkin saja mereka menemukan Artefak tingkat tinggi di sana.”


Sin San akhirnya mengerti, kenapa Xiuhuan tampak percaya diri dan berani mengejek mereka. Padahal jelas-jelas kekuatannya sangat rendah bila dibandingkan dengan anggota Clan Sin. “Cih, merepotkan! Apakah kita tidak memiliki cara memasuki Paviliun ini?” tanya Sin San pada Tetua Kelima Clan Sin itu.

__ADS_1


__ADS_2