Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Melawan Ling Hong


__ADS_3

Ling Hong melayang di udara menatap dingin pada Xiuhuan. Dia tak menyangka Xiuhuan akan membawa kabur wanita yang ia cintai diam-diam itu.


Xiuhuan masih duduk bersila dengan Tombak Long Kiang tertancap di sebelahnya dan matanya juga masih terpejam.


“Hanya kau saja yang dikirim oleh Ling Wentian? Bukankah kalian terlalu meremehkan aku?” Xiuhuan berkata sombong, padahal jantungnya berdebar-debar hebat, karena gugup akan bertarung dengan Kultivator Ranah Absolute God.


Ling Hong terkejut mendengar ucapan Xiuhuan yang terlalu sombong itu. “Apakah ia tak tahu Aku Ranah Absolute God? Atau memang pembawaannya yang begitu. Bahkan ia masih duduk tenang, saat musuhnya sudah ada dihadapannya,” gumam Ling Hong kebingungan.


Xiuhuan belum pernah menang melawan Kultivator Ranah Absolute God, sewaktu di kota Xibei, ia bahkan dipaksa berbaring di tanah oleh tetua Clan Xi dan sebulan yang lalu ia kabur dari kejaran Huo Guan. Namun, kini ia akan melawan tiga Kultivator Ranah Absolute God—belum lagi ia tak boleh menggunakan kekuatan Roh Pedang Sidat Listrik atau Pedang Penghancur Semesta.


Xiuhuan membuka matanya dan berdiri sembari mencabut Tombak Long Kiang. Dia menengadah menatap Ling Hong yang melayang di udara.


“Di mana Ling Wentian atau Huo Guan. Kau bukan tandinganku. Cih, dasar dua tuan muda bodoh!” umpat Xiuhuan. “Mereka pikir mereka kuat apa? Cuma anak manja yang naik tingkat Kultivasi karena banyak mengkonsumsi Pill saja. Apanya yang mau dibanggakan?” ejek Xiuhuan.


“Kau!”


Ling Hong menatap tajam Xiuhuan, aura pembunuh kuat ia keluarkan untuk memaksa Xiuhuan bertekuk lutut. Namun, itu tak terjadi, karena Xiuhuan kini sudah di tingkat Immortal Menengah, kalau ia masih di Immortal Awal—Xiuhuan sudah pasti akan bertekuk lutut sekarang. Namun ....


“Kau pasti tercengang, kan?” Xiuhuan berkacak pinggang. “Sudah kukatakan sejak tadi, kau itu hanya sampah. Ayo sini kita selesaikan dengan cepat!” Xiuhuan menantangnya.


Ling Hong merasa ada yang salah, walaupun ia merasa detak jantung Xiuhuan berpacu sangat cepat yang menandakan ia sebenarnya ketakutan. Namun, kenapa ia malah mengajak gelut duluan.


Angin kencang berhembus hampir menghempaskan tubuh Xiuhuan, untung saja ia berpegangan pada Tombak Long Kiang.


“Itu?”


Xiuhuan bergidik melihat Busur panah ditangan Ling Hong, yang berarti ini akan menjadi pertarungan jarak jauh—sementara ia tak bisa melayang di udara.


Ling Hong membidik Xiuhuan dan hujan anak panah melesat dengan cepat.


“Sial!”

__ADS_1


Xiuhuan mengeluarkan Boneka Humanoid membantunya. Padahal dari awal, ia memancing amarah Ling Wentian agar menyerangnya secara langsung dan saat posisi mereka berdekatan, maka ia akan mengeluarkan Boneka Humanoid membunuhnya. Namun, rencananya malah meleset, Ling Hong ternyata bertindak sangat hati-hati.


Boneka Humanoid membuat kubah Es menghalangi hujan panah dari Ling Hong itu, sehingga ia bisa bernafas lega.


“Mengerikan sekali!” gumam Xiuhuan panik.


Xiuhuan mengganti senjatanya dengan senjata jarak jauh. Namun, masalahnya ia tak memiliki busur panah pusaka seperti milik Ling Hong.


“Oh, aku ingat Guqin milik Xiao Yue,” gumam Xiuhuan teringat dengan alat musik yang mematikan itu.


Xiuhuan kemudian duduk bersila dan meminta Boneka Humanoid menghilangkan Kubah Es yang melindungi mereka.


“Naga air yang merindukan kekasihnya yang ada di bulan. Namun, ia terkejut; sang kekasih ternyata selingkuh dengan Pangeran dari matahari!” Xiuhuan mulai bernyanyi, setiap petikan Guqinnya mengeluarkan Siluet Naga yang langsung terbang mengejar Ling Hong.


Makin sedih lagu yang dinyanyikan, maka makin kuat Siluet yang keluar dari Guqin tersebut. Karena Guqin itu termasuk Senjata pusaka tingkat rendah.


Ling Hong terkejut tiba-tiba muncul Siluet Naga yang mengejarnya, ia kemudian menghindar dan menembakkan kembali Busur panahnya. Namun, Xiuhuan menyanyikan tentang manusia batu yang ditinggal pergi wanita yang dicintainya dalam diam—yang sebenarnya itu adalah nyanyian menyindir Ling Hong.


Manusia batu raksasa membuat punggungnya sebagai tameng Xiuhuan, sehingga tak ada anak panah yang mengenainya.


“Akhirnya ia memutuskan bertarung jarak dekat!”


Tombak Long Kiang kembali muncul di tangan Xiuhuan.


“Aku tak menyangka kau ternyata memiliki sedikit kemampuan untuk membuatku repot,” ejek Xiuhuan—untuk membuatnya marah. Karena melawan Kultivator yang kuat itu harus menggunakan cara-cara licik. Karena itu adalah salah satu keahlian tingkat tinggi juga, selain kabur tentunya. “Kan, keringatku menetes sebiji sawi.” Xiuhuan menyeka keringat yang sebenarnya membanjiri wajahnya, karena terlalu tegang dalam pertarungan itu.


Ling Hong yang biasa sangat tenang dan penuh perhitungan merasa telah diejek terus-menerus oleh Xiuhuan sejak tadi. Jadi, ia sangat marah, bagaimana ceritanya Ranah Absolute God dipermainkan oleh Immortal Menengah—kalau kabar ini tersebar, ia akan jadi bahan olok-olokan di kota Nan nantinya.


Angin kencang kembali menerpa Xiuhuan, untung saja Boneka Humanoid langsung pasang badan menghalangi terpaan angin kencang itu.


Xiuhuan mengalirkan qi seluas laut Kunming pada Tombak Long Kiang, sehingga muncul sengatan-sengatan listrik mengaliri Tombak itu.

__ADS_1


“Langkah Kilat!”


Xiuhuan muncul dihadapan Ling Hong dan langsung menebasnya. Namun, Ling Hong dengan mudah menangkisnya dengan tebasan angin, tetapi ia langsung terkejut tebasan angin itu di netralkan oleh Boneka kayu aneh dihadapannya.


“Bo-boneka ini?” Ling Hong baru menyadari ternyata, Boneka kayu itu setara dengan Kultivator Ranah Absolute God. “Ternyata ini yang membuatmu percaya diri dapat mengalahkanku,” kata Ling Hong mundur beberapa langkah.


“Jangan terlalu banyak berpikir, bro!” Xiuhuan kembali mengayunkan Tombak Long Kiang ke arah wajahnya, tetapi dengan mudah di tangkis oleh Ling Hong. Namun, dengan hukum ruangnya—Boneka Humanoid telah muncul di punggung Ling Hong.


“Sejak kapan?” Ling Hong panik.


“Sudah kukatakan, jangan lengah. Ah, kenapa kau lemah sekali!” ejek Xiuhuan menombak perut Ling Hong.


“Tornado!”


Ling Hong membuat gerakan menebas berputar 360°, sehingga angin badai besar menghempaskan Xiuhuan hingga berguling-guling puluhan tombak, berhenti saat tubuhnya menghantam pohon besar.


Xiuhuan menyeka darah yang keluar dari mulutnya dan seringai tipis muncul di wajahnya, membuat Ling Hong lagi-lagi heran.


“Boneka itu?” Ling Hong menyadari Boneka Humanoid menyalin gerakannya dan juga menyerap serangannya. “Cih, boneka kayu ini harus dilawan tanpa menggunakan qi. Namun, ada Xiuhuan yang akan menyulitkanku. Pantaslah ia bersikap sombong tadi, ternyata Boneka kayu ini adalah kartu andalannya.” Ling Hong mendengus dingin.


Ling Hong memutuskan akan mengincar Xiuhuan saja dan berusaha menghindar saat berhadapan dengan boneka kayu itu, sehingga ia langsung mengejar Xiuhuan yang terpisah cukup jauh dengan Boneka kayu itu.


“Ah, gawat!” Xiuhuan langsung mengayunkan Tombak Long Kiang yang dipenuhi sengatan-sengatan listrik. Namun, saat Ling Hong sudah dihadapannya, ia kembali menyeringai. “Kena kau!” Ternyata Xiuhuan berpura-pura panik.


Tombak Long Kiang langsung beradu dengan Pedang Feng Ye yang mementalkan Xiuhuan. Namun, Ling Hong membelalakkan matanya, tak menyangka akan berakhir seperti ini.


“Ah, sial!” Ling Hong menancapkan Pedangnya ke tanah untuk dijadikan tumpuan agar tetap tak tumbang. “Maaf tuan muda, aku terlalu meremehkannya,” keluh Ling Hong.


...*...


...*...

__ADS_1


...*...


...~Jangan lupa 👍 Bosque~...


__ADS_2