Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan

Legenda Pendekar Pedang; Xiuhuan
Makan Malam Dengan Zhang Xue


__ADS_3

Xiuhuan tersenyum menyeringai, saat melihat Chu Mogui pergi ke lantai dua bar miliknya itu. Hatinya mendidih melihat wajah Zhang Xue yang tampak bahagia bersama dengan murid Sekte Pedang Taiyang itu.


Xiuhuan melirik Yun Chi yang masih berdiri di sebelahnya.


“Apa lagi, kau tak dengar dengan ucapanku?” gerutu Xiuhuan pada Yun Chi. “Eh, siapa namamu sayang?” Xiuhuan menoleh ke arah wajah Zhang Xue yang salah tingkah sejak tadi. Tiba-tiba pikirannya kosong, tak seperti biasanya saja.


“Zhang Xue tuan! Anda bisa memanggilku Xue saja,” jawab Zhang Xue dengan pipinya yang telah merah merona, membuat sesuatu milik Xiuhuan menjadi tegang tak terkendali.


“Padahal saat di gubuknya tadi, ia seperti orang yang sekarat saja. Nah, sekarang ia bisa berpura-pura tak terjadi apa-apa padanya dan melayani tamu dengan ekspresi yang dibuat-buat. Namun, tetap juga tampak sangat alami, seperti wanita penghibur yang ada di rumah bordil resmi saja,” batin Xiuhuan tetap memandangi wajah Zhan Xue.


Janda beranak dua itu, malu-malu kucing ditatap Xiuhuan tanpa berkedip. Menurut pengalamannya dua tahun ini, Xiuhuan berarti ingin dibelai olehnya. Itulah yang ada dibenak Zhang Xue.


Ia kemudian menyandarkan kepalanya ke dada Xiuhuan, kedua tangannya melingkar di pinggangnya. Zhang Xue mendengar dan merasakan degup jantung Xiuhuan yang berdegup kencang.


“Apakah dia gugup, tapi dia tampak tenang, kok?” Zhang Xue kebingungan sambil menatap ke atas, melihat Xiuhuan yang tersenyum padanya sambil mengelus-elus pipinya.


“Ehemm ....” Yun Chi berdehem. Kemudian berkata, “berarti itu saja pesanan Anda, tuan?”


“Iya, cepat bawakan!” sahut Xiuhuan tanpa menoleh padanya, ia asyik mengelus-elus pipi Zhang Xue. “Hehehe ... rencanaku berjalan dengan lancar, apalagi ibu Chu Yi dan Chu Er ini bekerja cukup profesional juga, padahal ia tak tahu aku sedang berpura-pura menggodanya,” gumam Xiuhuan.


Ada tiga Pendekar Pedang lainnya yang duduk dipojok lain, mereka juga anak buah Chu Mogui selain bartender, Lin Chen dan Yun Chi. Sedangkan Wang Ling telah di bunuh oleh Xiuhuan, namun mereka belum menyadarinya.


Suasana sana menjadi hening, mata Xiuhuan melirik ke segala arah, ruangan lantai satu bar milik Chu Mogui itu. Sedangkan tangan kanannya asyik mengelus-elus pipi Zhang Xue.


Zhang Xue kebingungan, Xiuhuan tak melakukan tindakan apapun padanya. Padahal biasanya, dengan buas pelanggannya akan meraba-raba seluruh tubuhnya dan menciumnya juga. Namun Xiuhuan tak melakukan itu.


Tak lama berselang, istri Chu Mogui datang membawa nampan berisi bebek panggang dan dua gelas besar es teh manis.


“Nyonya Lei Yu!” sambut Zhang Xue, ia ingin berdiri membantu Lei Yu menaruh makanan yang dibawanya ke atas meja. Namun, Xiuhuan menarik kembali Zhang Xue kepelukannya.


Lei Yu menatap tajam Zhang Xue, ia sangat membenci wanita cantik itu, karena ia sendiri tidak cantik, berkulit agak gelap dan wajah biasa-biasa saja.

__ADS_1


Lei Yu menaruh satu-satu hidangan pesanan Xiuhuan di atas meja. Zhang Xue hanya tersenyum masam saja, ia takut dimarahi oleh istri Chu Mogui itu.


“Silahkan tuan di nikmati hidangan sederhana buatan kami ini,” kata Lei Yu sambil berbalik badan, ingin kembali ke dapur.


Xiuhuan tak tahu Lei Yu adalah istri Chu Mogui. Namun, ia merasa Zhang Xue ketakutan melihatnya. Itu berarti, ia juga harus membereskan wanita yang ada dihadapannya itu.


Dengan senyum menyeringai, Xiuhuan lansung menampar bokong Lei Yu dengan keras, sehingga wanita terkejut bukan main.


“A-apa yang kau lakukan?” teriak Lei Yu.


Anak buah Chu Mogui langsung terkejut melihat tindakan tak senonoh Xiuhuan itu. Mereka tak menyangka Xiuhuan berani melakukan itu pada istri bos mereka.


“Ngapain kau marah!” Xiuhuan tersenyum lebar. “Sini kau pijat dulu pundakku, rasanya agak pegal. Kulihat kau cukup berotot, pasti tenagamu cukup kuat,” kata Xiuhuan mengejeknya.


Lei Yu mengepal tangannya, ia sangat marah. “Apa kau tak tahu, siapa Aku? Hah!” bentak Lei Yu.


Zhang Xue ketakutan, ia takut murid Sekte Pedang Taiyang yang tak tahu apa-apa ini, akan mendapat masalah besar. Zhang Xue ingin melarang Xiuhuan, namun tiba-tiba lelaki tampan itu menutup bibir Zhang Xue dengan jari tangannya.


Lei Yu ingin melayangkan tangannya pada wajah Xiuhuan. Namun, Yun Chi lebih dulu menarik tangan istri bosnya itu dan membawanya pergi meninggalkan Xiuhuan.


“Hei, apa-apaan kau ini Yun Chi. Kau mau kuadukan pada suamiku!” bentak Lei Yu.


“Sabar nyonya!” sahut Yun Chi. “Dia itu bukan orang sembarangan. Apakah kau tak lihat, jubah yang ia kenakan. Takutnya ia datang kemari menyelidiki kita?”


Lei Yu memperhatikan kembali jubah yang Xiuhuan kenakan. Ia langsung tertegun dan yakin Xiuhuan ternyata sengaja memprovokasinya tadi.


Lei Yu mendengus kesal. “Apa yang akan kita lakukan untuk menyingkirkannya?” tanya Lei penasaran dengan langkah yang diambil oleh suaminya. Karena Chu Mogui tak tampak batang hidungnya di lantai satu ini.


“Kau kembali saja ke dapur, kami akan mengurus sisanya,” jawab Yun Chi.


Lei Yu menatap tajam Xiuhuan dan Zhang Xue sesaat, kemudian ia kembali ke dapur dengan suasana hati yang dongkol, akibat perlakuan tak senonoh yang ia terima dari Xiuhuan.

__ADS_1


***


“Ayo kita makan Xue, sayang!” Xiuhuan langsung menyantap bebek panggang yang ada di atas meja.


Zhang mencicipi sedikit daging bebek panggang itu menggunakan sumpit. Entah kenapa air matanya langsung mengalir membasahi pipinya.


Zhang Xue langsung teringat dengan kedua anaknya yang tak pernah makan dengan lauk pauk, sementara ia sekarang makan makanan yang selalu dimimpi-mimpikan oleh Chu Er.


“Kau kenapa Xue, sayang!” Xiuhuan mengusap air mata yang membasahi pipinya.


“Hahaha ... cuma kelilipan kok,” sahut Zhang Xue berkilah.


“Oo, kirain kamu kenapa-kenapa?” Xiuhuan lansung mengambil gelas didepannya. “Ini minum dulu dan makan yang banyak. Kau harus mengisi perutmu, agar kau punya tenaga untuk mengimbangi kehebatanku di atas ranjang nanti hahaha ....” Xiuhuan tertawa sambil menyodorkan gelas ditangannya ke bibir Zhang Xue.


Awalnya Zhang Xue terharu mendengar kalimat pertama Xiuhuan itu. Namun, saat diakhir kalimat, ia menjadi dongkol. Ternyata Xiuhuan sama saja dengan pria hidung belang lainnya.


Yun Chi dan anak buah Chu Mogui lainnya, dibuat sesak melihat kemesraan antara wanita penghibur dan pelanggannya itu. Seandainya Xiuhuan adalah Pendekar Pedang biasa, mungkin mereka sudah menghajarnya habis-habisan.


Xiuhuan dan Zhang Xue telah selesai makan, namun kelompok Kelelawar yang dikatakan oleh Wang Ling itu tak kunjung datang. Xiuhuan juga sudah tak tahu mau ngapain lagi, suasana menjadi hening kembali.


Kondisi serupa dialami oleh Zhang Xue, baru kali ini, ia melayani tamu yang tak agresif. Sehingga Zhang Xue dibuat kebingungan. Anak buah Chu Mogui menatap keduanya, seolah-olah merasa Xiuhuan sedang menunggu bala bantuan, membuat mereka ikutan gelisah.


“Sepertinya Aku harus bergerak, kalau tidak mereka nanti malah curiga. Ah, Chu Yi dan Chu Er, maafkan Paman, ya. Dengan terpaksa Paman harus tidur dengan ibu kalian,” gumam Xiuhuan melayangkan senyum tipis pada Zhang Xue.


Zhang Xue membalas senyuman Xiuhuan dengan senyum manisnya juga, tanpa mengucapkan sepatah katapun.


“Pelayan!” Xiuhuan memanggil Yun Chi. “Bawa kami, ke kamar VVIP!” seru Xiuhuan lagi.


Barulah, anak buah Chu Mogui yakin, ternyata Xiuhuan adalah Pendekar Pedang mesum. Bukan mata-mata yang sedang menunggu bala bantuan, seperti yang ada dibenak mereka tadi.


...⚔️Bersambung⚔️...

__ADS_1


__ADS_2