Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Murid Kelima


__ADS_3

Xiuhuan keluar dari rumah bordil Gerbang Surga diantarkan oleh Lin Xiao ke lantai bawah. Para Pendekar Pedang yang berada di rumah bordil itu memandangi Xiuhuan, karena ia membawa salah satu dari wanita penghibur bersamanya. Karena dalam peraturan rumah bordil Gerbang Surga, dilarang membawa pesanan keluar area yang disediakan.


Untung saja, Lin Xiao mengawal mereka. Jadi, dia selalu menjelaskan jika gadis belia yang bersama Xiuhuan itu, telah dijual oleh mucikarinya pada Xiuhuan.


"Apa kalian kenal dengan Pendekar Pedang tahap 50 itu?" Anggota Paviliun Shadow menanyakan informasi mengenai Xiuhuan pada salah satu anggota Clan Lin yang menemani mereka.


"Sepertinya ia adalah pelanggan dari luar kota, karena wajahnya belum pernah kulihat kemari selama ini," sahut anggota Clan Lin itu.


"Awasi dia!" Perintah anggota Paviliun Shadow itu, "Dia sangat mencurigakan, baru pertama kali ke sini, sudah berani membeli wanita penghibur. Belum lagi, dia hanya sebentar di sini."


Anggota Paviliun Shadow itu menjelaskan kembali dan anggota Clan Lin yang diperintahnya juga setuju dengan usulan Pendekar Pedang tahap 90 itu.


Dia kemudian mengutus tiga orang Pendekar Pedang tahap 50 untuk mengawasi Xiuhuan. Jikapun terjadi bentrokan, secara teori mereka pasti menang. Karena tiga lawan satu, kecuali lawannya memiliki orang dalam di surga. Sehingga ia tak mati-mati saat di keroyok.


"Siapa namamu, Nak?" Xiuhuan memecahkan keheningan saat mereka meninggalkan rumah bordil Gerbang Surga.


"Xinran tuan!" sahutnya pelan, ia masih tertunduk lesu. Xinran berpikir Xiuhuan sama saja dengan mucikari yang ingin menjualnya tadi.


Xiuhuan menyadari mereka telah diikuti oleh anggota Clan Lin, sejak meninggalkan rumah bordil Gerbang Surga.


"Sepertinya Aku sudah di curigai? Apa Lin Jingmi mengkhianati Aku?"

__ADS_1


Xiuhuan memperhatikan sekitarnya dan menemukan sebuah penginapan tepat berada di depannya.


Xiuhuan kemudian merangkul Xinran. Gadis itu hanya bisa pasrah saja ketika Xiuhuan membawanya masuk ke dalam penginapan itu.


Anggota Clan Lin yang membututi Xiuhuan terpaksa ikut memesan kamar di sebelah kamar Xiuhuan.


Xiuhuan sendiri memesan satu kamar saja. Beberapa pelayan Penginapan berbisik-bisik, memperhatikan Xiuhuan yang membawa gadis di bawah umur.


Bukan Xiuhuan namanya, kalau tak peduli dengan omongan orang sekitarnya. Bahkan dijuluki tetua mesum saja ia tak merasa terusik. Apalagi cuma gosipan begini.


Xiuhuan membawa Xinran memasuki kamar pesanannya. Xinran lansung duduk di pinggiran kasur. Ia pasrah saja menerima nasibnya itu.


Xiuhuan kemudian membuat pertahanan dengan jurus Putaran Gelombang Air. Supaya gelombang suara mereka tak terdengar dari luar.


Shuyan memiliki Roh Pedang Salamander dengan unsur api terkuat. Dou Yi dengan jurus Pembelah dimensinya. Jenius Liu Ya, Pendekar Pedang tahap 15, padahal usianya baru menginjak 16 tahun sesuatu yang sangat jarang di temui. Bahkan di daratan utama saja juga sangat jarang ada yang secepat Liu Ya dalam berkultivasi.


"Eh ...." Xinran kebingungan mendengar ucapan Xiuhuan. Awalnya ia mengira disuruh melepaskan pakaiannya. Padahal ia telah memegang kancing bajunya tadi.


"Apalagi yang kau tunggu! Mereka tak akan mendengar percakapan kita!" seru Xiuhuan yang melihat Xinran kebingungan.


"Roh Pedang keluarlah!" seru Xinran dan Roh Pedang Hiu muncul dari Rongqinya.

__ADS_1


"Hmm ... Kau lumayan juga. Unsur kita sama-sama air. Kebetulan juga Aku belum memiliki murid berunsur air. Apakah kau mau menjadi muridku!" Tawar Xiuhuan padanya.


"Hah ... mu-murid!" sahut Xinran gugup.


"Iya ... ah, aku lupa memperkenalkan diri. Sebenarnya Aku adalah tetua Sekte Teratai Biru dari kota Hua. Apakah kau pernah dengar?"


"Kalau kota Hua Aku pernah dengar, sedangkan Sekte Teratai Biru belum ..." jawabnya polos.


"Hahaha tak apa. Nanti kau bawa Plakat milikku ini. Beritahu murid-murid senior yang berjaga di gerbang Sekte, bahwa kau ingin bertemu Ketua Sekte dan kamu di kirim oleh tetua keenam. Mereka pasti paham itu." Xiuhuan memberikan penjelasan.


"Te-te-rima kasih tuan Xiuhuan!" Ia lansung menangis haru. Ternyata ia telah berburuk sangka pada Xiuhuan. Padahal Pendekar Pedang tampan di hadapannya ini adalah penolongnya.


"Hahaha ... mulai sekarang panggil aku guru saja. Nanti aku akan membawamu keluar kota. Nanti dari sana kau pergi ke kota Hua sendiri. Aku akan memberikan kamu beberapa keping emas sebagai bekalmu!" seru Xiuhuan lagi.


Ketiga Pendekar Pedang yang menginap di kamar sebelah tak dapat mendengar percakapan Xiuhuan. Mereka terus menunggu hingga keesokan paginya.


Mereka kemudian menyimpulkan Xiuhuan bukanlah mata-mata, karena sepanjang malam tadi ia tak pernah meninggalkan kamar itu.


Paginya Xiuhuan dan Xinran keluar kamar. Xinran tetap berpura-pura lesu, seolah-olah ia menjadi budak pemuas nafsu Xiuhuan. Kemudian mereka meninggalkan kota Yangtze.


Para Pendekar Pedang itu memutuskan kembali melapor pada anggota Paviliun Shadow itu, bahwa Xiuhuan telah meninggalkan kota Yangtze.

__ADS_1


Sedangkan Xinran akhirnya terbebas dari perbudakan, setelah di jual oleh ayahnya sendiri.


Bersambung 🗡️🗡️ 🗡️


__ADS_2