Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Amukan Phoenix Nirwana


__ADS_3

Kawanan monster Salamander tak bisa bernafas dalam air, sehingga mayat-mayat Kawanan monster Salamander bertumpuk di Lembah Kematian, bahkan Xiuhuan sampai kewalahan mengumpulkan mayat-mayatnya yang langsung dimasukkan ke dalam cincin dimensinya.


“Aura yang sangat kuat muncul dari kawasan terdalam Lembah Kematian, mungkin ada monster kuno di sana. Kami harus kabur dari sini, takutnya kekuatannya seperti Naga Lou Feng,” gumam Xiuhuan ketakutan. Aura itu terlalu kuat, sampai-sampai bulu kuduknya berdiri.


Melihat ekspresi wajah Xiuhuan yang ketakutan, Huo Meigui menghampirinya. Dia juga merasakan aura mencekam dari bagian terdalam kawasan Lembah Kematian.


“Gege ....” Huo Meigui merangkul tangan Xiuhuan. “Apakah gege merasakannya juga?” tanyanya—khawatir mereka tak bisa kabur dari Dimensi Heidong, bila membuat marah Monster kuno yang telah hidup milyaran tahun, kekuatannya itu sudah setara dengan Pertapa Agung yang hidup abadi seperti dalam cerita legenda.


“Lupakan mayat-mayat Kawanan monster Salamander ini, keselamatan kita lebih penting, sedangkan harta bisa dicari di tempat lain, tetapi tidak dengan nyawa manusia.” Xiuhuan berpikir realistis saja, tak ada gunanya gagah-gagahan. Namun, resiko kematian juga mengintai setiap tarikan nafasnya.


Keduanya langsung melesat kembali ke luar kawasan Dimensi Heidong. Kini Xiuhuan bingung mau ke mana, karena ia sudah puas dengan pencapaian mereka selama di Dimensi Heidong.


Kekayaan yang didapat oleh Xiuhuan mungkin setara dengan kekayaan Clan tingkat menengah.


“Meigui‘er,” bisik Xiuhuan. “Apakah kita bisa bersenang-senang sembari menunggu Artefak Dimensi Heidong menarik kita kembali ke kota Nan.” Wajah Xiuhuan menatap Huo Meigui dengan tatapan seperti mau memakannya saja.


“Gege bodoh!” keluh Huo Meigui. “Sekarang aku memasuki masa melahirkan. Mana bisa melakukan itu, sudah tahan dulu, atau gege tangkap monster monyet betina sebagai penggantiku,” ia memberikan solusi yang membuat Xiuhuan mengkerut kan keningnya.


“Apa kau gila sayang! Teganya dirimu menyuruhku mengawini monster,” sahut Xiuhuan—bulu kuduknya berdiri dan ia tak berselara lagi ingin melakukan itu. “Sudah kita menuju kawasan monster Level rendah saja.” Xiuhuan menggendong Huo Meigui dan melesat dengan jurus Langkah Kilat.


“Gege apa itu?” teriak Huo Meigui melihat dari arah kawasan Lembah Tengkorak datang badai Api yang mengerikan.


Xiuhuan menoleh ke arah yang ditunjuk oleh Huo Meigui dan ikutan terkejut. Dia tak menyangka itu adalah Tsunami api yang melahap hangus apa saja yang dilaluinya.

__ADS_1


Xiuhuan mempercepat langkahnya dan mengutuk pihak yang mengusik monster kuno dengan semburan api mengerikan itu. Kecepatan api itu sangat tinggi, sehingga dengan sekejap saja jarak mereka sudah tinggal ratusan tombak saja dan hawa yang sangat panas melelehkan pakaian Xiuhuan dan Huo Meigui; untung saja mereka Kultivator—sebelum hawa panas itu melelehkan kulit mereka, Xiuhuan langsung membuat perisai air berlapis-lapis menghindari hawa panas itu.


***


“Apakah aku akan mati di sini?” gumam Ling Yue dengan linangan air mata, tangannya telah putus sebelah dan tulang punggungnya retak, begitu juga dengan kakinya yang tak bisa digerakkan lagi. “Kakak, tolong aku huhuhu ....” Ling Yue hanya bisa menangis histeris dan menyesali keputusannya yang melawan perintah Ling Wentian. Namun, nasi sudah basi, ia hanya bisa pasrah saja, mengutuk nasib sial yang ia alami.


Beberapa waktu sebelumnya, ia bertemu dengan monster Kingkong Level Huang. Dengan percaya dirinya ia melawan monster yang setara dengan Kultivator tingkat Immortal Akhir itu. Namun, hanya dengan sekali serang saja, tangan kanannya langsung ditarik hingga lepas dan monster Kingkong itu memakan tangan kanannya itu.


Ling Yue membelalakkan mata sejenak dan mulai merasakan kesakitan yang amat sangat sakit, ia langsung berteriak histeris dan meminum Pill penyembuhan tingkat tinggi untuk menghentikan pendarahannya. Namun, Kingkong itu belum puas dan ingin memakan tubuhnya.


Ling Yue yang panik mengerahkan seluruh kekuatannya, tetapi itu tak berarti apa-apa di hadapan monster Kingkong yang meninju punggungnya saat Ling Yue mencoba kabur dengan jurus meringankan tubuh.


Ling Yue telah menggunakan artefak Teleportasi, sehingga tak bisa menggunakannya lagi, karena memasuki masa Cooldown atau jeda.


Monster Kingkong itu memegang dengan kuat kedua kaki Ling Yue, sehingga tulang kakinya remuk. Penderitaan yang begitu menyakitkan kembali menyiksa Ling Yue, ini adalah sesuatu yang tak pernah terbayangkan oleh anak manja sepertinya.


Monster Kingkong membuka mulutnya lebar-lebar dan bersiap menelan Ling Yue. Namun, Kingkong itu tiba-tiba tertegun dan menoleh ke arah Lembah Tengkorak.


Monster Kingkong itu mengaum keras dan mencampakkan Ling Yue berguling-guling hingga menabrak pepohonan berulangkali.


Ling Yue melihat monster Kingkong itu berlari ketakutan, seperti dirinya yang berada di ambang kematian. Ling Yue bingung apa yang sebenarnya terjadi, tetapi tiba-tiba banyak monster yang berlari melewatinya dan tak peduli dengannya—padahal seharusnya mereka berlomba-lomba untuk memakannya, karena ia adalah daging gratis yang tak bisa bergerak lagi.


Keinginan untuk hidup, membuatnya tetap berusaha tetap sadar dengan mengalirkan qi yang tersisa pada jantungnya agar tetap berdetak dan ia juga terus berteriak-teriak minta tolong, berharap ada Kultivator yang lewat.

__ADS_1


“Gege tunggu!” teriak Huo Meigui melihat ada seseorang yang tergeletak dengan Hanfu compang-camping dan berlumuran darah. “Dia masih hidup, aku mendengar suara minta tolong darinya walaupun sangat lemah,” katanya lagi.


Xiuhuan berhenti melangkah dan merasakan detak jantung Kultivator itu masih berdetak, walaupun sangat lemah, tetapi mereka tak memiliki waktu lagi. Tsunami api yang mengerikan itu sudah sangat dekat dengan mereka.


“Tak ada waktu sayang ... mungkin ini adalah takdirnya.” Xiuhuan ingin melangkah. Namun, bola mata Huo Meigui seperti anak kucing imut yang berharap dibelai oleh tuannya, membuat Xiuhuan luluh. “Ah, baiklah ... sepertinya kita memiliki takdir yang sama dengan wanita itu.”


Xiuhuan mendekati Ling Yue, ia tak mengenalinya, karena wajah Ling Yue dipenuhi lumuran darah.


“Tuan tolong Aku,” katanya pelan. Dia samar-samar mengenali wajah Xiuhuan dan Huo Meigui. Namun, ia sedikit bingung apakah mereka utusan Dewa atau halusinasinya. Karena keduanya tak mengenakan pakaian apapun.


“Sayang berikan dia Pill penyembuhan tingkat tinggi dan buat dia tertidur.” Ling Yue mendengar suara yang familiar itu dan samar-samar melihat senyum wanita yang ia kutuk saat di pintu masuk Artefak Dimensi Heidong di hadapan wajahnya, hingga akhirnya ia benar-benar menutup matanya.


***


“Ah, sial! Aku tak mengira Phoenix Nirwana itu begitu mengerikan. Kekuatan itu abnormal, walaupun seluruh Kultivator aliran hitam dikumpulkan untuk melawannya, percuma saja,” keluh Ling Wentian—berhasil kabur dengan Artefak Teleportasi, begitu juga dengan Ling Hong dan tetua pertama. Namun, nasib naas dialami oleh anak buahnya dan Diaken tetua pertama yang hangus terbakar oleh semburan api nafas Phoenix Nirwana.


“Aku sering melawannya dan baru kali ini melihat kekuatan yang ini. Terakhir kalinya bertemu dengan Phoenix Nirwana itu, ia menghanguskan sebuah gunung. Namun, kali ini benar-benar gila,” keluh tetua pertama juga. “Aku khawatir kita telah dengan tanpa sengaja membunuh ribuan Kultivator lain,” sesal tetua pertama—menghela nafas panjang.


“Mudah- mudah tidak akan membahayakan keselamatan anggota Clan Ling lainnya. Karena kebanyakan mereka menuju Lembah Padang Hijau di sisi yang berbeda dengan Lembah Tengkorak, apalagi di sini juga dekat dengan Lembah Kematian, sehingga tidak menguntungkan bila berburu di dekat kdua kawasan itu,” sela Ling Hong.


Ling Wentian dan tetua pertama bernafas lega mendengar ucapan Ling Hong. Satu-satunya yang dikhawatirkan oleh Ling Wentian adalah kondisi Ling Yue yang telah menggunakan artefak Teleportasi-nya. Kalau ia berburu di dekat area semburan api nafas Phoenix Nirwana, itu pasti akan membunuhnya.


...~Jangan lupa 👍 Bosque~...

__ADS_1


__ADS_2