
Xiuhuan tersenyum, ia kini dikepung oleh murid Sekte Bambu Kuning. Suasana menjadi hening tak kala Xiuhuan melakukan gerakan tangan yang aneh.
Para murid-murid Sekte lain yang melihatnya merasa Xiuhuan sudah tak waras. Murid Sekte antah-berantah mencoba melawan murid Sekte besar, apalagi salah satunya adalah peringkat 26 Kompetisi antar Sekte musim lalu.
“Kage Bunshin No Jutsu!” teriak Xiuhuan, agar terlihat keren ia menancapkan Pedang Roh Sidat Listrik ke tanah dan mengeluarkan kilatan-kilatan listrik.
“Apa yang ia lakukan?”
“Apakah dia pemilik unsur Petir?”
“Wah itu unsur langka. Keren sekali!”
Mendengar kata-kata pujian itu Xiuhuan tersenyum dan tiba-tiba sepuluh Kloning Manusia Air berbalik mengepung murid-murid Sekte Bambu Kuning.
“Nah, kan sekarang enak. Lawannya seimbang, tidak keroyokan kayak abegeh labil saja,” ejek Xiuhuan mencabut Pedang Rohnya dari tanah, kemudian aliran listrik dari Pedang Roh mengalir ke tubuhnya. Rambut Xiuhuan lansung menjuntai ke atas mirip mode Super Saiyan dalam Anime Dragon ball.
“Jangan panik!” seru Xu Que pada rekan-rekannya yang tampak ketakutan, membuat para penonton keheranan mendengar ucapannya itu. Kok, malah murid Sekte besar panik melawan murid yang bahkan tidak pernah terlihat batang hidungnya dalam kompetisi antar Sekte belakangan ini.
“Woi, ayo maju kalian! Masa harus aku yang nyerang duluan!” ejek Xiuhuan.
“Saudara Xiuhuan! Apa kamu ingin membunuh murid-murid Sekte Bambu Kuning? Ingat walaupun kamu kuat, tetapi kamu harus mengikuti aturan yang telah ada. Kalau tidak itu akan membahayakan nyawamu suatu hari nanti.”
Tiba-tiba suara wanita terdengar dari belakang barisan penonton yang ingin melihat pertarungan Xiuhuan dan murid Sekte Bambu Kuning. Suara wanita itu cukup lembut, para penonton membukakan jalan untuknya. Ia diikuti oleh 19 wanita cantik lainnya. Mereka mengenakan jubah putih berlogo Sekte Tianshi.
“Wei Fang Yin telah datang!”
“Wah Dewi kecantikan. Awas kamu aku ingin cuci mata juga!” Salah satu penonton yang tidak bisa melihat kedatangan Wei Fang Yin mendorong murid Sekte lain yang ada didepannya.
“Woi kamu ngajak ribut!”
Suasana menjadi riuh, terjadi saling dorong diantara para penonton itu. Mereka ingin melihat wajah Wei Fang Yin, salah satu Pendekar cantik milik Sekte Tianshi.
“Diam kalian! Apa kalian mau kami usir!” teriak Xiao Mei, peringkat 19 dalam kompetisi antar Sekte musim lalu. Ia sangat dongkol melihat tingkah murid-murid Sekte kecil dan sedang itu. Seperti tidak pernah melihat wanita cantik saja.
__ADS_1
We Fang Yin hanya tersenyum, ia menatap Xiuhuan tanpa berkedip.
“Baru kali ini aku mendengar suara Wei Fang Yin. Apakah murid Sekte Pedang Taiyang itu sangat kuat, sehingga peringkat sepuluh Kompetisi antar Sekte harus turun tangan melerainya. Padahal selama ini Wei Fang Yin itu memiliki sifat pendiam dan pelit untuk berbicara,” gumam Li Liang menyadari Xu Que telah menyinggung orang yang salah.
“Apakah aku salah dengar saudara Liang?” Rekan satu sektenya berbisik pada Li Liang.
“Tidak, aku sudah curiga dari awal, kalau murid Sekte Pedang Taiyang itu sangat kuat. Tak mungkin murid Sekte Bambu Kuning ragu-ragu melawannya,” sahut Li Liang.
Mereka juga berpikir begitu, dari awal memang murid Sekte Bambu Kuning seperti mengenali Xiuhuan. Makanya mereka ragu-ragu melawannya.
Xiuhuan menoleh ke sumber suara itu dan terkejut ternyata yang berbicara adalah murid Sekte Tianshi. Ia langsung menghilangkan jurus seribu bayangan, sehingga Kloning Manusia Air hilang dalam sekejap.
“Hahaha ... nona cantik! Kamu tidak perlu khawatir, aku cuma pamer kekuatan saja. Aslinya mah, aku cuma setumpuk jerami dalam ribuan jarum,” sahut Xiuhuan sembari menepuk pundak Xu Que yang diam saja diperlakukan seperti itu.
“Woi kata-katamu salah!” teriak para penonton.
“Ah, benar, ya. Terimakasih koreksi kalian,” candanya lagi yang membuat mereka geram karena tawa Xiuhuan tampak mengejek.
“Kita tunda dulu, kalau kita bertemu dengannya nanti. Baru kita habisi dia,” bisiknya juga. Padahal dalam hatinya agar tidak berjumpa lagi dengan Xiuhuan. Ia sungguh ketakutan tadi, tetapi ia tetap bersikap tenang agar terlihat berwibawa di mata teman-temannya serta para penonton yang sudah kadung ngefans padanya.
“Kalau begitu mari kita memasuki makam Immortal Lou Yun. Makam ini disegel dengan perisai kuat, walaupun ia sudah mati. Namun, Immortal Lou Yun menggunakan jurus seribu bayangan seperti yang saudara Xiuhuan lakukan.”
Wei Fang Yin melirik Xiuhuan yang berdiri agak jauh dari mereka, ia lebih memilih berbaur dengan murid-murid Sekte kecil, dari pada murid-murid Sekte besar yang mengekor pada Murid Sekte Tianshi.
Seluruh mata menatap padanya, tetapi ia juga menatap ke belakang. Seolah-olah buka dia yang sedang dibicarakan.
“Hei, tampan kamu lho yang sedang dibicarakan,” kata Pendekar Pedang wanita bertubuh gemuk.
“Ah, masa aku. Kamu mungkin cantik.” Xiuhuan menggodanya sembari mencubit pelan pipinya, membuat Pendekar Pedang wanita itu tersipu malu.
Wei Fang Yin hanya menghela nafas panjang melihat tingkah Xiuhuan itu. Ia telah mengetahui sifat jelek Xiuhuan dari Paviliun Shilin. Karena Xiuhuan termasuk kuda hitam yang harus diwaspadai dalam kompetisi antar Sekte nanti.
“Saudara Xiuhuan tolong bantu kami merusak segel ini. Kita harus menyerang segel itu bersama-sama,” kata Wei Fang Yin.
__ADS_1
“Maaf nona cantik, bukannya aku tak mau. Namun, aku ini hanyalah Pendekar Pedang dari Sekte kecil, kekuatanku cuma sekedar menggelitik saja. Lebih baik aku tidak ikut,” sahut Xiuhuan.
Wei Fang Yin tidak berusaha mengajaknya lagi, karena ia tahu Xiuhuan hanya akan bekerjasama bila dibayar lebih dahulu.
“Baiklah semuanya, kita serang bersama-sama!” seru Wei Fang Yin.
Seluruh murid Sekte besar mengikuti Wei Fang Yin menyerang gerbang masuk makam Immortal Lou Yun.
Ledakan-ledakan beruntun di depan makam, menghasilkan suara gemuruh cukup keras. Belum lagi gempa bumi dan bukit diatas malam malah longsor.
Xiuhuan tidak ikut-ikutan menyarang gerbang makam Immortal Lou Yun itu, ia malah berbincang-bincang dengan Pendekar Pedang wanita bertubuh gemuk itu, yang ternyata datang sendirian. Karena sektenya yang merupakan Sekte kecil tidak jauh dari tempat itu, tetapi berada di sisi Kekaisaran Wei. Karena makam Immortal Lou Yun itu berada di perbatasan antara Kerajaan Yuan dan Kekaisaran Wei.
“Bagaimana kita kerjasama saja, tetapi pembagiannya 60:40. Bagaimana—”
“Setubuh?” sahut Pendekar Pedang wanita bertubuh gemuk itu, padahal Xiuhuan belum selesai bicara.
“Aku mengajakmu bekerjasama, bukan ehem-eheman. Kalau kamu mau, boleh-boleh saja, tetapi aku ini sudah sering memasuki rumah bordil,” bisik Xiuhuan.
“Bu-bukan itu maksudku,” sahut Pendekar Pedang wanita bertubuh gemuk itu terbata-bata. “Maksudku setuju,” katanya lagi sembari memainkan jari tangannya.
“Hehehe ... aku bercanda tadi. Baiklah, kita sepakat bekerjasama. Sepertinya mereka akan menghancurkan gerbangnya.” Xiuhuan menggendong tubuh Pendekar Pedang wanita bertubuh gemuk itu. “Kita masuk lebih dulu, pegangan yang erat. Eh, tunggu dulu siapa namamu cantik—”
“Mei-mei!” teriaknya lansung memotong ucapan Xiuhuan, sehingga murid-murid Sekte lain yang sedang fokus melihat Wei Fang Yin dan murid-murid Sekte besar menyerang gerbang makam Immortal Lou Yun, segera menoleh ke arah Xiuhuan dan Mei-Mei.
Mereka langsung terkejut, melihat Xiuhuan menggendong Pendekar Pedang wanita bertubuh gemuk, tetapi Jubah Xiuhuan dan Mei-Mei berbeda. Mereka sulit menebak apa hubungan mereka. Apakah sepasang kekasih atau murni bekerjasama saja.
...⚔️Bersambung⚔️...
***
Hadir kembali Bosque, jangan lupa di Laik, ya.
Mulai sekarang, Kita akan Crazy Up, kalau perlu akhir bulan Novel ini kita Tamatkan 😁😁😁😁
__ADS_1