
Huo Cheng mengalirkan qi api pada Pedangnya, sehingga keluar kobaran api dari bilah Pedang itu.
“Percuma saja bermain api, kalau padam juga,” ejek Xiuhuan—Trisula Mahadewa mengeluarkan siluet belut air.
“Cih, sombong sekali!” maki Huo Cheng memunculkan tanaman merambat menghancurkan siluet belut air. Dia memiliki dua elemen, yaitu Api dan kayu.
“Jurus Boneka Kayu!” seru Huo Cheng memunculkan seratus boneka kayu mengepung Xiuhuan. Dia menatap sinis dan berkata, “apa yang bisa dilakukan oleh keluarga arogan sepertimu. Pergilah ke neraka!”
Huo Cheng menyerang Xiuhuan bersama seratus boneka kayu, tak hanya itu tanaman merambat juga menjalar mengejar Xiuhuan.
“Jurus yang hebat, membuatku iri saja,” sahut Xiuhuan langsung menghilang dari pandangannya. Kecepatan jurus Langkah Kilat sulit diimbangi oleh Huo Cheng, sehingga ia hanya melihat kilatan-kilatan seperti halilintar yang menumbangkan satu persatu boneka kayu.
“Gawat!” Huo Cheng panik, hanya dengan beberapa tarikan nafas saja, boneka kayu hampir musnah. Dia kemudian menggunakan ‘jurus penggabungan dua elemen; rambatan api’—tanaman merambat berubah seperti puluhan ular yang terbakar mengejar Xiuhuan.
“Oo,” Xiuhuan takjub melihatnya. “Bagaimana dengan ini?” Xiuhuan mencoba menahannya dengan ratusan siluet belut air yang langsung menabrak tanaman merambat berbentuk ular terbakar itu.
Api pada tanaman merambat berbentuk ular langsung padam saat bertabrakan dengan siluet belut air, sehingga yang mendekati Xiuhuan hanya tanaman merambat biasa saja yang langsung ditebas oleh Xiuhuan.
“Gerakannya terlalu cepat, sulit mengimbanginya. Apalagi elemen api tak berpengaruh padanya. Karena tingkatannya lebih tinggi dariku,” gumam Huo Cheng, “setidaknya aku telah berhasil mengulur waktu, semoga saja Huo Yu telah kabur jauh.” Tak ada lagi kecemasan yang tampak diwajahnya, ia sudah siap mengorbankan nyawanya dalam pertarungan ini.
“Kau memaksaku menggunakan ini tuan muda!” Tiba-tiba tanah bergetar hebat dan pepohonan disekitar mereka menyatu ke tubuh Huo Cheng—Dia seperti monster kayu setinggi puluhan tombak.
“Wau keren!” Xiuhuan tersenyum lebar, ia juga tak mau ketinggalan. Dia mengalirkan qi seluas telaga dari rongqinya pada Trisula Mahadewa, sehingga terciptalah siluet belut raksasa yang sangat besar, jauh lebih besar dari monster kayu Huo Cheng. “Ayo, kita buat kekacauan di sini!” Xiuhuan berdiri di atas siluet belut raksasa.
Huo Cheng mencabut pohon disekitarnya dan melemparkannya ke arah Xiuhuan. Namun siluet belut memuntahkan air berbentuk bor yang mengaburkan pohon itu.
Siluet belut raksasa bergerak mendekati Huo Cheng yang berbentuk monster kayu. Mulut siluet belut raksasa menganga ingin menelan Huo Cheng.
“Gawat!”
Huo Cheng meninju mulut siluet belut raksasa yang langsung hancur, tetapi segera beregenerasi kembali dan melahap kepala Huo Cheng.
__ADS_1
“Aku tak bisa bernafas!” Huo Cheng panik dengan meninju-ninju tubuh siluet belut raksasa secara serampangan.
“Tak akan berhasil kawan!” ejek Xiuhuan. “Selamat tinggal, jadilah manusia baik di masa depan.” Dengan gerakan jurus Langkah Kilat, Xiuhuan menusuk jantung monster kayu Huo Cheng itu dengan Trisula Mahadewa.
“Tidakkkkkkkkkkk!” teriak Huo Yu.
Melihat kekasihnya yang telah ditusuk oleh Xiuhuan dengan Trisula Mahadewa, Huo Yu langsung marah, tiba-tiba angin kencang muncul di area sekitarnya—makin lama, angin itu berputar makin cepat dan menyedot apapun disekitarnya.
Huo Yu seperti kerasukan setan saja, rambutnya merahnya menjuntai-juntai keatas.
“Kau tuan muda keluarga Huo Dong laknat!” umpat Huo Yu berjalan perlahan mendekati Xiuhuan. “Kalian tak puas sudah membunuh keluargaku dan membuat cacat tubuhku. Kini kalian ingin mengambil kekasihku juga—matilah kau sialan!”
Huo Yu memadatkan angin itu membentuk bor angin yang berputar-putar dan melesat membelah Siluet belut raksasa yang langsung hancur.
“Sepertinya aku terlibat dalam masalah yang tak perlu,” gumam Xiuhuan akhirnya mengerti, kenapa wanita ini tiba-tiba ketakutan saat ia mengatakan berasal dari Clan Huo, ternyata keluarganya telah dieksekusi mati oleh Clannya sendiri.
Xiuhuan mundur puluhan tombak menghindari serangan bor angin dari Huo Yu.
“Apa katamu? Salah paham!” Huo Yu juga menghentikan serangannya. “Setelah kau membunuh kekasihku, kau katakan ini salah paham! Dasar Iblis, serahkan nyawamu! Kau tak akan bisa melangkah pergi dari sini.” Bor angin kembali melesat menyerang Xiuhuan.
“Keras kepala! Kekasihmu tak mati, ia hanya pingsan saja, karena pendarahan di dadanya. Untung saja tadi tusukanku tak mengenai jantungnya,” sahut Xiuhuan muncul dibelakang Huo Yu, ia memeluknya dari belakang dan menempelkan pisau dilehernya.
“Benarkah!” Huo Yu akhirnya lega mendengarnya, “tetapi jangan peluk-peluk aku, dong. Kalau Cheng gege melihatnya, ia pasti cemburu nanti," katanya lagi kesal dipeluk Xiuhuan.
“Eh!" Xiuhuan melepaskan pelukannya, ia tak menyangka Huo Yu langsung percaya begitu saja dengan ucapannya. “Ambil ini!” Xiuhuan melempar Pill padanya.
Huo Yu menangkapnya, ia melongo menatap Xiuhuan. Pill ditangannya itu adalah Pill penyembuhan tingkat tinggi, yang harganya sangat mahal.
“Kenapa diam saja? Kalau kau terpesona melihat ketampananku itu wajar. Kau bisa menjadi istri yang ke-51ku hehehehe ....”
“Enak saja! Saudari Yu, hanya untuk Cheng gege,” kata Huo Xiniu yang lagi-lagi muncul tak terduga. Dia langsung menendang belut tampan, hingga Xiuhuan terkapar di tanah, menahan rasa ngilu, akibat tendangan itu.
__ADS_1
“Bocil ini ... kenapa aku tak bisa merasakan kedatangannya? Apakah ia memiliki tubuh yang istimewa, seharusnya tendangan anak kecil itu cuma menggelitik saja,” keluh Xiuhuan—ingin sekali rasanya ia menampar wajah Huo Xiniu yang menyeringai menatapnya.
“Aku masih hidup!” seru Huo Cheng batuk-batuk mengeluarkan darah dari mulutnya. “Yu‘er, kau mengalahkan tuan muda itu?” Dia masih panik, kenapa Huo Yu belum melarikan diri juga.
“Yo, bagaimana kabarmu, bro. Kekasihmu menyerahkan diri padaku, nanti malam ia akan tidur denganku. Namun, tenang saja, ini cuma semalam, kok.” Xiuhuan bercanda padanya.
“Tidak boleh! Saudari Yu akan tidur dengan Cheng gege yang sedang sakit. Kau tidur denganku saja!” Lagi-lagi bocah laknat itu menendang belut tampan Xiuhuan.
“Woi, lama-lama kukarungin juga kau bocil kampret!” umpat Xiuhuan.
Huo Cheng hampir muntah darah lagi tertawa melihat kelakuan Huo Xiniu. Dia yakin, tuan muda ini telah mengampuni mereka, karena tak mungkin Huo Xiniu berani berbuat kurang ajar begitu.
Xiuhuan mendekati Huo Cheng dan Huo Yu.
“Jadi, kalian telah diusir oleh Clan Huo, ya? Ke mana kalian kabur? Tak mungkin kan, kalian di sini saja, lama-lama pasti akan terendus juga. Karena Clan Huo adalah Clan besar aliran hitam.” Xiuhuan bertanya.
“Kami ingin ke Benua Kun Lun, mencari saudari pertamaku di sana,” sahut Huo Yu sembari menyeka air matanya yang senang Huo Cheng masih hidup.
“Yu, kenapa kau beritahu tujuan kita?” Huo Cheng masih waspada terhadap Xiuhuan, bisa saja ia berpura-pura baik untuk mencari informasi lebih dalam tentang mereka.
“Jangan khawatir begitu,” sahut Xiuhuan. “Pasti saudarimu itu adalah murid yang menyusup, kan? Melihat rambut merahmu itu; aku teringat dengan Jiang Meng yang juga anggota Clan Huo seperti kalian, tetapi ia sudah berkhianat, karena tak mau melakukan perbuatan kotor yang diberikan oleh Clan Huo—”
Belum selesai Xiuhuan bicara, Huo Yu langsung memegang pundak Xiuhuan. Matanya berkaca-kaca.
“Huo Meng masih hidup! Di mana dia sekarang, dia adalah kakak pertamaku—”
“Eeee ... pantaslah rambut kalian sama-sama merah. Dia ada di Clan Jiang sekarang, kalian bisa pergi ke kota Bianjie saja. Nanti aku akan mengirim pesan padanya, supaya ia menjemput kalian—”
“Kakak ....” Huo Yu tampak senang, padahal awalnya mereka tak tahu harus mencari ke mana, apalagi mereka juga tak tahu bagaimana wajah Huo Meng, karena ia telah pergi saat masih kecil, begitu juga di mana ia tinggal di benua Kun Lun.
...~Bersambung~...
__ADS_1